Sekilas Review ASRock P55 Deluxe3
Welcome guest, is this your first visit? Create Account now to join.
  • Login:

Welcome to the CHIP Forum.

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.

+ Reply to Thread
Results 1 to 4 of 4

Thread: Sekilas Review ASRock P55 Deluxe3
  
Bookmark and Share

  1. #1
    Join Date
    Jun 2009
    Posts
    73
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Sekilas Review ASRock P55 Deluxe3



    Official Website : http://www.asrock.com/mb/overview.as...=P55%20Deluxe3
    Sebelumnya saya mohon maaf karena nggak bisa menyertakan banyak gambar dari saya sendiri. Buat yang minat lebih untuk tahu lebih dalam bisa cek di Legion Hardware.


    Fitur-Fitur andalan ASRock P55 Deluxe3adalah ASRock True 333.
    Fitur yang paling diandalkan oleh ASRock P55 Deluxe3 tentunya adalah yang satu ini. Fitur ini menyediakan fasilitas USB 3.0, SATA3, dan eSATA3. Menurut ASRock, yang membedakan fitur ASRock True 333 dan 333 lainnya adalah badnwidth PCI-E, USB 3.0, dan SATA3 dapat digunakan sekaligus pada waktu bersamaan sementara pada merk lain hanya dapat digunakan salah satu saja pada waktu bersamaan.
    USB 3.0 pada gambar adalah yang berwarna biru pada konektor belakang motherboard. Port eSATA yang tersedia pada konektor belakang hanya satu dan merupakan eSATA3. Sementara slot SATA3 pada gambar motherboard adalah slot SATA yang berwarna putih.

    Layout

    Motherboard ini menyediakan tombol Power, Reset, dan CLR CMOS yang oleh ASRock disebut Smart Switch Design.
    Tombol Power dan Reset terletak pada kanan bawah. Tombol CLR CMOS terletak di konektor belakang motherboard. Lho koq posisinya di belakang?
    Coba kalau anda bermasalah dengan setting BIOS dan tombol CLR CMOS-nya ada di dalam. Jadi musti buka case dulu deh. Sedangkan tombol power dan reset kan memang sudah seharusnya tersedia juga di case. Jadi penempatannya sangat wajar dan mempermudah user.

    Soket RAM yang tersedia adalah 4 buah. Mendukung DDR3 hingga 2600MHz dengan OC. Untuk maximal multiplier RAM yang didukung adalah 10 x BCLK. Agak mengecewakan disini karena untuk mencapai kecepatan 2600MHz akan membutuhkan BCLK hingga 260MHz. Tentunya agak mustahil dicapai dengan air cooling.


    Untuk CPU Cooling, motherboard ini mendukung C.C.O. (Combo Cooler Option). User bisa memilih untuk menggunakan Cooling untuk LGA 1156 atau LGA 775. Lumayan berguna bagi yang upgrade dari LGA 775 tapi tetap ingin menggunakan Coolernya. Lubang untuk Cooling LGA 1156 adalah yang diberi lingkaran putih.


    Tersedia 2 socket PCIe 2.0 x16 untuk CrossFireX atau SLI. Jarak antara socketnya pun tidak terlalu berdekatan sehingga ada ruang bagi Graphic Card yang berada diatas untuk "bernapas".
    Koq socket buat VGA-nya cm 2? Motherboard lain bukannya ada yang sampai 3 atau 4? Chipset Intel P55 tidak seperti chipset X58 yang bisa menyediakan jalur selebar x16/x8/x8 untuk Triple CrossFireX / 3-Way SLI atau x8/x8/x8/x8 untuk Quad CrossFireX atau Quad-SLI. Chipset Intel P55 hanya mendukung x16, x8/x8, x8/x4/x4, x4/x4/x4/x4. Menggunakan 3 Graphic Card atau lebih pada chipset P55 tidak akan meningkatkan performa karena bandwidth PCIe-nya tidak mencukupi di socket PCIe kedua dan ketiga sehingga terjadilah yang disebut "bottleneck". Kecuali jika motherboard tersebut juga menggunakan chipset NF200.
    Jadi cukup wajar ASRock hanya menyertakan 2 socket.
    For me, KEREN IS NUMBER ONE.
    Lebih baik Casing komputer keren walaupun isinya cuma Pentium dari pada Casing butut isinya Core i7. Orang awam nggak bakal ngerti dalamnya.

  2. #2
    Join Date
    Jun 2009
    Posts
    73
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Sekilas Review ASRock P55 Deluxe3



    Fitur Overclocking BIOS

    Untuk setting overclocking pada BIOS, ASRock menyediakan menu OC Tweaker. Kalau malas untuk setting OC karena ribet bisa tinggal menggunakan CPU EZ OC. Menu ini menyediakan pilihan kecepatan dari 3.6GHz hingga 4.2GHz. Dari menu ini maka setting BCLK, RAM, dan Voltage yang ribet dan rumit akan otomatis diatur oleh motherboard. Bagi yang menggunakan Cooling standard saya tidak menyarankan untuk menggunakan menu ini karena bisa menyebabkan CPU Overheat.
    Kalau saya perhatikan, pada dasarnya CPU EZ OC ini mirip dengan ASRock Turbo 50 pada Motherboard ASRock H55.
    Selain CPU EZ Setting ada juga memory EZ. Ini berguna bagi yang hanya ingin overclock memory saja.
    OC terjauh yang saya coba menggunakan CPU EZ OC adalah 4GHz. Tapi suhunya nggak ketolongan sama Cooler Master Hyper 212+ (yang setahu saya sudah cukup sangar performanya). Padahal saya sudah menggunakan 2 Fan. Tapi tetap saja suhu CPU saya hampir sukses menyentuh 100 derajat Celcius.

    Kalau dibilang salah mounting? Dengan kecepatan standar tanpa OC CPU ini suhunya nggak lebih dari 65 derajat Celcius dan itu pun saya nggak copot pasang Coolernya. Jadi saya pikir Cooler Master Hyper 212+ cukup lemah untuk menghadapi OC CPU Quad Core tingkat tinggi.

    Dari fitur OC ASRock ang tersedia saya paling suka dengan I.O.T. (Intelligent Overclocking Technology). Fitur ini memang membatasi Overclocking kita hingga 10% saja (BCLK meningkat dari 133 MHz -> 146 MHz). Tapi yang menarik adalah pada saat idle BCLK akan turun menjadi 133MHz lagi. Bahkan dengan fitur I.O.T. aktif, kita juga bisa menggunakan fitur ASRock IES (Intelligent Energy Saver). Jika IES aktif maka motherboard hanya akan menggunakan 2 Power Phase pada saat idle. Voltage untuk processor juga diturunkan sehingga konsumsi listrik dan panas berkurang. Pada saat Load, motherboard tetap akan menggunakan 8 Power Phase. Berikut adalah contoh screen shot CPU-Z pada kondisi CPU Load dengan IES dan I.O.T. aktif.



    Hasil OC-nya memang tidak seberapa. Tapi sangat praktis untuk digunakan komputer yang menyala dalam waktu lama. Tentunya akan jauh lebih hemat daya dibanding overclock manual karena Voltage dari overclock manual tidak akan berkurang pada saat CPU dalam kondisi idle. Lagi pula kecepatan Core i7, Core i5, dan Xeon saya rasa sudah cukup tinggi tanpa harus di OC. Jadinya buang buang listrik aja kalau Core i7 masih di OC.
    Untuk masalah suhu juga cukup menarik karena IES bisa mengurangi suhu dalam kondisi load hingga 5 derajat Celcius karena voltage yang digunakan lebih rendah.

    Ini adalah screenshot 3DMark Vantage.


    Spek yang dipakai adalah :
    CPU : Intel Xeon X3440 2.53 GHz (2.8GHz Turbo) no HT
    RAM : G.SKILL Ripjaws PC12800 @ 1333MHz (1400 MHz dengan Intel Turbo Mode) 6-7-6-21
    VGA : Gigabyte Radeon HD 5850
    HDD : Western Digital Caviar Green WD7500AADS
    MB : ASRock P55 Deluxe3


    Untuk urusan Audio, ASRock menggunakan VIA HD Audio. Saya menggunakan Speaker Edifier R451. Kualitas suara yang dihasilkan bagi saya jauh di atas mengecewakan. Fitur yang disediakan dari menu VIA HD Audio Deck cukup bervariasi dan kita bisa mengatur kualitas suara yang dihasilkan agar lebih enak didengar. Kualitas Audio yang dihasilkan lebih baik dibanding Realtek HD Audio yang biasa saya jumpai di berbagai motherboard mainstream.

    Nilai lebih lainnya dari motherboard ini adalah mendukung Intel Xeon X3400 series secara official. Motherboard dari ASUS yang secara official mendukung Xeon X3400 series hanya ada 1, yaitu ASUS P7P55 WS Super Computer. Tapi seluruh jajaran ASRock P55 dan H55 dari bawah ke atas mendukung Xeon X3400 series secara official. Ini adalah salah satu daya tarik bagi yang ingin membangun Server atau Workstation menggunakan Intel Xeon X3400 series.

    Secara keluruhan, motherboard ini cukup menarik dan layak jadi pertimbangan untuk yang ingin menggunakan processor Intel Core 2010 (Lynnfield dan Clarkdale). Apalagi jika dilihat dari nilai ekonomi, harga yang ditawarkan setara dengan motherboard mainstream dari ASUS dan Gigabyte tapi fiturnya setara dengan kelas high-endnya.

    Keunggulan :
    - Desain masuk akal
    -
    Fitur menarik dan masuk akal
    -
    Harga masuk akal
    - SLI/Quad SLI Ready
    - Mendukung Intel Xeon X3400 series secara official

    Kekurangan :
    - Multiplier RAM hanya mendukung hingga 10x BCLK
    - Yang lainnya masih dipikirkan
    Last edited by K. Garong; 30-05-2010 at 16:48.

  3. #3
    Join Date
    Mar 2007
    Location
    Di kamar tercinta
    Posts
    1,392
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    14

    Re: Sekilas Review ASRock P55 Deluxe3



    nice review... GRP sent


  4. #4
    Join Date
    Dec 2007
    Posts
    1,961
    Thanks
    2
    Thanked 20 Times in 13 Posts
    Rep Power
    15

    Re: Sekilas Review ASRock P55 Deluxe3



    Nice review bro great price and performance
    Follow us on new official twitter
    Twitter mention: @ASRockID


    Follow us on new official twitter
    Twitter mention: @SapphireID


    ASRock gen3, first motherboard with PCIE-3.0


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts