Quote:
Originally Posted by neozen
@all
jika dilakukan di ruangan yang sama serta cara pengetesan yang benar paling tidak kita bisa tau hsf mana yang lebih bagus.
.. lama pembakaran 30 detik saja sudah cukup untuk masing2 pengetestan
|
belum pernah coba, tapi menurut gue "quick test" yang masuk akal.
kalau "pemikiran" gue secara teknis prosesnya seperti ini (CMIIW)
> setelah dibakar akan mencapai suhu tertentu yang terlalu panas untuk menimbulkan embun.(menguap)
> panas dari base di transfer ke heat pipe, lalu panas dari heatpipe di lepas ke udara (seperti condensor pada ac/kulkas)
> suhu base akan turun sampai suhu tertentu, yang tidak cukup panas untuk menguapkan air, sehingga akan mulai timbul embun jika ada
delta temperature yang cukup antara sisi base bagian luar dengan sisi base bagian dalam.
> kalau HSF "
kurang bagus" maka transfer/pelepasan panas lebih lambat sehingga delta temperature lebih kecil. akibatnya embun lebih lambat keluar dan juga lebih dikit.
> kalau HSF yg "
lebih bagus" transfer/pelepasan panas lebih cepat dan delta temp lebih besar jd embun lebih cpt keluar dan lebih banyak.
CMIIW
contoh pembanding:
> ac yang kurang bagus/kurang freon maka air yang menetes di selang juga dikit. ac yang bagus air yang menetes juga lebih banyak.
Quote:
Originally Posted by a1d12s88
...tapi kalo cuman dibakar tanpa ada termo suhu kan kita kurang tahu panas yang di terima tu pendingin
|
Quote:
Originally Posted by brewclaw
mending tempelin aja ama setrika, setel suhunya yg paling max test masih bisa dipegang ga hsfnya 
|
kalau setrika max mungkin kegedean wattnya (350), processor paling sekitar 100-150 watt.
kalau mau akurat ya sumber panas yang terukur dan juga diukur suhunya, misal dengan setrika 100 watt dan diukur dengan thermometer krn spec HSF itu diukur dgn satuan derajat
celcius/watt (CMIIW)