Gw lebih prefer cable connection, selain lebih "kuat" juga investasi nya lebih murah dari wireless, dan speed nya sendiri lebih stabil gada gangguan cuaca
kecuali mao invest gede gedean yah pake perangkat wireless yg handal juga lah![]()
Gw lebih prefer cable connection, selain lebih "kuat" juga investasi nya lebih murah dari wireless, dan speed nya sendiri lebih stabil gada gangguan cuaca
kecuali mao invest gede gedean yah pake perangkat wireless yg handal juga lah![]()
Kelemahannya kabel terbatas maksimal 150meter dengan UTP.
Kalo pake kabel telpon dengan teknik adsl memang bisa jauh, tapi perangkatnya pun malah lebih mahal dari wireless, apalagi kalo pake FO yang semeter aja harga kabel udah $2an.
Dengan wireless, sharing internet cukup efektif untuk jarak jauh melebihi kemampuan jarak UTP dan relatif murah dan relatif cepat pembangunannya.
Saya pakai wireless untuk internetan didalam kondisi hujan deras plus angin besar sangat stabil kok...tidak ada drop sinyal kok asal pointing bagus lalu pemasangan pipa tidak goyang parah saat diterpa angin.
Originally Posted by D2000
He7... untuk yang ini SETUJU bangets...Originally Posted by lini
![]()
Kalo pengalaman gue sih.. RT-RW-net paling efektif ya via kabel utp..
teorinya gini:
misalnya ada satu kompleks perumahan dimana dalam radius 1km terdapat 500 KK (Kepala Keluarga)
dengan asumsi 30% (150KK) diantaranya pelanggan potensial, maka dibutuhkan minimal 8 Access Point
karena 1 AP=max 20 client ; recommended=15 client
namun pada kenyataannya 4 buah Access Point dalam 1 cell area saja saat ini sudah sangat sulit untuk bekerja secara maksimal
karena frekwensi 2,4GHz sudah sedemikian crowded sehingga gangguan interferensi sangat besar
teorinya sih memang disarankan menggunakan 4 AP dengan channel non-overlap 1,6,11,14 tapi jangan lupa, kita tidak sendirian disini.
bisa jadi diatas kepala kita ini sudah ada yang menggunakan channel tersebut entah untuk cordless phone atau untuk point-to-point yg sama2 2,4Ghz.
Yah namanya juga unlicensed band, bebas dong sapa aja boleh make..
nggak parah banget sih gangguannya, tapi yg pasti performa AP turun drastis..
nah bayangin aja kalo dgn 4 AP aja kita masih kurang, gimana mo ngelayanin segitu banyak klien ?
solusi paling efektif ya pake hybrid (wireless+wired)
Dengan menggunakan metode ini kita bisa mengatasi kendala utama yang dihadapi RRN (RT/RW-NET) yang menggunakan kabel, yaitu panjang maksimum kabel.
Berhubung gue blom install visio, gue jelasin by words aja yah:
- Instalasi Client/Bridge radio cukup dilakukan PER BLOK (atau lebih, kira2 1 bridge melayani 20 client)
- Dari Bridge tersebut tinggal diturunkan kabel utp melalui hub/switch dan disalurkan ke rumah2 klien
- Instalasi kabel dapat melalui tiang listrik (pakai klem kabel) atau saluran air (got/selokan klo gak jijik)
- Setiap 2-3 rumah (tergantung ukurannya) dipasang hub/switch lagi sebagai repeater
- Power untuk perangkat2 tersebut dapat diambil dari rumah klien (kecil koq, cuma 12v x 0.5A = 6Watt max)
mungkin terdengar sama saja seperti RRN kabel biasa,
tapi bedanya disini kita menggunakan wireless untuk menghindari kabel yang "nyebrang jalan" yg menyulitkan..
keuntungan kedua, kita dapat menjangkau klien yang jauh dari pusat router tanpa perlu membentangkan kabel langsung.
Nah dengan asumsi dalam area tersebut terdapat 40 blok, dan tiap2 blok terdapat ~13 rumah
maka hanya dibutuhkan 2-3 AP untuk melayani blok2 tersebut sehingga penggunaan frekwensi lebih efektif
dan kerja AP tidak terlalu terbebani karena masing2 hanya melayani 10-15 client radio
untuk solusi perangkat:
- Routerboard500 (bukan bermaksud promosi lho)
Routerboard tersebut sama saja seperti PC biasa, cuma lebih compact (dan lebih mahal tentunya)
1 Routerboard tersebut memiliki 4 slot miniPCI yang dapat diisi 4 buah card wireless miniPCI (disarankan atheros)
masing2 card sudah memiliki fungsi penuh sebagai Access Point, sehingga praktis dengan 1 perangkat anda mendapatkan 4 AP
Sistem operasi yang digunakan bisa linux / mikrotik.. terserah.. yg jelas mikrotik kudu bayar :P
- atau kalau mau lebih berhemat bisa aja pakai pc tua (minimal pentium mmx)
tiap2 slot pci-nya dipasangi converter PCI-to-miniPCI
tapi susahnya klo pake beginian kudu jago ngerancang casing yg weather-proof
(soalnya nih pc bakal digantung di tower ^^)
atau bisa aja pc diletakkan dibawah, biar enak kalo kenapa2 gak perlu susah2 manjat..
tapi kabel coaxial ke antenna jangan panjang2
(bingung kan.. tower tinggi, tapi kabel gak boleh panjang)
kalo mo panjang2 silahkan tanya2 kabel merek heliax..
gue sih terus terang gak sanggup denger harganya..
kekurangan kedua yaitu gak bisa pake poe..
sisanya kurang lebih sama seperti di halaman depan lah.. antenna silahkan liat2 di www.hyperlinktech.com
untuk 1 AP dalam 1 cell, cukup memakai satu buah antenna yang omni-directional (Routerboardnya yg seri 100 saja)
untuk 2 AP dalam 1 cell, pakai yang sectoral 180' 2 biji (masing2 menghadap Utara-Selatan / Timur-Barat)
untuk 3 AP dalam 1 cell, pasang yg 120' 3 biji (...gimana yah.. ya gitu deh.. :P )
untuk 4 AP dalam 1 cell, ambil 4 biji yg 90' (Utara-Selatan-Timur-Barat)
gain disesuaikan dengan ukuran cell..
disarankan untuk BTS supaya tidak menggunakan antenna rakitan.. *pengalaman gak pernah ada yang bagus*
untuk client/bridge (inget, harus bisa nge-bridge.. jangan cuma bisa jd station adapter) :
Linksys WET11 / WET54 <-- yg WET11 tiap bulan butuh power-cycle alias dimatiin-idupin.. biasa lah.. muntah2 hoex2
Edimax 7203APG <-- tiap 3 bulan baru muntah..
Senao SL2511/SL2611/SL3504 <-- kira2 6 (enam) bulan mulai gak bisa di-ping.. tinggal di-restart beres ^^
Smartbridge Airbridge/Airpoint <-- gak pernah pake.. tapi kabarnya setara sama senao..
itu aja sih, sisanya gue gak tau.. tapi rata2 sama aja sih.. barang2 low-end pasti tiap bulan batuk2.. karena AP juga manusia *alahh*
Antenna di sisi klien cukup menggunakan homebrew..
Antenna Kaleng, patch, flat panel, dan jenis Corner dipole 7-10dbi up to ~700m LoS
Antenna Double BiQuad 12dbi ~1km LoS
Mini Parabolic Grid 15dbi ~2km LoS
Semi-Parabolic Grid 24dbi ~4km LoS
itu jarak maksimal (kondisi sinyal pas2an) dengan asumsi BTS menggunakan omni 15dbi DI JAKARTA SELATAN <-- lumayan crowded, tapi gak separah timur tuh :P
well, that's all i can share..
and last but not least : Let's play by the rules.. no booster ^^
PS: Atheros miniPCI punya output power 400mw (~27dbm) but please.. don't use it..
(gue set 17dbm untuk link 7.9km aja udah cukup koq..)
Last edited by battousan; 17-07-2006 at 13:32.
________________
Sante bro..
Kalo radiusnya kira2 brp jauh yah ???
Terus komputer servernya harus di deket BTSnya ??? Ato bs di wireless ke rumah kita ???
Kalo bandwith yg 780kpbs ada gak ???
En kalo sistemnya beli bandwith telkom speedy (ADSL) yg unlimited 3x lipat bs gak??? Jadi bayarnya 9jt (tp dpt speednya 3x384)
Mohon penjelasannya ...
Kayaknya gak worthed deh beli adsl/kabelvision yang shared begitu sebanyak 3 koneksi.
Sebab sistem mereka shared....jadi kalo anda beli 3 koneksi yah anda shared dengan diri sendiri....bukan berarti bandwidth langsung 3x lipat.
Lebih baik beli dedicated connection ato leased line.
Originally Posted by overextreem_2005
radius yang omni-directional 15dbi seperti gue sebut diatas..Originally Posted by overextreem_2005
kalo yang sectoral biasanya makin sempit radiusnya (sudut pancar sinyal) makin jauh jaraknya..
mengenai server (atau router) paling bagus ya di-BTSnya..
perangkat yang gw sebut diatas itu sudah bisa routing koq.. QoS jg ada..
Tapi kalo emang mau dipisah di tempat lain bisa aja sih..
link-nya harus point-to-point..
konsekwensi-nya roundtime trip-nya jadi agak lama (nambah sekitar 3-10ms)
FYI, ADSL itu bandwidth-nya under sharing condition lohh..Originally Posted by overextreem_2005
Biasanya kalo siang cuma dapet 64kbps ~ 128 kbps (downstream)
kemungkinan besar CIR-nya ADSL itu di 64 1:2 (internasional)
Dan setau gw gak pernah ada yg namanya ADSL diatas 384kbps
karena DSLAM-nya TELKOM sendiri cuma support 384.. gak kayak di luar negeri yang ADSL1-nya sudah 768kbps up / 1.5mbps down.. not to mention their ADSL2 wow.. up to 24mbps down..
Kalo kuat bayar 9jt mendingan pakai VSAT 1-way campur wireless uplink..
wireless dedicated 64kbps + IIX 2mbps biasanya dijual 4jt-an
downstream internasional pakai VSAT 1-way 256kbps 1:1 5jt-an
itu cukup untuk 80 klien..
Ada orang yg bisa dihub untuk pemasangan ini gak ???
Termaksud pemasangan ke client (sebanyak 20 orang) dan BTS
Pokonya dah komplit ....
Apakah ini memasang wireless kah ?
Lokasi BTS dimana alamat lengkapnya ?
ISPnya apakah sudah ada, lokasinya dimana ?
Perlu disurvey dahulu nih.
Originally Posted by overextreem_2005
masalahnya koneksi di indonesia itu kaga ada yg bener itungan sharednya, adsl telkom itu 384kbps juga bisa di shared sampe beberapa user, mungkin sampe 8 user. nah kl dari ISP di kasih koneksi dedicated 1:2 juga perlu di pantau tuh, soalnya kadang2 beberapa ISP juga kl lagi jam sibuk pasti turun tuh bukan 1:2 lagi bisa2 1:4 realisasinya, karena kemungkinan besar bandwithnya udah abis di pake sama user2 yang laen
kl 1:1 64 KBps g pernah shared sama 34 orang yang pada download aja kerjanya, itu cukup kenceng juga kok, tapi syarat utamanya itu bener2 1:1 64KBps
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks