No. 1 namanya "Bluring"
itu dengan speed yang rendah
No. 2 namanya "Freeze"
gunakan speed diatas 125 secs![]()
No. 1 namanya "Bluring"
itu dengan speed yang rendah
No. 2 namanya "Freeze"
gunakan speed diatas 125 secs![]()
@kusdra : emanknya kenal Oom Ipoeng?![]()
wah kalo di psa 540 kok adanya value nya satu per berapa gitu ya (1/...)
?? yg ini ya??
![]()
need scholarship information,please visit thishttp://indonesianscholarships.com/
iya, makin kecil angkanya kan makin cepet...
itu salah, ralat dikit, maksudya freeze itu speednya diatas 1/125 secs...![]()
bang...
gimana pemilihan saat motret pada paremter ISO ?
gmn nyesuaikannya dgn parameter lainnya.![]()
Masalah ISO, itu terserah anda.
sebelumnya, ISO/ASA/DIN adalah standart satuan yang diciptakan manusia, berdasarkan lokasi, tapi satuannya sama aja, koq...
ISO = Inggris (klo gak salah)
ASA = Amerika
DIN = Belanda
Ada 2 macam jenis film (atau kita samakan saja dengan sensor):
1. Low Sensitivity Film
Filem yang sangat rendah kepekaannya terhadap cahaya.
Dengan ISO/ASA/DIN < 100
contoh satuan ISO rendah L 25, 50, 75.
Hasil gambar yang didapat sangat tajam, warna yang dihasilkan akan lebih cerah dan tajam ketimbang ISO yang lebih tinggi. Tetapi Sebaliknya, kepekaannya terhadap cahaya lemah. Cahaya yang dibutuhkan relatif agak banyak, alhasil anda tidak terlalu "leluasa" untuk menggunakan speed tinggi dan diagfragma kecil jika kondisi cahaya-nya terbatas.
2. Normal Sensitivity Film
Film dengan kepekaan terhadap cahaya yang normal.
ISO/ASA/DIN 100 - 200
ISO ini paling banyak digunakan oleh fotografer, karena selain "friendly" dan toleransif terhadap berbagai macam kondisi cahaya, hasil (warna) yang dihasilkan tidak terlalu buruk, juga relatif tajam. Sangat sering digunakan oleh orang pro maupun amatir. Jika anda menggunakan ISO isi, biasanya anda akan lebih leluasa untuk menggunakan speed maupun diagfragma. Tapi ingat! tergantung kondisi cahaya yang ada juga. hihihi...
3. High Sensitivity Film
Filem dengan sensitifitas cahaya yang tinggi
ISO/ASA/DIN > 400
Jika anda membutuhkan shutter speed (kecepatan rana) yang tinggi sementara kondisi cahaya tidak memungkinkan menggunakan speed tinggi, yang tidak bisa di-cover (ditangani) oleh filem sampai dengan ISO 200 (normal sensitivity film), tinggal ganti filem yang bersentifitas cahaya tinggi. Nah! sensornya udah semakin peka cahaya, alhasil kecepatan rana juga dapat anda tingkatkan, kan?!
Tapi ingat! Semakin tinggi ISO, apalagi sudah masuk tahap "High Sensitivity Film", warna pada gambar makin tidak akurat (pucat) dan bulir-bulir partikel gambar (grain pada film, noise pada digital) akan semakin terlihat. Hehehe...
Tapi, walaupun anda percaya dan bangga terhadap Canon DIGITAL (Yaa~aa.. gua juga fanatik Canon sih..), dan mungkin hasil yang diciptakan Canon pada ISO sampai 1600 tidak menimbulkan noise pada gambar, tapi tetap saja, kualitas di ketajaman warna gambarnya berkurang.
Sayang sekali...
Terimakasih, semoga membantu, dan...
...Minta bayaran...![]()
ok bro.
skrg aku lagi praktek ilmu anda he he
doain bisa neh
Sedikit ngelurusin.. skrg, ukuran kepekaan film (dan image sensor digital) terhadap cahaya sudah disamakan utk seluruh dunia. Standar yang digunakan adalah yang ditetapkan oleh ISO. Adapun metoda dan nilainya, mengambil penyetaraan dengan satuan yang (dulu) digunakan ASA.
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks