Quote:
Originally Posted by reval
dari tapi klo dari vga jadul(7xxx, 86xx) ke 5850
apakah worth pak destroyer...
|
IMHO...

Menurut saya untuk HD-5850 udah cukup kompetitif bro, saya lihat face to face dgn GTX-285 ya. Kalau mau lebih baik lagi tunggu sekitar 6bln biar drivernya lebih matang, nunggu launching nVIDIA baru, game DX-11 udah cukup banyak dan harganya kemungkinan udah turun lg.
Upgrade ini untuk kelas mid-high end, dengan system yg sama ya. Menurut saya kalau mau beli VGA lihat segmennya, membandingkan VGA mid-high dengan low-mid tentu aneh jadinya

. Kalau soal ada uang ada tidak ya itu tergantung dgn segmen VGA dan budgetnya jg, kl mampu ya beli

, toh saya lihat diforum ini banyak jg yg mampu beli seri GTX (kl saya tdk

).
Harga HD-5850 di plot <$300 untuk melawan GTX-285, yg harga termurah di bhinneka saja masih $364, padahal dari segi kemampuan/features jelas GTX-285 kalah. Jika HD-5850 nya di rate $400 nah itu baru tdk worth!. Kalau mau yg lebih murah lg kita tunggu HD-5870 nya ya
Soal game DX-11 masih belum banyak dan game bedanya sedikit saja ya wajar saja, namanya teknologi baru. Tapi lihat kedepan DX-11 itu kan native Windows. Kl argumen cuma bgt, saya mau tanya untuk apa beli VGA card dgn native DX-10 (nVIDIA) dan DX-10.1 (ATI) kl kenyataan dilapangan jg game masih banyak DX-9, bahkan game2 populer sekalipun ada 2 versi DX nya. Kan cukup pakai VGA card lama dgn DX-9 saja CMIIW.
Saya jg lg nunggu GTS-300 launching, pengen tahu dia diplot untuk kelas mana dengan harga berapa. Kalau ternyata high-end (tanpa ada adik untuk kelas mid) dgn harga selangit, GTS-300 lebih tdk worth lagi

. Saya percaya kompetisi akan melahirkan inovasi yg lebih baik lg. Celakanya nVIDIA (nampaknya) kali ini ketinggalan kereta dari ATI

. Ingat hampir tidak ada teknologi yg stagnan, semuanya maju kedepan sesuai dgn Hukum Moore.
Saya jg percaya didalam perkembangan teknologi kita harus fair dan tdk fanatik buta. Saya sendiri selama ini setia di AMD dan card nVIDIA, (jg udah berhasil 'meracun' keluarga dan teman2

). Tapi jika kita lihat kenyataan kl sedang ketinggalan ya ketinggalan saja, toh kedepan bisa mengejar 'balas dendam' dan kembali menduduki tahta pemimpin

, gantian bgt, hal ini jg udah terbukti kan selama ini. Jgn kaya' kelakuan politisi negeri 'Impian' dah, udah kalah cari 'excuse' macam2
Thanks