kalo ada yang ini....
maling makin banyak bro....![]()
kalo ada yang ini....
maling makin banyak bro....![]()
Heheh jadi makin banyak satelit yg mata2in dari atas. Moga2 gambar maps di indo segera di update ma google earth neh
"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely."
Lord Acton, Letter to Bishop Mandell Creighton, 1887
sumber : detikInet
Google Earth Muluskan Aksi Maling Atap
Santi Dwi Jayanti - detikinet
Tom Berge (Kent News & Pictures Limited)
London - Kehadiran Google Earth difungsikan berbeda bagi tiap orang dan kalangan, tak terkecuali bagi yang punya niat jahat. Di Inggris, layanan dari Google itu dimanfaatkan pencuri bernama Tom Berge (27) untuk menandai bangunan-bangunan yang jadi sasaran empuknya.
Bagaimana Google Earth ini 'membantu' Berge? Ternyata ia memanfaatkan foto-foto satelit yang terdapat di peta layanan populer ini untuk menandai beberapa bangunan yang akan ia curi atapnya.
Atap? ya benar, ia menggondol lembaran-lembaran timah dari atap-atap bangunan-bangunan seperti museum, gereja, hingga sekolah-sekolah. Tentu saja kerugian yang diderita cukup lumayan. Sebuah museum yang menjadi salah satu korbannya misalnya, telah kehilangan lembaran senilai 10.000 Euro dari atap masing-masing bangunannya.
Dikutip detikINET dari Telegraph, Selasa (17/3/2009), Berge menandai target-target tersebut cukup dengan duduk di rumah, membuka Google Earth dan melakukan beberapa 'click' saja. Ia bisa melihat mana yang bisa menjadi target melalui warna yang terlihat di peta, yaitu warnanya lebih gelap dari ukuran normal.
Setelah aksi pencurian dilakukan, ia lantas menjual lembaran tersebut pada penadah. Uang senilai 100.000 Euro pun berhasil ia kantongi, sebelum akhirnya ia tertangkap polisi dan harus mencium bau besi penjara yang ia diami sekarang.
( sha / wsh )
sumber : detikInet
Huruf A sampai Z Ketemu di Google Earth
Fino Yurio Kristo - detikinet
Sebagian wujud huruf di Google Earth (dailymail)
Melbourne - Rhett Dashwood, desainer grafis asal Australia ini sepertinya tergila-gila mengakses layanan peta online Google Earth. Sebagai buktinya, dia sukses mengumpulkan 26 wujud huruf dari A sampai Z di Google Earth. Wow!
Tentunya, huruf-huruf tersebut diwakili oleh bangunan gedung atau pemandangan alam yang terekam di Google Earth. Huruf S misalnya, diwakili sebuah bangunan yang jika dilihat dari atas mirip dengan huruf tersebut.
Tentu tak mudah menyusun daftar alfabet lengkap di Google Earth ini. Dashwood curhat bahwa huruf yang sulit ditemukan misalnya huruf K, R dan Z. Namun akhirnya setelah menelisik Google Earth dengan teliti, ia bisa menemukan semua huruf yang ada.
Dikutip detikINET dari Telegraph, Senin (27/4/2009), Dashwood menandaskan semua gambar tersebut benar-benar diambil dari Google Earth tanpa rekayasa. Ia meneliti halaman-halaman Google Earth dengan telaten.
"Aku melakukannya setiap kali ada waktu luang. Ini lebih baik ketimbang main sudoku," pungkasnya. ( fyk / faw )
sumber : Vivanews
Google Earth dan Misteri Kecelakaan Pesawat
Ditemukan gambar kebakaran hutan yang terjadi di hari yang sama dengan jatuhnya pesawat.
Muhammad Firman
VIVAnews - Ide di balik Google Earth selalu merupakan ide yang sangat besar: Aplikasi ini memungkinkan pengguna menjelajahi tempat-tempat yang tidak bisa ataupun tidak akan mereka kunjungi secara fisik. Tetapi dengan peta dan data topografi yang sangat luas, Google Earth juga menjadi perangkat yang bagus untuk menyisir permukaan bumi – dan itu sangat bermanfaat ketika Anda ingin mencari sesuatu. Ini juga merupakan cara bagaimana sebuah keluarga yang sedang berduka dapat menemukan pesawat yang jatuh dan merenggut nyawa orang-orang yang mereka sayangi yang telah hilang selama lebih dari dua tahun.
Walaupun tak terhitung waktu yang sudah dihabiskan untuk mencari seluruh area di Arizona yang menurut pihak berwajib dan keluarga bahwa pesawatnya telah jatuh, selama ini pesawat yang jatuh tersebut tidak dapat ditemukan. Tetapi, sebuah keajaiban terjadi. Seorang yang juga terlibat dalam usaha pencarian terhadap Steve Fossett, jutawan yang juga seorang pelancong, menemukan gambar dari kebakaran hutan yang terjadi di hari yang sama dengan hari jatuhnya pesawat di kawasan yang diperkirakan merupakan kawasan jatuhnya pesawat naas tersebut. Ia kemudian mengabari pihak keluarga dan kemudian membuat website yang bertujuan membantu pencarian. Hebatnya, mereka berhasil menemukan posisi pasti di gambar tersebut menggunakan berbagai sudut pandang dan data topologis dari Google Earth.
Keluarga dan sejumlah sukarelawan kemudian berangkat menuju area yang telah mereka tandai di program, menggunakan koordinat yang ada. Mereka kemudian menemukan rongsokan pesawat tersebut. Meskipun itu bukan menjadi akhir yang menggembirakan bagi mereka yang kehilangan anggota keluarganya di kecelakaan tersebut, yakni Marcy Randolph dan William Westover, menurut pihak keluarga, seperti VIVAnews kutip dari TechCrunch, 28 April 2009, setidaknya itu mengakhiri misteri yang selama ini menghantui.
Kini keluarga tersebut berharap bahwa mereka dapat membantu orang lain dalam melakukan pencarian dan penyelamatan seperti yang mereka lakukan dengan bantuan Google Earth serta membuat sistem yang disebut MARSI, yang merupakan kependekan dari Mapped Archive of Rescue & Search Information. Di situs yang mereka buat, mereka menjelaskan secara detail bagaimana mereka menggunakan data Google Earth untuk menemukan pesawat yang hilang.
• VIVAnews
wahh, jadi pengen liat segitiga bermuda & pedalaman amazon pake gogle eye-1... interesting..
wkakakaak ternyata selain berguna untuk tujuan iseng, baik , juga isa dipakai untuk tujuan gak bener.... emang sih segalanya bergantung kepada orang yang mengunakan informasi tersebut
hehehe cr makenya gmn yah ??
busyett, itu baru punya google yah, apa lagi punya satelit NSA negeri paman sam ??? hahahah
"We find oil, not waiting till it flow"
coba ke sini bro
Google Earth Help
sumber : Vivanews
Ada Google Earth, Tak Perlu Satelit Militer
Satu dekade lalu, hanya sedikit orang yang bisa mengakses gambar satelit semacam itu.
VIVAnews - Pemimpin kelompok pemberontak Taliban Pakistan, Baitullah Mehsud, dikabarkan tewas akibat rudal CIA menghantam rumah ayah mertuanya di daerah terpencil Zangarha di Pakistan. Meski peristiwa tersebut terjadi di lokasi terpencil dan terisolasi, tidak perlu satelit mata-mata untuk mendapat gambar wilayah tersebut. Dengan Google Earth, gambar lokasi bisa ditemukan.
Seperti VIVAnews kutip dari Tech Crunch,11 Agustus 2009, Stefan Geens menunjukkan lokasi tersebut dalam blognya, Ogle Earth, dengan menggunakan informasi mengenai lokasi terkait yang dikumpulkan dari laporan berita. Dia juga menemukan lokasi di mana tanah pekuburan diduga berada.
Satu dekade lalu, hanya sedikit orang yang bisa memiliki akses ke gambar satelit semacam itu. Namun kini, siapapun bisa mengunduh situs satelit itu tanpa harus membayar.
Walaupun CIA dan satelit militer memiliki resolusi yang lebih tinggi, namun Google Earth memperkecil kesenjangan informasi geografis antara pemerintah dan warga negara biasa. Baru-baru ini, museum peringatan Holocaust di Amerika Serikat juga menggunakan Google Earth untuk mendokumentasikan secara grafis tentang genosida di Darfur, Sudan.
Semakin sulit untuk bersembunyi dari Google Earth. Sayangnya, Google Earth masih menampilkan sesuatu yang sudah berlalu. Berbagai peristiwa yang tengah berlangsung di berbagai belahan dunia belum bisa langsung disaksikan secara langsung.
• VIVAnews
Last edited by lepel; 11-08-2009 at 20:17.
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks