PDA

View Full Version : Saur Sepuh (Brama Kumbara)



becco
21-02-2008, 17:06
Ini buat temen2 yang lahir diatas tahun 1985 ke atas kaya'nya gak ngerti deh ... OK ... cuman mo bahas sandiwara radio Saur Sepuh :D jadul...



Brama (Ferry Fadli), raja Madangkara, tipe lelaki welas-asih, jujur, menarik, dan ksatria dalam arti sebenarnya. Punya 2 ajian ampuh: Lumpuh Lampah dan Serat Jiwa. Dialah generasi pertama Madangkara. Belakangan tak terberita ke mana ia pergi.

Harnum (Ade Yulia), isteri resmi Brama. Tipe wanita lincah, centil, supel, tapi sayang suami.

Pramita (Maria Untu), sangat keibuan, dan memegang teguh kesetiaan. Ibu 2 anak ini yang kemudian diperistri Brama, lantaran sang ksatria menaruh belas-kasihan melihat nasibnya yang terlunta-lunta, serta kehilangan suami.

Garnis (Anna Sambayon), putri sulung Pramita. Kecantikan dan kejujurannya persis ibunya, tapi sifatnya lebih mirip Mantili.

Bentar (Petrus), putra bungsu Pramita, pewaris segala sifat ayah tirinya, yakni Brama. ialah sentrum cerita, dengan petualangan membasmi kejahatan, menegakkan keadilan. dari dia pula, pesan moral cerita terwakili. Petualangannya sampai ke negeri Tibet, mencari Biksu Kampala.

Astagina, guru Brama. Dalam lakon ini tak banyak dibicarakan.

Biksu Kampala, terpaksa mengarungi lautan karena ingin menjajal kesaktian Brama. Pertempuran antar keduanya berakhir dengan jalinan persahabatan. Atas dasar sikap saling mnyegani itulah, Biksu Kampala berniat mengangkat murid Bentar, setamat dari ajaran Brama.

Mantili (Elly Ermawatie), adik tiri Brama (seibu namun lain ayah). Tipe wanita lincah, periang, suka petualang, berilmu tinggi, namun keras kepala. Sekalipun, jiwa welas-asihnya tak bisa hilang. Budinya terlalu baik untuk berbuat jahat, meski terkadang muncul sifat urakannya. Senjatanya Pedang Setan dan Pedang Perak.

~ Setelah selesai perawatan, Brama memasukkan ajian Sri Gunting kepada Mantili, yang kemudian dijadikan pukulan pembalas kepada Lasmini.

Samba (Edi Dhosa), bekas tunangan Mantili. Jalinan cintanya dengan Mantili tak berlanjut, lantaran kedua pihak sama-sama keras kepala.

Gotawa (Lukman), posisi sebenarnya wakil Brama dalam pemerintahan Madangkara. Ia suami yang baik buat Mantili. wawasannya luas, dan menghadapi Mantili, ia lebih banyak ngemong. Ksatria penurut, serta suami yang baik.

Paksi Jaladara (Bambang Jeger), putra tunggal pasangan Mantili-Gotawa. Dialah calon jagoan bermodalkan karakter tinggalan ibunya. Namun tanda-tanya besar masih menggantung di atasnya, mau jadi apa dia kelak?

Bongkeng (Bahar Mario), bekas perampok yang ditundukkan oleh Mantili. Kemudian, ia pun jadi abdi yang baik wanita ini. Ya, menemani kemana-mana, ya mengulurkan tangan selagi mantili mengalami kesulitan.

Lasmini (Ivone Rose), wanita pemuja kemurkaan dari Gunung Lawu. Ia berambisi besar menghancurkan Kerajaan Madangkara sampai ke akar-akarnya. Mulai dari Brama, Mantili, Bentar, bahkan Paksi Jaladara. Kadang-kadang tanpa kecermatan, dan nafsu jahatnya tercampur dengan rasa simpati. Asal tahu saja ia naksir Brama.

~ Pertempuran pertama, Lasmini cundang. Perjumpaan kedua, Mantili terluka hebat, dan harus dirawat selama seminggu, akibat hempasan Cipta Dewa, ilmu andalan Lasmini. Ajian hebat ini ditemukannya dari hasil kombinasi 2 ilmu andalan Brama – Lumpuh Lampah dan Serat Jiwa – serta ilmu hasil contekan dari kakak-beradik Kijara-Lugina, waringin Sungsang.

Kijara (Idris Apandi), semula begitu gigih menempur Kerajaan Madangkara. Setelah takluk oleh Brama, ia justru bersahabat. Meski sesekali kumat lagi, lantaran hasutan dari Lasmini yang sering ditemuinya.

Lugina (Iwan), adik sperguruan Kijara, ikut bahu-membahu menempur Brama. Akhirnya – bebarengan dengan abangnya – tewas di tangan Biksu Kampala. Persoalannya karena salah paham saja, sebetulnya Kampala yang turun gunung dan menyeberang lautan karena ingin menjajal Brama, langsung ketemu Kijara-Lugina, yang telah bershabat dengan Brama. Karena merasa harus membela raja yang sudah menaklukkannya itu, kedua jagoan yang sudah tobat ini memerangi Kampala. Dan kalah, tewaslah keduanya.

Pasopati, tak banyak diceritakan. Ia seorang pertapa, yang mengangkat murid kakak beradik Kijara dan Lugina. Setelah menurunkan Ilmu Waingin Sungsang, ia dikhianati. Ajian hebat inilah yang dipakai 2 bersaudara seperguruan itu buat menempur Brama. Dengan Waringin Sungsang, Kijara dan Lugina berhasil mengalahkan Brama. Tapi belakangan, Raja Madangkara memukul balik keduanya, dengan ajian Serat Jiwa.

Aki Kolot (Harry Akhiq), menolong Lasmini dari kekalahan bertanding melawan Mantili, kemudian mengangkat murid. Tokoh ini tak ketahuan asal-usulnya, sebagaimana tipologi kejahatannya tak begitu kentara.

Anjani (Novia Kolopaking), putri tunggal Lasmini dari ayah yang tak ketahuan juntrungannya. Gadis ini kasihan sebenarnya. Di satu pihak, karakternya tak begitu jahat. Tapi, di lain pihak ibunya begitu indoktrinatif menanamkan kebencian dan angkara murka. Alhasil simpatinya pada Bentar, bercampur-baur dengan sikap permusuhan yang dihembuskan ibunya.

~ Setelah Mantili undur diri buat bertapa, Lasmini makin malang-melintang, dan jadi musuh utama dinasti Brama. Baik secara sendiri, melalui tangan Anjani, ataupun menggunakan tangan-tangan para cecunguk tak jemu-jemu merongrong Bentar.

~ Tanda tanya pun muncul disini. kalau mungkin kisah asmara antara Anjani dan Bentar bisa diulur-ulur lebih dramatis. Sekaligus, situasi setiap saat membenturkan Anjani pada kebimbangan


yep
:p :p :p
kangen

http://img.kapanlagi.com/i/newkl/free/murti_sari_dewi_01.jpg
*Lasmini dan Bentar, SS3 - Kembang Gunung Lawu

dimana ya cari serialnya? VCD kek, kan udah pernah di film-kan tuh?
kalo kaset sandiwara yang diputer di radio jaman itu, yakin deh gak bakal ketemu lol

Chipers angakatan "babe gwe" sharing dungz, thanks

ghoticpanda
21-02-2008, 17:46
Jadi inget Ama Yang ngemong Gw waktu kecil (hobinya ya dengerin Serial Radio Ini):):)

AmmA
21-02-2008, 21:25
hahahahahahaha......jadi nostalgia nih...

ingat waktu itu, kalo pas sandiwara ini disiarkan diradio, komplek perumahan gw sepi, semuanya sibuk nguping di radio........

jadi ingat nih si bongkeng:D

wuiihhh pada samannya dulu, sandiwara radio ini ngetop banget...
tp ketika dipelemkan koq jadi jelek sih:(

annahar
21-02-2008, 22:16
hehe.. mantep nih.. tapi masih seruan 'Bende Mataram'...

hijacker
21-02-2008, 22:43
wah dulu suka dengerin juga tuh...sampe nonton di bioskop juga hehehe :D

Sirius Black
21-02-2008, 22:46
hahahahahahaha......jadi nostalgia nih...

ingat waktu itu, kalo pas sandiwara ini disiarkan diradio, komplek perumahan gw sepi, semuanya sibuk nguping di radio........

jadi ingat nih si bongkeng:D

wuiihhh pada samannya dulu, sandiwara radio ini ngetop banget...
tp ketika dipelemkan koq jadi jelek sih:(
iya, gw dengar di radio, sewaktu sudah cerita Bentar. Cerita waktu Brama kecil malah cuma nonton di sinetron.

Memang, lebih seru dengar di radio. Film bioskopnya sih juga seru, yang paling jelek itu sinetronnya :(

AlexM
22-02-2008, 07:30
dulu waktu jaman2nya tvri aja, saur sepuh sering di dengerin, bahkan beberapa stasiun radio dengan jadwal berbeda, ceritanya cukup apik..ngga kayak sinetron kita, skenarionya bagus banget, jadi tiap mendengarkan..ikut membayangkan juga..hahahah...

bier
22-02-2008, 08:01
walahhh banyak jg yg angkatan jadul disini. kirain gw doank :D
dulu dengerin serial ini di radio waktu kapan ya? gw masih sekitar kelas 3 SD gitu deh.. ;p ngetop banget emang di masa nya. malah dulu pas gw ikut les gitu les nya mesti di stop sebentar krn semua mo dengerin serial ini termasuk guru les nya. ^o^

fave char gw: Lasmini ;p~

becco
22-02-2008, 11:47
fave char: Kijara dan Lugina :D ajian Waringin Sungsang


btw, cari movie versi Bioskop nya musti kemana ya? share dung klo ada info
thx

bier
22-02-2008, 12:40
@becco: dulu2 sekitar tahun 2000 atau 90an akhir gitu masih suka disetel sesekali di TV (seinget gw yah..). mestinya sta TV ada yg punya deh. coba cari kenalan yg gawe di sta TV. :)

said
22-02-2008, 16:14
HAHAHA.. bro becco,
aku dulu penggemar saur seppuh nih..
dulu hanya di radio saja, aku ampe bela2in dengerin di radio.
malah kayaknya dengerin diradio jauh lebih asyik dibanding pas waktu di TV.
waktu diradio bayangannya kayaknya keren bgt..
eh pas muncul di TV jadi gimana gitu..

AmmA
23-02-2008, 19:19
dulu, kalo ndak salah radio yang nyiarin kerjasama sama sponsor dengan memberikan hadiah photo yang berperan disandiwara radio itu.

walahhhh....gw sampe bela2in ngumpulin bungkus produk untuk ditukar photo ferry fadli dan elly ermawaty (pemeran Brama dan mantili)...

hahahahahahahahhhh....kalo ingat masa2 itu....alangkah indahnya:D

mvx1n
23-02-2008, 20:02
ahaha, banyak nama tokoh yg aku sdh lupa, yg keinget cuma brama, mantili, & lasmini


HAHAHA.. bro becco,
aku dulu penggemar saur seppuh nih..
dulu hanya di radio saja, aku ampe bela2in dengerin di radio.
malah kayaknya dengerin diradio jauh lebih asyik dibanding pas waktu di TV.
waktu diradio bayangannya kayaknya keren bgt..
eh pas muncul di TV jadi gimana gitu..
coba kalo di-remake ala hollywood :D