[Artikel - Diskusi]Safety Riding - Page 2
Welcome guest, is this your first visit? Create Account now to join.
  • Login:

Welcome to the CHIP Forum.

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.

+ Reply to Thread
Page 2 of 9 FirstFirst 1 2 3 4 5 6 7 8 9 LastLast
Results 11 to 20 of 90

Thread: [Artikel - Diskusi]Safety Riding
  
Bookmark and Share

  1. #11
    Join Date
    May 2005
    Location
    localhost
    Posts
    5,273
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    33

    Re: [Artikel - Diskusi]Safety Riding



    Quote Originally Posted by log out View Post
    panjaaaaang bet.....

    Klw boleh berbagi pengalaman dasar...,tulisan diatas bisa dirangkum dng :

    - Kuasai seluk beluk motor anda. Dimana kelebihan dan kekurangannya.
    - Meskipun berkeinginan berperilaku "liar" dijalan, misal pinginnya mau ngebut aja dan nyalip beberapa kendaraan disekitar selama perjalanan. Tetap ingat pernuh perhitungan dan penguasaan jalan terlebih dahulu. Dan jangan memaksa/emosi.
    - Jangan kagetan, panik dan grogi dng kondisi jalan yang tak pasti....selalu yakin dan jangan ragu-ragu.


    Yang gw benci di sesama pengguna motor.

    * Pada saat lampu merah....banyak ramai2 para pengendara terlalu maju kedepan dari garis berhenti dan tidak sabar menunggu lampu merah. Akhirnya jadi penumpukan di setengah jalan jalur lain yg sedang lampu ijo.
    Dan...paling kesel lagi...orang2 bodoh yang selalu pakai klakson nya pada saat lampu baru saja berubah hijau.
    Padahal gak diklakson pun yang depan ttp bakal jalan dan sisa nya sedang bergerak lamban dari posisi berhenti. Manusia gak sabar...emosi dipiara...

    Sejujurnya....karna gw gak pernah maen klakson dan sabar di lampu merah, jadi ya gw sebel aja sama orang2 yg macam gitu.

    * Berhenti dari kendaraan ketika ada kecelakaan/musibah di sekitar jalan. Orang2 bodoh dan norak yang gak tau menau atau sekedar ingin aja tau dan kemudian berhenti menepi di TKP, pasti bikin macet jalan.
    Klw ada orang didpn gw yg mendadak berenti ngeliat kecelakaan spele yg gak jelas awalnya....bakal gw siap2 teriakin bodoh...

    Pernah...sankin kesel nya...mobil-motor keserempet dan berenti. Kemudian ada pengendara motor penasaran ikut berenti dan pingin liat yg kecelakaan itu....
    karena ngalangin jalan gw dan yg lain...gw teriak aja..." woii...norak...!! gituan aja diliat....jalan donk..nambah macet aja....!!"

    Karena mo ada kecelakaan/musibah apapun, apalagi gak parah2 banget....gw gak bakal berenti buat sekedar tuk tengok liat...
    Kejadian tadi pagi, di depan gedung MPR/DPR...

    Motor yg lagi nonton kecelakaan mobil-taksi, akhir nya di tabrak karena tiba tiba pelan n mau nonton.. gw cuman ketawa tawa ajah :P

  2. #12
    Join Date
    Jan 2006
    Location
    Bintaro dan sekitarnya
    Posts
    2,689
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    20

    Re: [Artikel - Diskusi]Safety Riding



    Terjemahan dari http://www.msgroup.org/Tip.aspx?Num=031&Set=
    Mohon maaf kalo ada salah terjemah atau salah hitung. Mohon koreksi.


    TEHNIK PENGEREMAN...

    Anda hanya akan nabrak mobil didepan...
    Bila anda tidak berhenti tepat waktu

    Kebanyakan orang butuh waktu kurang lebih 4.5 detik untuk membaca kalimat ini.

    4.5 detik bukanlah waktu yang panjang - tapi bisa berarti cuma segitu
    sisa umur anda. 4.5 detik juga (tidak hanya kebetulan) adalah waktu
    yang dibutuhkan untuk dapat menghentikan motor anda setelah mengerem
    pada kecepatan 100 KMPH !

    Menghentikan motor secepat mungkin membutuhkan beberapa hal
    fundamental untuk benar-benar dikuasai :

    * Kesiagaan - Tidak perduli seberapa cepat reflek atau seberapa
    ahlinya anda dengan pengereman, kalo terlambat sadar, ya terlambat
    lah.
    * Reflek - Pertama kali, anda butuh waktu untuk mengenali suatu bahaya
    dan langsung bereaksi terhadap bahaya tersebut. Disinilah reflek
    mempunyai peran yang utama.
    * Keahlian - Kurang memanfaat-kan REM sama berbahayanya dengan terlalu
    memaksakan rem.

    Mari kita coba rasakan.

    Biasanya butuh waktu 0.7 detik untuk bisa mengenal bahaya. Seseorang
    dengan reflek normal membutuhkan waktu 0.3 detik untuk mulai melakukan
    pengereman sejak ia menyadari bahwa iya memang harus mengerem.
    Digabungkan, total 1 detik sejak bahaya diketahui hingga anda mulai
    melambat.

    Pada kecepatan 100 km/jam, anda bergerak 26.8 meter dalam 1 detik!

    Adalah suatu realitas nyata bahwa anda membutuhkan 0.7 detik untuk
    menyadari suatu bahaya. Untuk yang 0.3 detik lagi tidak perlu selama
    itu dengan selalu menempatkan jari-jemari pada tuas rem depan dapat
    mempercepat proses pengereman sampai 1/3 nya. 0.1 detik untuk
    bereaksi. Sama dengan 3 meter.

    Di asumsikan anda telah mengetahui dengan baik bagaimana melakukan
    pengereman yang baik. Sekara, coba saya kasih gambaran bagaimana
    rasanya bila ber-sangkutan dengan unsur keahlian saat pengereman.

    Ahli-ahli kendaraan mempunyai suatu hukum penting yang terbentuk dari
    waktu ke waktu. Mereka, contohnya, mengetahui pada saat jalanan
    kering, orang pada umumnya dapat melambatkan kendaraanya secara aman
    pada rasio 5 meter per detik per detik (mpdpd). Dimana, pada saat
    melambat, orang tersebut tidak kehilangan kontrol dalam prosesnya.

    Jika permukaan jalannya basah, diasumsikan bahwa perlambatan memiliki
    rasio 3.3 mpdpd dapat dilakukan oleh kebanyakan orang secara aman.

    Sekarang bagaimana jika jalanan basah dan pergerakan kendaraan pada
    100 km/jam. Pada 3.3 mpdpd perlambatan akan membutuhkan waktu 8.8
    detik untuk berhenti sejak mula melakukan pengereman. (Total 9.8 detik
    sejak waktu pertama kali bahaya terlihat dan teridentifikasi). Jarak
    yang terpakai sejak melakukan pengereman hingga berhenti adalah 144.7
    meter.

    Jika, jalan kering, anda hanya membutuhkan waktu total 6.9 detik untuk
    berhenti, (termasuk 1 detik waktu "lihat/reaksi") dan jarak yang
    termakan hingga berhenti adalah 105 meter.

    Jelas, semakin efektif pengereman, semakin sedikit waktu dibutuhkan
    untuk berhenti dan semakin pendek pula jaraknya.

    Sepertinya banyak dari anda yang mengetahui bahwa motor bisa berhenti
    lebih cepat mobil. Benar, pengendara motor professional bisa melakukan
    perlambatan sebesar 1g, atau lebih saat mengendarai motor. ( 1g sama
    dengan 10 mpdpd).

    Dengan latihan, keahlian pengereman anda dapat meningkatkan rasio
    pengereman hingga 20 mpdpd. Apa artinya jika kita coba terapkan pada
    skenario kita ?

    Berarti anda dapat menghentikan motor anda dalam total 5.4 detik
    (termasuk 1 detik "lihat/reaksi") dan jarak total penghentian adalah
    85 meter!

    Dengan memperbaiki keahlian pengereman, dan latihan anda dapat
    memangkas hingga 19.6 meter dan 1.5 detik sebagai suatu yang normal.
    Dan anda dapat menambah lagi pemangkasan hingga 3 meter dengan selalu
    menempatkan jemari pada rem depan. Menjadikan total jarak tempuh
    pengereman menjadi hanya 22.4 meter.

    22.4 meter kira kira sama dengan panjang 4 mobil.

    Pesannya jelas : Anda hanya akan menabrak mobil di depan jika anda
    tidak melakukan pengereman tepat waktunya. Anda bisa saja tidak
    menabrak mobil didepan bila anda selalu siaga, letakkan jari-jemari
    pada tuas rem depan dan selalu melatih pengereman anda.

    by
    Ferdinan Neman
    Ranger 152
    Chief of Pulsarian Safety Riding Team
    Last edited by makjaang; 21-01-2009 at 14:33.
    <img src=http://forum.chip.co.id/image.php?type=sigpic&userid=37491&dateline=1234303217 border=0 alt= />


    READY!!!
    SINNOB Sprocket Gear...
    SCOYCO & PRO BIKER Racing Gloves...
    BATTLAX & CORSA Tire...
    KBC, SPARK, SHIRO, SNAIL Helmet...

    "you may go fast, but we can go anywhere"
    "it's Journey not Destination"

  3. #13
    Join Date
    Jul 2005
    Location
    On Duty over OffShore
    Posts
    6,795
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    37

    Re: [Artikel - Diskusi]Safety Riding



    jangan lupa banyak berdoa, kalo pergi keluar rumah pamit dulu ama papa-mama, istri, cewek, keluarga .... mohon doa-nya gitu ... banyak hal bisa terjadi di jalan, jadi selain waspada dan berhati-hati, jangan lupa berdoa sejenak sebelum berangkat dan setelah sampai tujuan ...



    Your MacOS in Your PC?, Find Out More Here!

    ( MeRakit, Installer dan Merawat )

  4. #14
    Join Date
    Jan 2006
    Location
    Bintaro dan sekitarnya
    Posts
    2,689
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    20

    Re: [Artikel - Diskusi]Safety Riding



    TEHNIK BERKENDARA DI JALAN BASAH

    Di aspal basah, kudu punya teknik mengendara yang prima. Jangan biarkan ban sampeyan diserang gejala mengapung (aqua-planning). Gejala ini semakin riskan, seiring kecepatan yang bertambah. Jangan sampai sampeyan terpeleset.

    Paling perdana, kurangi tekanan angin ban . Alasannya, jika tekanan ban terlalu keras, ban semakin kecil menapak di aspal. Ban kencang makin mengambang akibat gejala aqua-planning tadi. "Alhasil, motor seperti tidak menapak, susah dikendalikan," tegas Deden Arsad, instruktur balap yang mukanya licin.

    Sebaliknya, jika tekanan ban berkurang, permukaan ban ke aspal lebih gede. "Memang tarikan motor lebih berat. Tapi itu relatif aman," tambah Andre Jess, drag-biker dan mantan crosser.

    Kalau masih terasa licin, bergayalah macam tracker. Genggaman tangan mencengkeram setang. Kekuatan tertumpu di lengan dan pergelangan tangan. Satu atau dua jari tangan kanan, siaga di hendel rem depan.

    Dengan cara itu, refleks sobat tetap terjaga jika tiba-tiba tergelincir. Ente pun nggak kaget dan mampu mengendalikan motor jika terpeleset.

    Tapi perlu diingat perbandingan pengereman depan dan belakang. Tidak seperti kondisi kering. Ketika hujan 50% depan dan 50% belakang. "Kalau pengereman tertumpu di depan, motor gampang melintir," tambah Deden.

    Makin sip, sobat bangkit dari jok. Posisi kaki menjepit tangki motor macam crosser. Itu bila besutan sobat bertipe sport. Jika bebek, monggo menjepit ujung jok.

    Buntutnya, lebih lincah diajak bermanuver saat ketemu lubang. "Juga efektif mencegah motor oleng akibat jalanan terlalu licin," tegas Setyo Wacono, instruktur Solo Motocross Club School (SMCS).


    SEDERHANA JALAN LICIN

    Ada kiat-kiat sederhana yang bisa diterapkan siapa saja. Termasuk yang baru belajar naik motor. Pokoknya, enteng punya. · Isf@n

    Engine Brake Inga.. inga.. jalan basah membuat tapak ban licin. Bro kudu hati-hati saat pengereman. Paling sip, gunakan engine brake. Lakukan oper dari gigi tinggi ke rendah secara perlahan, dengan gas halus, supaya roda belakang nggak terkunci. Kemungkinan sliding, kecil.

    Rasakan Permukaan Jalan Saat riding di jalan licin yang nggak rata, rasakan permukaan jalan dengan mengocok rem secara perlahan. Jangan kaget menginjak atau tarik rem.

    Akselerasi Lembut
    Bro mesti ingat saat akselerasi. Apalagi kalau mesinnya sangar, akselerasi kasar bikin roda belakang spin, belak-belok dan tergelincir. Tarik gas dengan pelan, yang penting selamat.

    Di Turunan
    Jangan keburu nafsu ketemu turunan. Makin cepat sampeyan meluncur, makin sulit ngerem. Makanya dalam situasi hujan, lebih baik pelan dan pakai gigi rendah. Dengan begitu, motor tertahan putaran mesin.

    Di Tanjakan
    Bro mesti waspada lawan di depan. Bisa aje doi nggak terkontrol terus menabrak sampeyan. Untuk itu jaga jarak supaya bisa ngeles alias antisipasi dengan gerak menghindar.

    Jalan Berlumpur
    Saat menikung di jalan berlumpur, pilihlah trek bekas lindasan ban mobil. Di situlan tempat ban motor bro mencengkeram lebih baik.

    Sliding? Jangan Panik!
    Lagi asyiknya menikung, eh motor sliding. Jangan panik! Kaki wajib tetap di pijakan supaya mudah mengontrol manuver motor. Jangan melawan gerak motor, ikuti aje sambil bro beradaptasi.

    Ingat juga, jangan ngerem mendadak. Lepas gas perlahan, lakukan counter steering, ikuti ke mana arah roda depan sambil kaki tetap di pijakan. Setelah dapat cengkeraman dan kontrol sepenuhnya, jangan keburu girang dan akselerasi mendadak. Meluncurlah keluar dari tikungan dengan hati-hati.

    Source: http://www.otowork.com

  5. #15
    Join Date
    Jan 2006
    Location
    Bintaro dan sekitarnya
    Posts
    2,689
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    20

    Re: [Artikel - Diskusi]Safety Riding



    Apakah anda pernah:
    1. menyalip sebuah kendaraan lalu tiba-tiba muncul kendaraan dari arah depan sehingga anda harus menginjak rem dalam-dalam dan, phiuuh, anda berhasil menghindari kendaraan tersebut?
    2. terpeleset di tangga dan - hanya karena refleks - tangan anda berhasil memegang pegangan tangga? lagi-lagi phiuuh…
    3. atau peristiwa lainnya saat anda hampir celaka yang membuat jantung anda seolah-olah lepas dan adrenalin anda mengalir deras?
    Jika pernah, maka percayalah bahwa anda pernah mengalami apa yang disebut dengan Near Miss.
    Apa itu Near Miss?
    Near miss adalah kondisi atau situasi dimana kecelakaan hampir terjadi. Secara sederhana Anda dapat menerjemahkannya menjadi "hampir celaka". Jangan terlalu khawatir bila anda kemudian mengerutkan kening setelah membaca pengertian ini. Memang benar bahwa jika suatu "nearly miss" terjadi maka sudah pasti kecelakaan telah terjadi (bukan hampir celaka) - sehingga Anda, kemungkinan, menyatakan bahwa hampir celaka lebih diwakili oleh Near Hit. Meskipun demikian, near miss lebih dikenal secara universal. Oleh karena itu saya tetap menggunakan istilah near miss dalam posting ini.
    Lalu apa hubungan near miss dan rasio kecelakaan?
    Near miss pada dasarnya menunjukan potensi kecelakaan yang akan terjadi. Hal ini dikemukakan pertama kali oleh Heinrich yang melakukan penelitian statistik atas kecelakaan dan membuat sebuah piramida kecelakaan atau saat ini lebih dikenal dengan istilah rasio kecelakaan. Hasil penelitian ini kemudian disempurnakan pada tahun 1960 oleh seorang spesialis asuransi industri bernama Frank Bird.
    Rasio kecelakaan yang dipaparkan oleh Frank Bird adalah sebagai berikut:
    Dalam pemaparannya, Bird menyatakan bahwa kecelakaan pada prinsipnya memiliki pola dimana semua jenis kecelakaan diawali dari near miss. Berdasarkan hasil penelitiannya, Bird menyatakan bahwa dalam setiap 600 buah kasus near miss akan terdapat 30 kasus kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan peralatan, 10 kasus kecelakaan yang mengakibatkan cidera ringan, hingga 1 buah kasus kematian atau cidera serius akibat kecelakaan.
    Berdasarkan pengalaman saya, near miss bukan hanya sulit diterjemahkan. Ia juga cenderung untuk terlewatkan dari catatan dan pengamatan. Hal ini disebabkan kesadaran akan keselamatan masyarakat kita masih sangat rendah sehingga near miss, yang pada dasarnya merupakan potensi kecelakaan, dianggap sebagai kejadian lumrah. Dua buah contoh yang saya ungkapkan di awal posting ini adalah contoh kasus near miss yang kemudian dilupakan sesaat setelah kejadian tersebut berlalu - "ah, itu kan biasa - toh saya tidak celaka". Padahal di dalam 600 kasus near miss terdapat 1 kasus kematian atau cidera serius.
    Naik kereta di atas gerbong dan melewati ratusan meter kabel listrik, melintasi rel kereta api sesaat sebelum kereta lewat, menyeberang jalan sambil mengacungkan tangan untuk menghentikan kendaraan yang sedang melaju kencang, dan masih banyak contoh lagi. Jadi, jangan heran jika ada orang yang meninggal akibat kasus-kasus tersebut sebab kita memang sengaja bermain dengan maut dan nyawa kita.
    Tips:
    Salah satu cara mudah mengenali near miss adalah jika anda menghembuskan nafas lega dan kemudian berkata
    "hampir saja…"
    "untung saja…"
    maka anda sudah menambah 1 buah data statistik near miss.
    Source: http://aryanugraha.wordpress.com/200...io-kecelakaan/

  6. #16
    Join Date
    Aug 2005
    Location
    Yogyakarta
    Posts
    1,178
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    16

    Re: [Artikel - Diskusi]Safety Riding



    Quote Originally Posted by makjaang View Post
    Kuasai teknik berbalik arah dengan kecepatan sangat rendah, U turn.
    Berlatihlah, duduk sedikit ke sisi luar bangku, miringkan sedikit motor anda kearah tikungan, gunakan tubuh anda sebagai penyeimbang.
    Yang satu ini cukup susah bro, apalagi pake Pulsar.

    Apalagi kalo harus balik arah di jalanan yang cukup rame, dengan lebar jalan normal aja aku susah buat muter. Biasanya aku menepi dulu di kiri pelan2 cari ruang gerak buat muter motor, klo uda dapet ruangannya (biasanya pekarangan rumah orang ) hidupin lampu sein ke kanan tengok belakang, trus kalo dirasa cukup aman baru muter .

    Ada saran yg lebih baik ga?
    CHIPers Jogja, silakan perkenalkan diri anda di sini

  7. #17
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    kebon jeruk,jakarata barat
    Posts
    2,306
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    39

    Re: [Artikel - Diskusi]Safety Riding



    Quote Originally Posted by makjaang View Post
    Jangan bawa tunggangan lebih dari kemampuan.
    Jika kamu berat kurang dari 55 kilo, Jangan coba coba bawa mongtor besar 180 cc berat 150 kilo.
    wah yang ini dah gw langgar

  8. #18
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    Under the moonlight
    Posts
    2,155
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    18

    Re: [Artikel - Diskusi]Safety Riding



    Quote Originally Posted by ulil albab ismail View Post
    wah yang ini dah gw langgar
    BTW: bawa motor melebihi berat badan ente? atau bawa boncenga melebihi motor+berat ente? Hehehehe


    sama dunk... makanya gw masih gak brani pindah ke pulsar 200 yg notabene beratnya sekuintal.... dibanding gw yg cuma 53kg


  9. #19
    Join Date
    Aug 2006
    Location
    Ciputat
    Posts
    2,315
    Thanks
    0
    Thanked 1 Time in 1 Post
    Rep Power
    32

    Re: [Artikel - Diskusi]Safety Riding



    Jadi...makan yang banyak dulu sebelum ganti ke moge...:laugh:

    Dah kayak mo naik ring tinju ajah...penyesuaian kelas terbang


    CODEC 012

    While Microsoft Gives You Windows
    Linux Gives You The Whole House


  10. #20
    Join Date
    Jan 2006
    Location
    Bintaro dan sekitarnya
    Posts
    2,689
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    20

    Re: [Artikel - Diskusi]Safety Riding



    Quote Originally Posted by Artifac View Post
    Yang satu ini cukup susah bro, apalagi pake Pulsar.

    Apalagi kalo harus balik arah di jalanan yang cukup rame, dengan lebar jalan normal aja aku susah buat muter. Biasanya aku menepi dulu di kiri pelan2 cari ruang gerak buat muter motor, klo uda dapet ruangannya (biasanya pekarangan rumah orang ) hidupin lampu sein ke kanan tengok belakang, trus kalo dirasa cukup aman baru muter .

    Ada saran yg lebih baik ga?
    Pulsar 200 memang susah diajak buat belok yah...soalnya sumbu (sumbu apaan sih gw lupa namanya) pendek (kayak motor sport) jadi beloknya agak susah...

    mungkin untuk tehnik tsb memang harus banyak berlatih...jadinya terbiasa...
    tapi intinya yang penting bagaimana caranya belok dengan aman...


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 2 users browsing this thread. (0 members and 2 guests)

     

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts