penting buanget gt loh...dasarnya ya itu..tetep aja dipake di era digital sekarang...oldig cuma buat nambahin kesan aja...terlalu ekstrim juga bisa ngerubah isi foto trsebut...![]()
penting buanget gt loh...dasarnya ya itu..tetep aja dipake di era digital sekarang...oldig cuma buat nambahin kesan aja...terlalu ekstrim juga bisa ngerubah isi foto trsebut...![]()
Sangat penting! Karena meskipun foto bisa diolah pake software seperti Photoshop, hasil foto yang sangat kurang baik akan sulit untuk diolah.
Saya pernah motret beberapa foto dengan settingan normal dan yang lainnya dengan settingan over exposure dan under-exposure. Yang over terlalu terang cahayanya sehingga detail dari gambar hilang. Meskipun diatur sana-sini, belum sebaik pemotretan dengan pencahayaan normal. Bahkan jauh sekali bedanya....warnanya lari-lari....
Foto yang under juga kalo di 'paksa' untuk diterangin, gambarnya akan pecah-pecah, dan kelihatan jelas noise-nya...
Trus kalo komposisinya udah ngga bagus, katakanlah undah kepotong bagian terpenting dari foto, mo ngolahnya gimana? Nambahin yang ilang?
Senior Technical Engineer, Photographer, High Speed Video Instructor and Operator, Corona (UV) Camera Instructor.
jadi intinya teknik foto dan teknik editing foto sama2 penting, gk ad satu, satunya jelek, sebaliknya.
i hate request timed out
Hehehe... beberapa anak buah saya banyak yang menanyakan ini...Originally Posted by maverick_007
3 yang gak bisa dilepaksan dari yang namanya fotografi kan ada 3 : Tekhnik, Komposisi dan cerita, ya, kan?!
Sekarang jika memang tekhnik tidak penting dan bisa diolah digital, bagaimana kita bisa mengolahnya untuk merubah foto yang akan diolah (jika memang aslinya tidak baik) menjadi baik? Lha wong tekhniknya aja nggak ngerti, koq...Apa yang mesti dia ubah. Jika ia tidak memahami dan mengerti yang namanya Tekhnik fotografi, pasti orang itu akan bingung, "Bagaimana foto tersebut terlihat bagus?!"
"Apa itu Temperature? berpengaruh pada apa? Warna Udara, apaan tuh? Speed, Diagfragma, apaan juga, tuh...? ISO/ASA? Apa sih pengaruhnya?! Apa sih itu? Exposure? Apa lagi tuh Ach! Bingung gua!"
kalo itu nggak tau, bagaimana kita bisa mengenchange pada Software... Nah! Skrg kita lihat gambar dibawah ini
Gambar tersebut adalah grabb-an dari Adobe Photoshop jika kita membuka format RAW (Gua yang ketiga dari kiri - Narsis mode dimulai). RAW kan gambar mentah, tanpa utak atikan apapun dari software di kamera (misalnya white ballance, dsb). Pengaruh mekanik RAW adalah Shutter Speed, Diagfragma + Cahaya ke media (CCD) kan?! Sama PERSIS dengan kamera filem. Jadi, bagaimanapun, untuk dapat mengolah digital, kita mesti tau tekhnik dasarnya.
Nah! kalo secara prinsip kamera filem dan digital (hanya media-nya saja yang beda - [yg 1 film, yg 1 CCD]) sama, menurut anda sendiri deh... perlu gak tuh mempelajari yang namanya tekhnik fotografi?
Digital? Bandingkan sendiri coba, hasil yang diambil menggunakan tekhnik on-camera dengan tekhnik on-digital...
Coba lagi... apalagi masalah tekhnik yang gak bisa diolah digital... nih coba...Masalah Deep Of Field...
kalaupun bisa diolah digital, bisakah membuat DOF sebaik langsung dari kamera yang diakbatkan : pengaruh jenis lensa, jarak bidang, jarak fokus (jarak tele), dan juga diagfragma, serta luas bidang media?!
Gw Pro digital, pro juga masalah enchanging digital tapi gak suka masalah (kontra) tipu digital![]()
Last edited by Bang Japra; 16-04-2006 at 14:38.
perumpamaan dari penjelasan bung japra...
orang yang bisa nyalain, nginjek gas, dan laenya untuk jalanin mobil tpi gak bisa "nyetir" mobil... mao dikasi mobil paling lengkap fiturnya mulai dari auto trans, infra sensor, gps, cruise control, etc etc... dilepas dijalanan pasti bermasalah mulai dari bikin eneg penumpangnya sampe bikin mokat seisi mobil...
penerjemahan:
nyalain, ngenjek gas, dll = nyalain kamera, lepas cap, neken tombol shutter.
cara nyetir = teknik moto
fitur fitur = fitur yg memudahkan baik in prod maupun post prod...
mungkin.... MUNGKIN... orang yang gak bisa nyetir bisa bawa mobil tanpa tau caranya kalo sistem komputer dah mampu nyetir ndewe...
dan sama dengan moto.... selama gak ada kamera yg bisa moto sesuai keinginan kita hanya dengan perintah maka teknik itu walopun gak dikuasain dalam tingkat master, minimal bisa....
Rig1:
2600K with V6 GT
Z68a GD80
16 Gb Vengeance DDR3 1600 (4x4)
Quadro 4000
Caviar Black 500x2 + Vertex3 120
on iCute Super + CM Gold 800w
displayed on 2x U2211
Rig2:
965 BE with stock cooler
970a G45
8 Gb Vengeance DDR3 1600 (2x4)
560 Ti
Caviar Black 500x2 + Caviar Blue 1tb
on IN410 + CM Gold 800w
displayed on U2711H
Saya setuju dan terimakasih.
Panggil saya Bang ya jangan Bung...."Si Buaya Ijo" juga boleh...
BTT!
padahal buaya darat tuhhh.........Originally Posted by Bang Japra
*asli sumpe garink bgt gue hari ini*![]()
btw sama sama......![]()
jelas penting..klo cuma olah digital, hasilnya kadang ga memuaskan..btw klo gambar blur bisa ga di fokusin? ga bisa kan?
sangat pentinglah bangetlah, kalau dari saat pemotretannya tekniknya sudah bagus...
karena itu kita bisa melihat sebgaimana besar efffort pata fotografer mempersiapkan setting dan equipment untuk pengambilan fotonya...
profesional biasanya menggunakan DI hanya untuk mengatur mood warm atau coolnya suatu foto, atau kadang2 white balancenya...
Off Topic bukan Out of Topic, om~
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks