PDA

View Full Version : Touching Quote



XP_On
07-06-2006, 16:43
Bro & Sis...

kisa saling share cerita... atau apapun yang bisa jadi pelajaran hidup.... yang menyentuh dan mengandung makna.. disini yuk........

aku sering dapet forward email yang menyentuh di e-mailku.... tapi kadang kita anggap sebagai spam.. eh padahal jika di baca sungguh menyentuh...........

XP_On
07-06-2006, 16:54
PENCURI KUE



Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.






Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia!

Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir, ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.






Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada Si "Pencuri tak tahu terima kasih!". Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya.

Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong kuenya, di depan matanya. Lho kok kueku masih ada di sini, erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi memang adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi dengannya. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.

Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu. Seperti dalam hidup kita ini, kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri.

Serta tak jarang kita berprasangka buruk. Orang lainlah yang kasar, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang jahat, orang lainlah yang sombong, orang lainlah yang salah. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang salah, tapi kita tidak tahu/tidak menyadarinya.

Kita sering mengomentari perbuatan orang lain, mencemooh tindakan, pendapat atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya. Seringkali kita menyalahkan orang lain atas kejadian-jadian buruk yang menimpa kita, tetapi apakah kita menyadari kalau yang salah sebenarnya adalah kita sendiri ? apakah pernah terpikir oleh kita kalau orang lain melakukan itu untuk tujuan yg baik & tidak bermaksud mencelakai kita ?

"Belajarlah untuk mengkoreksi diri kita sendiri, sebelum kita menyalahkan orang lain."

XP_On
07-06-2006, 17:04
INGAT BEBEK


Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya
dipertanian mereka. Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di
hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai
sasaran.

Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam.

Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam
keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia
terperanjat dan sedih. Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu,
dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya,
tetapi tidak berkata apapun.

Setelah makan, nenek berkata, "Sally, cuci piring."

Tetapi Sally berkata, "Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu
didapur, bukankah demikian Johnny?" Dan Sally berbisik, "Ingat bebek?"

Jadi Johnny mencuci piring.

Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek
berkata, "Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan
makanan."

Tetapi Sally tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, karena Johnny
memberitahu kalau ingin membantu." Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?"
Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.

Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga
tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi.Ditemuinya
nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun.

Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku, aku tahu. Tidakkah
kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku
mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan
membiarkan Sally memanfaatkanmu."

Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan
musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan
juga selalu berdiri di'jendela'. Dan Dia melihat segalanya.

Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau
memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh
memperbudakmu.

Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga
tidak mengingat-ingat lagi dosamu."

log out
07-06-2006, 17:13
iya..gw yakin banyak yg dapet email macam elo termasuk gw jg.

Jika kamu memancing ikan....
Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang...

Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....
Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu....

Jika kamu menadah air biarlah berpada,

jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh....
cukuplah sekadar keperluanmu....

Apabila sekali ia retak....
tentu sukar untuk kamu menambalnya semula....
Akhirnya ia dibuang....
Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....
Anggaplah dia manusia biasa.
Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya....
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.

Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya....

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi... yang kamu pasti baik untuk dirimu.
Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan.....

yang kamupasti membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain Kamu juga yang akan menyesal.




kenapa berteriak

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya:
"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkattangan dan menjawab:
"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."

"Tapi..." sang guru balik bertanya," lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata: "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian,
mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak,
semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanyapun menjadi lebih jauh lagi.Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan:"Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.
Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.
Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani
memberikan jawaban. Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak.
Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan.

Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami
apa yang ingin mereka sampaikan." Sang guru masih melanjutkan: "Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak.
Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan
jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.

btw kata2 bijak yg lainnya juga bisa dicari di sarikata.com:)

wolfmam
08-06-2006, 18:56
Terkadang ada saat-saat dalam hidupketika engkau merindukan seseorangbegitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat!

Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka; tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama *pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu yang lain, yang telah terbuka bagi kita.

Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu.* Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna. * Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum,sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan ntuk mengubah hari gelap menjadi terang.Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum

Angankan apa yang engkau ingin angankan;pergilah kemana engkau ingin pergi;jadilah seperti yang engkau kehendaki,sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan*untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum,cukup pencobaan untuk membuatmu kuat, * cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi, dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.

Mereka yang paling berbahagia tidaklah harusmemiliki yang terbaik dari segala sesuatu;mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapatdiraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu; engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hinggaengkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu

Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum

Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.

Fiend
08-06-2006, 21:09
kayak cerita2 di chicken soup, tolong posting lagi yang laen dong lumayan nih untuk mengkuatkan hati,

pds
08-06-2006, 22:11
>Pohon, Daun dan Angin

>Jika Kau menginginkan cinta dari seseorang, tunjukkan cintamu. Cinta
tidak
>membutuhkan keraguan, Tunjukan saja!!
>
>POHON
>
>Alasan mengapa orang-orang memanggilku "Pohon" karena aku sangat baik
dalam
>menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon
pada
>sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah
berpacaran
>sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA.
>
>Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya
keberanian
>untuk mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang
sexy,
>dsb, dia sangat peduli dengan orang lain dan religius tapi dia hanya
wanita
>biasa saja.
>
>Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang innocent
dan apa
>adanya, kemandiriannya, aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya.
Alasan
>aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat biasa
dan
>tidak serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan
yang
>indah ini akan hilang. Aku juga takut kalau gosip-gosip yang ada akan
>menyakitinya. Aku merasa dia adalah "sahabatku" dan aku akan
memilikinya
>tiada batasnya dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk
dia.
>
>Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan
>selama 3 tahun ini. Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain, dan aku
telah
>membuatnya menangis selama 3 tahun.
>
>Ketika aku mencium pacarku yang kedua, dan terlihat olehnya. Dia hanya
>tersenyum dengan berwajah merah dan berkata "lanjutkan saja" dan
setelah
>itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak.. dan merah...
Aku
>sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, but...
>
>Aku tertawa dengannya seharian. Ketika semuanya telah pulang, dia
sendirian
>di kelas untuk menangis. Dia tidak tahu bahwa aku kembali dari latihan
>sepak bola untuk mengambil sesuatu di kelas, dan aku melihatnya
menangis
>selama sejam-an.
>
>Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua
perang
>dingin, aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi aku
masih
>tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan
air
>mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi
>meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda
>denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu bahwa dia
>sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama
>buruknya dengan dia, aku juga sedih.
>
>Ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku mengajaknya pergi.
Setelah
>kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin
kukatakan
>padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada
sesuatu
>yang ingi dia katakan padaku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku
>dengan pacarku dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu
hubungan
>dengan seseorang. Aku tahu pria itu.
>
>Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan
>menarik. Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatinya aku, tapi
hanya
>bias tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di
rumah,
>sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti
ada
>batu yang sangat berat didadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin
berteriak
>namun tidak bisa.
>
>Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya
>menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. Ketika upacara
>kelulusan, aku membaca SMS di Handphoneku. SMS itu dikirim 10 hari
yang
>lalu ketika aku sedih dan menangis. SMS itu berbunyi, "Daun terbang
karena
>Angin bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal?".
>
>DAUN
>
>Selama SMA, aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa
bahwa
>daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali selama ini
>membutuhkan banyak kekuatan.
>
>Selama 3 tahun di SMA, aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai
pacar
>tapi "Sahabat". Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama
kalinya,
>Aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari
sebelumnya -
>CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan
menggunakan
>Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama
selama 2
>bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar
biasa
>gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.
>
>Aku menyukainya dan aku tahu bahwa dia juga menyukaiku, but mengapa
dia
>tidak mau mengatakannya? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang
>memulainya dulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi,
hatiku
>selalu sakit. Waktu berjalan.. dan berjalan, hatiku sakit.
>
>Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan,
tapi
>mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik diluar perlakuannya
hanya
>untuk seorang teman?
>
>Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tahu kesukaannya,
>kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui.
Kau
>tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan?
>
>Diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberikannya perhatian,
>menemaninya, dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan
datang
>dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telpon-nya. Setiap malam,
>mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tahu sesibuk apapun dia, dia
>pasti meluangkan waktunya untukku. Karena itu, aku menunggunya. 3
tahun
>cukup berat untuk kulalui dan aku mau menyerah.
>
>Kadang aku berpikir untuk tatap menunggu. Luka dan Sakit hati, dan
dilema
>yang menemaniku selama 3 tahun ini.
>
>Ketika diakhir tahun ke 3, seorang pria mengejarku dia adalah adik
kelasku,
>setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Dari penolakan-penolakan yang
telah
>ditunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil
>dihatiku.
>
>Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk
terbang
>dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan Angin
ini
>ruang yang kecil di hatiku. Aku tahu Angin ini akan membawa pergi Daun
yang
>lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik. Akhirnya Aku meninggalkan
Pohon,
>tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal, aku
sangat
>sedih memandangnya tersenyum ke arahku.
>
>"Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk
>tinggal"
>
>ANGIN
>
>Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena dia sangat
>bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat.
>
>Angin akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kalinya,
ketika 1
>bulan setelah aku pindah sekolah. Aku melihat seorang memperhatikan
kami
>bermain sepak bola. Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau
>dengan teman-temannya memperhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara
dengan
>gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah
Daun, ada
>senyum di matanya.
>
>Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun yang suka melihat
Pohon.
>Satu hari, dia tidak tampak, aku merasakan kehilangan. Seniorku juga
tidak
>ada saat itu, Aku pergi ke kelas mereka, melihat seniorku sedang
>memperhatikan Daun. Air mata mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi,
>besoknya, aku melihat Daun di tempatnya yang biasa, memperhatikan
Pohon.
>Aku melangkah dan tersenyum padanya. Menulis catatan dan memberikan
>kepadanya. Dia sangat kaget.
>
>Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku. Besoknya, dia
>datang, menghampiriku dan memberiku catatan. Hati Daun sangat kuat dan
>Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau
>meninggalkan Pohon. Aku melihat ke arahnya dengan kata-kata tersebut
dan
>pelan dia mulai berkata padaku dan menerima kehadiranku dan telpon-ku.
Aku
>tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar
suatu
>hari dia menyukai aku.
>
>Selama 4 bulan, Aku tlah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x
>kepadanya. Setiap kali dia mengalihkan pembicaraan.. tapi aku tidak
>menyerah, aku memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia akan
setuju
>menjadi pacarku.
>
>Aku bertanya, "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah
membalas?"
>
>Dia berkata, "Aku menengadahkan kepalaku".
>
>"Ah?", Aku tidak percaya apa yang aku dengar.
>
>"Aku menengadahkan kepalaku", dia berteriak.
>
>Aku meletakkan telpon, berpakaian dan naik taxi ke tempat dia, dan dia
>membuka pintu, aku memeluknya kuat-kuat.
>
>"Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon tidak memintanya
untuk
>tinggal".
>

pds
08-06-2006, 22:12
Min 10 plus 100
Hai Di , udah lama vella ngga nulisin kamu yah ,banyak
banget yang vella mau ceritain ke kamu Di

Tadi pagi vella sama temen2 ngomongin cowok
masing-masing.Di masih inget sama evan kan ? cowoknya
vella ? Vella malu banget deh sama dia . Dia soalnya
ngga kayak cowok2 temen vella yang lain Di.Sebel deh
sama evan , Bayangin deh Di semua minusnya evan nih
yah:
>
Minus 10 karena dia ngga punya handphone !!!padahal
cowok2 temen vella yang lain punya handphone
>
Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil sama
ortunya karena belum 17 , padahal cowok2 temen vella
yang lain biar sama2 smp udah boleh bawa sendiri !!!!!
>
Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa ,
padahal cowok2 temen vella yang lain itu rambutnya
gaya abhies

Minus 10 buat dia karena dia itu ngga suka ke tempat2
dugem Di ! padahal vella suka banget ke sana,

Minus 10 buat dia lagi Di ! karena dia ngga punya satu
pun jacket xsml padahal cowok2 temen vella yang lain
sering banget belanja disana , kalau dia sih paling
pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA
(idih banget ngga siCh Di!)

Minus 10 banget ( dan yang ini banget banget banget
!!!! ) karena dia masih suka bawa makanan dari rumah
buat makang siang ke sekolah ! gila yah DI malu2in
banget ngga sih !!!!!!!!

Sumpah yah Di , vella malu banget sama dia kayaknya
mau putus aja deh Di

Dear Diary.
>
hari Ini valentine, pas Evan ke kelas vella mau kasih
kado , vella Cuma diem aja. Seharian itu Di ,vella
ngindarin dia abis-abisan , dia bingung gitu kayaknya
Di , kenapa vella ngindar terus . Sampe rumah dia
nelepon vella , Vella males tapi ngomong sama dia Di ,
vella suruh pembantu bilang ke evan kalau vella belum
pulang . Dia nelepon 4 kali hari itu tapi vella males
nerima.
>
Kira-kira 3 harian deh kayak gitu , tiap di sekolah
vella ngindarin evan pake cara ke wc cewek lah atau
ngumpet2 lah , dan di rumah vella selalu ngga mau
nerima telepon dari dia , kayaknya vella bener-bener
udah ilfeel dan malu pacaran sama dia Di !
>
Akhirnya waktu itu hari Senin, Seperti biasa pas di
sekolah , Vella ngindarin dia .Pas pulang sekolah
vella ngumpul di kantin sama temen2 vella . Mereka
pada nanya kok vella ngindarin evan terus Vella diem
aja , tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga
Vella ngomong , " Ah bete banget gue sama tuh
cowok,udah ngga ada modal mendingan gaul , dan mukanya
setelah gue pikir2 biasa banget , ya ampun kok gue
dulu mau yah jadi sama dia ? dipelet kali yah gue!!"
tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah punggung
vella, Vella bingung dan nengok di , ya Tuhan Di!
ternyata ada evan di belakang Vella dan kayaknya dia
denger yang vella baru ucapin barusan .
>
>Vella cuma bisa diem tapi vella sempet ngeliat Evan
sebentar. Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus dia
pelen2 pergi dari situ.Vella diem aja, ada beberapa
yang ngomong "hayo loo vel , dia denger lho !!" Tapi
ada juga yg ngomong , " Udahlah vel , baguslah denger
, ngga ada untungnya tetep sama dia , ntar elo juga
bisa dapet yg lebih bagus."Bener juga yah Di . Ya udah
vella cuek aja , syukur deh kalau dia denger !!! Dia
mau minta putus juga ayo , mau banget malah vella.
>
>Dua hari pun berlalu Di , dan sejak saat Evan udah
ngga berusaha nyamperin vella di sekolah atau nelepon
vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem dan
ngelewatin vella aja..

Seminggu berlalu , 2 minggu berlalu sejak hari itu ,
vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di , ngga
tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu
kadang2 vella suka bengong bingung sendiri, cuma
vella berusaha ilangin perasaan itu .Vella ngga tau
kenapa jadi males kemana mana , pengennya sendiri aja
, males ngapa-in .Semua orang jadi bingung kenapa
Vella berubah jadi kayak gini .... Vella sendiri juga
ngga tau kenapa Di.
>
>Dear Diary,
Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem dan
ngerenung di dalam kamar. Tiba tiba di channel V ada
lagunya Janet JaCkson Di ! Tau kan liriknya ? Doesn't
really matter what the eyes is seeing , cause Iím in
love with the Inner being.
>
>Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru
sadar.... Betapa baiknya evan..... Vella nangis -
senangisnya Di , karena vella baru sadar betapa
begonya vella... Minus 10 karena evan ngga punya Hp
Di, tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan
jauh ke wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat
tidur setiap hari.......
>
>Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil sama
ortunya karena belum 17 Di , Tapi plus 100 karena tiap
malem minggu dia rela naik sepeda jauh dari kemang ke
bona indah khusus ngapelin vella biar ujan
sekalipun,.....
>
Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa dan
ngga suka di spike, tapi plus 100 karena dalam keadaan
rambut vella apapun baik bagus maupun lagi jelek , mau
salah potong atau salah blow atau salah model dia
selalu bilang vella cantik banget....
>
>Minus 10 karena dia ngga suka ke tempat dugem Di,
tapi plus 100 karena dia rela nemenin vella ke tempat2
kayak gitu , meski dia ngga suka dan rela dimarahin
ortunya karena pulang pagi nemenin vella...dengan naik
taksi ke rumahnya.....
Minus 10 karena eVan ngga punya jacket xsml dan hanya
punya jacket fila biasa , tapi plus 100 karena kalau
ujan di sekolah dia selalu minjemin vella jacketnya
meski dia sendiri kedinginan......
>
Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah,tapi
plus 100 karena ternyata nabung uang jajan makang
siangnya buat beli kado valentine buat vella......

Dari 60 minus yg evan punya Di , dia punya 600 Plus di
hati Vella ....dari 1000 kekurangan evan , dia punya
semilyar kebaikan...... ya Than Di, betapa begonya
vella yah.....vella yang beruntung sebenernya punya
cowok evan , dan vella juga yang nyakitin evan,
padahal ngga pernah sekalipun dia nyakitin vella.
>
Malemnya vella nangis lama banget Di

Dear Diary,
Vella ketemu sama evan di sekolah. Vella kejar dia dan
bilang vella mau ngomong, Evan diem aja , tapi pulang
sekolah dia nanya vella mau ngomong apa. Vella kasih
dia kartu buatan vella , vella cium pipi dia dan vella
bilang minta maaf karena vella udah nyakitin dia .
Dia cuma diem aja terus pulang.... Vella cuma bisa
diem karena sadar, vella yang berbuat , vella juga
yang kehilangan...
>
>Sakit banget rasanya Di , Vella pulang sekolah nangis
tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin dan vella
pula yang nanggung resiko-nya...
>
>Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar
vella,katanya ada telepon. Ternyata bener Di itu evaN,
dia udah maafin vella , dia udah lupain
semuanya.....aduh Di , girang banget hati vella ,
hihihihihi senengnya Nanti malem Evan mau kesini Di ,
dan vella mau dandan
secantik-cantiknya buat evan , jadi Vella udahan dulu
yah Di......thx banget udah denger curhat-nya vella ,
Vella belajar satu hal Di , Hargailah apa yang kamu
miliki sekarang , karena tanpa kamu sadari , kamu
begitu beruntung telah memiliki-nya

Selamat malem diary,ku.....

NB: Minus 10 Di , karena mukanya tidak tampan , tapi
plus 100 karena hatinya luar biasa tampan......

Vella-Nya Evan

pds
08-06-2006, 22:13
TAK ADA WAKTU

>Aku berlutut dan berdoa tetapi tidak lama...........,
>
>karena banyak yang harus aku lakukan.
>
>Aku harus mulai bekerja untuk tuntutan-tuntutan hidup..........,
>
>pun demi masa depan yang terkadang aku sendiri tidak tahu akan
bagaimana
>nantinya
>
>Ketika doa singkatku selesai, aku segera melompat berdiri,
>
>Aku merasa tugas ke-Kristenan-ku sudah terlaksana dan jiwaku menjadi
>tenang.
>
>Sepanjang hari....tak ada waktu bagiku untuk mengucapkan kata-kata
>penghiburan.
>
>Tak ada waktu bagiku untuk bersaksi tentang KRISTUS.......
>
>Aku takut teman-teman menertawakanku.
>
>Tak ada waktu.........tak ada waktu........
>
>Terlalu banyak yang harus kulakukan......
>
>Itulah yang selalu kuteriakkan sepanjang hari dan umur hidupku.
>
>Tak ada waktuku untuk berkorban bagi mereka yang
membutuhkan..........,
>
>Sampai akhirnya tibalah saat kematianku.......
>
>Dan ketika aku menghadap ke TAHTA KRISTUS ,
>
>aku berdiri dengan kepala tertunduk malu........
>
>Ditangan-Nya kulihat sebuah Buku Kehidupan, dan berkatalah DIA....,
>
>" Namamu tidak Kutemukan disini, pernah Aku mencoba
menuliskannya......
>
>tetapi sayang, TAK PERNAH ADA WAKTU."
>

pds
08-06-2006, 22:16
Vitamin A-Z
Anxious? Take Vitamin A.
> All things work together for good for those who
> love God, who are called according to his purpose.
> (Rom 8:28)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Blue? Take Vitamin B.
> Bless the Lord, O my soul, and all that is within me,
> bless his holy name. (Ps 103:1)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Crushed? Take Vitamin C.
> Cast all your anxiety on him, because he cares for you.
> (1 Pet 5:7)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Depressed? Take Vitamin D.
> Draw near to God, and he will draw near to you.
> (Jas 4:8)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Empty? Take Vitamin E.
> Enter his gates with thanksgiving, and his courts
> with praise. Give thanks to him, bless his name.
> (Ps 100:4)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Fearful? Take Vitamin F.
> Fear not, for I am with you, do not be afraid,
> for I am your God. (Isa 41:10)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Greedy? Take Vitamin G.
> Give, and it will be given to you. A good
> measure, pressed down, shaken together,
> running over, will be put unto your lap; for
> the measure you give will be the measure you get back.
> (Lk 6:38)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Hesitant? Take Vitamin H.
> How beautiful upon the mountains are the feet of
> the messenger who announces peace, who brings
> good news, who announces salvation, who says
> to Zion, "Your God reigns." (Isa 52:7)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Insecure? Take Vitamin I.
> I can do all things through him who strengthens me.
> (Phil 4:13)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Jittery? Take Vitamin J.
> Jesus Christ is the same yesterday
> and today and forever. (Heb 13:8)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Know nothing? Take Vitamin K.
> Know this that the Lord is God, it is He that
> made us and not we ourselves. (Ps 100:3)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Lonely? Take Vitamin L.
> Lo, I am with you always, even to the end of the age.
> (Mt 28:20)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Mortgaged? Take Vitamin M.
> My grace is sufficient for you,
> for power is made perfect in weakness. (2 Cor 12:9)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Nervous? Take Vitamin N.
> Never, no never will I leave you nor forsake you.
> (Heb 13:5)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Overwhelmed? Take Vitamin O.
> Overcome evil with good. (Rom 12:21)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Perplexed or puzzled? Take Vitamin P.
> Peace I leave with you; my peace I give to you.
> I do not give to you as the world gives.
> Do not let your hearts be troubled,
> and do not let them be afraid. (Jn 14:27)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Quitting? Take Vitamin Q.
> Quit you like men and women, be strong. (1 Cor 16:13)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Restless? Take Vitamin R.
> Rest in the Lord, and wait patiently for him. (Ps 37:7)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Scared? Take Vitamin S.
> Stay with me, and do not be afraid; for the one
> who seeks my life seeks your life; you will
> be safe with me. (1 Sam 22:23)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Tired? Take Vitamin T.
> Those who wait for the Lord shall renew their
> strength, they shall mount up with wings like
> eagles, they shall run and not be weary,
> they shall walk and not faint. (Isa 40:31)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Uncertain? Take Vitamin U.
> Understand that I am (the Lord). Before me no god
> was formed, nor shall there be any after me. (Isa 43:10)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Vain? Take Vitamin V.
> Vexed with unclean spirits:
> and they were healed every one. (Acts 5:16)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Wondering what to do? Take Vitamin W.
> What does the Lord require of you but to do
> justice, and to love kindness,
> and to walk humbly with your God? (Mic 6:8)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> eXhausted? Take Vitamin X.
> Exercise thyself rather unto godliness. (1 Tim 4:7)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Yearning for hope? Take Vitamin Y.
> Yea, though I walk through the valley of the
> shadow of death, I will fear no evil; for you
> art with me; your rod and your staff-they comfort me.
> (Ps 23:4)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Zapped? Take Vitamin Z.
> Zealous for good deeds. (Titus 2:14)
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
>
> GOD BLESS

pds
08-06-2006, 22:24
Oh ya ceritanya pake bahasa inggris gapp kan?
Nice thread bro XP_On.

Fulvian
09-06-2006, 04:32
Lho ini tentang "Touching Quotes" kan? bukan "Touching Stories"? soalna klo quotes setauku pendek2 deh...

ini favoritku:


Love is a hard work,
and hard work can sometimes hurt...
and if it hurts...
will You keep on working?
or just quit?
You decide it...!

julakbanua
09-06-2006, 06:17
Lho ini tentang "Touching Quotes" kan? bukan "Touching Stories"? soalna klo quotes setauku pendek2 deh...
Yup....

Ini nih quotes yang kusuka banget :
Think big, start small, act now (Pertama denger ini pas taun 98 kalo ga salah)
Nothing permanent but changes (ini udah lupa pertama dengernya kapan)

Tapi yg jelas, 2 quote itu sangat kuingat. :)

Harno
09-06-2006, 06:38
kadang kita mengabaikan waktu...menunda2 pekerjaan sampai pada akhirnya waktu membinasakan kita...
Waktu itu laksana pedang, pergunakanlah ia sebaiknya atau ia akan membunuhmu....

XP_On
09-06-2006, 08:57
sorry.. yah mau story.. mau quotes boleh..

cuma masalahnya kan kebanyakan kita dapet dari internet atau dari suber lain... jadi serita pun bisa dibilang quote kan..........

kalau khusus quote dari film dan quote kegemaran udah ada treadnya kan......

tapi karena post disini kaga dihitung .. yah silahkan crossposting.. tapi kalau ada cerita yang menyentuh tolong di upload...

@harno..

rombak total nich..

Avantar + signature

Andy Tan
09-06-2006, 09:31
nice thread... !!!oppsss ga bisa ngasi GRP ke TS lagi...
hehe lain kali aza yah bro spion :D:D:D

rabbit_nobokov
09-06-2006, 10:31
"Now Listen Here Kid!
When Things Are Looking Down, You've Got To Looking Up!
You Aren't Gonna Find Any Hope Rolling Around There On The Ground..."

ZetMan.... Quote ato Cerite?_?

XP_On
09-06-2006, 11:10
wau... nice..........

tetep semangat jadinya yah..

buat om andy tenang aja...... niat lebih penting dari pada hasil bagiku....

wolfmam
09-06-2006, 18:08
Renungan, kepada mereka yang sibuk berkarir

Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih
gaji Ayah?" "Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.

"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya. "Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Rudi. Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?" "Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."
"Tapi, Ayah..." Kesabaran Rudi habis.
"Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata,
"Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih." "Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama
seminggu ini." Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.

"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga.Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-.Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah
jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah," kata Imron polos. Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

positive+
09-06-2006, 20:12
@wolfmam
perasaan gw pernah baca deh ... dapet dr FS ya ? blogs-nya Dhea Ghifari bukan :confused: sorry kalo gw salah ( kangen juga ama Dhea :( )

gw mo share juga :)

THINK BIG, DO BIG, IT IS NOT JUST FOR MONEY .. WHEN ALL THE BIG THINGS U DO, SHOWING THEIR GOOD PURPOSES AND MEANING TO OTHERS, MONEY WILL COME TO YOU LIKE A RIVER

( gw dapet omongan ini dr salah satu org luar - member salah satu forum luar ) ... sbnr-nya memalukan juga, krn waktu itu dia meminta tolong utk dibuatkan DLL mslh keyboard handling utk program org2 tunanetra, dan gw minta payment :D ... hiks, akhirnya gw nyadar juga, kalo apa yg dia bilang di atas ada bener-nya :o ( sorry ... )

Regard,

wolfmam
09-06-2006, 21:06
yap di blog tapi punya sapa g lupa dan rasanya g digampar ama Tuhan karena baca cerita ini.

XP_On
10-06-2006, 10:14
gila..........

kadang kita lupa bahwa seorang anak lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang daripada uang dan mainan yang berlimpah..

tapi kenyataan nya banyak anak yang tumbuh dan dibesarkan oleh pembantu + baby sitter......

Bang Japra
10-06-2006, 10:42
"Orang yang paling munafik, adalah orang yang mengatakan bahwa dirinya tidak munafik" ;)

-japra

XP_On
10-06-2006, 11:19
Dahulu kala...
Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.

Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.

Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.

Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri kedua karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.

Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.

Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat.

Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, "Saat ini aku memiliki 4 isteri disampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri".

Lalu, bertanyalah ia pada isteri keempatnya, "Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?"
"Tidak akan!" balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.

Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.
Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ketiganya, "Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?"
"Tidak!" sahut sang isteri. "Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!"

Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.
Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, " Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku?"
"Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu!" jawab isteri keduanya. "Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu."

Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.
Tiba-tiba, sebuah suara berkata:
"Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi." Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan gizi.

Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, "Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan!"


Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai '4 isteri' dalam hidup kita....

'Isteri keempat' kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal.

Kemudian 'Isteri ketiga' kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita.
Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.

Sedangkan 'isteri kedua' kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman.

Dan akhirnya 'isteri pertama' kita adalah jiwa, roh, iman kita, yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu. Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.


Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik dalam hatimu sekarang!
Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada dunia.

XP_On
10-06-2006, 11:26
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat
terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning,
dan punggung mereka menghadap ke langit.
Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang
mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya,
Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku.
Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat
adikku dan aku berlutut di depan tembok,
dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku
terpaku, terlalu takut untuk berbicara.
Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi
Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian
berdua layak dipukul!"
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.
Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan
berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku
bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia
terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu
bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah
sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa
mendatang?
Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan
kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan
air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai
menangis meraung-raung.
Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan
berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki
cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat,tapi
insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah
akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku
berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia
lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama,saya
diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu,
ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi
bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan
hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air
matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya?
Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah
dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi,telah
cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan
memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu
keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan
saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu
kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam
uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka
adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus
meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan
jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak
lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang,
adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh
dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping
ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk
ke
universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu
uang."
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku,
dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.
Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan
uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada
punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga
(di
universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman
sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun
menunggumu di luar sana!"
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku
berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor
tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu
tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab,
tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka
pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan
menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku
menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat
dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah
adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu.
Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan,
"Saya melihat semua gadis kota memakainya.
Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku
menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.
Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca
jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana.
Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.
"Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk
membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah
adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu
melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela
baru itu.."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat
mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku.
Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya.
"Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.
"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di
lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap
waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."
Ditengah kalimat itu ia berhenti.
Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata
mengalir deras turun ke wajahku.
Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali
suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal
bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau.
Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun,
mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku
tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu saja.
Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan
adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen
pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.
Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk
memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik,
dan masuk rumah sakit. Suamiku dan
aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada
kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer?
Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang
berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius.
Mengapa
kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela
keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur,
dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti
itu,
berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar
kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga
karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam
tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang
gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara
perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati
dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah
kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD,
ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan
selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.
Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.
Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia
hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.
Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena
cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak
hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga
kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu
memalingkan perhatiannya kepadaku.

Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku,
"Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."
Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan
kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti
sungai.

Sumber: Diterjemahkan dari "I cried for my brother six times"

XP_On
10-06-2006, 11:44
Olny srmat poelpe can.
I cdnuolt blveiee taht I cluod aulaclty
uesdnatnrd waht I was rdanieg.
The phaonmneal pweor of the hmuan mnid,
aoccdrnig to a rscheearch at Cmabrigde Uinervtisy,
it denos't mtater in waht oredr the ltetres in a wrod are,
the olny iprnoatmt tihng is taht the frist and lsat
ltteer be in the rghit pclae.
The rset can be a taotl mses and you can sitll raed it wouthit a porbelm.
Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe.

Amzanig huh? yaeh and I awlyas tghuhot slpeling was ipmorantt!

if you can raed tihs psas it on !!

Bang Japra
10-06-2006, 11:52
saya pegal mbaca 3 postingan diatas... panjang buaa~aangeeet! :p

XP_On
10-06-2006, 11:55
saya pegal mbaca 3 postingan diatas... panjang buaa~aangeeet! :p
sorry tapi memang bener-bener touching.. apalagi yang menangis 6x.. aku juga nagis bacanya...............

XP_On
10-06-2006, 11:56
A Real Friend

Anyone can stand by you when you are right
But a friend will stand by you even when you are wrong...

A simple friend identifies himself when he calls.
A real friend doesn't have to.

A simple friend opens a conversation with a full news bulletin on his
life.
A real friend says, "What's new with you?"

A simple friend thinks the problems you whine about are recent.
A real friend says, "You've been whining about the same thing for 14
years. Get off your butt and do something about it!"

A simple friend has never seen you cry.
A real friend has shoulders soggy from your tears.

A simple friend doesn't know your parents' first names.
A real friend has their phone numbers in his address book.

A simple friend brings a bottle of wine to your party.
A real friend comes early to help you cook and stays late to help you
clean.

A simple friend hates it when you call after he has gone to bed.
A real friend asks you why you took so long to call.

A simple friend seeks to talk with you about your problems.
A real friend seeks to help you with your problems.

A simple friend wonders about your romantic history.
A real friend could blackmail you with it!

A simple friend, when visiting, acts like a guest.
A real friend opens your refrigerator and helps himself!

A simple friend thinks the friendship is over when you have an argument.
A real friend knows that it's not a friendship until after you've had a
fight!

A simple friend expects you to always be there for them.
A real friend expects to always be there for you!

No matter where we go or who we become, never forget who helped us get
there.
There's never a wrong time to pick up a phone or send a message telling
your friends how much you miss them or how much you care for them.

A friend is the person who gives you the better of the two choices, holds
your hand when you're scared, helps you fight off those who try to take
advantage of you, thinks of you at times when you are not there, reminds
you of what you have forgotten, helps you put the past behind you but
understands when you need to hold on to it a little longer, stays with you
so that you have confidence, goes out of their way to make time for you,
helps you clear up your mistakes, helps you deal with pressure from
others, smiles for you even when they are sad, helps you become a better
person, and most importantly cares about you!

positive+
10-06-2006, 13:56
Olny srmat poelpe can.
I cdnuolt blveiee taht I cluod aulaclty
uesdnatnrd waht I was rdanieg.
The phaonmneal pweor of the hmuan mnid,
aoccdrnig to a rscheearch at Cmabrigde Uinervtisy,
it denos't mtater in waht oredr the ltetres in a wrod are,
the olny iprnoatmt tihng is taht the frist and lsat
ltteer be in the rghit pclae.
The rset can be a taotl mses and you can sitll raed it wouthit a porbelm.
Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe.

Amzanig huh? yaeh and I awlyas tghuhot slpeling was ipmorantt!

if you can raed tihs psas it on !!

Scramble words :)



...........
Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe.
...........

nice .. tho ;)

Bang Japra
10-06-2006, 15:52
A Real Friend

Anyone can stand by you when you are right
But a friend will stand by you even when you are wrong...

A simple friend identifies himself when he calls.
A real friend doesn't have to.

A simple friend opens a conversation with a full news bulletin on his
life.
A real friend says, "What's new with you?"

A simple friend thinks the problems you whine about are recent.
A real friend says, "You've been whining about the same thing for 14
years. Get off your butt and do something about it!"

A simple friend has never seen you cry.
A real friend has shoulders soggy from your tears.

A simple friend doesn't know your parents' first names.
A real friend has their phone numbers in his address book.

A simple friend brings a bottle of wine to your party.
A real friend comes early to help you cook and stays late to help you
clean.

A simple friend hates it when you call after he has gone to bed.
A real friend asks you why you took so long to call.

A simple friend seeks to talk with you about your problems.
A real friend seeks to help you with your problems.

A simple friend wonders about your romantic history.
A real friend could blackmail you with it!

A simple friend, when visiting, acts like a guest.
A real friend opens your refrigerator and helps himself!

A simple friend thinks the friendship is over when you have an argument.
A real friend knows that it's not a friendship until after you've had a
fight!

A simple friend expects you to always be there for them.
A real friend expects to always be there for you!

No matter where we go or who we become, never forget who helped us get
there.
There's never a wrong time to pick up a phone or send a message telling
your friends how much you miss them or how much you care for them.

A friend is the person who gives you the better of the two choices, holds
your hand when you're scared, helps you fight off those who try to take
advantage of you, thinks of you at times when you are not there, reminds
you of what you have forgotten, helps you put the past behind you but
understands when you need to hold on to it a little longer, stays with you
so that you have confidence, goes out of their way to make time for you,
helps you clear up your mistakes, helps you deal with pressure from
others, smiles for you even when they are sad, helps you become a better
person, and most importantly cares about you!gua suka banget. :) beneran! ;)

Dazz_ling
10-06-2006, 17:40
gua suka banget. beneran!
same with u.........<img>

wolfmam
11-06-2006, 20:32
Kenapa kita menutup mata ketika tidur..?
Ketika menangis..? Ketika membayangkan..?
Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat.

Kebahagiaan ada pada mereka yang
menangis,
mereka yang tersakiti, mereka yang telah
mencari
dan mereka yang telah mencoba. Karena
merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh
kehidupan
mereka.

Cinta yang agung adalah ketika kamu
menitikkan
air mata dan masih peduli padanya.
Adalah ketika
dia tidak memperdulikan kamu.. dan kamu
masih
peduli dan menunggunya dengan SETIA
Adalah ketika dia mencintai orang lain dan
kamu
masih bisa tersenyum dan bilang AKU
TURUT
BAHAGIA UNTUKMU

Mencintai bukanlah bagaimana kamu
melupakan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.

Bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasakan.

Bukanlah bagaimana kamu melepaskan,
melainkan bagaimana kamu bertahan.

Apabila kamu benar-benar mencintai
seseorang,
jangan lepaskan dia
Jangan percaya bahwa melepaskan selalu
berarti
bahwa kamu benar-benar mencintai
seseorang.
Tapi..
Berjuanglah demi cintamu. Itulah Cinta Sejati

pds
11-06-2006, 21:51
There is a difference between being an acquaintance and being a friend. An acquaintance is someone whose name you know, who you see every now and then, who you probably have something in common with and who you feel comfortable around.

It's a person that you can invite to your home and share things with. But they are people who you don't share your life with, whose actions sometimes you don't understand because you don't know enough about them.

On the other hand, a friend is someone you love. Not that you are "in love" with them, but you care about them and you think about them when they are not there. The people you are reminded of when you see something they might like, and you know this because you know them so well. They are the people whose pictures you have and whose faces are in your head regardless.

Friends are the people you feel safe around because you know they care about you. They call just to see how you are doing, because a friend doesn't need an excuse. They tell you the truth, the first time, and you do the same. You know that if you have a problem, they are there to listen.

Friends are the people who won't laugh at you or hurt you, and if they do hurt you they try hard to make it up to you. They are the people you love, regardless of whether you realize it.

Friends are the people you cried with when you got rejected from colleges and during the last song at the prom and at graduation. They are the people that when you hug them, you don't think about how long to hug and who's going to be the first one to let go.

Maybe they are the people that hold the rings at your wedding, or maybe they are the people who give you away at your wedding, or maybe they are the people you marry. Maybe they are the people who cry at your wedding because they are happy or because they are proud.

They are the people who stop you from making mistakes and help you when you do. They are are the people whose hand you can hold, or you can hug or give them a kiss and not have it be awkward because they understand the things you do and they love you for them.

They stick with you and stand by you. They hold your hand. They watch you live and you watch them live and you learn from them. Your life is not the same without them.

pds
11-06-2006, 21:52
Friendship vs. Love

Friendship is a quiet walk in the park with the one you trust
Love is when you feel like you are the only two around

Friendship is when they gaze into your eyes and you know they care
Love is when they gaze into your eyes and it warms your heart

Friendship is being close even when you are far apart
Love is when you can still feel their hand on your heart when they are not near

Friendship is hoping that they experience the very best
Love is when you bring them the very best

Friendship occupies your mind
Love occupies your soul

Friendship is knowing that you will always try to be there when in need
Love is when you will give up everything to be at their side

Friendship is a warm smile in the winter
Love is a warming touch that sends a pulse through your heart

Love is a beautiful smile to which nothing compares
A tender laugh, which opens your heart
A single touch that melts away your fears
A smell that reminds you of the tenderness of heaven
A voice that reminds you of the innocence of youth

Friendship can survive without love
Love cannot live without friendship

pds
11-06-2006, 21:52
Don't Change the World

Once upon a time, there was a king who ruled a prosperous country. One day, he went for a trip to some distant areas of his country. When he was back to his palace, he complained that his feet were very painful, because it was the first time that he went for such a long trip, and the road that he went through was very rough and stony. He then ordered his people to cover every road of the entire country with leather. Definitely, this would need thousands of cows' skin, and would cost a huge amount of money.

Then one of his wise servant dared himself to tell the king, "Why do you have to spend that unnecessary amount of money ? Why don't you just cut a little piece of leather to cover your feet ?"

The king was surprised, but he later agreed to his suggestion, to make a "shoe" for himself.

There is actually a valuable lesson of life in this story : to make this world a happy place to live, you better change yourself - your heart; and not the world.

pds
11-06-2006, 21:56
God's Love Story


One day, I woke early in the morning to watch the sunrise. Ah, the beauty of God's creation is beyond description. As I watched, I praised God for His beautiful work. As I sat there, I felt the Lord's presence with me.

He asked me, "Do you love me?"

I answered, "Of course, God! You are my Lord and Saviour!"

Then He asked, "If you were physically handicapped, would you still love me?"

I was perplexed. I looked down upon my arms, legs and the rest of my body and wondered how many things I wouldn't be able to do -- the things that I took for granted?

And I answered, "It would be tough Lord, but I would still love You."

Then the Lord said, "If you were blind, would you still love my creation?" How could I love something without being able to see it? Then I thought of all the blind people in the world and how many of them still loved God and His creation.

So I answered, "Its hard to think of it, but I would still love you."

The Lord then asked me, "If you were deaf, would you still listen to my word?" How could I listen to anything being deaf?

Then I understood. Listening to God's Word is not merely using our ears, but our hearts.

I answered, "It would be tough, but I would still listen to Your word."

The Lord then asked, "If you were mute, would you still praise My Name?"

How could I praise without a voice? Then it occurred to me: God wants us to sing from our very heart and soul. It never matters what we sound like. And praising God is not always with a song, but when we are persecuted, we give God praise with our words of thanks.

So I answered, "Though I could not physically sing, I would still praise Your Name."

And the Lord asked, "Do you really love Me?"

With courage and a strong conviction, I answered boldly, "Yes Lord! I love You because You are the one and true God!"

I thought I had answered well, but God asked, "THEN WHY DO YOU SIN?"

I answered, "Because I am only human. I am not perfect."

"THEN WHY IN TIMES OF PEACE DO YOU STRAY THE FURTHEST? WHY ONLY IN TIMES OF TROUBLE DO YOU PRAY IN EARNEST?"

{ No answers -- only tears. }

The Lord continued: "Why only sing at fellowships and retreats? Why seek Me only in times of worship? Why ask things so selfishly? Why ask things so unfaithfully?"

The tears continued to roll down my cheeks.

"Why are you ashamed of Me? Why are you not spreading the good news? Why in times of persecution, you cry to others when I offer My shoulder to cry on? Why make excuses when I give you opportunities to serve in My Name?"

I tried to answer, but there was no answer to give.

"You are blessed with life. I made you not to throw this gift away. I have blessed you with talents to serve Me, but you continue to turn away. I have revealed My Word to you, but you do not gain in knowledge. I have spoken to you but your ears were closed. I have shown My blessings to you, but your eyes were turned away. I have sent you servants, but you sat idly by as they were pushed away. I have heard your prayers and I have answered them all."

DO YOU TRULY LOVE ME ?"

I could not answer. How could I? I was embarrassed beyond belief. I had no excuse. What could I say to this? My heart had cried out and the tears had flowed, I said, Please forgive me Lord. I am unworthy to be Your child."

The Lord answered, " That is My Grace, My child."

I asked, " Then why do you continue to forgive me? Why do You love me so?"

The Lord answered, "Because you are My creation. You are my child. I will never abandon you. When you cry, I will have compassion and cry with you. When you shout with joy, I will laugh with you. When you are down, I will encourage you. When you fall, I will raise you up. When you are tired, I will carry you. I will be with you till the end of days, and I will love you forever."

Never had I cried so hard before. How could I have been so cold? How could I have hurt God as I had done?

I asked God, "How much do You love me?"

The Lord stretched out His arms, and I saw His nail-pierced hands. I bowed down at the feet of Christ, my Saviour. And for the first time, I truly prayed.


Addendum -- Hebrews 13:5 (GNB) "Keep your lives free from the love of money, and be satisfied with what you have. For God has said, 'I will never leave you; I will never abandon you'."

silver3mbr4nt
11-06-2006, 22:34
THE BEST THREAD I'VE EVER READ...
two thumb up for you bro.... :thumb: thumb:
sori blm sempet posting...

Bang Japra
12-06-2006, 01:16
Sekedar info,
Ini thread gw savein per halaman lho... ;) :thumb:

XP_On
12-06-2006, 09:01
@all

kayknya gw butuh tissue kalau baca postingan kalian...... nice and touching.... (tapi memang ini tujuannya kan)

ayo semuanya tolong dishare lebih banyak kisah yang menyentuh, yang menyadarkan kita... dan kali ini gw bertekat untuk tidak OIO (OOT In OOT)

pds
12-06-2006, 18:54
Yup, saya tersentuh sekali pas baca postingan bro wolfman ttg kerja itu. Pengalaman pribadi mungkin, jadi saya tersentuh sekali :)

wolfmam
12-06-2006, 21:45
Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya. Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek,ia membacanya dan inilah tulisan si anak :



Untuk memotong rumput minggu ini Rp. 7.500,00

Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp. 5.000,00

Untuk pergi ke toko menggantikan mama Rp. 10.000,00

Untuk menjaga adik waktu mama belanja Rp. 15.000,00

Untuk membuang sampah setiap hari Rp. 5.000,00

Untuk rapor yang bagus Rp. 25.000,00

Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 12.500,00

Jumlah utang mama Rp. 80.000,00



Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintasdalam pikiran ibu itu. Kemudian ia mengambil bolpen, membalikkan kertasnya dan menulis :

Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama GRATIS

Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu GRATIS

Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini GRATIS

Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan dating GRATIS

Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu GRATIS

Anakku, kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah GRATIS.



Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata : Mama, aku sayang sekali pada Mama.Kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar-besar: "LUNAS".

pds
18-06-2006, 18:54
Guys are like port-o-potties. All the good ones are taken and all the bad ones are full of crap! -Anonymous

Im a palm reader : Gasp! You'll die, but don't worry. You'll live through it.

You have the right to remain silent. Anything you say will be misquoted and used against you

I'm in no condition to drive...wait! I shouldn't listen to myself, I'm drunk!" -Homer J. Simpson

On top of a pickle relish jar: I relish the thought of meeting your buns.

"Most people learn by observation, and there are the few who learn by experimentation. And then there are those who actually TOUCH the fire to see if it's really hot." -Anonymous

Every 10 seconds a woman is giving birth, she must be found and stoped

"Everyday is a gift, thats why they call it the present."

"treat everyone the same, till you find out there an idiot"

Do I give my friends advice? Jesus, no. They wouldn't take advice from me. Nobody should take advice from me. I haven't got a clue about anything..

" i had the whole world in my hands but i gave it away"

"lets toast till we die"

"i never need to see the sun again, there enough light in your eyes to light up all the world"

There is a light at the end of every tunnel....just pray it's not a train!.

Now you won't talk to me for something I didn't do

I pushed it all aside just stand next to you.

Save a baby seal...Club a liberal

You laugh at me because I'm strange I laugh at you because your stupid!

If you dont like my driving stay off the sidewalk

life isnt a garden ........ so stop being a hoe.

"I hate advice unless I'm giving it"

when ya got em' by the balls...their hearts and minds will follow.

"i have the answer in my head. i just havent found it yet"

"Tradgedy is when i cut my finger, Comedy is when you fall into an open sewer and die"- Mel Brooks

"Even If It Kills Me, I'm Gonna Smile."

In a world of nonsense, everything something is, it isn't, everything it would be wouldn't, and everything it wasn't, was.

Love will die if held to tightly, love will fly if held to lightly.

i am the master of my fate, i am the captain of my soul.

GEEKS UNITE TO TAKE OVER THE WORLD!!

"The most powerful position is on your knees."

People can live one hundred years without really living a minute.

Never hire a colorblind electrician.

"They mis-underestimated me." -George W. Bush (president)

Don't think of yourself as an ugly person, just a beautiful monkey.

If everything is coming your way you're in the wrong lane!

"reality is an illusion created by lack of alcohol

"No one is a failure if they have friends" - the angel from It's a Wonderful Life"

Excuse me... have you seen my sanity... I think I lost it.

"Friend are the flowers in the garden of life"

Yesterday was never here and tomorrow will never be but today is a gift that's why they call it 'present'.

"No Matter what you do there will be critics."

"All that changes in history is the name we give things." -Harry Truman

"You never see the bad days in a photo album but it’s those days that get us from one happy snapshot to the next."

"There is dignity in suffering; nobility in pain; but failure is a salted wound, that burns and burns again!"

"You can't free a bird if it ain't gunna fly. You can't live a life if you don't ask "Why?"

"There are people I would take a bullet for and people I would like to put a bullet in." ---Benji (Good Charlotte)

"Death is instant, Pain will end, glory is forever"

"The power to believe in yourself, is the power to change fate"

"We must hang together, or surely we shall hang separately" -- Benjamin Franklin

Do not envy the one you admire most, instead, try to make yourself one that can be envied

"Sinning wouldn't be so popular if it's wages were paid immediately"

Everyone has music in them. Only the talented have the ability to share it with the rest of the world

"TO PLANT A GARDEN IS TO BELIEVE IN TOMORROW"

"If God didn't want me to do it he would have stopped med"

"The good news is that you may have created my past and screwed up my present but you have no control over my future." ~ You Don't Know Me, David Klass"

Do not envy the one you admire most, instead, try to make yourself one that can be envied

-"Love starts with a hug, grows with a kiss, and ends with a tear!"

-"The lesson is in the struggle, not in the victory!"

-"Only those who can see the invisible can do the impossible!"

-"Its ok to kiss a fool, its ok to let a fool kiss you, but never let a kiss fool you!"

"Friends are gods ways of apologizing for our families"

Life's a garden dig it

"You only live once...but if you live it right, once is enough"

Only after the last tree has been cut down,
only after the last river has been poisoned,
only after the last fish has been caught,
only then will you realize that money cannot be eaten

"If your ship doesn’t come in, swim out to it"-Jonathan winters.

"The best man for a job is a woman"-Ares (from Xena Warrior Princess)

"Knowledge talks, wisdom listens"

"To control others is to have power, to control yourself is to know the way" - Lao Ma

A woman has to work twice as hard as a man to be thought of as half as good. Luckily this is not difficult"

II can resist anything but temptation

I believe in angels,
the Kind that heaven sends
...I'm surrounded
By angels, but I call
Them my best friends

If you do it you’ll regret it, if you don’t do it you’ll regret it, either way your going to regret it, you might as well just do it

"If the first grape you eat is bitter then you will not bother eating grapes again. If the first grape you eat is a sweet one then you will be willing to eat a lot of bitter grapes in search of another sweet one "

"I don't know half of you half as well as I should like, and I like less than half of you half as well as you deserve." -Bilbo Baggins (The Fellowship of the Ring: J.R.R. Tolkien)

" To see a world in a grain of sand, and a heaven in a wildflower . . .hold infinity in the palm of your hand, and eternity in an hour . . . " ~William Blakeg

"I've been rich and I've been poor… rich is better"

Creating success is tough but keeping it is tougher -Pete Roseg

"Some people walk in the rain, others just get wet" - Roger Miller

"All who wander are not lost." -JRR Tolkien

"No amount of sizzle will make a bad steak good."

Ashes to Ashes Dust-to-Dust, Life is short so Party We must!

Sticks and stones are hard on bones,
aimed with angry art
words can sting like anything,
but silence breaks the heart... -Phyllis mcgenlee

"Give up for a second and that is where you will finish."

When one door closes another door opens; but we so often look so long and so regretfully upon the closed door, that we do not see the ones which open for us. --Alexander Graham Bell

Nothing in the world can take the place of persistence. Talent will not. Nothing is more common than unsuccessful men with talent. Genius will not. Unrewarded genius is almost a proverb. Education will not. The world is full of educated derelicts. Persistence, determination and hard work make the difference. -- Calvin Coolidge

Our greatest glory is not in never failing, but in rising up every time we fail. -- Ralph Waldo Emerson

What do we live for, if it is not to make life less difficult for each other? -- George Eliot

Finish each day and be done with it. You have done what you could; some blunders and absurdities have crept in; forget them as soon as you can. Tomorrow is a new day; you shall begin it serenely and with too high a spirit to be encumbered with your old nonsense. -- Ralph Waldo Emerson

While we may not be able to control all that happens to us, we can control what happens inside us. -- Ben Franklin

Whatever you can do or dream you can, begin it. Boldness has genius, power, and magic in it. Begin it now. -- Goethe

What lies before us and what lies beyond us is tiny compared to what lies within us. -- Oliver Wendell Holmes

When you reach the end of your rope, tie a knot in it and hang on. -- Thomas Jefferson

Your vision will become clear only when you look into your heart. Who looks outside, dreams. Who looks inside, awakens. -- Carl Jung

Only those who dare to fail greatly can ever achieve greatly. -- Robert F. Kennedy

Friendship with one's self is all important, because without it one cannot be friends with anyone else in the world. -- Eleanor Roosevelt

Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself. -- George Bernard Shaw

~Resistance drains energy~
~Acceptance saves it~
~Cheerfulness sustains it~ -- Anonymous

pds
18-06-2006, 20:59
Cerita ini saya dapatkan dari "The 7th Habbit og Highly Effective TEENS". Di buku ini ada banyak sekali cerita2 yg menggugah. Ini yg menurut saya paling bagus. Masih banyak lagi sih, cuma cape ngetiknya. Nanti selese ujian akan saya tambahin lagi. :D
Dingin dalam hati

Enam manusia terperangkap dalam suatu kebetulan,
dalam udara dingin yang menusuk, masing - masing memiliki
sepotong kayu, atau begitulah katanya.

Api unggunnaya perlu diberikan kayu lagi, orang yang pertama
mengeraskan hatinya, karena di antara wajah- wajah yang
mengelilingi api itu, ia lihat satu orang berkulit hitam.

Orang berikutnya melihat seseorang yang bukan dari gerejanya,
dan tidak rela memberikan kayunya.

Yang ketiga duduk dengan pakaian compang camping,
ia tutup jaketnya rapat- rapat, kenapa ia harus mengorbankan
kayunya demi menghangatkan orang kaya?

Yang kaya duduk diam membayangkan kekayaan yang dimilikinya,
dan bagaimana caranya mempertahankan miliknya dari
orang miskin pemalas itu.

Wajah orang berkulit hitam itu mencerminkan hasrat menuntut
balas sementara apinya mati, karena yang ia lihat pada kayunya adalah
peluang untuk menuntut balas terhadap orang berkulit putih.

Orang terakhir dalam kelompok yang malang ini tidak mau berbuat
apa- apa kecuali ada untungnya, memberi hanya kepada mereka
yang memberi terlebih dahulu, adalah prinsipnya.

Kayu- kayu mereka, yang mereka pegang erat- erat dalam
tangan kaku mereka, membuktikan dosa manusia, mereka bukan mati akibat
udara dingin di luar....
Mereka mati karena dingin di hati.

silver3mbr4nt
25-06-2006, 13:29
IíVE LEARNEDÖ


Iíve learned that u cannot make someone to love u

all u can do is be someone who can be loved

the rest is up to them

Iíve learned that no matter how much I care

some people just donít care back

Iíve learned that it take years to build up trust

and only seconds to destroy it

Iíve learned that is not what u have in ur life

but who u have in ur life that counts

Iíve learned that u shouldnít compare urself

to the best others can do, but to the best u can do

Iíve learned that is not what happens to people,

itís what they do about it that give lessons

Iíve learned that no matter how thin u slice it,

there are always two sides

Iíve learned that u should leave loved ones with love words,

bícoz it maybe the last time uíll see them

Iíve learned that u can keep going along,

long after u think u canít

Iíve learned that heroes are people

who do what has to be done

when it needs to be done

regardless the consequences

Iíve learned that there are people who love u dearly,

but just donít know how to show it



Iíve learned that sometimes when Iím angry

I have the right to be angry,

but that doesnít give me the right to be cruel

Iíve learned that true friendship continues to grow

even over the longest distance

Iíve learned that just bícoz someone doesnít love u

the way u want them to,

doesnít mean they donít love u with all they have

Iíve learned that no matter how good a friend is,

theyíre going to hurt u once in a while

and u must forgive hem for that

Iíve learned that it isnít always enough

to be forgiven by others

cozí sometimes u must learn to forgive urself

Iíve learned that no matter how bad ur heart is broken

the world doesnít stop for your grief

Iíve learned that our background and circumstances

may influence who we are,

but we are responsible for who we become

Iíve learned that just bícoz two people argue,

it doesnít mean they donít love each other

and just because they donít argue,doesnít mean that they do

Iíve learned that two people

could look at exact the same thing

and see something totally different

Iíve learned that no matter the consequences

those who are honest with themselves, got farther in life

Iíve learned that your life can be change

in a matter of hours by people who donít even know u

Iíve learned that even when u think u have no more to give,

when a friend cries out to u,

you will find the strength to help

Ive learned that writing,

As well as talking,

Can ease emotional pains

Iíve learned that people u care most about in life

are taken from u too soon

Iíve learned that it is hard to determine where to draw a line

between being nice and not hurting peopleís feeling

and standing up for what u believe

Iíve learned that God is the only one who would always be there when I needed help,

when I got hurt,and when I cry

Iíve learned that sometimes human are the same,

they only do what they like,when they got benefit from it, or when theyíre in love

Iíve learned that as time goes by people that we know

will leave us without ever think or asked about us anymore,

except the people that we called true friend

Iíve learned how to love, to be hurt, but then againÖ

Iíve also learned how to let go

IĎve learned how joyful it is to give without expecting something

as return but the happiness of the ones that I give

Iíve learned to smile even when my heart is hurt

Iíve learned how hard it is to make money and spend it

Iíve learned that God gives me problem

because God knows I can handle them

Iíve learned when to trust someone

though I would rather trust no one

Iíve learned that true fiend is he who give u much

but never ask u too much

Iíve learned that maturity begis to grow

when I can sense my concern to others outweighing my concern to myself

Iíve learned a good man is he who gives witout remembering

and take without forgetting

And now Iím still learning what I have learnedÖ

and hope that other people will have learned tooÖ

silver3mbr4nt
25-06-2006, 13:30
7 Keajaiban Dunia

Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai "Tujuh Keajaiban
Dunia".
Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut di minta untuk membuat daftar
apa
yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini.

Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi :
1.. Piramida Besar di Mesir
2.. Taj Mahal
3.. Grand Canyon
4.. Panama Canal
5.. Candi Borobudur
6.. St. Peter's Basilica
7.. Tembok China

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang
pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas
kerjanya.
Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan
daftarnya. Gadis pendiam itu menjawab,"Ya, sedikit. Saya tidak bisa
memilih
karena sangat banyaknya."

Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan
mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir Tujuh Keajaiban
Dunia
adalah :
1. Bisa bersyukur
2. Bisa merasakan
3. Bisa tertawa
4. Bisa mendengar
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...
5. Bisa berbagi
6. Bisa mencintai
7. Dan bisa dicintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika....

Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan
menyebutnya "keajaiban" sementara kita lihat lagi semua yang telah Alloh
lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa".

Semoga Anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul
ajaib
dalam kehidupan anda.
bersyukurlah untuk apa yg telah kamu dapatkan sampai saat ini, .. karena
itu sesungguhnya semua merupakan suatu keajaiban..!!!!

silver3mbr4nt
25-06-2006, 13:32
"Cinta tidak selalu berwujud Bunga"


Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami
dan saya menyukai perasaan
hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya
yang
bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,
saya harus akui, bahwa saya
mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah
menjadi sesuatu yang
menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta
berperasaan
halus.
Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang
menginginkan
permen.
Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.
Rasa sensitif-nya kurang.
Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam
pernikahan
kami telah
mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya
kepadanya,
bahwa saya menginginkan
perceraian.
"Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya
inginkan,"
jawab saya.

Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,
tampak seolah-olah sedang
mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat
mengekspresikan
perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk
merubah pikiran kamu?"

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,
"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam
perasaan saya, saya akan
merubah pikiran saya :
Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing
gunung.
Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata,
"Saya akan memberikan jawabannya besok."

Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar
kertas
dengan oret-oretan
tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan
...
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan
saya untuk menjelaskan
alasannya."
Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.

Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap
bulannya, dan saya harus
memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."
"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi
'aneh'.
Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau
meminjamkan
lidah saya untuk
menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."
"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca
buku, dan itu tidak baik
untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika
kita
tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan
kuku kamu dan mencabuti uban kamu."
"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri
pantai, menikmati matahari
pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar
dan indah seperti cantiknya wajah kamu."
"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di
tebing gunung itu hanya untuk
mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir
menangisi
kematian saya."

"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih
dari saya mencintai kamu.
Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki
saya,
mata saya tidak cukup
buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan
mata lain yang dapat
membahagiakan kamu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi
kabur,
tetapi saya tetap
berusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.
Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya
untuk
tinggal di rumah ini,
tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana
menunggu
jawaban kamu."
"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya
masuk untuk membereskan
barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu.
Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu
dengan wajah penasaran
sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih
dari
dia mencintai saya.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur
hilang
dari perasaan kita,
karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang
kita
inginkan, maka cinta itu
sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita
bayangkan
sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan
kita, dan bukan
mengharapkan wujud tertentu.
Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".

mvx1n
25-06-2006, 19:29
[Stolen from some website]

Adult Resignation
To Whom It May Concern:

I am hereby officially tendering my resignation as an adult.

I have decided I would like to accept the responsibilities of a 6 year old again.

I want to go to McDonald's and think that it's a four star restaurant.
I want to sail sticks across a fresh mud puddle and make ripples with rocks.
I want to think M&Ms are better than money, because you can eat them.
I want to play kickball during recess and paint with watercolors in art.
I want to lie under a big Oak tree and run a lemonade stand with my friends on a hot summers day.
I want to return to a time when life was simple.
When all you knew were colors, addition tables and simple nursery rhymes. But that didn't bother you, because you didn't know what you didn't know and you didn't care.
When all you knew was to be happy because you didn't know all the things that should make you worried and upset.
I want to think that the world is fair. That everyone in it is honest and good.
I want to believe that anything is possible.
Somewhere in my youth...I matured and I learned too much.

I learned of nuclear weapons, war, prejudice, starvation and abused children.
I learned of lies, unhappy marriages, suffering, illness, pain and death.
I learned of a world where men left their families to go and fight for our country, and returned only to end up living on the streets... begging for their next meal.
I learned of a world where children knew how to kill...and did.

What happened to the time when we thought that everyone would live because we didn't grasp the concept of death?
When we thought the worst thing in the world was if someone took the jump rope from you or picked you last for kickball?

I want to be oblivious to the complexity of life and be overly excited by little things once again. I want to return to the days when reading was fun and music was clean. When television was used to report the news or for family entertainment and not to promote sex, violence and deceit.

I remember being naive and thinking that everyone was happy because I was.
I would walk on the beach and only think of the sand between my toes and the prettiest seashell I could find.
I would spend my afternoon climbing trees and riding my bike.

I didn't worry about time, bills or where I was going to find the money to fix my car.
I used to wonder what I was going to do or be when I grew up, not worry about what I'll do if this doesn't work out.

I want to live simple again.
I don't want my day to consist of computer crashes, mountains of paperwork, depressing news, how to survive more days in the month than there is money in the bank, doctor bills, gossip, illness and loss of loved ones.
I want to believe in the power of smiles, hugs, a kind word, truth, justice, peace, dreams, the imagination, mankind and making angels in the snow.

I want to be 6 again.

.haeger



*kupipes dari slashdot*

wolfmam
25-06-2006, 22:16
Cerita dari gunung

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan."

Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu

Fiend
06-07-2006, 19:50
ayo posting lagi donk sayang kalo thread sebagus ini jadi mati

XP_On
07-07-2006, 11:10
ayo posting lagi donk sayang kalo thread sebagus ini jadi mati
maaf .. tapi TSnya lagi putus asa............. jadi kaga bisa ngasih quote yang bagus.................

Fiend
08-07-2006, 10:02
suatu hari seorang petani yg hendak pergi ke ladang melihat seekor burung parkit mungil yang tidur terlentang dengan mengadahkan kaki kecilnya yang rapuh menghadap ke langit. lalu sang petani itupun bertanya
"apa yg kau lakukan parkit kecil"
"aku dengar hari ini langit mau runtuh" jawab si parkit
"ha..ha..ha..ha, kau pikir kaki rapuhmu itu bisa menahan langit yang jatuh" kata petani itu, sambil tertawa.
"bukankah kita harus melakukan apa yang kita bisa dengan apa yang kita miliki" jawab si parkit, dan membuat si petani berhenti tertawa

Fiend
08-07-2006, 10:03
mudah2an post di atas bisa menghidupkan thread ini kembali

wolfmam
16-07-2006, 02:32
Tertawa artinya mengambil resiko tampak bodoh.
Menangis artinya mengambil resiko tampak sentimentil.
Menjangkau sesama artinya mengambil resiko mengekspos diri yang sesungguhnya.
Mengemukakan ide-ide, impian, dihadapan orang banyak artinya mengambil resiko kehilangan ide-ide atau impian tersebut.
Mengasihi artinya mengambil resiko tidak dibalas.
Hidup artinya mengambil resiko mati.
Berharap artinya mengambil resiko putus asa.
Mencoba artinya mengambil resiko gagal.
Tetapi resiko itu perlu diambil sebab bahaya terbesar dalam kehidupan ini adalah tidak mengambil resiko.
Orang yang tidak mengambil resiko tidak berbuat apa-apa, tidak mempunyai apa-apa, bukan apa-apa.
Ia mungkin terhindar dari penderitaan dan luka, tetapi ia tidak mungkin belajar, merasa, berubah, bertumbuh, mngasihi .... hidup.
Dibelenggu oleh kepercayaannya, ia menjadi budak, ia telah melepaskan kebebasan.
Hanya orang yang mengambil resiko yang terbebaskan.

Fiend
16-07-2006, 15:30
masa depan adalah milik mereka yang percaya terhadap keindahan mimpi-mimpinya

retak
16-07-2006, 19:49
Ini saya ambil dari sms 3636 yang kebetulan masih ngendon di HP

"Jika Anda membuat seseorang bahagia hari ini, Anda juga membuat Dia berbahagia dua puluh tahun lagi, saat ia mengenang peristiwa itu" (Sydney Smith)

"Rumah yang tidak ada kehangatan di dalamnya, kursi-kursinya yang empuk tidak memiliki jiwa" (May Serton)

"Jangan mencoba untuk menjadi orang sukses. Lebih baik menjadi orang yang berguna" (Albert Einstein)

retak
16-07-2006, 19:54
Siapakah Emaknya?


Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali kekota. Mengingat jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan.

"Abang mau beli kue?" Katanya sambil tersenyum. Tangangnya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya. "Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan," jawab saya ringkas. dia berlalu.

Begitu pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Lebih kurang 20 menit kemudian saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang suami istrisepertinya. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.

"Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?" tanyanya tenang ketika menghampiri meja saya.

"Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih," kata saya sambil menepuk-nepuk perut. Dia pergi, tapi cuma di sekitar restoran. Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu dia tanya, "Tak mau beli kue saya Bang, Pak... Kakak atau Ibu." Molek budi bahasanya.

Pemilik restoran itupun tak melarang dia keluar masuk restorannya menemui pelanggan. Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.

Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil. Anak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Belum sempat saya menghidupkan mesin, anak tadi berdiri di tepi mobil. Dia menghadiahkan sebuah senyuman. Saya turunkan kaca jendela. Membalas senyumannya.

"Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlukan kue saya untuk adik-adik, Ibu atau Ayah abang," katanya sopan sekali sambil tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya.

Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- padanya. "Ambil ini Dik! Abang sedekah... Tak usah Abang beli kue itu." Saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat mendadak. Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira dapat membantunya.

Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah terperanjatnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp 20.000,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis yang buta kedua-dua matanya. Saya terkejut, saya hentikan mobil, memanggil anak itu. "Kenapa Bang, mau beli kue kah?" tanyanya.

"Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang berikan ke Adik!" kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.

"Bang, saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah. Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang yang tak berupaya, saya masih kuat Bang!" katanya begitu lancar. Saya heran sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.

"Abang mau beli semua kah?" dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu mau berkata. "Rp 25.000,- saja Bang...." Selepas dia memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan terus pergi. Saya perhatikan dia hingga hilang dari pandangan.

Dalam perjalanan, baru saya terpikir untuk bertanya statusnya. Anak yatim kah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidiknya? Terus terang saya katakan, saya beli kuenya bukan lagi atas dasar kasihan, tetapi rasa kagum dengan sikapnya yang dapat menjadikan kerjanya suatu penghormatan. Sesungguhnya saya kagum dengan sikap anak itu. Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya.

retak
16-07-2006, 19:55
Cinta Kepala Ikan


Alkisah pada suatu hari, diadakan sebuah pesta emas peringatan 50 tahun pernikahan sepasang kakek-nenek. Pesta ini pun dihadiri oleh keluarga besar kakek dan nenek tersebut beserta kerabat dekat dan kenalan. Pasangan kakek-nenek ini dikenal sangat rukun, tidak pernah terdengar oleh siapa pun mengenai berita mereka perang mulut.

Singkat kata mereka telah mengarungi bahtera pernikahan yang cukup lama bagi kebanyakan orang. Mereka telah dikaruniai anak-anak yang sudah dewasa dan mandiri baik secara ekonomi maupun pribadi. Pasangan tersebut merupakan gambaran sebuah keluarga yang sangat ideal.

Di sesela acara makan malam yang telah tersedia, pasangan yang merayakan peringatan ulang tahun pernikahan mereka ini pun terlihat masih sangat romantis. Di meja makan, telah tersedia hidangan ikan yang sangat menggiurkan yang merupakan kegemaran pasangan tersebut. Sang kakek pun, pertama kali melayani sang nenek dengan mengambil kepala ikan dan memberikannya kepada sang nenek, kemudian mengambil sisa ikan tersebut untuknya sendiri.

Tapi aneh, perasaan si nenek justru terharu bercampur kecewa dan heran. Akhirnya sang nenek berkata kepada sang kakek: "Suamiku, kita telah melewati 50 tahun bahtera pernikahan. Ketika engkau memutuskan untuk melamarku, aku memutuskan untuk hidup bersamamu dan menerima dengan segala kekurangan yang ada untuk hidup sengsara denganmu. Aku menerima hal tersebut karena aku sangat mencintaimu.

Sejak awal pernikahan, ketika kita mendapatkan keberuntungan untuk dapat menyantap hidangan ikan, engkau selalu hanya memberiku kepala ikan yang sebetulnya sangat tidak aku suka, namun aku tetap menerimanya dengan mengabaikan ketidaksukaanku tersebut karena aku ingin membahagiakanmu.

Aku tidak pernah lagi menikmati daging ikan yang sangat aku suka selama masa pernikahan kita. Sekarang pun, setelah kita berkecukupan, engkau tetap memberiku hidangan kepala ikan ini. Aku sangat kecewa, suamiku. Aku tidak tahan lagi untuk tidak mengungkapkan hal ini."

Sang kakek pun terkejut dan bersedihlah hatinya mendengarkan penuturan sang nenek. Akhirnya, sang kakek pun menjawab: "Istriku, ketika engkau memutuskan untuk menikah denganku, aku sangat bahagia dan aku pun bertekad untuk selalu membahagiakanmu dengan memberikan yang terbaik untukmu.

Sejujurnya, hidangan kepala ikan ini adalah hidangan yang sangat aku suka. Namun, aku selalu menyisihkan hidangan kepala ikan ini untukmu, karena aku ingin memberikan yang terbaik bagimu. Semenjak menikah denganmu, tidak pernah lagi aku menikmati hidangan kepala ikan yang sangat aku suka itu. Aku hanya bisa menikmati daging ikan yang tidak aku suka karena banyak tulangnya itu. Aku minta maaf, istriku."

Mendengar hal tersebut, sang nenek pun menangis. Mereka pun akhirnya berpelukan. Percakapan pasangan ini didengar oleh sebagian undangan yang hadir sehingga akhirnya mereka pun ikut terharu.
***

Kadang kala kita terkejut mendengar atau mengalami sendiri suatu hubungan yang sudah berjalan cukup lama dan tidak mengalami masalah yang berarti, kandas di tengah-tengah karena hal yang sepele, seperti masalah pada cerita di atas.

Kualitas suatu hubungan tidak terletak pada lamanya hubungan tersebut, melainkan terletak sejauh mana kita mengenali pasangan kita masing- masing. Hal itu dapat dilakukan dengan komunikasi yang dilandasi dengan keterbukaan. Oleh karena itu, mulailah kita membina hubungan kita berlandaskan pada kejujuran, keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain.

retak
16-07-2006, 19:58
Kekuatan sebuah doa


Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang.Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.

John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya. "Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang."

John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, Anda tidak mempunyai garansi," alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata: "Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini."

Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, "Tidak perlu,Pak.Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis."

"Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?"

"Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.

"Letakkanlah daftar belanja Anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan Anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat kebawah. Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat."

Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan sipemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.

Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si Ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek: "Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu." Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya.

Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa. Kekuatan sebuah doa.

retak
16-07-2006, 20:00
Pencuri impian


Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. KepAndaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-rekannya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menja di penari kelas dunia.

Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya.

Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat,dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya, "Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah Anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat Anda tentang tarian saya".

"Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit",jawab sang pakar.

Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar.Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak pernah akan lagi menari.

Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan.

Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab. Si ibu bertanya, "Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan Anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga Anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah kata pun?"

"Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-2 berhenti dari dunia tari", jawab sang pakar.

Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. "Ini tidak adil", seru si ibu muda. "Sikap Anda telah mencuri semua impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa Anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko!"

Si pakar menjawab lagi dengan tenang "Tidak... Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. Anda tidak harus minum satu barel anggur untuk membuktikan anggur itu nikmat. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton Anda 10 menit untuk membuktikan tarian Anda bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan Anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap Anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi Anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu Anda camkan, bahwa Anda mestinya fokus pada impian Anda, bukan pada apa yang saya katakan atau saya lakukan!

"Lalu pujian? Kamu mengharapkan pujian? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. Pujian itu seperti pedang bermata dua, satu sisi memotivasimu, satu sisi melemahkanmu. Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar pujian yang diberikan pada seseorang yang sedang tumbuh hanya akan membuat dirinya puas pada pertumbuhannya itu. Saya justru lebih suka mengacuhkanmu agar hal itu bisa melecutmu berbuat lebih baik lagi. Tidak pantas Anda meminta pujian dari orang lain.

"Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. SeAndainya Anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini Anda sudah menjadi penari kelas dunia. Mungkin Anda sakit hati pada saat itu, tapi sakit hati itu akan segera hilang begitu Anda mengayunkan langkah berlatih kembali. Tapi, sakit hati Anda karena penyesalan ini hari, yah, tidak akan pernah hilang selamanya...."

pds
16-07-2006, 20:25
Sesuai janji saya. Cerita ini saya kutip dari buku Chicken Soup for the College soul
Ceritanya saya ringkas saja ya ^_^

Aku berusia 18 dan kulaih di Berkeley. Pada akhir semester, aku mencapai nilai rata2 B, nilai yg cukup untuk mendapatkan beasiswa. Yang harus kulakukan adalah mendapat nilai rata2 B di smt depan. Aku mengambil mata kuliah survey sastra dunia, dengan pengajar Prof Sears Jayne. Aku terpesona dan menurutku mata kuliah ini adalah pesta gagasan yg menggairahkan. Teman asramaku meminta bantuanku untuk mengajari mereka ttg kuliah ini.
Waktu ujian pertama, aku yakin dpt mengerjakannya dg baik. Namun bgt kagetnya aku bahwa nilaiku hanya 77, C+, sedangkan teman2ku mendapat nilai B. Aku pergi menghadap dosen- yg mendengar argumenku yg menggebu,tp tetap tak bergerak.
Aku bertekad untuk berusaha lebih keras. Meskipun aku memilih mata kuliah menantang, aku terbiasa santai untuk mendapat nilai A. Aku membaca buku lebih cermat, namun nilaiku tetap 77. Lagi2 C+ untukku dan A/B untuk teman2ku. Sekali lagi aku protes ke Dr. Jayne, namun ia tetap tidak mau merubah nilaiku.
Satu ujian lagi sebelum ujian akhir. Satu kesempatan lagi untuk menebus diriku. Buku terakhir yg kami pelajari adalah The Wasteland, hanya tersedia dalam hard cover. Terlalu mahal untuk anggaranku. Aku meminjamnya dari perpustakaan dan mengetik 420 halaman buku itu. Aku melipat gandakan upayaku untuk ujian ke3 ini. Untuk pertama kalinya aku memahami makna kata "mengerahkan segalanya"
Usahaku sama sekali tak berguna. Nilaiku tetap 77. Akupun kembali berargumentasi dg Dr. Jayne, aku mengeluarkan teksku yg meringkel dan dekil karena banyaknya catatan, mendebatkan jawabanku spt sebelumnya. Namun spt biasa, nilaiku tetep tidak berubah.
Gawang terakhir adalah ujian akhir. Apapun nilai yg ku dapat tidak dapat menutupi nilai C+ ku. Harapanku untuk mendapat beasiswapun hampir sirna.
Aku tidak belajar untuk ujian akhir ini. Toh aku sudah berulang kali membaca bukunya, bukankah The Wasteland telah menggema dikepalaku. Malam sebelum ujian akhir, aku mentraktir diriku nonton film.
Seminggu kemudian nilai ujian keluar. Tak diduga ternyata nilaiku A. Aku bergegas menuju kantor Dr. Jayne. Bagaimana mungkin aku menerima C+ setiap kali aku bersusah payah dan skrg, aku mendapat nilai A, saat aku menulis sesuatu yg konyol pada saat ujian?? Dr. Jayne pun menjawab "Aku tahu bahwa kalau aku memberimu A seperti yg pantas kau dapatkan, kau takkan terus belajar dengan giat."
Ia bangkit dan mengambil sebuah buku dari raknya. "Ini untukmu". BUku itu adalah buku hard cover The Wasteland, disampulnya ada tulisan yg ditujukan kepadaku. Untuk pertama kali dalam hidupku yg aktif, aku terdiam.
Aku terdiam lagi saat niali mata kuliahku tiba : A+, aku yakin nilai itu satu2nya A+ yg diberikan. Tahun berikutnya aku menerima beasiswaku.
Dan aku selalu ingat pelajaran Dr. Jayne. Ketahuilah bahwa kau memiliki kekuatan dalam dirimu yg blm dimanfaatkan. Bahwa kau harus menggunakannya, meskipun kau dapat lolos tanpa mencoba. Bahwa kau sendiri yg harus menetapkan standar keunggulanmu.

Varda One

Thread yg bagus ini hidup kembali ternyata, bagus dhe ^_^

pds
16-07-2006, 20:45
Dari Chicken Soup for the Veteran's Soul

A butcher watching over his shop is really surprised when he saw a dog coming inside the shop. He shoos him away. But later, the dog is back again.

So, he goes over to the dog and notices he has a note in his mouth. He takes the note and it reads "Can I have 12 sausages and a leg of lamb, please. The dog has money in his mouth, as well."

The butcher looks inside and, lo and behold, there is a ten dollar Note there. So he takes the money and puts the sausages and lamb in a bag, placing it in the dog's mouth. The butcher is so impressed, and since it's about closing time, he decides to shut up shop and follow the dog.

So off he goes. The dog is walking down the street when he comes To a level crossing.

The dog puts down the bag, jumps up and presses the button. Then he waits patiently, bag in mouth, for the lights to turn. They do, and he walks across the road, with the butcher following him all the way.

The dog then comes to a bus stop, and starts looking at the timetable.

The butcher is in awe at this stage. The dog checks out the times, and then sits on one of the seats provided. Along comes a bus. The dog walks around to the front, looks at the number, and goes back to his seat.

Another bus comes. Again the dog goes and looks at the number, notices it's the right bus, and climbs on. The butcher, by now, open-mouthed, follows him onto the bus.

The bus travels through the town and out into the suburbs, the dog Looking at the scenery. Eventually he gets up, and moves to the front of the bus. He stands on 2 back paws and pushes the button to stop the bus. Then he gets off, his groceries still in his mouth.

Well, dog and butcher are walking along the road, and then the dog turns into a house. He walks up the path, and drops the groceries on the step.

Then he walks back down the path, takes a big run, and throws himself against the door. He goes back down the path, runs up to the door and again, it throws himself against it. There's no answer at the house, so the dog goes back down the path, jumps up on a narrow wall, and walks along the perimeter of the garden. He gets to the window, and beats his head against it several times, walks back, jumps off, and waits at the door.

The butcher watches as a big guy opens the door, and starts abusing the dog, kicking him and punching him, and swearing at him.

The butcher runs up, and stops the guy. "What in heaven's name are You doing? The dog is a genius. He could be on TV, for the life of me!" to which the guy responds: "You call this clever? This is the second time this week that this stupid dog's forgotten his key."

Reflection:
Looks like some, people will never be satisfied with what they've got.

When it comes to the work place, Employers do not know how to appreciate their people who have served them loyally through the years. I've seen companies lose good people for the simple fact their leaders failed to show appreciation. Employers with big egos enjoy the fact that they have more power and authority than others. They show, in the way they give orders and directions, that they think they are superior. They get a kick out of displaying this superiority. People who do this are fools, and everyone but them knows it. They are never satisfied because they could not be satisfied even if their people perform well.

They don't listen to the opinion and ideas of their subordinates.

Why? Because of their stupid pride and insecurity.

People of this kind will never be satisfied. Why? Because they are so busy wrapped up in themselves and, fact is, the self can never be satisfied. Happy and productive people are always those who are "others-centered" rather than "self- centered." The greatest idea of leadership is not someone who throws his weight around. Rather, he is a servant. As Bible would say, "He who wish to be a leader should first be a servant."

His joy is derived from delivering a job that others benefit from his contribution. Aim for service and success will follow.

Bill Greer

pds
16-07-2006, 20:46
Don't Change the World
dari The Prayer of the Frog


Once upon a time, there was a king who ruled a prosperous country. One day, he went for a trip to some distant areas of his country. When he was back to his palace, he complained that his feet were very painful, because it was the first time that he went for such a long trip, and the road that he went through was very rough and stony. He then ordered his people to cover every road of the entire country with leather. Definitely, this would need thousands of cows' skin, and would cost a huge amount of money.

Then one of his wise servant dared himself to tell the king, "Why do you have to spend that unnecessary amount of money ? Why don't you just cut a little piece of leather to cover your feet ?"

The king was surprised, but he later agreed to his suggestion, to make a "shoe" for himself.

There is actually a valuable lesson of life in this story : to make this world a happy place to live, you better change yourself - your heart; and not the world.

Penulis tidak diketahui.

pds
16-07-2006, 20:58
The House of 1000 Mirrors,
Japanese folktale


Long ago in a small, far away village, there was place known as the House of 1000 Mirrors. A small, happy little dog learned of this place and decided to visit. When he arrived, he bounced happily up the stairs to the doorway of the house. He looked through the doorway with his ears lifted high and his tail wagging as fast as it could. To his great surprise, he found himself staring at 1000 other happy little dogs with their tails wagging just as fast as his. He smiled a great smile, and was answered with 1000 great smiles just as warm and friendly. As he left the House, he thought to himself, "This is a wonderful place. I will come back and visit it often."

In this same village, another little dog, who was not quite as happy as the first one, decided to visit the house. He slowly climbed the stairs and hung his head low as he looked into the door. When he saw the 1000 unfriendly looking dogs staring back at him, he growled at them and was horrified to see 1000 little dogs growling back at him. As he left, he thought to himself, "That is a horrible place, and I will never go back there again."

All the faces in the world are mirrors. What kind of reflections do you see in the faces of the people you meet?

Penulis tidak diketahui.

pds
16-07-2006, 20:59
The Limits of Love

After the divorce, her teenage daughter became increasingly rebellious.

It culminated late one night when the police called to tell her that she had to come to the police station to pick up her daughter, who was arrested for drunk driving.

They didn't speak until the next afternoon.

Mom broke the tension by giving her daughter a small gift-wrapped box.

Her daughter nonchalantly opened it and found a small piece of a rock.

She rolled her eyes and said, "Cute Mom, what's this for?"

"Here's the card," Mom said.

Her daughter took the card out of the envelope and read it. Tears started to trickle down her cheeks.

She got up and gave her mom a big hug as the card fell to the floor.

On the card were these words:

"This rock is more than 200 million years old. That's how long it will take before I give up on you."

Penulis tidak diketahui.

pds
16-07-2006, 21:03
The Little Girl and the Piano

A little girl wanted to become a great pianist, but all she could play on the piano was the simple little tune, "Chopsticks." No matter how hard she tried, that was the best she could do. Her parents decided after some time to arrange for a great maestro to teach her to play properly. Of course, the little girl was delighted.

When the little girl and her parents arrived at the maestro's mansion for the first lesson, they were escorted by the butler into the parlor, where they saw a beautiful concert grand piano. Immediately, the little girl dashed over to the piano and began playing "Chopsticks." Her embarrassed parents started across the room to tell her to stop, but as she played, the maestro entered the room and encouraged the little girl to continue.

The maestro then took a seat on the piano bench next to the little girl, listening to her play. After a moment he began to play along with her, adding chords, runs, and arpeggios. The little girl continued to play "Chopsticks." The parents couldn't believe their ears. They were hearing a beautiful piano duet, played by their daughter and the maestro, and amazingly enough, the central theme of it was still "Chopsticks."

At times you may feel like you're a nobody, that you will never accomplish great things. But think of that little girl. All she could play was "Chopsticks." Nobody wanted to hear "Chopsticks." It was an embarrassment to her parents and annoying to everyone else. Yet the maestro encouraged her to keep on playing.

God knows what you can do. He created you with gifts and talents. Sure, compared to some people's abilities, your gifts and talents may seem like "Chopsticks"-- not very original and not very spectacular. But God says, "Keep on playing--and make some room on the piano bench for Me." God is able to take the little that we are able to do and turn it into something beautiful for Him.

Penulis tidak diketahui.

pds
16-07-2006, 21:05
Cerita ini saya dapat dari teman skul saya.

>
>Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan
>apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang
>asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
>
>Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa
>berbagi
>waktu denganku."
>
>Peter: "kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita
>berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang."
>(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
>
>Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
>
>Peter: "Eh? permainan apaan?"
>
>Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
>pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"
>
>Peter: "baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa
>bulan ke depan."
>
>Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari
ini
>akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
>
>Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy
lagi
>maen deh. katanya film itu bagus"
>
>Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
>karaoke ya... ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
>
>Peter : "Boleh juga..." (mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter
>mengantarkan Tina
>pulang malam harinya)
>
>Hari ke 2: Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan
bercanda di
>kafe,suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu
membawa
>hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli
sebuah
>kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
>
>Hari ke 3: Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk
>seorang sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan,
mereka
>memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka
>beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas
jus
>berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
>
>Hari ke 7:
>Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit
karena
>tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan
Tina
>dengan lembut.
>
>Hari ke 25:
>Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay.
>Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan
bintang
>dalam pelukannya.
>Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin
berpadu
>dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang
>langit, dan melihat bintang jatuh.
>Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
>
>Hari ke 41:
>Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter.
>Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul
>dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter
>terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat
>meniup
>lilin ulang tahunnya.
>
>Hari ke 67:
>Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim
>bersama,dan
>mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy
>bear
>untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
>
>Hari ke 72:
>Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.
>Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal.
>Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai
>sekarang"
>kemudian peramal itu meneteskan air mata.
>
>Hari ke 84:
>Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai.
>Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang
>lain.
>Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil
>berpegangan
>tangan,
>merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki
>mereka.
>Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah
>lagi.
>
>Hari ke 99:
>Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan
>sederhana.
>Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
>
>15:20 pm
>Tina: "Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. "
>Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja.
>Kamu
>mau minum apa?"
>Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota
>hari ini. Sebentar ya"
>Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana
>Jakarta
>selalu macet.
>
>15:30 pm
>Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
>Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan
>wajah
>panik.
>Peter : "Ada apa pak?"
>Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan
>itu
>adalah temanmu"
>Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
>Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari
>siang,tergeletak
>tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
>Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
>Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
>Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
>
>23:53 pm
>Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik.
>Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput.
>Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya."
>Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan
>dia
>segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat
>tetapi terlihat damai.
>Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina
>dengan
>erat.
>Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang
>sangat
>dalam di hatinya.
>Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
>Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
>
>Dear Peter...
>ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
>Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
>Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
>tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
>Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
>Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
>sebelumnya.
>Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa
>memperpanjang
>hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang
>jatuh malam itu di pantai,
>Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
>kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
>hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
>
>23:58
>Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati
saat
>meniup lilin ulang tahunku?
>Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.
>Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru
>berjumlah
>99 hari!
>Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari
>bersama-sama!
>Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan
aku
>kesepian! Tina, Aku sayang kamu...!"
>
>Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
>Hari itu adalah hari ke 100...
>
>PS:
>Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
>Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
>Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak
>akan pernah kembali lagi.
>
>True love doesn't have a happy ending, because true love never
ends....

Fiend
18-07-2006, 20:17
suatu ketika di vietnam terjadi sebuah serangan mortir yang nyasar ke salah satu panti asuhan yang ada disana, sehingga salah seorang anak tertembak dan mengalami pendarahan yg cukup fatal. tenaga medis yg datang untuk mengobatinya harus segera melakukan transfusi darah tapi masalhnya tidak ada banyak darah yg terdapat di sana.
sehingga harus ada orang yg memberikan darahnya, tapi di sana yg ada hanyalah anak kecil dan beberapa orang dewasa yg telah lanjut usia. sehingga sang dokter yg tidak bisa berbahasa vietnam akhirnya memberitahukan kepada anak-anak lainya dengan mengunakan bahsa isyarat dan bahasa vietnam yg masih kacau. setelah sang dokter memberitahukan mendadak seluruh panti asuhan menjadi terdiam dengan wajah seperti ketakutan sampai ada seorang anak yg mengacungkan jarinya dan bersedia untuk di ambil darahnya. dan ternyata golongan darahnya sama, tapi tiba tiba bocah tersebut terus menangis dengan berusaha menyembunyikan wajahnya yg sedih seakan-akan sedang berdoa. dan itu terus berlanjut selama proses pengambilan darah sampai ketika seorang suster vietnam yg mahir berbahasa inggris datang ke panti tersebut, lantas sang dokter bertanya kepada suster tersebut kenapa anak itu terus menanngis. kemudian sang suster pun menanyakanya. tak lama kemudian sang suster berkata "tidak apa ia hanya salah duga, ia pikir darahnya akan diambil semua untuk di berikan kepada temanya yg terluka tersebut, ia pikir ia akan mati" kata sang suster. lantas sang dokter berkata "kalo ia pikir seperti itu kenapa ia mau memberikan darahnya". suster itupun kembali bertanya kepada anak itu.
"karena ia adalah teman saya" kata sang suster kepada dokter

dari chiken soup for unsinkable soul

Fiend
19-07-2006, 08:05
Tess was a precocious eight year old when she heard her Mom and Dad talking about her little brother, Andrew. All she knew was that he was very sick and they were completely out of money. They were moving to an apartment complex next month because Daddy didn't have the money for the doctor's bills and our house.

Only a very costly surgery could save him now and it was looking like there was no-one to loan them the money. She heard Daddy say to her tearful Mother with whispered desperation, "Only a miracle can save him now."

Tess went to her bedroom and pulled a glass jelly jar from its hiding place in the closet. She poured all the change out on the floor and counted it carefully. Three times, even. The total had to be exactly perfect. No chance here for mistakes.

Carefully placing the coins back in the jar and twisting on the cap, she slipped out the back door and made her way 6 blocks to Rexall's Drug Store with the big red Indian Chief sign above the door.

She waited patiently for the pharmacist to give her some attention but he was too busy at this moment. Tess twisted her feet to make a scuffing noise. Nothing. She cleared her throat with the most disgusting sound she could muster.

No good. Finally she took a quarter from her jar and banged it on the glass counter. That did it! "And what do you want?" the pharmacist asked in an annoyed tone of voice. I'm talking to my brother from Chicago whom I haven't seen in ages, "he said without waiting for a reply to his question. "

Well, I want to talk to you about my brother," Tess answered back in the same annoyed tone. "He's really, really sick... and I want to buy a miracle."

"I beg your pardon?" said the pharmacist. "His name is Andrew and he has something bad growing inside his head and my Daddy says only a miracle can save him now. So how much does a miracle cost?"

"We don't sell miracles here, little girl. I'm sorry but I can't help you,"the pharmacist said, softening a little. "Listen, I have the money to pay for it. If it isn't enough, I will get the rest. Just tell me how much it costs."

The pharmacist's brother was a well-dressed man. He stooped down and asked the little girl, "What kind of a miracle does your brother need?" "I don't know," Tess replied with her eyes welling up.

"I just know he's really sick and Mommy says he needs an operation. But my Daddy can't pay for it, so I want to use my money". "How much do you have?" asked the man from Chicago. "One dollar and eleven cents," Tess answered barely audibly. "And it's all the money I have, but I can get some more if I need to.

"Well, what a coincidence," smiled the man. "A dollar and eleven cents -- the exact price of a miracle for little brothers. " He took her money in onehand and with the other hand he grasped her mitten and said "Take me to where you live. I want to see your brother and meet your parents. Let's see if I have the kind of miracle you need."

That well dressed man was Dr. Carlton Armstrong, a surgeon, specializing in neurosurgery. The operation was completed without charge and it wasn't long until Andrew was home again and doing well. Mom and Dad were happily talking about the chain of events that had led them to this place.

"That surgery,"her Mom whispered, "was a real miracle. I wonder how much it would have cost?" Tess smiled. She knew exactly how much a miracle cost... one dollar and eleven cents ...... plus the faith of a little child.

A miracle is not the suspension of natural law, but the operation of a higher law......

Fiend
19-07-2006, 15:03
1. Are your palms sweaty, is your heart racing? and your voice caught within your chest?
it isn't love, it's like.

2. You can't keep your hand off them, am I right?
it isn't love, it's lust

3. Are you proud and eager to show them off?
it isn't love, it's luck

4. Do you want them because you know they're there?
it isn't love, it's loneliness

5. Are you there because it's what everyone wants?
it isn't love, its loyalty

6. Do you stay for their confessions of love, because you don't want to hurt them?
it isn't love, its pity

7. Are you there because they kissed you, or held your hand?
it isn't love, it's lack of confidence

8. Do you belong to them because their sight makes your heart skip a beat?
it isn't love, it's infatuation

9. Do you tell them that everyday they are the one you think of?
it isn't love, it's a lie

10. Are you willing to give up all your favorite things for their sake?
it isn't love, it's charity
11. Do you pardon their faults because you care about them?
it isn't love, it's friendship

12. Do you accept their faults because it's part of who they are?
then it's love

13. Do you cry for their pain, even when they're strong?
then it's love


14. Do their eyes see your true heart, and touch your soul so deeply, it hurts?
then it's love

15. Do you stay because a blinding incomprehensible mix of pain, and elations pulls you close and hold you?
then it's love

16. Are you attracted to others but stay with them faithfully with no regrets?
then it's love

17. Would you give them your heart, your life, your death?
then it's love

18. And always remember - love isn't one sided!! - Both must love for LOVE to exist!

wolfmam
03-08-2006, 19:41
Pada suatu waktu, hiduplah seorang pemuda miskin yang menjual barang dari

pintu ke pintu untuk membiayai sekolahnya. Suatu hari, ia hanya mempunyai

sekeping uang 10 sen, dan ia sangat lapar. Ia memutuskan untuk meminta

makan dari tetangga sebelah rumahnya. Namun, ia kehilangan keberaniannya

ketika menjumpai seorang wanita cantik yang membuka pintu. Ia akhirnya

tidak minta makan melainkan segelas air minum. Wanita itu berpikir pemuda

itu telihat sangat lapar sehingga ia memberikan segelas besar susu. Pemuda

itu minum perlahan, dan kemudian bertanya, ?Berapa hutang saya, bu?? ?

Anda tidak berhutang apapun pada saya,? jawab wanita tersebut. ?Ibu saya

mengajarkan kami untuk tidak menerima pembayaran untuk berbuat kebaikan.

? Pemuda itu berkata, ?Terima kasih, bu, dari dasar hati saya yang terdalam.?

Pada saat pemuda itu, Howard Kelly, pergi meninggalkan rumah tersebut is

tidak saja merasa lebih kuat secara fisik tetapi juga kepercayaannya kepada

Tuhan dan hatinya juga merasa kuat kembali. Ia telah siap menyerah dan

berhenti,tetapi suatu perbuatan baik yang sederhana telah memulihkankan

kepercayaannya. Tahun demi tahun berlalu, dan wanita baik hati tersebut

menderita sakit parah. Dokter di daerahnya kehilangan daya. Mereka

akhirnya mengirimkan wanita itu ke kota besar, dimana mereka memanggil

para ahli spesialis untuk mempelajari penyakit yang langka tersebut. Seorang

dokter muda bernama Howard Kelly dipanggil untuk konsultasi. Ketika ia

mendengar nama kota wanita itu berasal, terlihat seberkas sinar dimatanya.

Ia bangkit dan pergi menuruni aula rumah sakit menuju ke ruang dimana

wanita tersebut dirawat.Dengan berpakaian baju dokter ia pergi melihat

pasiennya itu. Ia segera mengenali wanita muda itu. Ia kembali ke ruang

konsultasi, bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk menyelamatkan

hidup wanita itu. Semenjak hari itu ia memberikan perhatian khusus pada

kasus itu. Setelah perjuangan panjang, akhirnya pertarungan itu dapat

dimenangkan. Dr. Kelly meminta kantor administrasi untuk memberikan total

tagihan kepadanya untuk persetujuan. Ia melihatnya, kemudian menulis

sesuatu pada ujungnya, dan tagihan tersebut dikirim ke ruang wanita

tersebut. Wanita itu takut untuk membukanya, karena ia yakin bahwa ia

akan berusaha membayar tagihan tersebut sepanjang sisa hidupnya.

Akhirnya ia melihat tagihan tersebut, jumlah totalnya sangat besar; matanya

penuh dengan air mata keputus asaan, ketika sesuatu menarik perhatiannya

pada suatu sisi tagihan tersebut. Ia membaca kata-kata dalam tulisan

tangan.. ?Terbayar lunas, dengan segelas susu.? (Tertanda) Dr. Howard

Kelly. Sekarang air mata kebahagiaan membanjiri matanya pada saat hatinya

berdoa: ?Terima kasih, Tuhan, bahwa kasihMu telah tersebar melalui hati dan

tangan manusia.?

Jadi pengen nangis .......

yossie3660
03-08-2006, 20:12
" Jika ingin mengerti perempuan

lihatlah mulutnya ketika tersenyum.... "

Atas Nama Cinta - Kahlil Gibran

...dikutip dari yossie3660 blogs.... (http://yossie.blogspot.com/2005/05/perempuan-kekasihku.html)

silver3mbr4nt
04-08-2006, 01:37
@ wolfmam : udah pernah baca... tp tetep aja pengen nangis klo baca lagi... hiks... hiks...

Fiend
07-08-2006, 19:42
pada dapet dari mana sih yang bahasa indonesianya, biasa googling cuman dapet yg bahasa inggris, bagi linknya dong. tapi jgn yang di sarikata yah

wolfmam
07-08-2006, 20:39
http://members.tripod.com/uki_bc/renungan.htm. sabar ya kadang suka error website_nya

XP_On
10-08-2006, 10:43
dapet dari milis.
Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna
sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan
terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong
mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan
yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,
ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku
makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan
ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api
untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang
untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun
dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku
berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus
kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak
capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental
tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak
haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"
----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya
punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku
tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat
lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air
mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "angan menangis anakku,Aku
tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita
yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah
dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan
pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas
apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di
samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di
kemudian hari.

wolfmam
10-08-2006, 19:17
hiks hiks hiks , jadi inget ama mama.

XP_On
11-08-2006, 10:13
hiks hiks hiks , jadi inget ama mama.
dalem banget yah......................

@pds....
makasih.. tapi tujuan aku post ini bukan buat itu loh :p.. tapi tetep aja.. itu adalah kado yang ku suka....

silver3mbr4nt
14-08-2006, 12:07
@ spion : thumbs up :thumb:

jadi inget kmaren balik ke BDG... sama nyokap ga boleh disuruh balik ke bogor dulu sih... kayanya masih kangen ama gw....
hiks... hiks... jadi ngerasa dosa... :(

pds
14-08-2006, 18:12
@XP_On : ya mo gmn lagi? Abis kan sesuai komen saya, menyentuh sekali ceritanya, dan buat saya postingan itu sangat pantas untuk dpt "kado"



The Color Of Friendship

Once upon a time the colors of the world started to quarrel. All claimed that they were the best. The most important. The most useful. The favorite.

Green said:
"Clearly I am the most important. I am the sign of life and of hope. I was chosen for grass, trees and leaves. Without me, all animals would die. Look over the countryside and you will see that I am in the majority."

Blue interrupted:
"You only think about the earth, but consider the sky and the sea. It is the water that is the basis of life and drawn up by the clouds from the deep sea. The sky gives space and peace and serenity. Without my peace, you would all be nothing."

Yellow chuckled:
"You are all so serious. I bring laughter, gaiety, and warmth into the world. The sun is yellow, the moon is yellow, the stars are yellow. Every time you look at a sunflower, the whole world starts to smile. Without me there would be no fun."

Orange started next to blow her trumpet:
"I am the color of health and strength. I may be scarce, but I am precious for I serve the needs of human life. I carry the most important vitamins. Think of carrots, pumpkins, oranges, mangoes, and papayas. I don't hang around all the time, but when I fill the sky at sunrise or sunset, my beauty is so striking that no one gives another thought to any of you."

Red could stand it no longer he shouted out:
"I am the ruler of all of you. I am blood - life's blood! I am the color of danger and of bravery. I am willing to fight for a cause. I bring fire into the blood. Without me, the earth would be as empty as the moon. I am the color of passion and of love, the red rose, the poinsettia and the poppy."

Purple rose up to his full height:
He was very tall and spoke with great pomp: "I am the color of royalty and power. Kings, chiefs, and bishops have always chosen me for I am the sign of authority and wisdom. People do not question me! They listen and obey."

Indigo spoke, more quietly than others, but with determination:
"Think of me. I am the color of silence. You hardly notice me, but without me you all become superficial. I represent thought and reflection, twilight and deep water. You need me for balance and contrast, for prayer and inner peace."

And so the colors went on boasting, each convinced of his or her own superiority. Their quarreling became louder and louder. Suddenly there was a startling flash of bright lightening thunder rolled and boomed. Rain started to pour down relentlessly. The colors crouched down in fear, drawing close to one another for comfort.

In the midst of the clamor, God began to speak:
"You foolish colors, fighting amongst yourselves, each trying to dominate the rest. Don't you know that you were each made for a special purpose, unique and different? Join hands with one another and come to me."

Doing as they were told, the colors united and joined hands.

God continued:
"From now on, when it rains, each of you will stretch across the sky in a great bow of color as a reminder that you can all live in peace. The Rainbow is a sign of hope for tomorrow." And so, whenever a good rain washes the world, and a Rainbow appears in the sky, let us remember to appreciate one another.


Ya moga2 kita semua disini bs mencontoh cerita diatas, saling bergandengan tangan dan memberikan keindahan dalam hidup ini.

Erius
14-08-2006, 18:27
@pds: minta dong touching quote dari lirik lagunya YUI. ada nggak ya ? :D

XP_On
15-08-2006, 10:00
@pds...
gw jujur aja.. gw nangis waktu baca post yang diatas.........

@iwa..
udah balik lagi.. jangan di bogor terus

Fiend
15-08-2006, 19:50
Jangan Diambil Hak Ciptanya

Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.
Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia Dan pria berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga...

Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari.
Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari....

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix... yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari, dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari....
Wanita tersenyum pahit dan kecewa.
Wanita sudah berubah tiga kali...
namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari, tanpa mau ikut berubah bersama wanita.
Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari....

Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup.
Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang... dan terus hidup sebagai bunga yang cantik.
Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga.
Ini disebut Kasih.....yaitu memberi tanpa pamrih.

Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari..... agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi.
Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan, siapakah yang ingat kepada matahari?

Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan...dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut....ini disebut dengan Pengorbanan... menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi phoenix yang dapat terbang tinggi, jauh ke langit bahkan di atas matahari... Pria tetap selalu jadi matahari agar phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.

Matahari selalu ada untuk phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cintanya.....
Ini disebut dengan Kesetiaan..... walaupun ditinggal pergi dan dikhianati, namun tetap menanti dan mau memaafkan.

Untuk para wanita.....
Siapakah Matahari yang ada di dalam kehidupanmu??
Bila engkau sudah menemukan dan melihat Matahari dalam kehidupanmu...pergi,lihat dan jangan pernah meninggalkannya

Fiend
15-08-2006, 19:56
wuih....setelah sekian lama akhirnya hidup lagi, keep posting bro

XP_On
16-08-2006, 08:44
wuih....setelah sekian lama akhirnya hidup lagi, keep posting bro
sorry...

keasikan LAN PARTY.. ini tread gw lupain...

:p

silver3mbr4nt
16-08-2006, 12:58
@ fiend : nice one :thumb:

Fiend
16-08-2006, 16:20
@ fiend : nice one :thumb:
Kotak ijonya donk bro..... satu lagi neh gak kalah bagus

Fiend
16-08-2006, 16:24
Kenapa Ayahku.....?

Cerita ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di Amerika. Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 4 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya body truk baru tersebut cacat dan catnya tergores. Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari- jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu.” Kemudian, ia bertanya, “tetapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali?” Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki. Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam. (silkroad)

XP_On
17-08-2006, 13:57
Kenapa Ayahku.....?

Cerita ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di Amerika. Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 4 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya body truk baru tersebut cacat dan catnya tergores. Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari- jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu.” Kemudian, ia bertanya, “tetapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali?” Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki. Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam. (silkroad)
Good one...............

silver3mbr4nt
17-08-2006, 17:17
weks... tega amat bapa-nya... :(

@ fiend : maap... belom bisa kasi upil ijo bro... harus spread katanya... :D

Fiend
19-08-2006, 09:09
thanks bwat yg dah ngasih neh rewardnya

Fiend
19-08-2006, 09:10
Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau.
Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat.
Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah
biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang.
Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar berharap semoga ia bisa
melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah
menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku
tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil
terus melaju. Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan
memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil
mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu.
Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA
dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua
lengannya. "Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!" "Hai, Jack."
Tanpa senyum. "Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak
buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah." "Oh ya?" Tampaknya Bob
agak ragu.

Nah, bagus kalau begitu. "Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan
anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh
terlambat, dong." "Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering
memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi.
"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu
merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala." Aha, terkadang
berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan". "Ayo dong Jack. Kami
melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu." Dengan ketus Jack
menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca
jendelanya.

Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian
Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh
kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup
untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.
Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca
jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah
nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan
atau apa? Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan
tangan Bob.

"Halo Jack, Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak
perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut
menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan.
Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan
anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan
berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami
peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa
sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan
kami terkabulkan. Berhati-hatilah. Bob"

Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob
sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia
mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya
dimaafkan. Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian
orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup
ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

ridsa
19-08-2006, 13:55
Ada seorang anak pemarah, dia selalu bermasalah dengan orang kebanyakan akibat sifat pemarahnya itu, oleh karena itu dia menanyakan nasehat kepada kakeknya, kakeknya memberi nasehat "setiap kau marah kepada orang lain tancapkanlah sebuah paku di salah satu pilar pagar kayu ini"

Kemudian anak itu mengikuti nasehat kakeknya, setiap dia marah dan bertengkar dengan orang lain ditancapkannya sebuah paku pada pilar pagar kayu, akhirnya pilar itu sudah hampir penuh dengan paku.

Kemudian kakeknya memberikan nasehat lagi " sekarang jika kau berhasil menahan amarahmu pada orang lain, cabutlah sebuah paku pada pilar kayu itu"

Kemudian anak itu mengikuti nasahet kakeknya dengan segala cara dan upaya dia berusaha tidak marah dan bertengkar dengan orang lain, setelah lama berlalu akhirnya dia berhasil mencabut semua paku pada pilar itu, kemudian dengan gembira diberitahukannya kepada kakeknya.

Kakeknya juga senang mendengarkannya kemudian dibawanya anak itu dipilar pagar kayu itu dan menunjukkan bekas-bekas tancapan paku, "beginilah rupa hati seseorang jika engkau sakiti walau sudah tercabut tapi masih menyisakan bekas".

Fiend
20-08-2006, 10:20
keep posting, out of source

Fiend
24-08-2006, 18:44
One day, when I was a freshman in high
school, I saw a kid from my class
was walking home from school. His name
was Kyle. It looked like he was
carrying all of his books. I thought
to myself, "Why would anyone
bring home all his books on a Friday?
He must really be a nerd."

I had quite a weekend planned (parties
and a football game with my
friends Saturday afternoon), so I
shrugged my shoulders and went on.

As I was walking, I saw a bunch of
kids running toward him. They ran at
him, knocking all his books out of his
arms and tripping him so he
landed in the dirt. His glasses went
flying, and I saw them land in the
grass about ten feet from him. He
looked up and I saw this terrible
sadness in his eyes. My heart went out
to him. So, I jogged over to him
and as he crawled around looking for
his glasses, I saw a tear in his
eye. As I handed him his glasses, I
said, "Those guys are jerks. They
really should get lives."

He looked at me and said, "Hey,
thanks!" There was a big
smile on his face. It was one of those
smiles that showed real
gratitude.

I helped him pick up his books, and
asked him where he
lived. As it turned out, he lived near
me, so I asked him why I had
never seen him before. He said he had
gone to private school before now.

I would have never hung out with a
private school kid before.
We talked all the way home,
and I carried his books. He turned
out to be a pretty cool kid. I asked
him if he wanted to play football
on Saturday with me and my friends. He
said yes. We hung all weekend and
the more I got to know Kyle, the more
I liked him. And my friends
thought the same of him.

Monday morning came, and there was
Kyle with the huge stack of books
again. I stopped him and said, "Boy,
you are gonna really build some
serious muscles with this pile of
books everyday!" He just laughed and
handed me half the books.

Over the next four years, Kyle and I
became best friends. When we were
seniors, we began to think about
college. Kyle decided on Georgetown,
and I was going to Duke. I knew that
we would always be friends, that
the miles would never be a problem. He
was going to be a doctor, and I
was going for business on a football
scholarship.

Kyle was the valedictorian of our class. I
teased him all the time about
being a nerd. He had to prepare a
speech for graduation. I was so glad
it wasn't me having to get up there
and speak.

Graduation day. I saw Kyle. He looked
great. He was one of those guys
that really found himself during high
school. He filled out and actually
looked good in glasses. He had more
dates than me and all the
girls loved him! Boy, sometimes I was
jealous. Today was one of those
days. I could see that he was nervous
about his speech. So, I smacked
him on the back and
said, "Hey, big guy, you'll be great!"
He looked at me with one of those
looks (the really grateful one) and
smiled.

"Thanks," he said. As he started his
speech, he cleared his throat, and
began.

"Graduation is a time to thank those
who helped you make it through
those tough years. Your parents, your
teachers, your siblings, maybe a
coach, but mostly your friends. I am
here to tell all of you that being
a friend to someone is the best gift
you can give them. I am going to
tell you a story."

I just looked at my friend with
disbelief as he told the story of the
first day we met. He had planned to
kill himself over the weekend. He
talked of how he had cleaned out his
locker so his Mom wouldn't have to
do it later and was carrying his stuff
home. He looked hard at me and
gave me a little smile. "Thankfully, I
was saved. My friend saved me
from doing the unspeakable." I heard
the gasp go through the crowd as
this handsome, popular boy told us all
about his weakest moment. I saw
his Mom and Dad looking at me and
smiling that same grateful smile. Not
until that moment did I realize it's depth.

Never underestimate the power of your
actions. With one
small gesture you can change a
person's life. For better or for worse.
God puts us all in each other's lives
to impact one another in some way.
Look for God in others.

Erius
24-08-2006, 19:07
Hidup Fiend the Quote Master.. BTW bisa dicantumkan source nya dari mana bro ? Atau itu semua buatan sendiri ?

wolfmam
24-08-2006, 19:37
@Fiend
Bravo Man.. Bravo

pds
24-08-2006, 21:59
Asyik skrg thread ini hidup terus. Tambahan dari saya.

Touching Story From India


Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran:
- "Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak
perempuanmutersayang untuk makan."

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu, tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India = curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling effect".

Aku mengambil mangkok dan berkata:
- "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah."

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu
mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata:
- "Boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2 sejenak... "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaanku?"

Aku menjawab: "Oh, pasti sayang".

Sindu: "Betul ayah?"

- "Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan
lembut sebagai tanda setuju.


Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku.

Aku sedikit khawatir dan berkata:
- "Sindu, jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena
ayah saat ini tidak punya uang."

Sindu: "Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok."

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia
bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama
istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh
harap dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada hari Minggu!

Istriku spontan berkata: "Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak
mungkin!"

Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk: "Sindu, kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua
akan sedih melihatmu botak."

Tapi Sindu tetap dengan pilihannya:
- "Tidak ada 'yah, tak ada keinginan lain."

Aku coba memohon kepada Sindu:
- "Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami!"

Sindu, dengan menangis, berkata:
- "Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu
asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku. Kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri."

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku:
- "Janji kita harus ditepati."

Secara serentak istri dan ibuku berkata:
- "Apakah aku sudah gila?"

Aku: "Tidak, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah
belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi."

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak
berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku
membalas lambaian tangannya.

Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak:
- "Sindu, tolong tunggu saya."

Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak, aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata:
- "Anak anda, Sindu, benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia
sekarang, Harish,adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia."

Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai
meleleh dipipinya:
- "Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena chemotherapy kepalanya
menjadi botak, jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan, mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."

Aku berdiri terpaku dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku
tolong ajarkan aku tentang arti sebuah kasih.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)




Kisah Kain Kafan untuk Aceh


30 Dec 2004
Di sisi lain, aku pingin sekali berbagi kisah nyata yang mengharukan.
Seperti tadi pagi aku dan beberapa orangtua murid di sekolah anakku ke Pasar Mayestik (pasarnya, bukan toko
tekstil), untuk beli kain kafan & selimut.
Kami bawa uang amanah teman-teman, yang kami pikir
sudah banyak sekali. Lalu dengan yakin menanyakan harga kain untuk kafan dan setelah dihitung-hitung, kami sampai
terduduk karena sadar bahwa ternyata uang yang kami bawa cuma cukup untuk kafan sekitar 20 jenazah.
Rasanya pedih banget, membayangkan perbandingan angka korban tewas dan jumlah kain yang bisa kami
sumbangkan. Padahal kami belum tanya harga selimut. Ada rasa putus asa, juga keinginan untuk urung saja
membeli kafan dan selimut. Mungkin sebaiknya masukkanke rekening2 bantuan saja uangnya...
Di tengah diskusi & keraguan untuk membeli, si empunya kios menghampiri kami, bertanya tentang tujuan kami
beli kain kafan sekian banyak. Kami ceritakan bahwa ada rekan yang akan berangkat ke Aceh dan kami ingin
menitipkan bantuan. Lalu beliau bertanya, apa boleh menitipkan bantuan juga? Dan begitu kami iyakan,
langsung beliau menyuruh anak buahnya ke sana ke mari. Ternyata menyampaikan pada sesama pedagang kain
tentang bantuan untuk Aceh itu. Dalam waktu setengah jam, pedagang2 lain berdatangan
membawa setumpuk kain kafan dan bahan flannel yang sudah dipotong-potong untuk jadi selimut, ada yg untuk anak,
ada juga yang untuk dewasa. Jumlahnya ratusan dan semuanya disumbangkan. Mereka sampai membantu
mengangkut ke mobil, dan ketika para kuli angkut ini mau kami berikan tip, mereka menolak.
Bahkan sempat2nya mereka bilang "titip salam bu untuk semua di Aceh..semoga Allah segera mengangkat penderitaan mereka."
Aku merinding. Sampai sekarang pun kalau ingat kekagetanku ketika sekonyong-konyong banyak pedagang mendatangi toko itu dengan setumpuk bahan,aku masih sesak dengan haru. Antara pilu mempertanyakan kenapa harus lewat musibah yang seberat ini ya Allah, kekompakan & toleransi terbangun? Dan juga bahagia karena ternyata masih
begitu banyak hati yang tulus di bumi bangsaku ini.

Semoga saudara-saudara kita di Aceh bisa merasakan hangatnya hati kita-kita di seluruh penjuru tanah air
dan bahkan dunia, menggenggam mereka dalam do'a.

aamiin

Penulis Hanni

kaitar
25-08-2006, 09:42
Setelah 21 tahun menikah, saya tiba-tiba menemukan cara baru dalam
menyalakan api cinta kami. Demikian tulis seorang pria yang ingin
berbagi pengalaman.

Beberapa waktu lalu istri saya mengusulkan agar saya berkencan
dengan seorang perempuan lain, besok malam.
"Kamu akan mencintainya," kata istri.
"Apa-apaan sih," protes saya. "Mengapa kamu tidak ikut?"
"Itu acara kamu berdua dia," jawab istri.

Perempuan yang dimaksudnya adalah ibu saya yang telah menjanda
selama 19 tahun belakangan ini. Saya jarang menemuinya karena
kesibukan kerja dan mengurus tiga anak kami.

Malam itu saya telepon ibu, mengajaknya makan malam dan nonton film.
Berdua saja.
"Ada apa dengan istrimu?" kata ibu dari ujung telepon.

Ibu saya adalah tipe yang selalu curiga kalau menerima telepon di
tengah malam atau undangan yang datangnya tiba-tiba. Bagi dia, itu
pasti akan membawa berita buruk.

"Saya pikir, pasti akan menyenangkan kalau kita sekali-sekali ke
luar berdua saja," jawab saya.
"Ibu mau sekali," jawabnya setelah terdiam beberapa lama. Aha, dia
masih curiga.
Besok malam, sepulang kantor saya ke rumah ibu. Dia terlihat agak senewen tapi berdandan resmi sekali. Ibu jelas telah menata rambutnya di salon, dan dia memakai gaunnya yang terbaik. Gaun yang dipakai pada pesta ulangtahun perkawinan yang terakhir ketika ayah masih hidup.

Ibu menyambut saya dengan senyum lebar.
"Saya bilang ke kawan-kawan tentang rencana kita ini.
Mereka semua kaget dan merasa ikut senang seperti ibu sekarang," kata ibu seraya masuk mobil.
"Mereka bilang besok pagi ingin tahu ceritanya."
Kami pergi ke restoran yang agak mahal. Suasananya elegan, menyenangkan.
Ibu menggandeng lengan saya ketika memasuki ruangan, persis seperti
First Lady. Jalannya anggun.

Saya harus membacakan daftar menu karena ibu tak bisa lagi membacanya walau dengan kacamata tebal. Ketika sedang membaca daftar itu, saya berhenti sejenak menengok ke ibu.
Dia sedang memandangi saya dengan senyum kasih.
"Dulu, ibu yang membacakan kamu daftar menu ketika kau masih kecil,"
katanya.
"Sekarang ibu santai saja. Giliran saya yang melayani ibu," jawab
saya.

Sambil makan, kami membincangkan banyak hal sehari-hari. Tidak ada
topik yang istimewa tapi obrolan mengalir saja sampai-sampai kami
terlambat untuk menonton film.
Mengantarnya pulang, di muka pintu ibu berkata, "Ibu mau pergi lagi
dengan kamu, tapi lain kali ibu yang bayar." Saya setuju.

"Bagaimana kencanmu?" tanya istri saya di rumah.
"Sangat menyenangkan. Lebih dari yang saya duga.
Tadinya tidak tahu mau ngomong apa."

Beberapa hari kemudian, ibu meninggal karena serangan jantung.
Begitu tiba-tiba kejadiannya, saya tidak sempat berbuat apa-apa
untuk menolongnya.

Satu minggu berlalu, sepucuk surat tiba dari restoran tempat ibu dan
saya makan malam. Surat itu dilampiri kopi tanda lunas. Ada selembar
kertas diselipkan di situ, tertuliskan:

"Ibu sudah bayar makan malam kita karena rasanya tak mungkin kita
makan bersama lagi. Walaupun begitu, ibu sudah bayarkan untuk dua
orang, barangkali untuk kau dan istrimu. Anakku, besar sekali arti
undanganmu malam itu."

Pada detik itulah saya mengerti apa pentingnya arti bahwa kita
mengatakan kepada orang-orang yang kita sayangi mengenai perasaan
kita itu.

Tidak ada hal yang lebih penting dalam hidup daripada Tuhan dan
keluarga.
Berikan waktu Anda untuk mereka, jangan sampai terlambat untuk
mengatakan 'nanti'

kaitar
25-08-2006, 10:01
Tambah lagi ya.. Cerita ini sudah lama kudapatkan..

MBOK NARTI
Publikasi 27/02/2003 09:45 WIB


Mbok Narti
Begitu kami sekeluarga memanggilnya. Usia-nya sudah 60 tahun namun
kegagahan dan kegesitannya justru membuat sosoknya terlihat 10 tahun lebih
muda. Mbok Narti baru bekerja beberapa minggu di tempat kami. Seorang
tetangga membawanya ke rumah ibu ketika mengetahui bahwa kami membutuhkan
asisten di rumah kami. Ayah yang sudah sakit dalam 8 bulan terakhir tentu
menyita waktu ibu untuk mengurusnya. Alhasil pekerjaan rumah tangga
sedikit 'keteteran' karena kami bekerja seharian di luar rumah.

Alhamdulillah, kami dapat bernafas lega ketika mendapatkan bantuan mbok
Narti ini. Setiap ba'da shubuh dia sudah rajin bekerja dari mencuci,
memasak dan menyetrika. Mbok Narti tidak pernah mengijinkan ibu untuk
membantunya, alih-alih mbok Narti menyarankan ibu untuk konsentrasi
menyiapkan dan mengurus keperluan ayah yang sedang sakit.

Mbok Narti hidup sebatang-kara di dunia ini, begitu informasi yang kami
dapatkan lewat tentangga. Dia tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya
dengan jelas. Mbok Narti, sosok baru di rumah kami ini langsung menjadi
idola. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Pekerjaan dia selesaikan
dengan giat dan gesit. Setiap malamnya tidak pernah dilewatkan mbok Narti
dengan bersimpuh di hadapan Sang Khaliq. Selalu khusyuk dalam sujud dan
do'a-nya.

Dan suatu hari, setelah hampir tiga minggu mbok Narti bekerja di rumah
kami. Tiba-tiba kami kedatangan seorang tamu. Seorang dokter dari Jakarta.
Awalnya kami agak terkejut dengan maksud dan tujuan dokter tersebut untuk
menjemput mbok Narti. Astaghfirullah, kami sempat bersu'udzon tentang
sesuatu hal yang buruk yang pernah terjadi kepada si mbok ketika bekerja di
Jakarta dahulu. Namun, dokter yang ternyata bekas majikan si mbok tersebut
justru memohon maaf kepada kami untuk menjemput mbok Narti karena si mbok
dirindukan oleh anaknya. Rupanya putera si dokter meminta ayahnya untuk
datang ke rumah kami menjemput mbok Narti. Ah, rupanya ada yang merindukan
si mbok di sana.

Si dokter itupun bercerita bahwa anak bungsu-nya tidak mau makan sejak mbok
Narti pulang ke kampungnya. Persis seperti di sinetron-sinetron memang,
namun itulah fakta yang terjadi. Entah apa yang membuat mbok Narti berhenti
bekerja dari rumah si dokter tersebut sebelumnya. Namun dari kehidupan,
tindak-tanduk mbok Narti yang baru beberapa minggu di rumah kami, mbok
Narti adalah sosok yang sangat baik dan mendekati sempurna sebagai asisten
keluarga kami.

Akhirnya kami pun harus melepas mbok Narti dengan berat hati. Walau baru
beberapa minggu bekerja di rumah kami, namun kesan yang ditinggalkan begitu
mendalam. Terus terang, kami tidak pernah mendapatkan asisten rumah tangga
seperti sosok mbok Narti ini.

Satu minggu berlalu sejak kepergian mbok Narti dan tetanga kami yang pernah
mengantarkan si mbok datang untuk mengambil uang gaji mbok Narti yang belum
sempat kami bayarkan. Memang ketika mbok Narti dijemput dahulu, dia
berpesan agar gajinya dititipkan saja ke tetangga kami itu.

Satu hal yang sangat mengejutkan kami adalah ketika si tetangga bercerita
bahwa uang gajinya mbok Narti akan diberikan kepada Yayasan yatim piatu di
kampung mbok Narti. Rupanya selama ini dia menyerahkan seluruh
penghasilannya sebagai asisten kepada si tetangga untuk diberikan kepada
Yayasan tersebut setiap bulannya. Bagi si mbok, dengan bekerja di suatu
tempat, mendapat jaminan tempat berteduh, mendapat makan, itu sudah lebih
dari cukup buat dia. Sedang penghasilannya (gajinya) dia anggap sebagai
rejeki anak-anak yatim itu.

Subhanallaah... dalam asma Allah dan hati yang bergetar penuh haru,
ternyata baru kami sadari bahwa kami ini bukan apa-apa dibandingkan dengan
mbok Narti. Setiap saat kami hanya memikirkan diri kami sendiri. Setiap
saat kami hanya memikirkan makan apa besok, membeli baju dan kosmetika,
rencana liburan dan hal lain yang tak bukan hanya untuk keperluan diri kami
sendiri. Di sisi lain mbok Narti yang 'cuma' sebagai asisten rumah tangga
yang mungkin gajinya tidak seberapa untuk ukuran orang yang mampu, justru
dia sumbangkan semuanya -semuanya!- kepada orang-orang yang tidak mampu.

Ah, lewat mbok Narti kami seakan di'sentil' Allah agar cepat-cepat membuka
mata dan hati kami yang selama ini tertutup, bahwa hidup ini bukan hanya
untuk hari ini dan esok. Bahwa hidup ini bukan hanya untuk sekedar mencari
makan dan belanja pakaian. Namun, hidup ini justru menjadi lebih berarti
ketika kita dapat membagi kebahagiaan kita kepada orang lain.

Mbok Narti,
Sungguh teladanmu melorotkan tulang-tulang kesombongan kami...
Sungguh kerendah-hatianmu meruntuhkan keangkuhan kami...
Sungguh kedalaman sujud-sujud malammu, menggetarkan sukma kami...
Sungguh kedermawananmu membuat kami malu di hadapan Tuhan kami,
Astaghfirullaah.
Sungguh, kami merindukanmu mbok.

kaitar
25-08-2006, 10:19
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Madi. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Madi lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Madi bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun, sesaat kemudian, Madi meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan tang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".

Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat.
Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Madi lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Madi. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Madi maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Madi terdiam.
"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Madi.

Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan

kaitar
25-08-2006, 10:54
HADIAH CINTA

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan
penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia
membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu
itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik
memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa
kedua belah telinga!

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi
seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang
tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke
rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia
tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak
lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar
mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun
disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang
musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya
mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja
lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa
mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan
sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia
mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu
mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya
pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak
lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia
mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah
sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata
sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat
musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima
banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun
menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah,
aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua
padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum
membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa
membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah
terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum
saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia.
Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di
hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya
yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah
membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya
sehingga tampaklah ... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu
pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,"
bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah
kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di
dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa
terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati
tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada
apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. (diadaptasi dari
unknown. Terima kasih untuk siapa saja yang telah menulis cerita indah
ini - Editor)

Fiend
25-08-2006, 17:51
thanks bwat yang dah ngasih GRP, sangat membantu neh bwat memotivasi untuk memberikan post yang berkwalitas, sumbernya bisa dari berbagai macam, pokoknya kalo ketemu pasti di posting deh....
Gw suka thread ini karena bisa memberikan pelajaran yang sangat bermanfaat

Fiend
25-08-2006, 19:30
Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota.
Ada sebuah kisah Natal yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil.
Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya.
Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada dikantong. Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.
Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin.
Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata:
"Saya
harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apapun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur disini."
Setelah mencium bayinya ia pergi. Dan ia tidak pernah kembali.
Tak seorangpun yang tahu pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika.
Selama beberapa hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, dan bila malam tidur diemperan toko itu. Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, dan jadilah mereka pengemis disana selama 6 bulan berikutnya.
Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja.
Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka. Suatu pagi ia berpesan pada anak gadisnya, agar ia tidak kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat.
"Dalam beberapa hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, dan kita tidak lagi tidur dengan angin dirambut kita".
Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya, di sebelahnya ia meletakkan sepotong roti, kemudian, dengan mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, dimana ia bekerja sebagai pemotong kulit.
Begitulah kehidupan mereka selama beberapa hari, hingga dikantong sang Ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh.
Dengan suka cita ia menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, dan membayar uang muka sewa kamarnya. Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa, dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota.
Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya dan membawanya kesebuah rumah mewah dipusat kota.
Disitu gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun. Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona, dan mereka memanjakannya dengan amat sangat. Di tengah-tengah kemewahan istana itulah gadis kecil itu tumbuh dewasa.
Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun ia pergi. Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya, dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat.
Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif digereja, dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo.
Setahun setelah perkawinan mereka, ayahnya wafat, dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah di kota itu.
Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu.
Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, dan di laci meja kerja ayahnya, ia melihat selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri.
Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam. Sesuatu ditelinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang.
Ia mengambil kaca pembesar dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian ia membuka lemarinya sendiri, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu sesuatu terbungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan dan bukan emas murni.
Ibunya almarhum memberinya benda itu sambil berpesan untuk tidak kehilangan benda itu.
Ia sempat bertanya, kalau itu anting-anting, dimana satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting-anting itu didekat foto.
Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang.
Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri.
Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat, belum pernah dilihatnya sama sekali.
Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanyaannya, misalnya: kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya,kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.
Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat dibenaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dinginnya sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu.
Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama. Matanya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca koran:
"Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkin ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun?".
Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna.
Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, kantor surat kabar dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan-yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badan sosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.
Bulan demi bulan lewat, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya.
Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu dinegeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah.
Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah.
Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian mereka.
Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad. Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang.
Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian.
Saat itu waktu sudah memasuki masa Natal.
Seluruh negeri bersiap untuk menyambut hari kelahiran Kristus, dan bahkan untuk kasus Serrafona-pun, orang tidak lagi menaruh perhatian utama.
Melihat
pohon-pohon terang mulai menyala disana-sini, mendengar lagu-lagu Natal mulai dimainkan ditempat-tempat umum, Serrafona menjadi amat sedih.
Pagi, siang dan sore ia berdoa:
"Tuhan, saya bukannya tidak berniat merayakan hari lahirmu, tapi ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup saya 'temukan saya dengan ibu saya' ". Tuhan mendengarkan doa itu.
Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ketempat itu, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka. Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu. Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya.
Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang, dan malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik.
Mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu.
Semalaman Serrafona tidak bisa tidur.
Untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa ibunya masih hidup sekarang, dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.
Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. "Tuhan maha kasih, Nyonya, kalau memang Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu Nyonya.
Hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak banyak lagi." Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh dan banyak angin.
Rumah-rumah disepanjang jalan itu tua-tua dan kusam.
Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan. Dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi kejalanan berikutnya yang lebih kecil lagi.
Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan.
Tubuh Serrrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu.
"Lekas, Serrafonna, mama menunggumu, sayang".
Ia mulai berdoa: "Tuhan beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja".
Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: "Tuhan beri saya sebulan saja".
Mobil belok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka.
Ia mendengar lagi panggilan mamanya, dan ia mulai menangis: "Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan".
Ketika mereka masuk belokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat. Jalan itu bernama Los Felidas.
Panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung.
Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan kantong-kantong plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak-gerak. Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya dan
3
mobil polisi.
Di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis-pengemis yang segera memenuhi tempat itu.
"Belum bergerak dari tadi." Lapor salah seorang.
Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun.
Suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya.
"Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu."
Serrafona memandang tembok dihadapannya, dan ingat saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kakinya dan ingat ketika ia belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkannya pada masa kecilnya.
Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat.
"Tuhan", ia meminta dengan seluruh jiwa raganya, "Beri kami sehari, Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberinya tahu bahwa selama
25 tahun ini hidup saya amat bahagia. Jadi mama tidak menyia-nyiakan saya".
Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu kedadanya.
Wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda.
"Mama....", ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang ditunggunya tiap malam - antara waras dan tidak - dan tiap hari - antara sadar dan tidak
- kini menjadi kenyataan.
Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas. Perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebentuk anting-anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk, dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.
"Mama, saya tinggal di istana dan makan enak tiap hari. Mama jangan pergi dulu. Apapun yang mama mau bisa kita lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur, ingin bertamasya, apapun bisa kita bicarakan. Mama jangan pergi dulu... Mama..."
Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: "Tuhan maha pengasih dan pemberi, Tuhan..... satu jam saja.......satu jam saja....." Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia.

Fiend
25-08-2006, 21:02
thanks bwat yg baru aja ngasih neh rewardnya:


kegiatan untuk menentang aborsi, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi. Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka.

Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya.

Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini.

Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.

Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka.
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi Keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan nyawa saudaranya. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya.

hendito
26-08-2006, 02:25
TRUE LOVE…

Apakah telapak tangan anda berkeringat, hati anda deg-degan, suara anda nyangkut di dalam tenggorokan anda?
–Hal itu bukanlah cinta, tapi suka

Tangan anda tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya?
–Hal itu bukanlan cinta, tapi birahi

Apakah anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang?
–Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur

Apakah anda menginginkannya karena anda tahu dia akan selalu di samping anda?
–Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian

Apakah anda masih bersama dia karena semua orang menginginkannya?
–Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan

Apakah anda menerima pernyataan cintanya karena anda tidak mau menyakiti hatinya?
–Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan

Apakah anda bersedia untuk memberikan semua yang anda sukai deminya?
–Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati

Apakah anda mengatakan padanya bahwa dia adalah satu satunya hal yang anda pikirkan?
–GOMBAL

Apakah anda masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan dan sangat membutakan?
–Itulah cinta

Apakah anda masih menerima kesalahannya, karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya?
–Itulah cinta

Apakah anda tertarik pada orang lain tapi masih bersamanya dengan setia?
–Itulah cinta

Apakah anda rela memberikan hati anda, kehidupan anda, dan kematian anda?
–Itulah cinta

Apakah hati anda tercabik bila dia sedih?
–Itulah cinta

Apakah anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar?
–Itulah cinta

Apakah matanya melihat hati anda yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa anda secara dalam sekali sampai terasa nyeri?
–Itulah cinta

Sekarang, kalau kita tahu bahwa cinta itu menyakitkan dan menyiksa kita sebegitu rupa, lalu kenapa kita masih juga mencintai? Kesakitan ini……penderitaan ini..????
Mengapa hal ini adalah hal yang kita cari dan ingini???? Semua penyiksaan ini, sebuah kematian terhadap ego dan kepribadian sendiri? Mengapa??????? Semua ini disebabkan oleh………. CINTA

hendito
26-08-2006, 02:25
Memahami Cinta

Cinta Sejati Itu Adalah ….

Pernahkah kamu merasakan….
Bahwa kamu mencintai seseorang….
Meski kamu tahu ia tak sendiri lagi….
Dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas….
Tapi kamu tetap mencintainya….

Pernahkah kamu merasakan….
Bahwa kamu sangguh melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai….
Meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi….

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta….
Tersenyum kala terluka….
Menangis kala bahagia….
Bersedih kala bersama….
Tertawa kala berpisah….
Aku pernah….
Aku pernah tersenyum meski kuterluka….
Karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku….
Aku pernah menangis kala bahagia….
Karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja….

Aku pernah bersedih kala bersamanya….
Karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti….
Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya….
Karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki….
Dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku….

Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang Cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.

Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari orang tua… sahabat.. kekasih dan Akhirnya pasangan hidupnya….

Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah.. karena cinta itu sangat indah.
Semoga kalian selalu berbahagia….

Buat temanku yg sedang terluka karena cinta….
Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar….
Satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit….
Tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya….
Bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu….

Buat temanku yang tidak percaya akan cinta….
Buka hatimu jangan menutup mata akan keindahan….
Yang ada di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia….

Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah….
Karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab….
Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu….

Buat temanku yang mempermainkan cinta….
Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan….
Cinta bukan suatu kehampaan….
Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta….
Dan mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya….

hendito
26-08-2006, 02:26
Kekasih Standar vs Kekasih Sejati

– Kekasih standard selalu ingat senyum di wajahmu

Kekasih sejati juga mengingat wajahmu waktu sedih

– Kekasih standard akan membawamu makan makanan yang enak-enak

Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang kamu suka

– Kekasih standard setiap detik selalu menunggu telpon dari kamu

Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin menelponmu

– Kekasih standart selalu mendoakan mu kebahagiaan

Kekasih sejati selalu berusaha memberimu kebahagiaan

– Kekasih standard mengharapkan kamu berubah demi dia

Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk kamu

– Kekasih standard paling sebal kamu menelpon waktu dia tidur

Kekasih sejati akan menanyakan kenapa sekarang kamu baru telpon?

– Kekasih standard akan mencarimu untuk membahas kesulitanmu

Kekasih sejati akan mencarimu untuk memecahkan kesulitanmu

– Kekasih standard selalu bertanya mengapa kamu selalu membuatnya sedih?

Kekasih sejati akan selalu mananyakan diri sendiri mengapa membuat kamu sedih?

– Kekasih standard selalu memikirkan penyebab perpisahan

Kekasih sejati memecahkan penyebab perpisahan

– Kekasih standard bisa melihat semua yang telah dia korbankan untukmu

Kekasih sejati bisa melihat semua yang telah kamu korbankan untuknya

– Kekasih standard berpikir bahwa pertengkaran adalah akhir dari segalanya

Kekasih sejati berpikir, jika tidak pernah bertengkar tidak bisa disebut cinta sejati

– Kekasih standard selalu ingin kamu disampingnya menemaninya selamanya

Kekasih sejati selalu berharap selamanya bisa disampingmu menemanimu

hendito
26-08-2006, 02:27
Bunga itu………

Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan
bukan hari ulangtahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan
kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena
hari ini ia mengirim aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini. Ini bukan ulangtahun perkawinan kami
atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali (perbuatannya) karena ia mengirim bunga padaku
hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau
hari istimewa lain. Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras
dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali (perbuatannya) semalam, karena hari ini
ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini. Hari ini adalah hari istimewa : inilah
hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam. Kalau saja aku punya cukup
keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan
mendapat bunga lagi hari ini….

Ps : Ini tolong di forward ke sahabat2 kita yg perempuan dibelahan
dunia manapun. Kadang wanita terlalu lemah dan menerima saja untuk
disakiti oleh pria yg dicintainya.

STOP KEKERASAN PADA WANITA!!!

“Aku adalah tiap rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit,
tapi berarti”

hendito
26-08-2006, 02:28
saat aku mulai bisa menerima-mu

Susah beberapa hari, sejak “saat itu”, dan
sekarang, aku sudah bisa mulai menerima
kenyataan yang ada. walau pun sebener nya,
semua itu bener-bener sesuatu yang susah banget
buat aku lupain.

Jujur, aku emang belum bisa ngelupain semua nya
sampai saat ini. tapi setidak nya, aku udah nggak
terus-terusan nangis, sudah nggak terus-terusan
sedih. aku sudah bisa mulai senyum lagi, ketawa
lagi. emang sih, waktu awal-awal senyum dan
tawa yang ada kerasa jadi sesuatu yang bener-
bener kayak maksa banget. tapi… yah itu lah, di
saat rapuh ku itu, bahagia banget masih ada
sahabat-sahabat aku, temen-temen aku dan keluarga
aku yang bener-bener nyuport aku, dan selalu
bilang ” Tenang ya dra, semua bakal baik-baik aja”.
kalimat itu simple banget yah, tapi bener-bener
bisa bikin hati aku tenang banget.

Dan sekarang…
Saat ini…
Saat aku mulai bisa menerima semua kenyataan
yang ada…
Aku tau, aku nggak sendiri…

LOVE

hendito
26-08-2006, 02:29
Aku Ingin Beri Dia Bunga

Aku ingin beri dia bunga…
berdiri menanti di depan pintu
dikala mentari pagi mulai beranjak dari batas langit
ketika tetes embun masih bergayut erat di dedaunan
ketika hati masih sepi dari rasa pedih
ketika pikiran belum terisi hal yang kan menyesakkan dada

Aku ingin beri dia bunga…
seperti kala itu
menyaksikan dirinya terpesona
wajahnya memerah haru
seraya mendekap erat setangkai bunga terbaik
pilihan untuk dirinya yang berharga

Aku ingin beri dia bunga…
sebelum masanya usai
sebelum awan kelabu semakin menghalang pandang
dari langit biru cerah indah

Aku ingin beri bunga…
meraih jemarinya
mengayunkan langkahnya dari balik pintu
berlari kecil seraya menikmati udara pagi yang masih segar
indahnya mentari pagi dan kicau burung
dengan goresan senyum kita berdua

Aku ingin beri dia bunga…
esok pagi aku akan datang
memberikan bunga terbaik
berharap untuk mengulangi masa indah
bersama dirinya
sebelum semuanya mungkin berakhir

hendito
26-08-2006, 02:30
it's all about love ... love melulu

love,peace and gaul .... hehehe

mvx1n
26-08-2006, 14:12
semoga ga repost, soalnya pas ku-search blum ada :)

KEPUASAN ADA DI RASA SYUKUR PELAJARAN BERHARGA

Siang itu tadi temanku tiba-tiba nelpon. Makan siang yuk, ajaknya. Oke,
jawabku. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange
Building.

Selepas SCBD, kami masih belum ada ide mau makan dimana. Ide ke soto Pak
Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai
sebrang-sebrang.

Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Bisa makan di
mobil
soalnya sampai di sana masih sepi. Baru ada beberapa mobil. Kami masih bisa
milih parkir yang enak. Mungkin karena masih pada jumatan. Begitu parkir,
seperti biasa, joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa, minum apa.

Kami pesan dua porsi gado-gado + teh botol. Sambil menunggu pesanan, kami
pun ngobrol. So, ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela
mobil kami, kami agak kaget.
"Semir om?" tanyanya. Aku lirik sepatuku. Ugh, kapan ya terakhir aku nyemir
sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. Saking lamanya. Maklum, aku kan karyawan
sok sibuk...Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia.
Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. Tempat yang
terlihat dari tempat kami parkir. Tempat yang cukup teduh. Mungkin supaya
nyemirnya nyaman.

Pesanan kami pun datang. Kami makan sambil ngobrol. Sambil memperhatikan
pemuda tadi nyemir sepatu ku. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Umur
sekitar 20-an. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Biasanya pemuda umur
segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet,ya jadi pak ogah.
Pandangan matanya kosong. Absent minded. Seperti orang sedih. Seperti ada
yang dipikirkan. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Kadang2 matanya
melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir (sudah mulai ramai).

Lalu pandangannya kembali kosong. Perbincangan kami mulai ngelantur
kemana-mana. Tentang kira2 umur dia berapa, pagi tadi dia mandi apa enggak,
kenapa dia jadi penyemir dll. Kami masih makan saat dia selesai menyemir.
Dia menyerahkan sepatunya pada ku. Belum lagi dia kubayar, dia bergerak
menjauh, menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami.

Mata kami lekat padanya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Menawarkan
jasa. Ditolak. Nyengir. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Pergi ke mobil
satunya. Ditolak lagi. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya.
Menawarkan lagi. Ditolak lagi. Dan setiap kali dia ditolak, sepertinya kami
juga merasakan penolakan itu.

Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan.
Tiba-tiba
kami tersadar. Konyol ah. Who said life would be fair anyway. Kenapa jadi
kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir? Hihihi...

Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Di kejauhan aku masih bisa melihat
pemuda tadi, masih menenteng kotak semirnya di satu tangan, mendapatkan
penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Bahkan, selain penolakan,di
beberapa mobil, dia juga mendapat pandangan curiga.

Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Duduk di atas kotak semirnya.
Tertunduk
lesu...Kami pun selesai makan. Ah, iya. Penyemir tadi belum aku bayar.
Kulambai dia. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Uang
sisa parkir. Lalu kuberikan kepadanya. Soalnya setahu ku jasa nyemir
biasanya 2 ribu rupiah

Dia berkata kalem "Kebanyakan om. Seribu aja".

BOOM. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku.
It-just-does-not-compute-with-my-logic!
Bayangkan, orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya.

Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rupiah yang dia
kembalikan. Se-ri-bu Ru-pi-ah. Bisa buat apa sih sekarang? But, dia merasa
cukup dibayar segitu. Pikiranku tiba-tiba melayang. Tiba-tiba aku merasa
ngeri. Betapa aku masih sedemikian kerdil. Betapa aku masih suka merasa
kurang dengan gaji ku. Padahal keadaanku sudah sangat jauh lebih baik dari
dia.

Tuhan sudah sedemikian baik bagiku, tapi perilaku-ku belum seberapa
dibandingkan dengan pemuda itu, yang dalam kekurangannya, masih mau memberi,
ke aku, yang sudah berkelebihan.

Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga.
Siang ini aku seperti diingatkan.
Bahwa kejujuran itu langka.
Bahwa kepuasan itu adanya di rasa syukur.

hendito
26-08-2006, 20:16
“Tidak apa-apa, kan masih ada hari esok”

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam
keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya.
Tetapi,
dia
selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain,
mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah
kesukaannya.

Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu
berkata,
“Tidak apa-apa, besok kan bisa.”
Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia
belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu
wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia
anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman
baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil
inisiatif
untuk
minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, “Tidak
apa-apa,
besok kan bisa.”

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya
lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi
mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena
dia
masih
punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan
segala
sesuatu
bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua
teman-temannya
yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek
yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya.
Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke
posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak
pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu
berkata, “Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka.” Ini
tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman
sekerja selalu mau diajak keluar.

Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon
teman-temannya.
Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar
dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga
untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan
juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena
istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya
kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu”,
tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, “Tidak apa-apa, saya
pasti besok akan mengatakannya.”

Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun
anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada
anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah
benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam
kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia
sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang
fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum
sempat
berkata “Aku cintakamu”, istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki
itu
remuk
hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah
kematian
istrinya.

Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau
berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun
keluarganya
masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di
masa
lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang
menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang
semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50,
60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii,
New
Zealand,
dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya
untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu
sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang
merawatnya.
Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia
rasakan
sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata
kepadanya, “Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu….”
Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir,
Dia meninggal dunia dengan airmata dipipinya.

Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak
pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar
menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh.

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!

Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan
ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu
ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan
tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari
baru
akan
memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.

Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “besok”
akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah
meninggalkanmu.

Jangan tunda kirim message ini ke sahabat-sahabat anda…..
Atau….masih ada hari esok…….

hendito
27-08-2006, 20:22
Lelaki Sejati bukanlah…

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya
yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada
orang disekitarnya….

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya
yang lantang, tetapi dari kelembutannya
mengatakan kebenaran…..

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah
sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap
bersahabatnya pada generasi muda
bangsa…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
bagaimana dia di hormati ditempat bekerja,
tetapi bagaimana dia dihormati didalam
rumah…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
pukulan, tetapi dari sikap bijaknya
memahami persoalan…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya
yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik
itu…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
banyaknya wanita yang memuja, tetapi
komitmennya terhadap wanita yang
dicintainya…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah
barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya
dia menghadapi lika-liku kehidupan…

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya
dia menjalankan apa yang ia baca…

Fiend
27-08-2006, 20:25
@hendito
lagi banyak inspirasi neh

hendito
27-08-2006, 20:29
Saya mesti banyak belajar

Saya belajar Lagi

Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti
saya harus benci dan berlaku bengis….

Saya belajar,
bahwa mencintai seseorang tidak selalu harus memiliki…

Saya belajar,
Betapa pedihnya hati dua insan yang saling mengasihi namun
tak dapat
saling memiliki…

Saya belajar,
betapa pedihnya berpisah dengan orang yang saya kasihi…

Saya belajar,
bahwa saya tidak boleh menyalahi siapa2 dalam menghadapi
kegagalan
namun justru mengambil hikmah untuk dapat mengatasinya…

Saya belajar,
bahwa pengalamn adalah guru yang paling baik…

Saya belajar,
bahwa kesalahan ataupun kegagalan merupakan bagian dari
kehidupan
yang kadang-kadang tak dapat dihindari namun diusahakan
supaya tidak
terulang kembali…

Saya
belajar
saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun
kepercayaan dan
hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya….

Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya
dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu
terbaik…

Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh
walau dipisahkan oleh jarak yang jauh,
beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati….

Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti
yang saya inginkan,
berarti bahwa dia tidak mencintai saya….

Saya belajar,
bahwa apabila seseorang telah melukai perasaan saya dan
minta maaf….
saya harus memaafkannya…walaupun kadang2 sulit untuk
melupakannya…

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang
lain… kalau
tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus…

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang untuk mencintai saya,
saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya
cintai..

Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,
tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya
telah lakukan..

Saya belajar
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda…

Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki
tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya…

Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia
ini,
semua butuh proses dan pertumbuhan…

Saya belajar,
bahwa saya masih harus banyak belajar …!!!

hendito
27-08-2006, 20:34
ARTI MEMILIKI………..

cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa
persahabatan…..yang satu selalu menjadi penyebab yang
lain dan prosesnya…adalah irreversible……

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat.
Jika engkau mencintai seseorang, jangan berharap bahwa
seseorang itu akan mencintaimu persis sebaliknya dalam
kapasitas yang sama.

Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain
akan dirasa kurang……….. Begitu juga dalam cinta:
engkau yang mencari, dan yang lain akan menanti……

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta…. mungkin akan
begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan engkau
sakit dan menderita….. tapi jika engkau tidak mengikuti
kata hati, pada akhirnya engkau akan menangis…….jauh
lebih pedih…karena saat itu menyadari bahwa
engkau tidak pernah memberi….cinta itu sebuah jalan.

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah
komitmen….Perasaan bisa datang dan pergi begitu
saja……
Cinta tak harus berakhir bahagia…..karena cinta tidak
harus berakhir…..
Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan….dan
mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak
datang dari bibir dan lidah atau pikiran………melainkan
dari HATI.

Ketika engkau mencintai, jangan mengharapkan apapun
sebagai imbalan, karena jika engkau demikian, engkau bukan
mencintai, melainkan…..investasi.

Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima
penderitaan. Karena jika engkau mengharap kebahagiaan,
engkau bukan mencintai, melainkan…. memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama
seseorang yang engkau cintai daripada kehilangan seseorang
yang engkau cintai, karena egomu yang tak berguna
itu……..

Jangan mencintai seseorang seperti bunga,karena bunga
mati kala musim berganti, cintailah mereka seperti sungai,
sebab sungai mengalir selamanya……..

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan
kepingan2 kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu, bahwa Ada
seseorang yang akan bersedia untuk menambal lukamu dengan
mengumpulkan kembali pecahan2 kaca itu…..

Sehingga engkau akan menjadi utuh kembali……
So…..berjuanglah hingga dapat cinta sejati, OK
God Bless U 4-ever

hendito
27-08-2006, 20:43
bagaimana seh mencintai tuh

Begitu jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya….
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan
janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa….
Anggaplah dia manusia biasa.
Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan
mudah bagi kamu untuk menerimanya…. akhirnya kamu kecewa dan
meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi
hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya….
Tak seorangpun sempurna, sampai saat dimana
kamu jatuh cinta padanya.
Cinta dimulai dengan sebuah senyuman,
membesar dengan ciuman dan
berakhir dengan air mata.
Janganlah pernah menangis untuk seseorang
yang tidak mampu menangis untuk kamu.
jika kamu telah bertemu dengan
seorang insan…..
yang pasti membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu. Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, coba
membandingkannya
dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia
menjadi milik orang lain.

KAMU JUGA YANG AKAN MENYESAL !!!!!!!!!!!

hendito
27-08-2006, 20:47
Missed Calls!!!

Sekali lagi hp-ku berbunyi. Itu pasti dari ceweku. Pada awalnya aku merasa kesal. Karena dia selalu mematikannya sebelum sempat aku menjawab. Tahu nggak sih dia kalo aku kangen. Setiap aku lagi sibuk dengan tugasku atau lagi didepan computer asyik edit source web, pasti dia menelpon dan… mematikannya lagi. Selalu begitu, padahal kan aku capek lari-lari ngambil hp yang kutinggal di kamar, lagi dicharge.

Pesannya yang selalu diai bilang aku nggak boleh nelpon dia, "Sayang ga usah telpon ya, mahal. Cukup sms aja yakh ". Iya sih, aku nggak mungkin sebentar kalo lagi smsan ma dia, apalagi kalo lagi kangen. Aku bilang mau telpon rumahmu aja, katanya, "Sayang, ga enak ma papa neh, papa lagi cuti jadi dirumah terus, maaf yakh sayang, I Love U.”

Yakh hampir tiap hari smsan ma dia. Kalo dia lagi miscall, aku harus angkat misscallnya, entah lagi tidur, lagi kuliah. Kalo telat jawab atau ga ada jawaban, dari aku diapun baru sms, "Kamu kemana aja sikh?" Emang! Dia paling suka miscall aku hampir tiap hari, jam berapapun, smsnya pun bisa dihitung ga sampe 10 sms per hari. Kemarin aja karena aku kangen banget iseng-iseng aku miscall dia. Dan dia nulis sms, “Ass,Sayang"! Sayang aq baru jemput mama nih, kamu miscall aq yakh? Maaf yakh aq ngga angkat. Kamu sedang apa? Sama siapa? Dimana Sayang? Waduh aq cape bwanget nikh"”. Udah?! Pasti selalu pertanyaan & isi smsnya seperti itu?! Nggak ada spasi?! Aku bales aja lagi, �lagi dikosan. Ma temen2 lagi nonton tv, diluar hujan & dingin jadi aku dikosan aja, kamu lagi apa?sudah maem&sholat sayang?� Eee dia bales, �Belum, lagi males nikh?????�. Huh, benci deh… tapi rindu…

Hari ini aku mogok ah. Nggak akan aku hampiri hp-ku walaupun berbunyi, kalau perlu aku bikin silent. Nggak akan aku cek siapa yang nelfon.

Pokoknya aku kesel. Dan bener. Hp-ku menunjukkan adanya telfon masuk kemudian mati. Sekali lagi ada yang masuk kemudian mati lagi. Dan begitu seterusnya hingga dari pagi tadi sampai malam ini aku lihat di layar hp-ku �5 missed calls�. Dalam hati aku nggak mau cek ah siapa yang nelfon. Good night, aku mau tidur.

Dari terakhir aku lihat hp-ku sampe pagi ini, missed call-nya nambah jadi 30. Dan benar, semuanya dari ceweku. Udah 4 hari, aku kangen berat nih. Tapi aku mau sok cool. Namun apa daya� wajahnya yang cantik dan tampak ceria bertemu denganku membuat aku luluh. �Terima missed call-ku nggak?� katanya. Langsung aku jadi inget dan kesel. �Niat nelfon gak sih?�. ceweku mengetahui gelagatku yang mulai mau ngambek. Tapi… dasar pacarku! Bijaksana! Dan romantis! �Sini sayang, aku kasih tau sesuatu� katanya.

Aku duduk di sebelahnya dengan cemberut namun ia malah merangkulku. Dia bertanya berapa kali dia missed call aku. Aku jawab dengan ketus lebih dari 20 sehari, total 4 hari 100 missed calls. Tapi dia malah tersenyum dan menyandarkan kepalaku di bahunya.

�Kamu tau nggak, sayang? Sebenernya aku pingin lebih dari 100 kali sehari missed call kamu.�

Aku jadi bingung dibuatnya. Udah tau aku kesel dengan semua missed call-nya, lebih dari 20 lagi sehari, malah mo nambah jadi 100. �Maksud kamu apa missed call missed call aku?� kataku sebel tapi bingung.

�Yaaa� aku cuma pingin kamu tau, kalo aku masih bisa mencet hp, berarti aku masih hidup dan sehat. Dan… supaya kamu tau… kalo aku kangen juga sama kamu…�

Hi hi hi akhirnya dia ngomong juga.�Kalo kangen tuh nelfon.� sahutku tetap sok cool tapi hepi. �Ya itu aku nelfon. Missed call lagi.� katanya santai.

Saat aku sedang asyik didepan komputerku, tiba-tiba hp-ku berbunyi di kantong celanaku, sengaja ku set VIP call, biar kalo lagi denger ringtone itu pasti dari ceweku. Aku menoleh dan melihat ceweu sedang tersenyum. Aku cek layar hp-ku. 1 missed call, Ceweku yang Cantik. Aku baca sekali lagi… missed call. Dan aku baru mengerti. Aku missed call balik dia. Dan dia tersenyum.



Missed call… bukan panggilan tak terjawab� tetapi telefon kerinduan…

100 missed calls… berarti… kerinduannya untukku… 100 kali lipat�

miss u so much……..wait me for success be a great man

-----------------
based on my true story .... bandung tiris pisan ayeuna euy ... really miss her .. hunny i really need U NOW!!! ... hiks hiks

hendito
27-08-2006, 20:51
Apakah Cinta itu?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Fiend
27-08-2006, 20:55
1000 Burung Kertas

Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat girl, menggantungkannya di dalam kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya. Waktu itu, girl dan boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua.... Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!! Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa.....

Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah...!! Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Sudah lewat beberapa tahun... Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya. Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tuanya Girl.. Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos.

Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut. Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua orang tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman.

Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Boy, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.Orang tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu.

Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah..

Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.[


kayaknya dah ada yg ngepost, tapi mayan lah bwat nambah2

hendito
27-08-2006, 21:15
kau lagi

kau kembali hadir.....
dalam mimpi -mimpi malamku
membuka kembali cerita usang
yang t'lah berlalu

apa sebenarnya yang kau cari
semua t'lah hilang,tak tersisa
seiring kata terakhir yang terucap
akhiri semua yang pernah terjadi

andai kau tahu....
hati ini t'lah jauh meninggalkanmu
tak pernah kembali berharap
agar kau ada disampingku

hendito
27-08-2006, 21:16
masih kau lagi

mengapa kau masih belum pergi
dari hati dan juga hari-hariku
masih tetap mengusik rasa yang telah usai


tidakkah kau merasa...
bahwa semua telah berakhir
ketika kita tak lagi bersama
habiskan waktu,memandang indahnya bulan yang bersinar


hm...hm......
semoga kau dapat mengerti........

hendito
27-08-2006, 21:17
Aq masih tidak mengerti akan arti "CINTA"

Aq selalu ada disaat dia membutuhkanku
Tp disaat aq benar2 membutuhkan perhatiannya
Dia menghilang .. ntah kmana

Terkadang Aq benci dia tapi ....
Disaat aq mendengar suaranya, rasa sayangku melebihi rasa benciku padanya ....

Dia bilang sayang ...
dan Dia bilang cinta pada diriku
Dia juga bilang ta' mau kehilangan diriku
Tapi aq bingung inikah arti cinta baginya ..
Dia datang padaku disaat membutuhkan pertolonganku ...

Aq bingung ...
Apakah aq harus mencintainya ato membencinya ...

Yang aq tau skarang .....
Aq tak bisa melupakannya ...
Aq tak bisa membuang rasa ini jauh2 ....
Aq tak bisa ....tak bisa...tak bisa. ...

hendito
27-08-2006, 21:24
AYAH, AKU INGIN BELI WAKTUMU

Seorang bapak kembali pulang telat dari tempatnya bekerja, merasa letih.
Mendadak sudut matanya melihat anaknya yang berumur 5 tahun berdiri di
depan pintu kamarnya. Takut-takut menatap sang ayah.

"Ayah, bolehkah aku menanyakan sesuatu?", tanya anak, mengerjap-ngerjapkan matanya yang bulat bening.
"Ya, Tentu saja. Apakah yang akan kau tanyakan ?" jawab bapaknya.
"Ayah, berapa uang yang Ayah dapatkan dalam satu jam?"
"Itu bukan urusanmu! Apa yang membuatmu bertanya seperti itu ?" bapaknya berkata dengan nada tinggi. Agak marah dia rupanya.
"Aku hanya ingin tahu. Berapakah yang ayah terima?" pinta sang anak.
"Jika kamu benar2 ingin tahu, ayah terima $ 20.00 per jam".
"Oh, begitu," angguk sang anak. Sambil mendongak, dia berkata, pelan.
"Ayah, bolehkah aku pinjam $10.00?" sang anak meminta dengan memelas.
"Jika alasan kamu ingin tahu jumlah uang yang ayah terima hanya untukdapat pinjam dan membeli mainan yang tak berguna atau sesuatu yang tidak masuk akal, maka kamu sekarang masuk kamar dan tidur.Apakah kamu tidak berpikir bahwa kamu egois? Ayah bekerja dengan susah payah setiap hari, dan tidak punya waktu untuk mainan anak2," sentak Sang Ayah.
Sang anak mengkerut. Dia tak berkata sepatah katapun. Hanya menunduk dan perlahan berbalik. Sang anak menurut masuk kamar dan menutup pintu. Tapi diam-diam dia menahan agar air matanya tak mengalir jatuh.

Sang ayah duduk dan semakin marah karena pertanyaan anaknya. Beraninya dia menanyakan pertanyaan hanya untuk mendapatkan uang. Namun setelah lebih dari satu jam, sang ayah sudah tenang dan mulai berpikir bahwa dia agak keras terhadap anaknya. Mungkin anaknya membutuhkan sesuatu yang dia ingin beli dengan uang $10.00 tersebut, dan dia juga jarang meminta uang. Sang ayah pergi ke kamar anaknya dan pintunya dibuka.

"Sudah tidur, anakku?" dia bertanya.
"Tidak ayah, saya masih terjaga," jawab anaknya, ragu-ragu.
"Ayah berpikir, mungkin ayah terlalu keras terhadap kamu barusan", kata sang ayah. "Hari ini hari yang berat dan ayah melampiaskannya kepada kamu. Ini $ 10.00 yang kamu pinta," ucap Sang Ayah, berusaha tersenyum.
Sang anak bangun dan menyalakan lampu.
"Oh, terima kasih ayah!" sang anak berteriak kegirangan.
Kemudian, dia mengambil sesuatu dari bawah bantalnya dan ternyata isinya uang. Sang ayah melihat anaknya sudah mempunyai uang, kembali emosinya naik. Hendak marah. Sang anak menghitung dengan perlahan uangnya, kemudian menatap ayahnya.
"Kenapa kamu meminta lagi uang jika kamu sudah punya?" gerutu ayahnya
"Karena belum cukup, tapi sekarang aku sudah punya cukup uang", balas sang anak. "Ayah, saya punya $ 20.00 sekarang. Bolehkah aku beli satu jam dari waktumu?"

hendito
27-08-2006, 21:24
Burung gagak

Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja
menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di
halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon.
Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah
benda tersebut?"

"Burung gagak", jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi
lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar
jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras, "Itu burung gagak
ayah!" Tetapi sejenak kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang
sama.Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan
diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih keras, "BURUNG GAGAK!!"
Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi
mengajukan pertanyaan yang sama sehingga membuatkan si anak kehilangan
kesabaran dan menjawab dengan nada yang! ! ogah-ogahan menjawab
pertanyaan si ayah, "Gagak ayah.......".

Tetapi kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian si
ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan pertanyaan
yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar kehilangan kesabaran dan
menjadi marah. "Ayah!!! saya tidak mengerti ayah mengerti atau tidak.
Tapi sudah lima kali ayah menanyakan pertanyaan tersebut dan sayapun
sudah memberikan jawabannya. Apakah yang ayah ingin saya katakan????
Itu burung gagak, burung gagak ayah.....", kata si anak dengan nada
yang begitu marah.

Si ayah kemudian bangkit menuju ke dalam rumah meninggalkan si
anak yang terheran-heran. Sebentar kemudian si ayah keluar lagi dengan
membawa sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada
anaknya yang masih marah dan bertanya-tanya. Ternyata benda tersebut
sebuah diari lama. "Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam
diari itu", pinta si ayah.

Si anak taat dan membaca bagian yang berikut ......
"Hari ini aku di halaman bersama anakku yang genap berumur lima
tahun.Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk
ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apakah itu?" Dan aku
menjawab, "Burung gagak".
Walau bagaimanapun, anak ku terus bertanya pertanyaan yang sama
dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sampai 25 kali
anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayang aku terus
menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap bahwa
hal tersebut menjadi suatu pendidikan yang berharga."

Setelah selesai membaca bagian tersebut si anak mengangkat muka
memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu. Si ayah dengan perlahan
bersuara, " Hari ini ayah baru menanyakan kepadamu pertanyaan yang
sama sebanyak lima kali, dan kau telah kehilangan kesabaran dan
marah."

Pesan moral cerita ini ialah jagalah hati kedua ibu bapakmu. Jangan
sakiti hati mereka, karena merekalah yang telah merawat kamu di waktu
kecil, dengan belaian kasih sayangnya, yang mengorbankan semua yang
dimilikinya. Mereka merawatmu dengan penuh kesabaran dan keihklasan.
Sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.

silver3mbr4nt
28-08-2006, 11:45
Suatu hari seorang guru Sekolah Minggu memberi tugas
kepada murid-muridnya :

" Seperti apa ALLAH Bapa itu ?" "Untuk mudahnya, kalian
harus melihat Dia sebagai seorang papi. " ujar guru
tersebut.

Minggu berikutnya, sang guru menagih PR dari setiap murid.
"Allah Bapa itu seperti dokter!" ujar seorang anak yg
papanya adalah dokter. "Ia sanggup menyembuhkan penyakit
seberat apapun !" "Allah Bapa seperti guru !," ujar anak
lain. "Dia selalu mengajarkan kita utk berbuat yg baik dan
benar."

"Allah Bapa seperti hakim. "ia adil dan memutuskan segala
perkara di bumi"

"Menurut aku, Allah Bapa itu seperti arsitek. Dia
membangun rumah yg indah utk kita di surga !" ucap seorang
anak tidak mau kalah. "Allah Bapa itu pokoknya kaya sekali
deh ! Apa saja yg kita minta Dia punya !" ujar seorang
anak konglomerat.

Guru tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan
sosok Allah Bapa dengan semangat. Tetapi ada satu anak yg
sejak tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban
anak-anak lain. "Eddy, menurut kamu Allah Bapa itu ?",
ujar ibu guru dengan lembut. Ia tahu anak ini tidak
seberuntung anak-anak lain dalam hal ekonomi, dan
cenderung lebih tertutup. Eddy hampir-hampir tidak dapat
mengangkat mukanya, dan suaranya begitu pelan ketika
menjawab, "Ayah saya seorang pemulung....jadi saya
pikir.....Allah Bapa itu seorang pemulung ulung." Ibu guru
terkejut bukan main, dan anak-anak lain protes mendengar
Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai
ketakutan. "Eddy, " ujar ibu guru. "Mengapa kamu samakan
Allah Bapa dengan pemulung ?" Untuk pertama kalinya Eddy
mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum
akhirnya menjawab, "Karena Ia memungut sampah yang tidak
berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia
menjadikan Eddy anak NYA."

Memang, bukankah Dia adalah Pemulung Ulung ? Dia memungut
sampah sampah seperti saya dan anda, menjadikan kita
anak-anakNya, hidup baru bersama Dia.

silver3mbr4nt
28-08-2006, 11:46
> ----------------
> JALUR KERETA API
> ----------------
> Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua
> jalur kereta api.
> Jalur yg pertama adalah jalur aktif (masih sering
> dilewati KA),
> sementara jalur kedua sudah tidak aktif.
>
> Hanya seorang anak yg bermain di jalur yg tidak
> aktif (tidak pernah
> lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di
> jalur KA yg masih
> aktif.
>
> Tiba-tiba terlihat ada kereta api yg mendekat dgn
> kecepatan tinggi
> dan kebetulan Anda berada di depan panel
> persimpangan yg mengatur
> arah KA tsb.
>
> Apakah Anda akan memindahkan arah KA tsbt ke jalur
> sdh tidak aktif
> dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yg
> sedang bermain ?.
>
> Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang
> anak yang sedang
> bermain di jalur KA yg tidak aktif. Atau Anda akan
> membiarkan kereta
> tsb berada di jalur yg seharusnya?
>
> Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa
> yang sebaiknya kita
> ambil ?

> Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan
> arah kereta dan
> hanya mengorbankan jiwa seorang anak.
>
> Anda mungkin memiliki pilihan yg sama karena dgn
> menyelamatkan
> sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang
> anak adlh sebuah
> keputusan yg rasional dan dpt disyahkan baik secara
> moral maupun
> emosional.
>
> Namun sadarkah Anda bhw anak yg memilih untuk
> bermain di jalur KA
> yg sudah tidak aktif, berada di pihak yg benar
> karena telah memilih
> untuk bermain di tempat yg aman? Disamping itu, dia
> harus
> dikorbankan justru krn kecerobohan teman2nya yang
> bermain di tempat
> berbahaya.
>
> Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap
> hari. Di kantor,
> di masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam
> kehidupan
> demokrasi, pihak minoritas harus dikorbankan demi
> kepentingan
> mayoritas
>
> Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak
> mayoritas tersebut.
>
> Nyawa seorang anak yan memilih untuk tidak bermain
> bersama teman-
> temannya di jalur KA yang berbahaya telah
> dikesampingkan. Dan bahkan
> mungkin kita tidak akan menyesalkan kejadian
> tersebut.
>
> Seorang teman yg men-forward cerita ini berpendapat
> bahwa dia tidak
> akan mengubah arah laju kereta karena dia percaya
> anak-anak yang
> bermain di jalur KA yang masih aktif sangat sadar
> bahwa jalur
> tersebut masih aktif.
>
> Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar
> suara kereta
> mendekat.
>
> Jika arah laju kereta diubah ke jalur yg tidak
> aktif maka seorang
> anak yg sedang bermain di jalur tsb pasti akan
> tewas, krn dia tidak
> pernah berpikir bhw kereta akan menuju jalur tsb.
> Disamping itu,
> alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan
> karena jalur
> tersebut sudah tidak aman.
>
> Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak
> aktif, mk kita
> telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam
> kereta.
>
> Dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk
> menyelamatkan
> sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak,
> akan mengorbankan
> lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.
>
> Kita harus sadar bahwa hidup ini penuh dengan
> keputusan sulit yg
> hrs dibuat.
>
> Dan mungkin kita tdk akan menyadari bhw sebuah
> keputusan yang cepat
> tdk selalu menjadi keputusan yg benar.
>
> Satu lagi yang perlu diingat....dalam masyarakat
> kita sekarang ini
> sesuatu yang benar tidak selalu disukai dan sesuatu
> yang disukai
> tidak selalu benar......

silver3mbr4nt
28-08-2006, 11:48
Seperti biasanya setelah usai jam kantor aku
meluangkan sekitar 30 menit atau
lebih sedikit membaca e-mail-2 temen yang
terkirim melalui alamat yahoo yang aku
punya sembari menunggu berkurangnya
kemacetan yang sudah begitu karib menemani
disetiap perjalan pulang pergiku kekantor, setelah
semua email kubaca aku pun
bergegas pulang. Seperti biasa aku pun dengan
setia dan sabar menunggu mobil
idolaku yang selalu lewati tepat depan kantorku
dan yang paling membuat gembira
mobil idolaku selalu berganti-2 setiap hari dan tidak
sulit menemukannya yaitu
Mikrolet.

Tepat dilampu merah, Mikrolet yang aku tumpangi
berhenti dan ada satu kejadian
yang membuatku tercenung di senja hari itu.
Disamping mobil Mikrolet yang aku
tumpangi ada abang sayur dengan gerobak sayur
yang dibeberapa bagiannya ada yang
agak membusuk yang ikut behenti pula
berdampingan dengan mikrolet yang aku
tumpangi. Penampilan abang sayur itu sama
seperti abang-2 sayur lainnya,
berkulit hitam legam dengan urat-2 tangan yang
keras dan menonjol keluar dan
berpakaian lusuh namun ia berusaha tetap rapi.

Abang sayur itu melambaikan tangannya ke kedua
orang anak jalanan yang baru usai
bernyanyi dari mobil yang berada didepan gerobak
abang sayur itu.
Satu anak perempuan yang mungkin sekitar umur
9 tahun dan yang satu lagi anak
laki-2 yang masih sangat balita.
Mereka berjalan menuju abang sayur yang
memanggil mereka dan sesampainya, abang
sayur itu memberikan kantung plastik agar
dipegang oleh anak
perempuan itu lalu, perhatikan hal ini yang
membuat saya tercenung. Abang sayur
itu memasukkan 3 ikat sayur bayam yang
sedikit layu, tempe satu potongan plastik,
beberapa wortel agak besar dan 1/2
lingkaran sayur kol yg telah dipotong lalu
menyuruh anak itu bawa pergi.

Aku mendengar anak perempuan kecil itu
mengucapkan terima kasih sambil
membungkukkan badannya yang ringkih lalu
menggandeng adik laki-2 nya yang tak
kala ringkih dan kedalnya.

Aku tercenung melihat tindakan abang sayur itu,
dan lebih tercenung lagi aku
melihat sinar mata bahagia dari abang sayur itu
karena telah memberi apa
yang bisa ia beri atau bagi.

Tindakan abang sayur itu membuat hatiku haru
sekaligus perih. Ia membagikan apa
yang ia miliki secara terbatas bahkan benda yang
seharusnya bisa
mendatangkan uang baginya tapi justru dibaginya
ke pada mereka yang jauh lebih
susah darinya. Luar biasa..........

Aku membadingkan diriku dengan abang sayur si
murah hati itu..... sungguh aku
terkadang jengkel dengan anak-2 jalanan itu yang
bernyanyi sumbang dengan
ecrek-ecreknya yang memekakan telinga dan
berulang-2 dengan nada tidak berpola
karena meminjam
istilah AFI "pitch control-nya" kacau. Bahkan aku
tak jarang hitung-hitungan
memberi uang receh kepada mereka karena aku
pikir tohk uang yang aku beri
ini hanya akan dibeli gorengan bukannya untuk
membantu orang tuanya seperti yang
sering mereka katakan..
Namun abang sayur yang murah hati itu tidak pikir-
pikir memberikan barang
dagangannya bahkan ia merasa bahagia telah bisa
membantu. Ia mempraktekkan
hukum kasih itu didalam keterbatasannya.

Kejadian di sore senja itu, pelajaran yang
sederhana namun berefek luar biasa
bagi kesadaranku untuk bisa berbagi, memberi
dengan tulus didalam segala
keterbatasan dan rasa bahagia yang ditimbulkan
setelah memberi yang jauh lebih
indah dari pada menerima.

Lalu bagaimana dengan kita ?? bisakah kita
berbagi dengan mereka yang
berkekurangan didalam segala keterbatasan yang
kita miliki ???? bisakah kita
memiliki hati seperti si abang sayur yang baik hati
itu ??

Fiend
28-08-2006, 15:11
@ admin
Sticky Please

XP_On
29-08-2006, 12:46
@ admin
Sticky Please
permintaan yang terlalu berlebihan.....

tapi terima kasih bro........

silver3mbr4nt
30-08-2006, 11:52
God's Answer

God : Hello. Did you call me?
Me : Called you? No. Who is this?
God : This is GOD. I heard your prayers. So I thought I will chat.
Me : I do pray. Just makes me feel good. I am actually busy now. I am in the midst of something.
God : What are you busy at? Ants are busy too.
Me : Don't know. But I can't find free time. Life has become hectic. It's rush hour all the time.
God : Sure. Activity gets you busy. But productivity gets you results. Activity
consumes time. Productivity frees it.
Me : I understand. But I still can't figure out. By the way, I was not expecting YOU to buzz me on instant messaging chat.
God : Well I wanted to resolve your fight for time, by giving you some clarity. In this net era, I wanted to reach you through the medium you are comfortable with.
Me : Tell me, why has life become complicated now?
God : Stop analyzing life. Just lives it. Analysis is what makes it complicated.
Me : Why are we then constantly unhappy?
God : Your today is the tomorrow that you worried about yesterday. You are worrying because you are analyzing. Worrying has become your habit. That's why you are not happy.
Me : But how can we not worry when there is so much uncertainty?
God : Uncertainty is inevitable, but worrying is optional.
Me : But then, there is so much pain due to uncertainty.
God : Pain is inevitable, but suffering is optional.
Me : If suffering is optional, why do good people always suffer?
God : Diamond cannot be polished without friction. Gold cannot be purified without fire. Good people go through trials, but don't suffer. With that experience their life become better not bitter.
Me : You mean to say such experience is useful?
God : Yes. In every term, experience is a hard teacher. She gives the test first and the lessons afterwards.
Me : But still, why should we go through such tests? Why can’t we be free from problems?
God : PROBLEMS are Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons (to) Enhance Mental Strength. Inner strength comes from struggle and endurance, not when you are free from problems.
Me : Frankly in the midst of so many problems, we don't know where we are
heading....
God : If you look outside you will not know where you are heading. Look inside. Looking outside, you dream. Looking inside, you awaken. Eyes provide
sight. Heart provides insight.
Me : Sometimes not succeeding fast seems to hurt more than moving in the right direction. What should I do?
God : Success is a measure as decided by others. Satisfaction is a measure as decided by you. Knowing the road ahead is more satisfying than knowing
you rode ahead. You work with the compass. Let others work with the clock.
Me : In tough times, how do you stay motivated?
God : Always look at how far you have come rather than how far you have to go. Always count your blessing, not what you are missing.
Me : What surprises you about people?
God : When they suffer they ask: "Why me?". When they prosper, they never ask: "Why me". Everyone wishes to have truth on his or her side, but few want to be on the side of the truth.
Me : Sometimes I ask, who am I, why am I here. I can’t get the answer.
God : Seek not to find who you are, but to determine who you want
to be. Stop looking for a purpose as to why you are here. Create it. Life is not a process of discovery but a process of creation.
Me : How can I get the best out of life?
God : Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear.
Me : One last question. Sometimes I feel my prayers are not answered.
God : There are no unanswered prayers. At times the answer is NO.
Me : Thank you for this wonderful chat. I am so happy to start the New Year with a new sense of inspiration.
God : Well. Keep the faith and drop the fear. Don't believe your doubts and doubt your beliefs. Life is a mystery to solve not a problem to resolve. Trust me. Life is wonderful if you know how to live.

silver3mbr4nt
30-08-2006, 11:53
SAAT ANDA JATUH

Pada olimpiade musim panas tahun 1982 di Barcelona, Spanyol, terjadi
sebuah peristiwa yang menarik perhatian dunia. Ketika Derek Redman
melangkah menuju arena, dia membayangkan kemenangan yang akan diraihnya.
Inilah saat yang telah dinantikannya, seumur hidupnya. Dalam hatinya, ia
tahu, bahwa inilah perlombaan yang telah Tuhan tetapkan baginya, sejak
semula ia diciptakan. Pada menit terakhir sebelum perlombaan itu dimulai,
ia memandang ke arah deretan kursi penonton, mencari-cari wajah
ayahnya. Memang ia ingin meraih kemenangan dalam lomba itu untuk dirinya.
Tetapi, lebih dari itu ia ingin memenangkan lomba itu demi ayahnya.
Ayahnya, yang telah memberikan dan mengorbankan begitu banyak banyak hal, agar
ia dapat masuk menjadi peserta olimpiade itu.

Sekarang ia memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sebagai tanda
balas budi kepada ayahnya. Inilah saatnya untuk membuat ayahnya bangga
padanya. Lalu tembakan ke udara tanda mulai berbunyi. Derek berlari,
mengerahkan seluruh kekuatannya. Segalanya tampak baik sampai akhirnya
Derek memasuki putaran terakhir. Tiba-tiba terjatuh di tengah lintasan
larinya. Ia mengalami kram pada kakinya. Rasa nyeri yang hebat
mencengkeramnya. Dia berusaha untuk berdiri; berusaha untuk melompat; namun rasa
nyeri itu terlalu menyakitkan baginya. Detik demi detik berlalu, bagai
berjam-jam baginya, saat dia rebah menggeliat kesakitan. Dia tidak
percaya, beginilah akhir dari perjalanannya selama ini.

Mungkin dia khawatir tentang apa yang dipikirkan ayahnya saat itu,
apakah ayahnya merasa malu? Apakah ayahnya akan berpaling darinya dan
meninggalkannya? Mungkinkah ayahnya berpikir: Oh, bagus sekali. Jadi selama
ini waktu terbuang percuma hanya untuk seorang yang bahkan tidak dapat
menyelesaikan pertandingan sama sekali?

Ternyata sama sekali bukan itu yang sedang dipikirkan oleh ayahnya.
Jauh diatas sana, di antara kursi-kursi penonton, ayahnya melompat
berdiri. Segera ia menyelusup di antara kerumunan penonton. Saat itu ada
ribuan penonton yang sedang berdiri, melihat anaknya, dan terkejut melihat
anaknya sedang menderita di dalam arena. Akhirnya sang ayah berhasil
mencapai garis batas lintasan lari itu.

Seorang penjaga keamanan menghentikannya, dan berkata, "Tidak
seorangpun diijinkan masuk ke dalam arena."

Ayah Derek menjawabnya dengan kata-kata sederhana, "Itu anak saya."

Maka penjaga itu tidak menghalanginya lagi. Dia melewati para penjaga
itu dan masuk ke dalam lintasan lari. Dan sementara ribuan orang
bersorak riuh rendah padanya, dia memapah anaknya menuju ke garis finish.

Mungkin sebagian besar Anda merasakan seolah-olah Anda telah jatuh.
Anda ingin menyelesaikan perlombaan yang telah Tuhan tetapkan bagi Anda,
tetapi rasa nyeri yang menyerang ini terlalu menyakitkan. Tak peduli
sekeras apa Anda berusaha, tampaknya Anda tetap tak mampu untuk berdiri
dan melangkah lagi. Mungkin Anda khawatir, kalau-kalau Bapa di Sorga
kecewa terhadap Anda, kalau-kalau Anda tidak dapat menyenangkan hatiNya.

Tahukah Anda bahwa Tuhan ada di pihak kita?
Tuhan tidak kecewa pada Anda saat Anda jatuh. Anda adalah anakNya yang
berharga di mataNya! Oh, betapa sedihnya Dia menyaksikan Anda jatuh. Betapa Dia menaruh belas kasihan
bagi Anda. Tuhan ada bagi Anda. Tuhan juga menghendaki agar Anda
menyelesaikan perlombaan Anda dan Dia akan melakukan apa saja untuk memapah
Anda menuju garis finish.

silver3mbr4nt
30-08-2006, 12:00
se7 ama Fiend...
sticky aja... :D

silver3mbr4nt
31-08-2006, 13:27
Mayonnaise Jar and Coffee


> > When things in your life seem almost too much to handle, when 24
hours
> >in a day are not enough, remember the mayonnaise jar and the coffee.
> >
> > A professor stood before his philosophy class and had some items in
> >front of him. When the class began, wordlessly, he picked up a very large
> >and empty mayonnaise jar and proceeded to fill it with golf balls.
> >
> > He then asked the students if the jar was full. They agreed that it
> >was. So the professor then picked up a box of pebbles and poured them
into
> >the jar. He shook the jar lightly. The pebbles rolled into the open
areas
> >between the golf balls. He then asked the students again if the jar was
> >full.
> > They agreed it was. The professor next picked up a box of sand and
> >poured it into the jar. Of course, the sand filled up everything else. He
> >asked once more if the jar was full. The students responded with a
> >unanimous "yes."
> >
> > The professor then produced two cups of coffee from under the table
and
> >poured the entire contents into the jar, effectively filling the empty
> >space between the sand. The students laughed. "Now," said the professor,
as
> >the laughter subsided, "I want you to recognize that this jar represents
> >your life.
> >
> > "The golf balls are the important things -- your family, your
children,
> >your health, your friends, and your favorite passions-- things that if
> >everything else was lost and only they remained, your life would still
be
> >full."
> >
> > "The pebbles are the other things that matter like your job, your
house,
> >your car.
> >
> > The sand is everything else -- the small stuff." If you put the sand
> >into the jar first," he continued, "there is no room for the pebbles or
the
> >golf balls. The same goes for life.
> > If you spend all your time and energy on the small stuff,you will never
> >have room for the things that are important to you.
> >"Pay attention to the things that are critical to your happiness.
> >
> > Play with your children.
> > Take time to get medical checkups.
> > Take your partner out to dinner.
> > Play another 18 holes.
> > There will always be time to clean the house, and fix the disposal.
> > Take care of the golf balls first, the things that really matter.
> > Set your priorities. The rest is just sand."
> >
> > One of the students raised her hand and inquired what the coffee
> >represented. The professor smiled. "I'm glad you asked," he said "It just
> >goes to show you that no matter how full your life may seem, there's
> >always room for a cup of coffee with a friend."

silver3mbr4nt
31-08-2006, 13:35
A story is told about a soldier who was finally coming home after having fought in Vietnam.

He called his parents from San Francisco.

"Mom and Dad, I'm coming home, but I've a favor to ask. I have a friend I'd like to bring home with me."

"Sure," they replied, "we'd love to meet him."

"There's something you should know the son continued, "he was hurt pretty badly in the fighting.

He stepped on a land mind and lost an arm and a leg. He has nowhere else to go, and I want him to come live with us."

"I'm sorry to hear that, son. Maybe we can help him find somewhere to live."

"No, Mom and Dad, I want him to live with us."

"Son," said the father, "you don't know what you're asking. Someone with such a handicap would be a terrible burden on us. We have our own lives to live, and we can't let something like this interfere with our lives. I think you should just come home and forget about this guy. He'll find a way to live on his own."

At that point, the son hung up the phone. The parents heard nothing more from him. A few days later, however, they received a call from the San Francisco police. Their son had died after falling from a building, they were told. The police believed it was suicide. The grief-stricken parents flew to San Francisco and were taken to the city morgue to identify the body of their son. They recognized him, but to their horror they also discovered something they didn't know, their son had only one arm and one leg.

The parents in this story are like many of us. We find it easy to love those who are good-looking or fun to have around, but we don't like people who inconvenience us or make us feel uncomfortable.

We would rather stay away from people who aren't as healthy, beautiful, or smart as we are.

Thankfully, there's someone who won't treat us that way. Someone who loves us with an unconditional love that welcomes us into the forever family, regardless of how messed up we are.

Friends are a very rare jewel, indeed. They make you smile and encourage n you to succeed. They lend an ear, they share a word of praise, and they always want to open their hearts to us.

XP_On
01-09-2006, 13:04
se7 ama Fiend...
sticky aja... :D
permintaan yang mengada-ada.. :p

wolfmam
02-09-2006, 10:41
sticky sticky sticky

XP_On
02-09-2006, 13:03
sticky sticky sticky
Close ah treadnya.......... :p

x1341x
03-09-2006, 01:10
Close ... Close ... Close ...:D:D

silver3mbr4nt
04-09-2006, 09:38
mau diclose ya threadnya... :ask: :D
gw apus ah postingan gw... :p

wolfmam
14-09-2006, 19:00
The Story of the one eye Mother

Some time really touching......
How great a mother is....

My mom only have one eye. I hated her.... she was such an embarrassment.
She cooked for students & teachers, to support the family.

There was this one day during elementary school and my mom came. I was so embarrassed. How coluld she do this to me? I threw her a hateful look and ran out.
The next day at school " Your mom only have one eye ?!?!.....eeeeeeee" said a friend. I wished my mom would just disappear from this world.

So I said to my mom. " Mom .. why don't you have the other eye ?!? If you only gonna make laughting stock, why don't you just die ?!!?" My mom did not respond...
I guest I felt a litte bad, but at the same time, it felt good to think that I said what I'd wanted to say all this time. Maybe it was because my mom hadn't punished me, but I didn't that I had hurt her feelings very badly.
That night...
I woke up, and went to the kitchen to get a glass of water. My mom was crying there, so quietly, as if she afraid she might wake me. I took a look at her , and then turned away. Because of the thing I had said to her earlier, there was something pinching at me in the coner of my heart. Even so, I hated my mother who was crying out of her one eyes. So I told myself that I would grow up and became successful. Then I studied real hard.

I left my mother and went to Singapore to study. Then I got married. I brought a house of my own. then I had kids, too... Now I'm living happily as a successful man. I like it here because it's a place that doesn't remind me of my mom.

This happiness was getting bigger and bigger, when... What ?! Who's this ?!!?
It was my mother.. Still wth her one eye ! I felt as if the whole sky was falling apart on me. Even my child ran away, scared of my mom eye.
And I asked her, " Who are you ?!"," I don't know you !!" as if tying to make that real.I screamed at her, " How dare you come to my house and scare my child ! GET OUT OF HERE NOW !!!"
And to this my mother quietly answered, " Oh, I'm so sorry. I may have gotten the wrong adderss," and she disappeared out of sight.

Thank good ness... She doesn't recognize me. I was quite relieved. I told myself that I wasn't going to care or think about this for the rest of my life. Then a wave of relief came upon me.

One day, a letter regarding a school reunion came to my house in Singapore. So, lying to my wife that I was going on a business trip , I went. Afer the reunion, I went down to the old shack, that I used to call a house... Just out of curiosity. There , I found my mother fallen on the cold ground.
But I did not shed a single tear. She had a piece of paper in her hand.. it was a letter to me..

" My son.. I think my life has been long enough now.. and .. I won't visit Singapore anymore.. But would it be too much to ask if I wanted you to come visit me once in a while ? I miss you so much.. and I was so glad when I heard you were coming for the reunion. But I decided not to go the school. For you .. And I'm so sorry that I only have one eye, and embarrassent for you.

You see, when you were very litte, you got into an accident and lost your eye..As a mom, I couldn't stand watching you having to grow up with only one eye... So I gave you mine.. I was so proud of my son that was a whole new world fo me, in my place, with that eye. I was never upset at you for anything you did.. The couple time that you were angry with me.. I thought to myself, ' It's because he loves me..' My son...! OH, my son..."

This message has very deep meaning and is passed to remind people of the goodnes they have enjoyed was because of other directly or indirectly. Pause a momen and consider your life !
Be thankful of what you have today compared to many millions who do not live as you do !.

silver3mbr4nt
15-09-2006, 10:39
Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu
hari, ketiganya saling menceritakan mengenai
harapan dan impian mereka. Pohon pertama
berkata, " Kelak aku ingin menjadi peti harta
karun. Aku akan diisi dengan emas, perak dan
berbagai batu permata dan semua orang akan
mengagumi keindahannya."

Kemudian pohon kedua berkata, suatu hari kelak
aku akan menjadi kapal yang besar. Aku akan
mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia.
Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap
orang merasa aman dekat denganku.

Akhirnya pohon ke tiga berkata, aku ingin tumbuh
menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak
bukit. Orang-orang akan memandangku dan
berpikir betapa aku begitu dekat untuk
menggapai surga dan Tuhan. Aku akan menjadi
pohon terbesar sepanjang masa dan orang akan
mengingatku.

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian
terkabul, sekelompok penebang pohon datang
dan menebang ketiga pohon itu. Pohon pertama
dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab
ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta
karun. Tetapi doanya tidak menjadi kenyataan
karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak
tempat menaruh makan ternak. Ia hanya
diletakkan di kandang dan diisi jerami.

Pohon ke dua dibawa ke galangan kapal. Ia
berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi
ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah
perahu nelayan kecil. Impiannya untuk menjadi
kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah
berakhir.

Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-
potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok
dalam gelap. Tahun demi tahun berlalu, dan
ketiga pohon itu telah melupakan impiannya.

Kemudian suatu hari, sepasang suami-istri tiba di
kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan
bayinya di atas tumpukan jerami di kotak
makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama.
Orang-orang datang menyembah bayi itu.
Akhirnya pohon pertama sadar bahwa
didalamnya diletakkan harta terbesar sepanjang
masa.

Bertahun-tahun kemudian, sekolompok laki-laki
naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari
pohon ke dua. Ditengah danau, badai besar
datang dan pohon kedua berpikir bahwa ia tidak
cukup kuat untuk melindungi orang-orang
didalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu
berdiri dan berkata "DIAM!" Tenanglah! dan
badaipun berhenti. Ketika itu, tahulah bahwa ia
telah mengangkut Raja diatas segala raja.

Akhirnya, seorang datang dan mengambil pohon
ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara
orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya.
Laki-laki ini kemudian dipakukan di kayu ini dan
mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar
bahwa ia demikian dekat dengan Tuhan,karena
Yesus yang disalibkan padanya.

KETIKA KEADAAAN TIDAK SEPERTI YANG
ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH TUHAN
MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU
PERCAYA PADA-NYA,IA AKAN MEMBERIMU
BERKAT-BERKAT BESAR. KETIGA POHON
MENDAPATKAN APA YANG MEREKA
INGINKAN. TETAPI TIDAK DENGAN CARA
SEPERTI YANG MEREKA BAYANGKAN. KITA
TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN
BAGI KITA. KITA HANYA TAHU BAHWA
JALANNYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI
JALANNYA ADALAH YANG TERBAIK.

wolfmam
15-09-2006, 10:50
@silver3mbr4nt
thx atas ijo2_nya

silver3mbr4nt
20-09-2006, 14:55
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang
berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan
berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Mereka meminta janji.Sang sekretaris Universitas langsung mendapat
kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada
urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.
"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.
"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi
nyatanya tidak.
Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk
melaporkan
kepada sang pemimpinnya."Mungkin jika Anda menemui mereka selama
beberapa
menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang
pimpinan
menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti
tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan
baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya
sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan
tersebut.
Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun
pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini.
Tetapi
setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin
mendirikan
peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkah?"
tanyanya,dengan mata yang menjeritkan harap.Sang Pemimpin Harvard tidak
tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya,"
katanya
dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk
Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan
seperti kuburan." "Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak
ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung
untuk Harvard." Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada
baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kalian perlu
memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang
Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka
sekarang.
Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya
sebesar
itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat
sendiri
saja ?" Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan
kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi,
melakukan perjalanan kePalo Alto, California, di sana mereka mendirikan
sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk
seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.
Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas
favorit kelas atas di AS.

Catatan:
Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai.
Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak
ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap
menipu.

silver3mbr4nt
20-09-2006, 15:05
Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai
selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri,
yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi,
dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta,
masuk ke panti jompo hari ini.

Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal,
sehingga dia harus masuk ke panti jompo.
Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi,
Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.
Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator,
aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil,
termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya.

Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang
anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.
Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut.

Hal itu tidak ada hubungannya, dia menjawab.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal.
Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak,
tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur
tapi bagaimana aku mengatur pikiranku.

Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat
setiap pagi ketika aku bangun tidur.
Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu
di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi
padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi,
atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.

Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka,
aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan
semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan.
Hanya untuk kali ini dalam hidupku.

Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank.
Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan.
Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya
kebahagiaan di bank kenangan kita.
Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku.

Aku sedang menyimpannya.



*/Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:_/*

*/ 1. Bebaskan hatimu dari rasa benci._/*
*/ 2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran._/*
*/ 3. Hiduplah dengan sederhana._/*
*/ 4. Berikan lebih banyak (give more)_/*
*/ 5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less)_/*

pds
20-09-2006, 19:20
wadow ga bs ngasi ijo2 buat bro iwa.

Untuk post #144, walaupun dah pernah baca, makasi dah ngingetin lagi. Makasi dah ngingetin kalo jalan Tuhan itu ga pernah bs kita duga. Walaupun berat pasti hasilnya baik. Soalnya saat ini jalan hidup saya lagi berat bgt.
Hikz..moga2 bs tabah menghadapinya.

silver3mbr4nt
21-09-2006, 12:14
@ deni : masalah ijo2 sih gampang... :D
hanya sekedar berbagi "touching quote" n mengingatkan sama Yang DiAtas :D

yossie3660
25-09-2006, 14:25
Kalo udah ada mohon dimaafkan.....

Ditujukan untuk yang pada baca dan terutama kepada TS yang sedang galau....

-------------------------------
Hadiah Terbaik Untuk Diri Sendiri

Oleh: Gede Prama

Setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan.

Ada masa sulit dalam berumah tangga, kehidupan karir, kesehatan, atau kehidupan pribadi yang diguncang badai. Kebanyakan juga setuju kalau masa-masa sulit ini bukanlah keadaan yang diinginkan. Sebagian orang bahkan berdoa, agar sejarang mungkin digoda oleh keadaan-keadaan sulit. Sebagian lagi yang dihinggapi oleh kemewahan hidup ala anak-anak kecil, mau membuang jauh-jauh, atau lari sekencang-kencangnya dari godaan hidup sulit.

Akan tetapi, sekencang apapun kita menjauh dari kesulitan, ia tetap akan menyentuh badan dan jiwa ini di waktu-waktu ketika ia harus datang berkunjung. Rumus besi kehidupan seperti ini, memang berlaku pada semua manusia, bahkan juga berlaku untuk seorang raja dan penguasa yang paling berkuasa sekalipun.

Sadar akan hal inilah, saya sering mendidik diri untuk ikhlas ketika kesulitan datang berkunjung. Syukur-syukur bisa tersenyum memeluk kesulitan. Tidak dibuat sakit dan frustrasi saja saya sudah sangat bersyukur. Pelukan-pelukan kebijakan seperti inilah yang datang ketika sang hidup sempat membanting saya dari sebuah ketinggian.

Sakit memang, tapi karena ia sudah saatnya datang berkunjung, dan kita tidak punya pilihan lain terkecuali membukakan pintu rumah kehidupan, maka seterpaksa apapun hanya keikhlasanlah satu-satunya modal berguna dalam hal ini.

Senyum penerimaan terhadap kesulitan memang terasa kecut di bibir. Dan sebagaimana logam yang sedang dibuat menjadi patung indah, kesulitan memang terasa seperti semprotan panasnya api mesin las, dihajar oleh palu besar, kencangnya cubitan tang, menyakitkannya goresan-goresan amplas kasar, atau malah tidak enaknya bau cat yang menyelimuti seluruh badan patung logam.


Semua tahu, kalau badan dan jiwa ini kemudian akan menjadi 'patung logam' yang lebih indah dari sebelumnya. Tetapi tetap saja ada sisa-sisa ketakutan - dan bahkan mungkin trauma - yang membuat kita manusia menghindar dari kesulitan.

Cuma selebar apapun goresan luka yang dibuat oleh kesulitan, ada mahluk yang amat berguna dan amat dibutuhkan dalam pengalaman-pengalaman menyakitkan ini, ia bernama sahabat. Tidak semua sahabat fasih memberikan nasehat. Tetapi dengan kesediaannya untuk mendengar, sinaran mata yang berisi empati, kesediaan untuk menjaga rahasia, sahabat menjadi permata berlian yang amat berguna dalam keadaan-keadaan ini.

Di rumah, saya memiliki seorang sahabat yang amat mengagumkan. Dari segi pendidikan formal ia hanya tamatan SMU. Bahkan SMU tempat ia bersekolah dulu sudah bubar, sebagai tanda ia bukanlah berasal dari sekolah yang terlalu membanggakan. Namun nasehat serta keteladanan hidupnya kadang mengagumkan.

Di kantor, saya memiliki sejumlah bawahan yang datang sama manisnya baik ketika dipuji maupun setelah di! maki. Seorang tetangga menelpon, mengirim SMS dan bahkan menyempatkan diri berkunjung ke rumah. Tidak untuk memberikan ceramah, hanya untuk mendengar. Seorang sahabat dekat yang memimpin sebuah raksasa teknologi informasi bahkan mengatakan bangga menjadi sahabat saya.

Ketika tulisan ini dibuat, seorang sahabat lama yang tinggal di Surabaya menelepon, tanpa bermaksud menggurui ia mengutip kata-kata indah Confucius : 'Manusia salah itu biasa, tetapi menarik pelajaran dari kesalahan itu baru luar biasa'.

Apa yang mau saya tuturkan dengan semua ini, rupanya sahabat adalah hadiah paling berharga yang bisa kita berikan pada diri kita sendiri. Secara lebih khusus ketika kita ditimpa kesulitan yang menggunung.


Sehingga patut direnungkan, kalau kita perlu menabung perhatian, empati, cinta buat para sahabat. Tidak untuk berdagang dengan kehidupan. Dalam arti, memberi dengan harapan agar diberi kelak. Melainkan, sebagaimana cerita dan pengalaman di atas, dalam dunia persahabatan, dalam memberi kita sebenarnya sudah diberi. Bahkan, setiap sahabat yang memberi perhatian dan empati pada sahabat lainnya, ketika itu juga mengalami the joy of giving. Ketika itu juga seperti ada beban di bahu yang berkurang jauh beratnya.

Ada memang orang yang memiliki banyak sekali teman. Kemana-mana namanya dipanggil orang. Cuma, sedikit diantara semua teman yang banyak ini kemudian bisa menjadi sahabat. Bercermin dari kenyataan inilah, maka saya lebih memusatkan diri untuk mencari dan membina sahabat. Jumlahnya memang tidak akan pernah banyak. Bahkan ia lebih sedikit dari jumlah jari tangan. Cuma sesedikit apapun jumlahnya, sahabat tetap sejenis hadiah terbaik yang bisa kita bisa berikan buat diri sendiri.

Mobil mewah memang bisa membawa kita ke tempat jauh lengkap dengan gengsinya. Rumah mewah memang bisa meningkatkan kenyamanan tinggal sekaligus meningkatkan kelas. Ijazah lengkap dengan gelarnya yang mentereng juga bisa meningkatkan percaya diri. Akan tetapi, baik mobil mewah, rumah mewah maupun ijazah tidak bisa menghadirkan empati yang menyentuh hati

Di sebuah Sabtu pagi, seorang sahabat yang membaca harian Kompas yang memberitakan bahwa saya mengundurkan diri dari jabatan presiden direktur di sebuah kelompok usaha amat besar di negeri ini, langsung menelepon saya dari tempat yang jauh. Ia berucap sederhana : 'saya bangga jadi teman Anda'.

Inilah hadiah terbaik yang bisa dihadiahkan ke diri sendiri. Ia tidak dibungkus kado, ia juga tidak hanya datang ketika hari raya atau ulang tahun. Ia justru lebih sering datang ketika kita amat membutuhkannya.
-------------------------------

XP_On
25-09-2006, 17:35
makasih Yoss............

wolfmam
29-09-2006, 09:20
Masalah-masalah yang anda hadapi bisa membuat anda jatuh atau bertumbuh,tergantung dengan bagaimana caranya kita menanggapinya.
Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka.Mereka lebih memilih untuk bertindak dengan bodoh dan membenci masalah-masalah yang mereka hadapi, daripada berdiam diri untuk merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapati dari masalah-masalah tersebut. Ada lima cara yang Tuhan menggunakan masalah-masalah di dalam kehidupan anda:

1.Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN anda.

Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita
untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Apakah Tuhan sedang mencoba menarik perhatian anda?

2.Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI anda.

Manusia bagaikan teh celup...jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Pernakah Tuhan menguji kesetiaan anda dengan masalah? Apakah yang didapati oleh masalah-masalah itu tentang anda?

3.Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI anda.

Ada pelajaran-pelajaran yang kita pelajari hanya melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu anda masih kecil orang tua anda mengajar anda untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin anda belajar justru karena setelah anda terbakar.Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu... kesehatan,uang, hubungan..., saat kita sudah kehilangannya.

4.Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI anda.

Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut mencegah kita dari bahaya. Tahun lalu ada satu teman saya yang dihentikan dari pekerjaannya karena dia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis oleh bossnya. Pengangguran itu merupakan suatu masalah bagi dia, tetapi justru itulah yang menghindarkan dia ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara setahun kemudian ketika kelakuan manajemen yang tidak etis itu akhirnya terbongkar.

5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN anda.

Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan anda dengan Tuhan dan karakter anda yang akan dibawa dengan anda sampai kekal.

wolfmam
30-09-2006, 18:37
Saya seorang mantan guru sekolah musik dari Des Moines, Iowa. Saya mendapat nafkah dengan mengajar piano - selama lebih dari 30 tahun. Selama itu, saya menyadari tiap anak punya kemampuan musik yang berbeda. Tapi saya tidak pernah merasa telah menolong walaupun saya telah mengajar beberapa murid berbakat.

Walaupun begitu, saya ingin bercerita tentang murid yang "tertantang secara musik". Contohnya adalah Robby.

Robby berumur 11 tahun, ketika ibunya memasukkan dia dalam les untuk pertama kalinya. Saya lebih senang kalau murid (khususnya laki-laki) mulai ketika lebih muda, saya jelaskan itu pada Robby. Tapi Robby berkata, ibunya selalu ingin mendengar dia bermain piano. Jadi saya jadikan dia murid.

Robby memulai les pianonya dan dari awal saya pikir dia tidak ada harapan. Robby mencoba, tapi dia tak mempunyai perasaan nada maupun irama dasar yang perlu dipelajari. Tapi dia mempelajari benar-benar tangga nada dan beberapa pelajaran awal yang saya wajibkan untuk dipelajari semua murid.

Selama beberapa bulan, dia mencoba terus dan saya mendengarnya dengan ngeri dan terus mencoba menyemangatinya. Setiap akhir pelajaran mingguannya, dia berkata, "Ibu saya akan mendengar saya bermain pada suatu hari."

Tapi rasanya sia-sia saja. Dia memang tak berkemampuan sejak lahir. Saya hanya mengetahui ibunya dari jauh ketika menurunkan Robby atau menjemput Robby. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan tapi tidak pernah turun.

Pada suatu hari, Robby tidak datang lagi ke les kami. Saya berpikir untuk menghubunginya, tapi karena ketidakmampuannya, mungkin dia mau les yang lain saja. Saya juga senang dia tidak datang lagi. Dia menjadi iklan yang buruk untuk pengajaran saya!

Beberapa minggu sesudahnya, saya mengirimkan brosur ke tiap murid, mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan. Yang mengagetkan saya, Robby (yang juga menerima brosur) menanyakan saya apakah dia bisa ikut pertunjukan itu. Saya katakan kepadanya, pertunjukan itu untuk murid yang ada sekarang dan karena dia telah keluar, tentu dia tak bisa ikut. Dia katakan bahwa ibunya sakit sehingga tak bisa mengantarnya ke les, tapi dia tetap terus berlatih. "Bu Hondrof... saya mau main!" dia memaksa. Saya tidak tahu apa yang membuat saya akhirnya membolehkan dia main di pertunjukan itu. Mungkin karena kegigihannya atau mungkin ada sesuatu yang berkata dalam hati saya bahwa dia akan baik-baik saja.

Malam pertunjukan datang. Aula itu dipenuhi dengan orang tua, teman, dan relasi. Saya menaruh Robby pada urutan terakhir sebelum saya ke depan untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir. Saya rasa kesalahan yang dia buat akan terjadi pada akhir acara dan saya bisa menutupinya dengan permainan dari saya.

Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid telah berlatih dan hasilnya bagus. Lalu Robby naik ke panggung. Bajunya kusut dan rambutnya bagaikan baru dikocok. "Kenapa dia tak berpakaian seperti murid lainnya?" pikir saya. "Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya setidaknya untuk malam ini?"

Robby menarik kursi piano dan mulai. Saya terkejut ketika dia menyatakan bahwa dia telah memilih Mozart's Concerto #21 in C Major. Saya tidak dapat bersiap untuk mendengarnya.

Jarinya ringan di tuts nada, bahkan menari dengan gesit. Dia berpindah dari pianossimo ke fortissimo... dari allegro ke virtuoso. Akord tergantungnya yang diinginkan Mozart sangat mengagumkan! Saya tak pernah mendengar lagu Mozart dimainkan orang seumur dia sebagus itu!

Setelah enam setengah menit, dia mengakhirinya dengan crescendo besar dan semua terpaku disana dengan tepuk tangan yang meriah. Dalam air mata, saya naik ke panggung dan memeluk Robby dengan sukacita. "Saya belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby! Bagaimana kau melakukannya?"

Melalui pengeras suara Robby menjawab, "Bu Hondorf... ingat saya berkata bahwa ibu saya sakit? Ya, sebenarnya dia sakit kanker dan dia telah berlalu pagi ini. Dan sebenarnya... dia tuli sejak lahir jadi hari inilah dia pertama kali mendengar saya bermain. Saya ingin bermain secara khusus."

Tidak ada satu pun mata yang kering malam itu. Ketika orang-orang dari Layanan sosial membawa Robby dari panggung ke ruang pemeliharaan, saya menyadari meskipun mata mereka merah dan bengkak, betapa hidup saya jauh lebih berarti karena mengambil Robby sebagai murid saya.

Tidak, saya tidak pernah menjadi penolong, tapi malam itu saya menjadi orang yang ditolong Robby. Dialah gurunya dan sayalah muridnya. Karena dialah yang mengajarkan saya arti ketekunan, kasih, percaya pada dirimu sendiri, dan bahkan mau memberi kesempatan pada seseorang yang tak anda ketahui mengapa.

Peristiwa ini semakin berarti ketika, setelah bermain di Desert Storm, Robby terbunuh oleh pengeboman yang tak masuk akal oleh Alfred P. Murrah Federal Building di Oklahoma pada April 1995, ketika dilaporkan... dia sedang main piano.

Kita semua mempunyai ribuan kesempatan tiap hari untuk menyadari rencana Tuhan. Banyak sekali interaksi antara dua orang memberi kita suatu pilihan: Apakah kita meneruskan percikan Ilahi? Atau kita membiarkan kesempatan itu, dan membiarkan dunia semakin dingin dalam prosesnya?

wolfmam
03-10-2006, 21:35
Tamu Istimewa

--------------------------------------------------------------------------------

Pada minggu ini Conrad, pembuat sepatu, bangun sangat awal, membersihkan tokonya, kemudian kembali ke dalam rumahnya, menyalakan api di tungku dan menyiapkan meja. Dia tidak akan bekerja. Dia sedang menanti teman, seorang tamu khusus : Tuhan sendiri. Kemarin malam Tuhan datang padanya dalam suatu mimpi dan memberitahukan bahwa Dia akan datang bertamu besok.

Jadi Conrad duduk di ruangan yang nyaman dan menunggu, hatinya penuh dengan kegembiraan. Kemudian dia mendengar langkah kaki di luar dan ketukan pada pintu "Itu DIA," pikir Conrad, sambil lari ke arah pintu dan membukanya.

Ternyata itu hanyalah tukang pengantar surat. Wajahnya merah dan jari-jarinya biru kedinginan. Dia menatap sambil menelan ludah ke arah cerek teh di tungku. Conrad mempersilahkan dia duduk menghangatkan diri di dekat tungku. Kata pengantar surat itu, "Terima kasih, teh ini enak sekali." Kemudian dia menghilang di tengah hawa dingin di luar.

Ketika pengantar surat itu pergi, Conrad membersihkan meja lagi. Lalu dia duduk di dekat jendela untuk menanti kedatangan tamunya. Dia merasa yakin bahwa tamu itu akan datang.

Tiba-tiba dia melihat seorang anak laki-laki kecil yang sedang menangis. Conrad memanggilnya dan mengetahui bahwa anak itu kehilangan jejak ibunya di kota dan tidak tahu jalan untuk pulang. Kemudian, Conrad menulis pada secarik kertas dan meletakkannya di atas meja. Tulisan itu berbunyi, "Tunggulah saya. Saya akan kembali segera." Kemudian dia membiarkan pintu terbuka sedikit dan menggandeng anak kecil itu serta membawanya pulang.

Ternyata perjalanan itu lebih lama dari perkiraannya, bahkan hari sudah mulai agak gelap ketika dia kembali ke rumah. Dia terkejut mendapati seseorang ada di dalam rumahnya sambil memandang ke luar jendela. tapi lalu hatinya berdebar. Orang itu pastilah Tuhan, yang sudah berjanji untuk datang.

Namun Conrad mengenali bahwa orang itu adalah perempuan yang tinggal di tingkat atas dari flatnya. Perempuan itu tampak sedih dan lelah. Dia memberi tahu bahwa dia tak bisa tidur sama sekali sebab anak laki-lakinya Peter sedang sakit parah. Dia tidak tahu mau berbuat apa. Anak itu diam terbaring di sana, demamnya tinggi, dan dia tidak bisa lagi mengenali ibunya.

Conrad merasa ikut sedih. Perempuan itu hidup sendiri dengan anaknya di sana sejak suaminya meninggal dalam kecelakaan. Jadi dia ikut wanita itu. Mereka bersama-sama menyelimuti Peter dengan kain basah. Conrad duduk di tepi tempat tidur anak laki-laki itu, sementara ibunya beristirahat sejenak.

Ketika dia kembali ke ruangannya, hari sudah larut malam. Conrad sangat lelah dan sungguh kecewa ketika membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Hari sudah larut. Tuhan belum juga datang.

Tiba-tiba dia mendengar suara. Ternyata suara Tuhan yang berkata, "Terima kasih, karena menghangatkan tubuh saya di rumahmu hari ini. Terima kasih karena menunjukkan jalan ke rumah. Dan terima kasih atas dukungan dan bantuanmu. Conrad, saya berterima kasih karena hari ini saya bisa menjadi tamumu."

silver3mbr4nt
04-10-2006, 10:05
Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz
mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua
kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang
terakhir.
Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi
petugas pembersih sekolah ?. Saya yakin soal ini cuma "bercanda". Saya
sering melihat perempuan ini. Tinggi,berambut gelap dan berusia sekitar
50-an,tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja
kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong. Sebelum
kelas usai,
seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan
"dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada
perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!.
Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan
sepotong senyuman, atau sekilas "hallo"! Saya selalu ingat pelajaran itu.
Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih ekolah adalah
"Dorothy".

silver3mbr4nt
04-10-2006, 10:05
Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi
yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak
mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras,yang hampir seperti
badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin
numpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap
mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule,
dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak
paham akan konflik etnis tahun 1960-an,yaitu pada saat itu. Pemuda ini
akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk
mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat
sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu,
menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda. 7 hari
berlalu,dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan
baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar
berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya.Terselip surat kecil
tertempel di televisi, yang isinya adalah : " Terima kasih nak, karena
membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku,
tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena
pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang
sekarat... hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya
dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu"

Tertanda

Ny.Nat King Cole.

Catatan :
Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA

silver3mbr4nt
04-10-2006, 10:07
Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai "Tujuh Keajaiban
Dunia".
Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut di minta untuk membuat daftar
apa
yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini.

Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi :
1.. Piramida Besar di Mesir
2.. Taj Mahal
3.. Grand Canyon
4.. Panama Canal
5.. Candi Borobudur
6.. St. Peter's Basilica
7.. Tembok China

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang
pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas
kerjanya.
Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan
daftarnya. Gadis pendiam itu menjawab,"Ya, sedikit. Saya tidak bisa
memilih
karena sangat banyaknya."

Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan
mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir Tujuh Keajaiban
Dunia
adalah :
1. Bisa bersyukur
2. Bisa merasakan
3. Bisa tertawa
4. Bisa mendengar
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...
5. Bisa berbagi
6. Bisa mencintai
7. Dan bisa dicintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika....

Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan
menyebutnya "keajaiban" sementara kita lihat lagi semua yang telah Alloh
lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa".

Semoga Anda diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib
dalam kehidupan anda.
bersyukurlah untuk apa yg telah kamu dapatkan sampai saat ini, .. karena
itu sesungguhnya semua merupakan suatu keajaiban..!!!!

pds
04-10-2006, 18:30
A Story on Friendship

A story is told about a soldier who was finally coming home after having fought in Vietnam. He called his parents from San Francisco.

"Mom and Dad, I'm coming home, but I've a favor to ask. I have a friend I'd like to bring home with me.

"Sure," they replied, "we'd love to meet him."

"There's something you should know," the son continued, "he was hurt pretty badly in the fighting. He stepped on a land mind and lost an arm and a leg. He has nowhere else to go, and I want him to come live with us."

"I'm sorry to hear that, son. Maybe we can help him find somewhere to live."

"No, Mom and Dad, I want him to live with us."

"Son," said the father, "you don't know what you're asking. Someone with such a handicap would be a terrible burden on us. We have our own lives to live, and we can't let something like this interfere with our lives. I think you should just come home and forget about this guy. He'll find a way to live on his own."

At that point, the son hung up the phone. The parents heard nothing more from him. A few days later, however, they received a call from the San Francisco police. Their son had died after falling from a building, they were told. The police believed it was suicide.

The grief-stricken parents flew to San Francisco and were taken to the city morgue to identify the body of their son. They recognized him, but to their horror they also discovered something they didn't know, their son had only one arm and one leg.

The parents in this story are like many of us. We find it easy to love those who are good-looking or fun to have around, but we don't like people who inconvenience us or make us feel uncomfortable. We would rather stay away from people who aren't as healthy, beautiful, or smart as we are.

Thankfully, there's someone who won't treat us that way. Someone who loves us with an unconditional love that welcomes us into the forever family, regardless of how messed up we are.

Tonight, before you tuck yourself in for the night, say a little prayer that God will give you the strength you need to accept people as they are, and to help us all be more understanding of those who are different from us!!! There's a miracle called Friendship That dwells in the heart You don't know how it happens Or when it gets started But you know the special lift It always brings. And you realize that Friendship Is God's most precious gift!

Friends are a very rare jewel, indeed. They make you smile and encourage you to succeed. They lend an ear, they share a word of praise, and they always want to open their hearts to us. Show your friends how much you care....

Fadill
07-11-2006, 01:15
sblumnya maap klo OOt n basi (baru OL ke forum ini setelah berbulan2 lamanya vakum...)
wahh ga nyangka ada thread kek gini, banyak bgt tulisan dari bro2 smwa yg menyentuh bahkan membuat saya menangis malam ini, banyak bgt pelajaran2 yg ddapat... keeep posting yah broo.. daku juga akan menyumbang dikit kalo nemu yg pntas buad di post...

XP_On
07-11-2006, 12:59
sblumnya maap klo OOt n basi (baru OL ke forum ini setelah berbulan2 lamanya vakum...)
wahh ga nyangka ada thread kek gini, banyak bgt tulisan dari bro2 smwa yg menyentuh bahkan membuat saya menangis malam ini, banyak bgt pelajaran2 yg ddapat... keeep posting yah broo.. daku juga akan menyumbang dikit kalo nemu yg pntas buad di post...
bro.. makasih atas hadiahnya....

dan kumohon.. terus lah bantu tread ini agar menjadi cerminan untuk instropeksi dan sebagai sumber inspirasi bagi kita semua..................

Fadill
08-11-2006, 23:01
tulisan nie kayaknya touching deep in heart bagi yg maniak FISIKA, wa nemu di lappie bokap :D:D:D


Archimedes dan Newton tak akan mengerti
Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku

Pertama kali bayangMu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro...

Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium
Amplitudo gelombang hatiMu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya
Energi kinetik cintaku = -mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi hukum kekekalan di
antara kita

Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita

aw_kmy
28-11-2006, 09:11
Silakan posting disini berupa Kalimat-kalimat Bijak, Puisi, atau lainnya yang dapat menggugah hati. :)
Aku baru saja dapat e-mail dari seseorang berupa puisi (mungkin...) yang isinya membuat hidupku berubah mulai saat ini setelah aku membacanya, hatiku tergugah bahwa aku seharusnya seperti ini :

J I K A........

Jika kamu memancing ikan.....
Setelah ikan itu terikat di mata kail,
hendaklah kamu mengambil ikan itu...
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit akibat ketajaman mata kailmu
dan mungkin akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak harapan pada seseorang... .
Setelah ia mulai menyayangimu
Hendaklah kamu menjaga hatinya.....
Janganlah sesekali meninggalkannya begitu saja......
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu
dan mungkin tak dapat melupakan segalanya... ..

Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada takungannya
dan janganlah menganggap ia begitu teguh......
cukuplah sekadar keperluanmu. ......
Apabila sekali ia retak......
tentu sukar untuk kamu menambalnya semula...... Akhirnya ia dibuang......
Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat
digunakan lagi.....

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang,
terimalah seadanya.....
Jangan terlalu mengaguminya
dan janganlah menganggapnya begitu istimewa..... anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan
tak mudah bagi kamu menerimanya. ....
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya
boleh jadi hubunganmu akan bertahan.... .

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi.....
yang pasti baik untuk dirimu, mengenyangkan, berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan lain.... terlalu ingin
mengejar kelezatan..
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tak bisa memakannya. kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan... yang
membawa kebaikan pada dirimu,
menyayangimu, mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, coba bandingkan dengan yang lain, terlalu
mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya;
apabila dia menjadi milik orang lain

log out
28-11-2006, 09:14
bro..thread yang serupa sudah pernah dibuat sama bro Xp_on dengan judul thread "touching quote" di off topic ini juga.
Lebih baik jika disatukan saja dengan thread sebelumnya.

http://forum.chip.co.id/showthread.php?t=34511.


thx:)

aw_kmy
28-11-2006, 09:39
bro..thread yang serupa sudah pernah dibuat sama bro Xp_on dengan judul thread "touching quote" di off topic ini juga.
Lebih baik jika disatukan saja dengan thread sebelumnya.

http://forum.chip.co.id/showthread.php?t=34511.


thx:)Maaf..:p
Thank's ya..:):)

f3i
28-11-2006, 10:26
apabila dengan melepaskan kebahagiaan yg lbh kecil, orang dpt memperoleh kebahagiaan yg lbh besar, maka hendaknya orang bijaksana melepaskan kebahagiaan yg lbh kecil itu, guna memperoleh kebahagiaan yg lbh besar....

XP_On
28-11-2006, 10:37
bro..thread yang serupa sudah pernah dibuat sama bro Xp_on dengan judul thread "touching quote" di off topic ini juga.
Lebih baik jika disatukan saja dengan thread sebelumnya.

http://forum.chip.co.id/showthread.php?t=34511.


thx:)
makasih wen....

pengen kasih grp masih harus spread dulu katanya.....

Fiend
14-12-2006, 21:07
Boy adalah seorang cowo yg menjadi
Buta karena sebuah kecelakaan..
Sejak ia menjadi buta..ia merasa
terasing dari lingkungannya. .
Ia merasa tidak ada seorang pun yg
memperhatikan atau menyayanginya. .

Hingga kemudian hadirlah Girl dalam
hidupnya..
Girl sangat sayang dan perhatian pada
Boy..
Ia tidak pernah mempermasalahkan
Kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yg berarti..
Ia sungguh-sungguh mencintai Boy
Dengan tulus...

Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl..

B : Girl...mengapa kamu begitu
menyayangiku?

G: hmmm..entahlah. .aku tidak pernah tau
Alasan mengapa aku begitu menyayangimu. .yg
Aku tahu..aku benar-benar tulus menyayangimu Boy..
(tersenyum)

B : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat
untukmu..? apa yg bisa aku berikan buatmu..?

G : Boy..aku tidak mengharap apapun
darimu..buatku. .kamu bisa ceria setiap
hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah
cukup.. aku senang ketika kau merasa senang..

B : (terharu) belum pernah ada orang yg
Begitu menyayangi aku yg buta seperti ini..

G : (menggenggam tangan Boy sambil
tersenyum)

B : Girl..kalo sampai suatu saat nanti aku
Bisa melihat lagi..aku pasti akan menikahimu..
Karena hanya kamu satu-satunya orang yg
Dengan tulus menyayangiku. ..

G : benarkah..?

B : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti
Aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu..

G : (terharu) terima kasih Boy..aku sangat
menyayangimu. ..

B : (tersenyum) ya..aku tahu itu..aku juga
Sangat menyayangimu Girl..

singkat cerita..
Boy melakukan operasi cangkok mata dan
berhasil..ia mampu melihat lagi..
Ia pun tidak sabar untuk segera menemui
Girl..

Pergilah ia mencari Girl..
sampai ia berhasil menemukannya. ..
Namun...
alangkah terkejutnya ia mengetahui
bahwa
ternyata Girl adalah seorang gadis buta..
Ia tidak bisa menerimanya. .Ia pun
menolak Girl ..
Ia lupa akan semua janjinya...

G : Boy..bukankah kamu sudah berjanji
Akan menikah denganku..?

B : Ummm....(bimbang) ya memang aku
Pernah berkata begitu..tapi tidak dengan
Keadaanmu yg seperti ini..

G : Bagaimana mungkin kamu
Mengingkari janjimu sendiri..? bukankah kau bilang
Hanya aku
satu-satunya orang yg menyayangimu. .?

B : Eeeerr...maaf Girl..tapi aku tidak bisa
Menikah dengan gadis buta..maaf..

Boy pun pergi meninggalkan Girl…..

Girl yang kecewa dan merasa dikhianati..
Memilih untuk bunuh diri..

Saat ia ditemukan meninggal..ada
Sepucuk surat disakunya..

"Dear Boy...
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan
padamu..tidak banyak yg bisa aku lakukan
untukmu...
Namun..aku sungguh-sungguh tulus
menyayangimu. ..
Semoga kedua mataku itu bisa berguna
bagimu..bisa membawakan terang dan
keceriaan
dalam hidupmu kembali.."

-tamat-

jsx
15-12-2006, 15:08
sbenarnya ini bakal calon lirik bwt lagu gw tapi gak apa kan kalo gw nyumbang taro dsini??


dia bukan siapa2x
dia tak punya cinta
pangeran tanpa harta
pengemis tanpa jiwa


dia bagaikan sampah
tak layak dipandang mata
tubuh yang penuh luka


dia tak punya nama
derita yang selalu sama
sakit yang terlalu lama


dia selalu terluka
hidup tanpa muka
sejahtera penuh duka


dia ditertawakan nasib
hinaan sahabat karib
hembusan nafas aib


dia hanya bisa tertawa
sadar diri bukan dewa
dia cuma manusia


memang kenapa kalo matahari bersinar cerah?
memang kenapa kalo angin menghembus wajah?
aku tetap tak bisa hidup tanpa dia
karena dia bukan dewa
dia itu manusia biasa
dia itu saya

laziale
15-12-2006, 15:14
Boy adalah seorang cowo yg menjadi
Buta karena sebuah kecelakaan..
Sejak ia menjadi buta..ia merasa
terasing dari lingkungannya. .
Ia merasa tidak ada seorang pun yg
memperhatikan atau menyayanginya. .

Hingga kemudian hadirlah Girl dalam
hidupnya..
Girl sangat sayang dan perhatian pada
Boy..
Ia tidak pernah mempermasalahkan
Kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yg berarti..
Ia sungguh-sungguh mencintai Boy
Dengan tulus...

Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl..

B : Girl...mengapa kamu begitu
menyayangiku?

G: hmmm..entahlah. .aku tidak pernah tau
Alasan mengapa aku begitu menyayangimu. .yg
Aku tahu..aku benar-benar tulus menyayangimu Boy..
(tersenyum)

B : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat
untukmu..? apa yg bisa aku berikan buatmu..?

G : Boy..aku tidak mengharap apapun
darimu..buatku. .kamu bisa ceria setiap
hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah
cukup.. aku senang ketika kau merasa senang..

B : (terharu) belum pernah ada orang yg
Begitu menyayangi aku yg buta seperti ini..

G : (menggenggam tangan Boy sambil
tersenyum)

B : Girl..kalo sampai suatu saat nanti aku
Bisa melihat lagi..aku pasti akan menikahimu..
Karena hanya kamu satu-satunya orang yg
Dengan tulus menyayangiku. ..

G : benarkah..?

B : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti
Aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu..

G : (terharu) terima kasih Boy..aku sangat
menyayangimu. ..

B : (tersenyum) ya..aku tahu itu..aku juga
Sangat menyayangimu Girl..

singkat cerita..
Boy melakukan operasi cangkok mata dan
berhasil..ia mampu melihat lagi..
Ia pun tidak sabar untuk segera menemui
Girl..

Pergilah ia mencari Girl..
sampai ia berhasil menemukannya. ..
Namun...
alangkah terkejutnya ia mengetahui
bahwa
ternyata Girl adalah seorang gadis buta..
Ia tidak bisa menerimanya. .Ia pun
menolak Girl ..
Ia lupa akan semua janjinya...

G : Boy..bukankah kamu sudah berjanji
Akan menikah denganku..?

B : Ummm....(bimbang) ya memang aku
Pernah berkata begitu..tapi tidak dengan
Keadaanmu yg seperti ini..

G : Bagaimana mungkin kamu
Mengingkari janjimu sendiri..? bukankah kau bilang
Hanya aku
satu-satunya orang yg menyayangimu. .?

B : Eeeerr...maaf Girl..tapi aku tidak bisa
Menikah dengan gadis buta..maaf..

Boy pun pergi meninggalkan GirlÖ..

Girl yang kecewa dan merasa dikhianati..
Memilih untuk bunuh diri..

Saat ia ditemukan meninggal..ada
Sepucuk surat disakunya..

"Dear Boy...
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan
padamu..tidak banyak yg bisa aku lakukan
untukmu...
Namun..aku sungguh-sungguh tulus
menyayangimu. ..
Semoga kedua mataku itu bisa berguna
bagimu..bisa membawakan terang dan
keceriaan
dalam hidupmu kembali.."



Mantap bro. Benar2 bagus. Saluut.

Fiend
16-12-2006, 08:08
"In Memory Of My Beloved High School Sweet Heart"
************ ********* ********* ********* *********
10th Grade

As I sat there in English class,
I stared at the girl next to me.
She was my so-called 'best friend'.
I stared at her long, silky hair,
and wished she was mine.
But she didn't notice me like that,
and I knew it. After class,
she walked up to me and asked me for
the notes she had missed the day before.
I handed them to her.
She said 'thanks' and gave me a kiss on the cheek.
I want to tell her, I want her to know
that I don't want to be just friends,
I love her but I'm just too shy,
and I don't know why.

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~

11th Grade

The phone rang. On the other end,
it was her. She was in tears,
mumbling on and on about how her
love had broke her heart.
She asked me to come over because
she didn't want to be alone, So I did.
As I sat next to her on the sofa,
I stared at her soft eyes, wishing she was mine.
After 2 hours, one Drew Barrymore movie,
and three bags of chips, she decided to go home.
She looked at me, said 'thanks' and gave me a kiss
on the cheek..
I want to tell her, I want her to know that
I don't want to be just friends,
I love her but I'm just too shy,
and I don t know why.

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~

Senior year

One fine day she walked to my locker.
"My date is sick" she said, "he's not gonna go" well,
I didn't have a date, and in 7th grade,
we made a promise that if neither of us had dates,
we would go together just as 'best friends'.
So we did. That night, after everything was over,
I was standing at her front door step.
I stared at her as She smiled at me
and stared at me with her crystal eyes.
Then she said- "I had the best time, thanks!"
and gave me a kiss on the cheek.
I want to tell her,
I want her to know
that I don t want to be just friends,
I love her but I'm just too shy,
and I don't know why.

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~

Graduation.

A day passed, then a week, then a month.
Before I could blink, it was graduation day.
I watched as her perfect body floated like an angel
up on stage to get her diploma.
I wanted her to be mine-but
she didn't notice me like that, and I knew it.
Before everyone went home,
she came to me in her smock and hat,
and cried as I hugged her.
Then she lifted her head from my shoulder
and said- 'you're my best friend, thanks' and
gave me a kiss on the cheek.
I want to tell her, I want her to know
that I don t want to be just friends,
I love her but I'm just too shy,
and I don't know why.

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~

Marriage.

Now I sit in the pews of the church.
That girl is getting married now.
and drive off to her new life,
married to another man.
I wanted her to be mine,
but she didn't see me like that,
and I knew it.
But before she drove away,
she came to me and said 'you came !'.
She said 'thanks' and kissed me on the cheek.
I want her to know that
I don't want to be just friends,
I love her but I'm just too shy,
and I don't know why.

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~

Death.


Years passed, I looked down at the coffin
of a girl who used to be my 'best friend'.
At the service, they read a diary entry
she had wrote in her high school years.
This is what it read:
"I stare at him wishing he was mine;
but he doesn't notice me like that,
and I know it. I want to tell him,
I want him to know that
I don't want to be just friends,
I love him but I'm just too shy,
and I don't know why.
I wish he would tell me he loved me !
.........'I wish I did too...'
I thought to my self, and I cried.


Do yourself a favour, tell her/him you love them. They won't be there. ............Forever.

Fiend
16-12-2006, 12:18
Nikmatnya Rasa Sakit adalah Anugerah

Ada yang nonton acara reality show Oprah Winfrey, hari Sabtu 9 Sept 2006 yang lalu di MetroTV (dah lama yah)?
Pada acara tersebut ditampilkan seorang gadis mungil berusia 5 tahun, asal USA, mengenakan kacamata plastik (mirip kacamata renang), lucu, manis, secara fisik terlihat normal (agak gemuk), dan berperilaku seperti anak-anak seusianya pada umumnya.

Hanya saja, si gadis kecil ini mengidap suatu penyakit bawaan sejak lahir yang sangat langka, yaitu tidak memiliki rasa sakit (tidak memiliki syaraf rasa sakit) di sekujur tubuhnya.

Sejak bayi, si kecil jarang rewel, atau menangis. Hanya terkadang suhu badannya yang menghangat.
Penyakit bawaan yang diderita si kecil itupun baru diketahui (kalau tidak salah) ketika sang bocah mencolok-colok matanya karena gatal, dan tidak menangis kesakitan. Hanya saja darah tetap mengalir keluar. Akibat kejadian tersebut, satu matanya menjadi buta. Setelah kejadian itu, barulah dikenakan kacamata khusus untuk melindunginya.

Pernah suatu ketika, ketika gigi si kecil sudah tumbuh, saat kedua orangtuanya agak lengah, si kecil sedang asyik menggigit-gigit jari tangannya sendiri hingga hancur. Tentu saja si kecil tidak tetap tenang karena sama sekali tidak merasakan sakit.

Sebagai pencegahan, akhirnya diputuskan untuk mencabut semua giginya, tanpa sisa. Terutama sebagai pencegahan agar dia tidak sampai mengunyah lidahnya sendiri karena akan dianggap sebagai permen karet !!!!

Karena kejadian-kejadian itulah, si kecil mendapat 'perhatian dan pengawasan extra' dari seluruh anggota keluarganya (kedua orang tuanya dan sang kakak). Karena dia telah kehilangan sensitifitas akan adanya bahaya bahaya yang bisa menimpanya, hingga kini.

"untung tuhan menciptakan rasa sakit"

Fiend
16-12-2006, 12:23
PERSAHABATAN KERANG dan MUTIARA
( Sebuah Renungan )

Malam ini angin berhembus lembut, permukaan laut tenang , ada sedikit cahaya rembulan menerobos masuk ke dasar laut mana seekor kerang sedang duduk menikmati suasana temaram dan tenang. Gelombang lembut di dasar laut sana membawa pasir-pasir menari mengikuti arus bermain. Sebutir pasir masuk ke dalam tubuh kerang, membuat sang kerang kaget.

Heiii, siapakah kau gerangan, sang kerang bertanya. Aku adalah pasir, gelombang lautlah yang membawa aku ketempatmu. Siapakah kau ? tanya sang pasir. Aku kerang, penghuni dasar lautan ini.

Demikianlah perkenalan sang kerang dengan butir pasir tersebut. Perkenalan tersebut pada awalnya hampa rasanya, mungkin hanya ibarat sebutir pasir besarnya. Sampai suatu saat, sang dewi rembulan melihat persahabatan yang hampa tersebut.

Sang dewi berkata, wahai kerang tidakkah kau dapat lebih mencurahkan rasa persahabatan mu pada butir pasir lembut tersebut, dia begitu kecil dan lembut. Mulai sekarang biar aku mengajarkan bagaimana rasa persahabatan itu agar hidupmu lebih berarti.

Dengan lembut sang dewi mengajarkan, tidak sia-sia apa yang diajarkan sang dewi rembulan, persahabatan antara sang kerang dengan butir pasir lembut tersebut berbuah hasil. Ada canda, ada tawa, mereka berbagi masalah. Persahabatan itu telah merubah butir pasir lembut tersebut menjadi sebutir mutiara muda yang berwarna putih. Warna putih tersebut merupakan warisan sang dewi rembulan kepada mereka.

Disuatu siang yang terik, pada saat mereka sedang berbagi rasa di dasar laut yang berselimut pasir putih. Tiba-tiba mereka mendengar seruan ? hai sahabat, apa yang sedang kalian lakukan ? Sang kerang menjawab "siapa kah engkau gerangan ? " Wahai kerang tidakkah engkau mengenali aku ? aku Surya, dewa penguasa matahari yang menyinari seluruh bumi di siang hari. Aku melihat persahabatan mu dan mutiara muda itu tulus sekali.

Sang kerang menjawab, itu merupakan hasil didikan dewi rembulan yang lembut dan penuh cinta kasih. "Kalau begitu, biar aku lengkapi ajaran sang dewi, biar aku ajarkan kepada kalian tentang hangatnya cinta",jawab sang matahari. Seiring terbit dan tenggelamnya mentari, sang raja surya memupuk sang kerang dan mutiara muda dengan perasaan cinta. Jatuh cintalah sang kerang dengan mutiara muda itu. Mutiara muda itu sekarang menjadi sebutir mutiara putih bersih dan berkilau mewarisi sifat sang dewa surya, dan dibalut dengan cinta sang kerang, indah sekali.

Hidup sang kerang dan butir mutiara itu indah sekali, cinta mereka tulus, berbagai duka, suka, mereka lalui bersama. Tidak ada hari-hari seindah hari-hari yang mereka lalui. Suatu hari seekor ikan yang lewat berkata kepada sang butir mutiara "wahai mutiara elok, tahun depan Raja dari kerajaan di sebarang sana akan mengadakan pemilihan mutiara terindah, tidakkah kau tertarik untuk mengikutinya, rupamu elok, aku yakin raja akan memilihmu" kata sang ikan "Benarkah begitu ?" tanya sang mutiara. "Aku akan menyampaikan kabar gembira ini pada sang kerang kekasihku ", sambung sang mutiara.

Mulai saat itu sang mutiara rajin mempercantik diri, sang kerang juga memberinya semangat dan dorongan. Namun sang kerang tidak menyadari, keinginan besar sang mutiara untuk menang telah merubah sikap sang mutiara.

Sampai suatu hari mutiara tersebut berkata kepada sang kerang " wahai kekasihku kerang, perlombaan itu hampir tiba saatnya, aku ingin keluar sebagai pemenang, aku ingin mencapai cita-citaku, adalah lebih baik mulai saat ini kau menjadi temanku saja, bukan seorang kekasih. Aku ingin mencurahkan seluruh perhatianku untuk lomba itu, aku tidak mau terganggu".

Kata-kata tersebut melukai perasaan sang kerang, airmata jatuh? "kenapa kau melakukan ini padaku, aku menyayangimu dengan segenap hatiku, tidakkah engkau tau perasaanku, aku memang tidak mudah mengu ngkapkan perasaanku, aku kaku laksana kulitku yang keras, tapi mengapa ?" "Kerang yang baik, untuk apa engkau menangis, aku akan tetap menjadi sahabatmu, aku tetap akan menjaga hubungan kita" kata sang mutiara

Akhirnya tiba waktu perlombaan tersebut, sang raja langsung jatuh hati kepada butir mutiara tadi. "Inilah mutiara terindah yang pernah aku jumpai, aku memilihnya" kata sang raja. Akhirnya mutiara tersebut bersanding menjadi liontin sang raja. Setiap hari sang raja mengaguminya. Sang mutiara telah melupakan sang kerang, sang mutiara asik melayani sang raja.

Tinggallah sang kerang yang kembali duduk di keheningan di dasar laut sana, sepi, hampa hidup sang kerang itu. Setiap hari ia menunggu sang angin menyampaikan kabar dari sang mutiara, satu hari, dua hari, seminggu tidak ada kabar dari sang mutiara. "Biarlah aku menitip pesanku pada sang angin untuk mutiaraku" pikir sang kerang. "Wahai angin, sampaikan rasa rinduku pada mutiaraku yang ada di negeri seberang sana" pekik sang kerang. Sang angin menyampaikan pesan tersebut. Namun apa kata sang mutiara indah " angin, sampaikan kepada sang kerang, jangan ganggu aku, aku sibuk sekali melayani sang raja, dan sampaikan juga padanya untuk mencari mutiara lain saja". Kabar ini membuat sang kerang sedih, namun dalam kesedihannya rasa sayang sang kerang terhadap sang mutiara mengalahkan rasa kecewanya,ia tetap berdoa pada Ilahi agar sang mutiara berbahagia.

Nah sahabat dalam kehidupan nyata ini banyak persahabatan yang berakhir dengan sebuah hubungan cinta, jika kedua belah pihak punya komitmen, dan mau menanggung duka dan suka bersama-sama, hubungan itu bisa berakhir dengan sebuah jenjang pernikahan yang suci. Namun bisa juga percintaan itu berakhir dengan sebuah permusuhan yang mengakibatkan kedua belah pihak atau salah satunya terluka, kalaupun cinta itu dapat berakhir lagi dengan sebuah persahabatan, percayalah rasa persahabatan itu akan lain, akan hambar. Luka dari cinta itu Cuma bisa disembuhkan oleh waktu. Apakah anda memilih menjadi kerang tersebut atau mutiara indah tersebut ? Terserah anda.

jozzy
16-12-2006, 13:05
Nikmatnya Rasa Sakit adalah Anugerah

Ada yang nonton acara reality show Oprah Winfrey, hari Sabtu 9 Sept 2006 yang lalu di MetroTV (dah lama yah)?
Pada acara tersebut ditampilkan seorang gadis mungil berusia 5 tahun, asal USA, mengenakan kacamata plastik (mirip kacamata renang), lucu, manis, secara fisik terlihat normal (agak gemuk), dan berperilaku seperti anak-anak seusianya pada umumnya.

Hanya saja, si gadis kecil ini mengidap suatu penyakit bawaan sejak lahir yang sangat langka, yaitu tidak memiliki rasa sakit (tidak memiliki syaraf rasa sakit) di sekujur tubuhnya.

Sejak bayi, si kecil jarang rewel, atau menangis. Hanya terkadang suhu badannya yang menghangat.
Penyakit bawaan yang diderita si kecil itupun baru diketahui (kalau tidak salah) ketika sang bocah mencolok-colok matanya karena gatal, dan tidak menangis kesakitan. Hanya saja darah tetap mengalir keluar. Akibat kejadian tersebut, satu matanya menjadi buta. Setelah kejadian itu, barulah dikenakan kacamata khusus untuk melindunginya.

Pernah suatu ketika, ketika gigi si kecil sudah tumbuh, saat kedua orangtuanya agak lengah, si kecil sedang asyik menggigit-gigit jari tangannya sendiri hingga hancur. Tentu saja si kecil tidak tetap tenang karena sama sekali tidak merasakan sakit.

Sebagai pencegahan, akhirnya diputuskan untuk mencabut semua giginya, tanpa sisa. Terutama sebagai pencegahan agar dia tidak sampai mengunyah lidahnya sendiri karena akan dianggap sebagai permen karet !!!!

Karena kejadian-kejadian itulah, si kecil mendapat 'perhatian dan pengawasan extra' dari seluruh anggota keluarganya (kedua orang tuanya dan sang kakak). Karena dia telah kehilangan sensitifitas akan adanya bahaya bahaya yang bisa menimpanya, hingga kini.

"untung tuhan menciptakan rasa sakit"

duh miris gua bacanya :tooth:

Fiend
17-12-2006, 10:07
"we have been through many things together for a long time... weren't we?? and from what I have felt, it seems that we are perfect for each other... I want to stay with you, together like this...til the end... can I??"

tuh bwat yang mo nembak ce

Fiend
18-12-2006, 18:21
Ktanya seh ksah nyata

Setelah hujan lebat mengguyur Jakarta, gerimis masih turun. Saya pacu
motor dengan cepat dari kantor disekitar Blok-M menuju rumah di
Cimanggis-Depok. Kerja penuh seharian membuat saya amat lelah hingga
di sekitar daerah Cijantung mata saya sudah benar-benar tidak bisa
dibuka lagi. Saya kehilangan konsentrasi dan membuat saya menghentikan
motor dan melepas kepenatan di sebuah shelter bis di seberang Mal
Cijantung. Saya lihat jam sudah menunjukan pukul 10.25 malam. Keadaan
jalan sudah lumayan sepi. Saya telpon isteri saya kalau saya mungkin
agak terlambat dan saya katakan alasan saya berhenti sejenak.

Setelah saya selesai menelpon baru saya menyadari kalau disebelah saya
ada seorang ibu muda memeluk seorang anak lelaki kecil berusia sekitar
2 tahun. Tampak jelas sekali mereka kedinginan. Saya terus
memperhatikannya dan tanpa terasa airmata saya berlinang dan teringat
anak saya (Naufal) yang baru berusia 14 bulan. Pikiran saya terbawa
dan berandai-andai, "Bagaimana jadinya jika yang berada disitu adalah
isteri dan anak saya?"

Tanpa berlama-lama saya dekati mereka dan saya berusaha menyapanya.
" Ibu,_$B!&%r_(Bkalau mau ibu boleh ambil jaket saya, mungkin sedikit kotor
tapi masih kering. Paling tidak anak ibu tidak kedinginan"
Saya segera membuka raincoat dan jaket saya, dan langsung saya
berikan jaket saya.
Tanpa bicara, ibu tersebut tidak menolak dan langsung meraih jaket
saya. Pada saat itu saya baru sadar bahwa anak lelakinya benar-benar
kedinginan dan giginya bergemeletuk.

"Tunggu sebentar disini bu!" pinta saya. Saya lari ke tukang jamu yang
tidak jauh dari shelter itu dan saya meminta air putih hangat padanya.
Dan Alhamdulillah, saya justeru mendapatkan teh manis hangat dari
tukang jamu tersebut dan segera saya kembali memberikannya kepada ibu
tersebut. "Ini bu,.. kasih ke anak ibu!" selanjutnya mereka meminumnya
berdua.

Saya tunggu sejenak sampai mereka selesai. Saya hanya diam memandangi
lalu lalang kendaraan yang lewat
"Bapak, terima kasih banyak, mau menolong saya" sesaat kemudian ibu
tersebut membuka percakapan.
Ah, tidak apa-apa, ngomong-ngomong ibu pulang kemana? Tanya saya
Saya tinggal di daerah Bintaro tapi_$B!&%r_(B. (dia menghentikan bicaranya),
Bapak pulang bekerja ? dia balas bertanya.
"Ya" jawab saya singkat.
"Kenapa sampai larut malam pak, memangnya anak isteri bapak tidak
menunggu? Tanyanya lagi. Saya diam sejenak karena agak terkejut dengan
pertanyaannya.
"Terus terang bu, sebenarnya selama ini saya merasa bersalah karena
terlalu sering meninggalkan mereka berdua. Tapi mau bilang apa, masa
depan mereka adalah bagian dari tanggung jawab saya. Saya hanya
berharap semoga Allah terus menjaga mereka ketika saya pergi."
Mendengar jawaban saya si ibu terisak, saya jadi serba salah. "Bu,
maafkan saya kalau saya salah omong.
Pak kalau boleh saya minta uang seratus ribu, kalau bapak berkenan?
Pintanya dengan sedih dan sopan. Airmatanya berlinang sambil
mengencangkan pelukan ke anak lelakinya.
Karena perasaan bersalah, saya segera keluarkan uang limapuluh-ribuan
2 lembar dan saya berikan padanya. Dia berusaha meraih dan ingin
mencium tangan saya, tetapi cepat-cepat saya lepaskan. "ya sudah, ibu
ambil saja_$B!&%r_(B tidak usah dipikirkan!" saya berusaha menjelaskannya.
"Pak kalau jas hujannya saya pakai bagaimana? Badan saya juga
benar-benar kedinginan dan kasihan anak saya" kembali ibu tersebut
bertanya dan sekarang membuat saya heran. Saya bingung untuk
menjawabnya dan juga ragu memberikannya. Pikiran saya mulai
bertanya-tanya, Apakah ibu ini berusaha memeras saya dengan apa yang
ditampilkannya di hadapan saya? tapi saya entah mengapa saya
benar-benar harus meng-ikhlas-kannya. Maka saya berikan raincoat saya
dan kali ini saya hanya tersenyum tidak berkata sepatahpun.

Tiba_$B!&_(B"tiba anaknya menangis dan semakin lama semakin kencang. Ibu
tersebut sangat berusaha menghiburnya dan saya benar-benar bingung
sekarang harus berbuat apa? Saya keluarkan handphone saya dan saya
pinjamkan pada anak tersebut. Dia sedikit terhibur dengan handphone
tersebut, mungkin karena lampunya yang menyala. Saya biarkan ibu
tersebut menghibur anaknya memainkan handphone saya. Sementara itu
saya berjalan agak menjauh dari mereka. Badan dan pikiran yang sudah
lelah membuat saya benar-benar kembali tidak dapat berkonsentrasi.
Mungkin sekitar 10 menit saya hanya diam di shelter tersebut
memandangi lalu lalang kendaraan. Kemudian saya putuskan untuk segera
pulang dan meninggalkan ibu dan anaknya tersebut. Saya ambil helm dan
saya nyalakan motor, saya pamit dan memohon maaf kalau tidak bisa
menemaninya. Saya jelaskan kalau isteri dan anak saya sudah menunggu
dirumah. Ibu itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada saya.
Dia meminta no telpon rumah saya dan saya tidak menjawabnya, saya
benar-benar lelah sekali dan saya berikan saja kartu nama saya. Sesaat
kemudian saya lanjutkan perjalanan saya.

Saya hanya diam dan konsentrasi pada jalan yang saya lalui. Udara
benar-benar terasa dingin apalagi saat itu saya tidak lagi mengenakan
jaket dan raincoat ditambah gerimis kecil sepanjang jalan. Dan ketika
sampai di depan garasi dan saya ingin menelpon memberitahukan ke
isteri saya kalau saya sudah di depan rumah saya baru sadar kalau
handphone saya tertinggal dan masih berada di tangan anak tadi. Saya
benar-benar kesal dengan kebodohan saya. Sampai di dalam rumah saya
berusaha menghubungi nomor handphone saya tapi hanya terdengar nada
handphone dimatikan. "Gila_$B!&%r_(B. Saya benar-benar goblok, tidak lebih dari

30 menit saya kehilangan handphone dan semua didalamnya" dengan suara
tinggi, saya katakan itu kepada isteri saya dan dia agak tekejut
mendengarnya. Selanjutnya saya ceritakan pengalaman saya kepadanya.
Isteri saya berusaha menghibur saya dan mengajak saya agar
meng-ikhlaskan semuanya. "Mungkin Allah memang menggariskan jalan
seperti ini. Sudahlah sana mandi dan shalat dulu, kalau perlu tambah
shalat shunah-nya biar bisa lebih ikhlas" dia menjelaskan. Saya segera
melakukannya dan tidur.

Keesokan paginya saya terpaksa berangkat kerja membawa mobil padahal
hal ini saya tidak terlalu saya suka. Saya selalu merasa banyak waktu
terbuang jika bekerja membawa mobil ketimbang naik motor yang bisa
lebih cepat mengatasi kemacetan. Kalaupun saya bawa motor saya
khawatir hujan karena kebetulan saya tidak ada cadangan jaket dan
raincoat juga sudah saya berikan kepada ibu dan anak tadi malam.
Setelah mengantar isteri yang kerja di salah satu bank swasta di
sekitar depok saya langsung menuju kantor tetapi pikiran saya terus
melanglang buana terhadap kejadian tadi malam. Saya belum benar-benar
meng-ikhlaskan kejadian tadi malam bahkan sesekali saya mengumpat dan
mencaci ibu dan anak tersebut didalam hati karena telah menipu saya.

Sampai di kantor, saya kaget melihat sebuah bungkusan besar diselimuti
kertas kado dan pita berada di atas meja kerja saya. Saya tanya ke
office boy, siapa yang mengantar barang tersebut. Dia hanya menjawab
dengan tersenyum kalau yang mengantar adalah supirnya ibu yang tadi
malam, katanya bapak kenal dengannya setelah pertemuan semalam bahkan
dia menambahkan kelihatannya dari orang berada karena mobilnya mercy
yang bagus.

"Bapak selingkuh ya, pagi-pagi sudah dapat hadiah dari perempuan ?
tanyanya sedikit bercanda kepada saya. Saya hanya tersenyum dan saya
menanyakan apakah dia ingat plat nomor mobil orang tersebut, office
boy tersebut hanya menggelengkan kepala..

Segera saya buka kotak tersebut dan "Ya Allah, semua milik saya
kembali. Jaket, raincoat, handphone, kartu nama dan uangnya. Yang
membuat saya terkejut adalah uang yang dikembalikan sebesar 2 juta
rupiah jauh melebihi uang yang saya berikan kepadanya. Dan juga
selembar kertas yang tertulis ;

" Pak, terima kasih banyak atas pertolongannya tadi malam. Ini saya
kembalikan semua yang saya pinjam dan maafkan jika saya tidak sopan.
Kemarin saya sudah tidak tahan dan mencoba lari dari rumah setelah
saya bertengkar hebat dengan suami saya karena beliau sering terlambat
pulang ke rumah dengan alasan pekerjaan. Bodohnya, dompet saya hilang
setelah saya berjalan-jalan dengan anak saya di Mall Cijantung.
Sebenarnya saya semalam ingin melanjutkan perjalanan ke rumah kakak
saya di depok, tetapi saya jadi bingung karena tidak ada lagi uang
untuk ongkos makanya saya hanya berdiam di hate bis itu. Setelah saya
bertemu dan melihat bapak tadi malam, saya baru menyadari bahwa apa
yang suami saya lakukan adalah demi cinta dan masa depan isteri dan
anaknya juga. Salam dari suami saya untuk bapak. Salam juga dari kami
sekeluarga untuk anak-isteri bapak di rumah. Suami saya berharap,
biarlah bapak tidak mengetahui identitas kami dan biarlah menjadi
pelajaran kami berdua . Oh(Bya, maaf handphone bapak terbawa dan saya
juga lupa mengembalikannya tadi malam karena saya sedang larut dalam
kesedihan. Terima kasih.

Segera saya telpon isteri saya dan saya ceritakan semua yang ada
dihadapan saya. Isteri saya merasa bersyukur dan meminta agar semua
uangnya diserahkan saja ke mesjid terdekat sebagai amal ibadah
keluarga tersebut.

Fiend
20-12-2006, 21:33
THIS IS WHAT A GIRL TOLD A GUY:

If you see me walking on the road with someone
else, It's not because I like his accompany...
Its because you're not brave enough to walk
beside me.
If you hear me talking about him all the time Its not
because he pleases me
Its because you're too deaf to hear my heartbeat
If you feel me falling with someone new
Its not because I love him..
But because you're not there to catch me fall
If you feel lost, I am nowhere too
I too don't know where the road is going
Are we gonna cross each other's path
Or just completely turn around?..
Will we just let go of what we had
Or go to the place where love is bound
Don't let me walk with him,
It's you I want to walk with..
Don't let me talk of him,
it's you I want to talk with..
Don't let me fall for him,
It's you I want to fall in love with..

Fiend
20-12-2006, 21:34
"HOW DID THE GUY REPLY?"

When you thought I wasn't brave enough to walk
beside you
I was behind you every step of the way
Still filled with awe because of the beauty that
stand before me
When you thought I was too deaf to hear your
heartbeat
I didn't want to assume anything
And I was afraid to lose our friendship
When you thought I wasn't there to catch you
It was because you never gave me the chance
You never reached the bottom,
you've already grabbed a branch
If you feel like you are nowhere, I am lost too
I too don't know where the road is going
Are we just going to turn around,
Or are we gonna cross each other's path?
Will we just let go of what we had
Or go to the place where love is bound?

Fiend
20-12-2006, 21:35
Don't let me walk alone
I want to walk by your side
Don't let me talk of something else
It's you I want to talk with
Don't let me fall for someone else
It's you I want to fall in love with.
it is you i want to spent my life with

wolfmam
22-01-2007, 21:27
Jika aku dapat meminta agar hidupku sempurna, itu merupakan godaan menggiurkan....., namun aku akan terpaksa menolaknya, karena dengan begitu aku tidak dapat lagi menarik pelajaran dari kehidupan.

Allyson Jones.,

freakzy
22-01-2007, 23:44
vote 4 sticky, sticky plzzzzz, mengharukan abis T_T

pds
28-01-2007, 14:06
Dapat dari seorang temen baikku.

Kisah Nyata - Kebesaran Jiwa Seorang Ibu.
Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan,
beberapa tahun yang lalu... Dan sempat dipublikasikan lewat media
cetak dan electronik.

Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya).
Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat
cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan
bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi
manager. Gaji-nya pun lumayan.

Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang
humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor
senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo.
Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh
perhatian khusus pada A be.

Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali.
Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok
yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.

Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin
layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan
dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain.

Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be.
Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain.
Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit
untuk mengakuinya.

Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa
wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu
yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya
saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja
Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam
hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk
menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan
sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah.

Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah,
menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan
sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan
obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan
sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).

Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan
dirumah.
Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be
melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan
koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be.

Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran
usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah
menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat
anaknya
dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api
yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup
serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.

Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik
di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan
koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring
sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di
bendung.
Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung
bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring.
Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas
dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan
hati anaknya. " Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di
ungkit lagi".

Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket.
Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek.
Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan).
Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.


Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun
kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu.

pds
31-01-2007, 21:06
Dapet forward email lagi.

(renungan) Satu Jam Tanpa Dosa

Seorang gadis kecil
bertanya kepada
ayahnya, "Ayah, bisakah seseorang

melewati seumur hidupnya tanpa berbuat

dosa?"

Ayahnya menjawab sambil tersenyum :

"tak mungkin,
nak"

"Bisakah seseorang hidup setahun tanpa

berbuat dosa?" tanyanya lagi.

Ayahnya berkata: "tak mungkin, nak"

"Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa

berbuat dosa?"

Lagi-lagi ayahnya berkata : "tak mungkin, nak"

"Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa

berbuat dosa?" gadis kecil itu bertanya lagi.

Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras

untuk menjawab:

"mmmm..... mungkin bisa, nak"

"Lalu.... bisakah seseorang hidup satu jam

tanpa dosa? tanpa berbuat

jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi

waktu saja, yah? Bisakah?"

Ayahnya tertawa dan berkata : Nah, kalau itu

pasti bisa, nak.

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata :

Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku

jam demi jam,waktu
demi waktu, momen demi momen,

supaya aku bisa
belajar tidak berbuat dosa.

Kurasa hidup jam
demi jam lebih mudah dijalani, ya?

pds
31-01-2007, 21:12
Tiada seorangpun yang bisa kembali dan mulai dari awal.

Setiap orang dapat mulai saat ini dan melakukan akhir yang baru.

Tuhan tidak menjanjikan hari-hari tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan,
matahari tanpa hujan, tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, kebahagiaan
untuk air mata, dan terang dalam perjalanan.

Kekecewaan bagai "polisi tidur", ini akan memperlambatmu sedikit
tetapi kau selanjutnya akan menikmati jalan rata.

Jangan tinggal terlalu lama saat ada "polisi tidur". Berjalanlah
terus!

Ketika kau kecewa karena tidak memperoleh apa yang kaukehendaki, terimalah
dan bergembiralah, karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik
untuk dirimu.

Saat terjadi sesuatu padamu, baik atau buruk, pertimbangkanlah artinya.....

Ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan, mengajarmu bagaimana
lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu keras menangis.

Kau tidak dapat memaksa seseorang mencintaimu, apa yang dapat kau perbuat
hanyalah membiarkan dirimu untuk dicintai, selebihnya ada pada orang itu
untuk menilai dirimu.

Ukuran cinta adalah saat kau mencintai tanpa batas.

Dalam kehidupan jarang akan kau temui seseorang yang kau cintai dan orang
itu mencintaimu juga.

Jadi sekali kau memperoleh cinta jangan lepaskan, ada kemungkinan cinta
itu tidak datang kembali.

Kita selalu membuang-buang waktu untuk mencari-cari orang yang sesuai untuk
dicintai atau melihat kesalahan2 pada orang yang telah kita cintai, daripada
malah seharusnya kita menyempurnakan cinta yang kita berikan.

Jika kau sungguh2 peduli pada seseorang, janganlah kau mencari2 kekurangan2nya,
kau jangan mencari2 alasan, kau jangan mencari2 kesalahan2nya. Malahan,
kau atasi kesalahan2 itu, kau terima kekurangan2 itu, dan jangan kau hiraukan
alasan2 itu.

Jangan pernah meninggalkan rekan lama. Kau tidak akan pernah mendapat penggantinya.

Persahabatan adalah bagai anggur, tambah lama akan tambah baik.

nobrandbali
01-02-2007, 15:25
tapi ngomong-ngomong puisinya dalem banget and keren bro:D :D

pds
20-02-2007, 12:32
questioning our humanity

i feel ashamed for complaining about money, when i saw a child who works hard to support his family

i feel ashamed for complaining about new shoes, when i saw a child without a feet

i feel ashamed for complaining about too many homework, when i saw a child who can't even afford to go to school

i feel ashamed for complaining about my meal, when i saw a child who's dying because of hunger

i feel ashamed for complaining about not having a girlfriend, when i saw a children who lost their parents

i feel ashamed for complaining about the bad weather, when i saw a child who can't even woke up in his bed

i feel ashamed for complaining about my own country, when i saw another country at war

i feel ashamed for complaining everything about my life, when i saw a man who feel grateful for everything

dear friends, there's lot of happiness around us, you just have to open your hearts and feel it. i believe you are the most happiest people in the world , you just have to realize it.

good-me
05-05-2007, 19:19
Ud ngak dilanjutin lagi ya??

Sangat dalam loh..

XP_On
06-05-2007, 13:23
Ud ngak dilanjutin lagi ya??

Sangat dalam loh..
mau dilanjutin...................................

pds
15-08-2007, 11:04
Hadiah Cinta

Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati- hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan tangan meraba- raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampati menenmukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. Kemudian dia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkai. Setahun sudah lewat sejak Susan (34) menjadi buta. Gara- gara salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya dan terlempar ke dunia yang gelap gulita,penuh amarah, frustasi, dan rasa kasihan pada diri sendiri. Sebagai wanita yang sangat independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya, dan menjadi beban bagi semua orang disekelilingnya.

"Bagimana mungkin ini bisa terjadi padaku ?" dia bertanya tanya, hatinya mengeras karena marah.

Tetapi, betapapun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan itu. Penglihatannya takkan pernah pulih lagi. Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustasi. Dia menjadi sangat tergantung pada Mark, suaminya.

Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus. Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya,dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekad untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi. Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.

Akhirnya, Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi bagaimana dia akan bisa tiba sampai ke kantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak di pinggir kota yang berseberangan. Mula- mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal- hal paling sederhana sekalipun. Tetapi Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru. Membuat mereka terburu- buru dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. Tetapi baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak. Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan naik bus lagi. "Aku buta !" tukasnya dengan pahit. "Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi ? Aku merasa kau akan meninggalkanku". Mark sedih mendengar kata- kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri. Dan itulah yang terjadi. Selama 2 minggu penuh Mark, menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagaimana menggantungkan diri pada indra yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana dia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir- sopir bus dan menyisakan 1 kursi kosong untuknya. Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari- hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung waktu turun dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap pagi mereka berangkat bersama- sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya. Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan dari yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal. Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya; wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apaun dan tidak akan pernah menyerah.

Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari senin. Sebelum berangkat, Susan memluk Mark yang pernah menjadi kawannya 1 bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca- kaca, penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran, dan cinta Mark. Dia mengucapkan selamat berpisah. Untuk pertama kalinya merka pergi ke arah yang berlawanan. Senin, selasa, rabu, kamis,...Setiap hari dijalaninnya dengan sempurna. Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil!!. Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal.

Pada hari Jumat pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja. Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata, "wah, aku iri padamu". Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa itu pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untuk menjalani hidup? Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir itu, "Kenapa kau bilang kau itu kepadaku?" Sopir itu menjawab, "Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu". Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya, "Apa maksudmu?" "Kau tahu, minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung", kata sopir itu.

Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung, sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk meyakinkan diri....

Hadiah CINTA yang bisa menjadi Penerang dimanapun ada Kegelapan.

Kiranya kisah ini boleh menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bisa mengasihi sesama kita terutama pasangan hidup kita.

http://yudhi_ljc.blogs.friendster.com/my_blog/

silver3mbr4nt
16-08-2007, 12:39
Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu, Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air yg sangat berguna untuk mengairi sawahku?

Batang bambu menjawabnya, Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau,Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.

Sang petani menjawab, Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawah sehingga padi yang ditanam dapat tumbuh dengan subur.

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam.., kemudian dia berkata kpd petani, Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?

Petani menjawab, Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua ini karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.

Akhirnya batang bambu itu menyerah, Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna ketimbang batang bambu yg lain. Inilah aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawah sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan tanggung jawab dan persoalan yg sarat, mungkin Tuhan sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa.

Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Tuhan tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Tuhan, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?

Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, Inilah aku, Tuhan perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki. Karena setiap keputusanmu merupakan yang terbaik untuku. http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/01.gif

good-me
15-11-2007, 18:57
Thread yg terpendam dan memberikan inspirasi hidup..... :)

jsx
25-11-2007, 18:11
lanjutin lagi dnk threadnya