Sekedar share ke teman-teman.
Kejadian ini terjadi semalam, Rabu, 9 September 2009, ketika saya melintasi
jalan inspeksi Kalimalang menuju arah Pondok Kopi-selepas Borobudur. Tiba2
motor saya disenggol dari belakang kanan. Orang tersebut marah-marah
ngga jelas, menghardik saya dan mengeluarkan kata-kata kasar, seolah2
saya yang bersalah. Katanya ”Eh, loe orang naik motor ngga bener!” sambil
terus menyodok-nyodok saya. Terus terang saya kaget. Saya cuma
membunyikan klakson saja tanda sebal. Lha wong lagi pelan-pelan jalan di
pinggir jalan (abis makan dari salah satu warung yang ada di pinggir jalan
itu), tiba-tiba ada orang nyodok-nyodok motor dan marah-marah. Sambil
mengendalikan motor saya yang oleng disodok2, saya berusaha meladeni
orang tersebut dan menjawab dengan tenang. ”Apaan, tiba2 situ nyodok2
motor saya sama marah2 begitu” Tampaknya orang itu tetap saja
marah-marah nggak jelas dengan mengemukakan alasan yang nggak saya
lakukan. Orang itu menendang-nendang motor saya, dan kebetulan cewek
saya yang membonceng agak panik. Saya lalu berhenti di depan sebuah
bengkel motor dan cuci motor, untuk mengantisipasi kalau orang ini mabuk
atau mengamuk. Saya tanya orang ini baik2 malah semakin kasar berkata
”Loe orang tadi ngatain gue apaan, ye tadi di sono” sambil menunjuk2
tempat tadi.
Cewe saya menjawab, ”Lha, siapa yang ngatain situ, dari tadi situ yang
tiba2 marah2 dan nyodok2 motor saya”
Kemudian, pria itu marah2, ”Eh, loe cewek ngapain ikut2!” dengan gayanya
yang hendak memukul cewe saya.
Atas saran cewe saya, saya memarkir motor saya di tempat cuci motor itu,
untuk menunggu orang itu berlalu. Beberapa orang bengkel sudah
mengelilingi kami, menjaga supaya kami tidak terjadi apa2. Dengan terus
mengomel tidak jelas, orang itu kemudian pergi meninggalkan kami.
Setelah saya perbincangkan dengan orang-orang bengkel situ, orang aneh
itu sudah pernah mencari keributan di daerah bengkel itu. Mereka tidak tau
apa alasan orang itu berbuat onar, baik karena alasan uang atau
dipengaruhi alkohol, atau modus tertentu. Menurut mereka, orang itu
mungkin tidak sendiri dan ada komplotan di daerah pangkalan jati. Saya lalu
mengambil jalan memutar, melalui jalan yang tembus ke jalan rawa domba,
atas saran orang-orang bengkel itu.
Ciri2 orang itu, gempal tidak pake helm dan perlengkapan safety lainnya,
naik motor shogun 125 R tahun 2005 warna biru.
Apakah teman2 CODEC yang rutenya daerah kalimalang ada yang pernah
mengalami hal serupa?
Dari hasil pemikiran saya, ada beberapa kemungkinan pada kejadian ini, yaitu :
- Orang itu dibawah pengaruh alkohol, sehingga secara tidak sadar ingin membuat onar, kebetulan saya menjadi korbannya
- Modus kejahatan, yang ingin mengincar saya atau motor saya
- Salah orang. Mungkin memang sebelumnya ada pengendara lain yang membuat dia kesal, lalu dia kejar dan disangkanya adalah saya.
Bagi teman2 CODEC, jika menghadapi situasi seperti itu, ada baiknya :
- Tetap tenang dan tidak terpancing emosinya
- Sebisa mungkin berhenti di bengkel atau tempat keramaian
Hal ini untuk menghindari terjadinya tindak kriminal atau tindak kekerasan.
Saya memilih berhenti di bengkel, karena situasi bengkel masi rame dan
menurut pertimbangan saya orang bengkel memiliki fisik yang relatif lebih
kuat untuk mencegah terjadinya bentrokan fisik, ketimbang saya berhenti di
rumah makan yang ada di lokasi tadi
Semoga teman2 CODEC tidak mengalami hal tersebut