A Little Think About DDR3
Tak terasa sudah hampir memasuki bulan ke-10 Memory DDR3 ada bersama kita. Dan banyak juga orang yang telah “membunuh” DDR3 mereka untuk explore tentang performa DDR3. Seperti yang kita ketahui selama ini DDR3 ada di pasaran dengan chipset micron dengan berbagai kualitas seperti, GTR, GTS hingga JNM. Seiring dengan perkembangan DDR3 yang ada dipasaran, produsen motherboard berlomba – lomba untuk memproduksi motherboard DDR3 terbaik mereka, karena DDR3 ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan DDR2. Agar mampu bersaing di pasaran. Hmmm… Well that’s just the opening of my thread, dan marilah sekarang kita coba untuk sedikit melakukan explore terhadap memory DDR3 ini.
Sebelum mulai ada baiknya kita mengetahui sedikit tentang batasan voltage yang di miliki DDR3 ini, yang tentunya berbeda dengan DDR2. Karena nantinya untuk melakukan explore kita harus meng-overclock memory tersebut dan agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Berikut adalah kutipan tentang voltage DDR3 yang merupakan hasil diskus dari beberapa forum.
1.9v officially max voltage recommends/warrants
2.0v seems very safe for 24/7
2.1v seems safe for 24/7
2.2v can damage/kill memory regardless of cooling
2.3v can damage/kill memory regardless of cooling
2.4v+ can damage or kill memory regardless of cooling after hours-months, depending on the board, the batch of chips and the cooling used
Patokan voltage diatas memang tidak 100% akurat, ada beberapa orang yang memiliki DDR3 dapat menggunakan voltage 2.3v 24/7, tetapi ada pula yang hanya menggunakan 2.2v memory mereka sudah tidak mau lagi berjalan dengan baik. Jadi patokan tersebut hanya diambil garis besar dan titik teraman untuk voltage DDR3, perkara nanti anda ingin menyetrum DDR3 anda seperti apa itu hak anda dan tentu saja menjadi tanggung jawab anda.
Hardware Setup
Untuk test kali ini saya menggunakan hardware-hardware sebagai berikut :
Intel Core2Duo E8400
DFI Lanparty UT X 48 T3R
Adata Extreme Edition 2x1GB DDR3 1333+
POV 8600GT EXO
Hitachi 320GB SATA II
Tagan U22 580 Watt
Saya menggunakan Adata EE 1333+ karena seperti yang telah kita lihat pada review rekan saya Hazzan, bahwa memory ini memiliki great potential for overclocking with reliable voltage. Dan penggunaan mobo DFI pada test saya ini karena mobo DFI memiliki setting memory yang sangat lengkap, meskipun banyak orang yang mengeluh tentang setting memory tersebut tetapi ibarat kata “we paid what we’ve got” ketika kita dapat memahaminya dengan cara melakukan explore maka apa yang kamu dapatkan di motherboard DFI ini tidak akan kamu dapatkan pada motherboard lainnya. Sebelum saya memulai test kali ini, I would thank’s to :Ok and the test begin…….
- Wedfighter – For The Advice
- Lombok_OC – For The Nice Information
- Decoy_Erick – For The Flashboot
- Ws97 – For The Test Bed
- Jimmy DFI – For The Pre-Release Bios X48 T3R
- Joxus_winner - For Sharing Time
Same DRAM Frequency, Different Timing
Kadang pertanyaan muncul bagi mereka yang baru di dalam dunia PC atau sekedar user biasa yang ingin mencari tahu lebih banyak tentang hardware kenapa sering menggunakan timing seperti ini, seperti itu. Untuk itu semua mari kita coba lihat hasil test yang saya lakukan berikut, test ini hanya mengganti timing menjadi CAS 6/7/8 dengan semua setting sama termasuk DRAM Frequency,
800 6-6-6-12
800 7-7-7-20
800 8-8-8-22
Well, memory ini masih cukup gahar ternyata bisa run di CAS 6, untuk lebih jelas kita lihat table di bawah ini.
Untuk hasil result diatas jelas, memory dengan CAS lebih rendah ( baca : timing ketat ), jelas lebih unggul, karena itulah bagi reviewer memory selalu berusaha me-review memory dengan mencari DRAM Frequency tertinggi yang dapat di capai dengan timing yang cukup ketat. Agar performa memory mampu lebih maksimal.




















Bookmarks