Fatal1ty merupakan jajaran board dari ASRock yang mencoba merambah ke segment gamer dan overclocker. Sekilas Fatal1ty memiliki desain mirip ROG terutama theme warna, namun bagaimanapun juga we're welcome lah for ASRock masuk menawarkan opsi alternative untuk gamer enthusiast. Harganya ane lihat di salah satu toko online Indonesia berkisar level 2.3 jutaan.
FEATURES & SPECIFICATIONFitur-fitur yang bertitik berat pada gaming bisa selengkapnya dicheck di
- Premium Gold Caps (2.5 x longer life time), 100% Japan-made high-quality Conductive Polymer Capacitors
- Digi Power, Advanced V16 + 2 Power Phase Design
- Supports Intel® K-Series unlocked CPU
- Supports Dual Channel DDR3 2133(OC)
- Supports ATI™ Quad CrossFireX™, 3-Way CrossFireX™ and CrossFireX™
- Supports NVIDIA® Quad SLI™ and SLI™
- Dual PCIE GLAN with Teaming function
- 1 x Fatal1ty Mouse Port, 2 x Front USB 3.0 ports, 4 x Rear USB 3.0 ports, 6 x SATA3 connectors, 1 x eSATA3 connector, 2 x IEEE 1394 ports
- Dr. Debug, Smart Switch Design: Power/Reset/Clear CMOS Switch with LED
- Supports Fatal1ty F-Stream, XFast USB, UEFI, Instant Boot, Instant Flash, Good Night LED, APP Charger, SmartView
- Combo Cooler Option (C.C.O.)
- 7.1 CH HD Audio with Content Protection (Realtek ALC892 Audio Codec), THX TruStudio PRO™ and Premium Blu-ray audio support
Free Bundle : 1 x SLI_Bridge_2S Card , 1 x Front USB 3.0 Panel, 1 x Rear USB 3.0 Bracket
---> Fatal1ty Zone
Desain amat manis, dengan phase berlimpah untuk kestabilan asupan voltage ke processor saat overclock. Port untuk SATA amat banyak dengan 10 port! cukup untuk RAID HDD 5x2 LoL. Btw langsung saja ke testing-testing. Foto2 menysul mas bro ...
Software Fatal1ty untuk monitoring mirip dengan varian ASRock P67 dengan perbedaan ada pada skin dan fitur Fatal1ty USB gaming mouse port
SYSTEM TEST
- ASRock P67 Fatal1ty BIOS v1.60
- Intel Core i7 2600K
- Cooler Master V6GT White Edition
- G.Skill Ripjaws 2x2GB 2000 C9 chipset Elpida BBSE thanks to Indra 'dedde' Gamexeon
- Sapphire HD6950 thanks to Astrindo
- Seagate HDD 500GB SATA2 7200RPM
TESTING SESSION
- Mencoba mengoverclock system dengan wall pada Voltage processor yang tidak akan kami paksa jalan di atas 1.4V untuk test stability extreme, purpose pemakaian harian // Setting #1
- Memaksimalkan memory speed dengan timing seketat mungkin, Voltage RAM rendah // Setting #1
- Melakukan benchmark processor i7 2600K berjalan stock clock (default) 3.4GHz w/ Turbo On // Setting #2
- Komparasi performa Setting #1 vs. Setting #2
- Melakukan overclock BCLK yang mampu dijalankan ASRock Fatality dengan wall voltage tidak melebihi 1.5V
OVERCLOCKING PREPARATION
Sebenarnya ada opsi overclock system dengan menggunakan preset AUTO dari Fatal1ty pada BIOS. Kita bisa coba pilih run dari default hingga 4.8GHz secara AUTO, dan itu sudah cukup untuk para gamer mendapatkan extra performance dengan pengaturan overlock ala ASRock, its stable sebelumnya saya coba. Namun ada parameter voltage yang agak berlebihan, its okay lah klo 4.2GHz - 4.6GHz, namun di atas itu sepertinya setrum cukup besar dan perlu kita presisikan manual. In my opinion.
- CPU Multi: 50x
- Internal PLL: Enabled (harus enable di CPU batch yang ane punya, kalau mo di atas 4.8GHz, bisa update BIOS apabila opsi ini missing
- Intel Speedstep: ane suka nyala, biar klo idle dia downclock dan purpose hemat daya
- Turbo Boost Power Limiter = MANUAL, untuk scaling performa tidak dilimit TDP (W), si Power Limit perlu dibuka dari default 100 sekian ke angka 280 (long) dan 250 (short) ... // ... ceritanya Intel menerapkan batasan TDP extra pada Sandy Bridge dan kalau kita run system melebihi TDP max Intel (95W) maka performance akan throttling dan tidak scaling, so rekomendasi hasil coba-coba saya, begitulah setiing long dan short_nya
- Spread Spectrum: DISABLE, kalau enable akan menghambat overclocking dan meredam BCLK dari 100 ke 99.8 di Windows untuk tujuan mengurangi radiasi elektrik
RAM yang saya pake adalah Ripjaws lama, 4GBRH rating 2000 9-9-9-27 1.65V. Karena di P67 hanya ada opsi overclock RAM dengan divider 1600-1866-2133, maka tentu pilih 1866. RAM ini menggunakan chipset Elpida BBSE yang karakternya susah stabil di Sandy Bridge divider 2133, beda dengan Ripjaws-X yang baru menggunakan chipset PSC yang memang didesain untuk Sandy Bridge. So buat mas bro punya RAM BBSE jangan dibuang, ini bisa kita maksimalkan dengan timing ketat ... // ... lebih ketat daripada apa yang bisa diraih PSC. Setting timing 8-8-8 rata dengan setrum di bawah 1.65V saja lah untuk memory ini.
- Energy Saving: Disable, hohoho
- CPU Core Voltage ada 3 yakni AUTO (otomatis ditambah oleh si Fatal1ty kalau clock CPU jalan tinggi), Offset (menggeser VID processor, masih dengan spek Vdrop dari Intel), dan Manual (set fixed berapa V sesuai keinginan *advanced) ... // ... untuk purpose harian saya cenderung suka offset karena saat idle dia bisa downvolt setrumnya tentu hemat daya tetapi perlu waktu agak lama terutama mengenal karasteristik VID processor yg dipake ... //... untuk benching clock extreme pastikan fixed manual saja karena lebih enak
- CPU Load-line Calibration: Tujuannya untuk menghapus VDrop, ada 5 Level dan urutannya dari TERENDAH sampai TERTINGGI = Level 5, 4, 3, 2, 1 ... / / ... ane pake level 4 atau 3 saja, gak suka level 1 dan 2 yg selain menghapus VDrop juga malah menambah setrum lebih tinggi lagi
- DRAM Voltage: insting
- PCH Voltage: AUTO
- PLL Voltage: saya turunkan jadi 1.6V saja lah biar ademan dikit processor, toh V ini gak terlalu berguna di Sandy Bridge begitu (atas) Internal PLL ON
- VTT Voltage: naikin sediikiit saja, karena kita make divider RAM 1866 dan IMC (internal memory controller) perlu asupan setrum lagi yang reasonable
- VCSA Voltage: AUTO, System Agent ini bisa ditambah kalau juga mengoverclock VGA SLI/CF
STABILITY
CPU 5GHz, RAM DDR3 1866 8-8-8, pass LinX short time (CPU heater) dan memory saya yakinkan amat stabil dengan pass MemTest 200%.
















Reply With Quote
















Bookmarks