Kejadian tadi pagi, di depan gedung MPR/DPR...
Motor yg lagi nonton kecelakaan mobil-taksi, akhir nya di tabrak karena tiba tiba pelan n mau nonton.. gw cuman ketawa tawa ajah :P
Kejadian tadi pagi, di depan gedung MPR/DPR...
Motor yg lagi nonton kecelakaan mobil-taksi, akhir nya di tabrak karena tiba tiba pelan n mau nonton.. gw cuman ketawa tawa ajah :P
Terjemahan dari http://www.msgroup.org/Tip.aspx?Num=031&Set=
Mohon maaf kalo ada salah terjemah atau salah hitung. Mohon koreksi.
TEHNIK PENGEREMAN...
Anda hanya akan nabrak mobil didepan...
Bila anda tidak berhenti tepat waktu
Kebanyakan orang butuh waktu kurang lebih 4.5 detik untuk membaca kalimat ini.
4.5 detik bukanlah waktu yang panjang - tapi bisa berarti cuma segitu
sisa umur anda. 4.5 detik juga (tidak hanya kebetulan) adalah waktu
yang dibutuhkan untuk dapat menghentikan motor anda setelah mengerem
pada kecepatan 100 KMPH !
Menghentikan motor secepat mungkin membutuhkan beberapa hal
fundamental untuk benar-benar dikuasai :
* Kesiagaan - Tidak perduli seberapa cepat reflek atau seberapa
ahlinya anda dengan pengereman, kalo terlambat sadar, ya terlambat
lah.
* Reflek - Pertama kali, anda butuh waktu untuk mengenali suatu bahaya
dan langsung bereaksi terhadap bahaya tersebut. Disinilah reflek
mempunyai peran yang utama.
* Keahlian - Kurang memanfaat-kan REM sama berbahayanya dengan terlalu
memaksakan rem.
Mari kita coba rasakan.
Biasanya butuh waktu 0.7 detik untuk bisa mengenal bahaya. Seseorang
dengan reflek normal membutuhkan waktu 0.3 detik untuk mulai melakukan
pengereman sejak ia menyadari bahwa iya memang harus mengerem.
Digabungkan, total 1 detik sejak bahaya diketahui hingga anda mulai
melambat.
Pada kecepatan 100 km/jam, anda bergerak 26.8 meter dalam 1 detik!
Adalah suatu realitas nyata bahwa anda membutuhkan 0.7 detik untuk
menyadari suatu bahaya. Untuk yang 0.3 detik lagi tidak perlu selama
itu dengan selalu menempatkan jari-jemari pada tuas rem depan dapat
mempercepat proses pengereman sampai 1/3 nya. 0.1 detik untuk
bereaksi. Sama dengan 3 meter.
Di asumsikan anda telah mengetahui dengan baik bagaimana melakukan
pengereman yang baik. Sekara, coba saya kasih gambaran bagaimana
rasanya bila ber-sangkutan dengan unsur keahlian saat pengereman.
Ahli-ahli kendaraan mempunyai suatu hukum penting yang terbentuk dari
waktu ke waktu. Mereka, contohnya, mengetahui pada saat jalanan
kering, orang pada umumnya dapat melambatkan kendaraanya secara aman
pada rasio 5 meter per detik per detik (mpdpd). Dimana, pada saat
melambat, orang tersebut tidak kehilangan kontrol dalam prosesnya.
Jika permukaan jalannya basah, diasumsikan bahwa perlambatan memiliki
rasio 3.3 mpdpd dapat dilakukan oleh kebanyakan orang secara aman.
Sekarang bagaimana jika jalanan basah dan pergerakan kendaraan pada
100 km/jam. Pada 3.3 mpdpd perlambatan akan membutuhkan waktu 8.8
detik untuk berhenti sejak mula melakukan pengereman. (Total 9.8 detik
sejak waktu pertama kali bahaya terlihat dan teridentifikasi). Jarak
yang terpakai sejak melakukan pengereman hingga berhenti adalah 144.7
meter.
Jika, jalan kering, anda hanya membutuhkan waktu total 6.9 detik untuk
berhenti, (termasuk 1 detik waktu "lihat/reaksi") dan jarak yang
termakan hingga berhenti adalah 105 meter.
Jelas, semakin efektif pengereman, semakin sedikit waktu dibutuhkan
untuk berhenti dan semakin pendek pula jaraknya.
Sepertinya banyak dari anda yang mengetahui bahwa motor bisa berhenti
lebih cepat mobil. Benar, pengendara motor professional bisa melakukan
perlambatan sebesar 1g, atau lebih saat mengendarai motor. ( 1g sama
dengan 10 mpdpd).
Dengan latihan, keahlian pengereman anda dapat meningkatkan rasio
pengereman hingga 20 mpdpd. Apa artinya jika kita coba terapkan pada
skenario kita ?
Berarti anda dapat menghentikan motor anda dalam total 5.4 detik
(termasuk 1 detik "lihat/reaksi") dan jarak total penghentian adalah
85 meter!
Dengan memperbaiki keahlian pengereman, dan latihan anda dapat
memangkas hingga 19.6 meter dan 1.5 detik sebagai suatu yang normal.
Dan anda dapat menambah lagi pemangkasan hingga 3 meter dengan selalu
menempatkan jemari pada rem depan. Menjadikan total jarak tempuh
pengereman menjadi hanya 22.4 meter.
22.4 meter kira kira sama dengan panjang 4 mobil.
Pesannya jelas : Anda hanya akan menabrak mobil di depan jika anda
tidak melakukan pengereman tepat waktunya. Anda bisa saja tidak
menabrak mobil didepan bila anda selalu siaga, letakkan jari-jemari
pada tuas rem depan dan selalu melatih pengereman anda.
by
Ferdinan Neman
Ranger 152
Chief of Pulsarian Safety Riding Team
Last edited by makjaang; 21-01-2009 at 14:33.
READY!!!
SINNOB Sprocket Gear...
SCOYCO & PRO BIKER Racing Gloves...
BATTLAX & CORSA Tire...
KBC, SPARK, SHIRO, SNAIL Helmet...
"you may go fast, but we can go anywhere"
"it's Journey not Destination"
jangan lupa banyak berdoa, kalo pergi keluar rumah pamit dulu ama papa-mama, istri, cewek, keluarga .... mohon doa-nya gitu ... banyak hal bisa terjadi di jalan, jadi selain waspada dan berhati-hati, jangan lupa berdoa sejenak sebelum berangkat dan setelah sampai tujuan ...
TEHNIK BERKENDARA DI JALAN BASAH
Di aspal basah, kudu punya teknik mengendara yang prima. Jangan biarkan ban sampeyan diserang gejala mengapung (aqua-planning). Gejala ini semakin riskan, seiring kecepatan yang bertambah. Jangan sampai sampeyan terpeleset.
Paling perdana, kurangi tekanan angin ban . Alasannya, jika tekanan ban terlalu keras, ban semakin kecil menapak di aspal. Ban kencang makin mengambang akibat gejala aqua-planning tadi. "Alhasil, motor seperti tidak menapak, susah dikendalikan," tegas Deden Arsad, instruktur balap yang mukanya licin.
Sebaliknya, jika tekanan ban berkurang, permukaan ban ke aspal lebih gede. "Memang tarikan motor lebih berat. Tapi itu relatif aman," tambah Andre Jess, drag-biker dan mantan crosser.
Kalau masih terasa licin, bergayalah macam tracker. Genggaman tangan mencengkeram setang. Kekuatan tertumpu di lengan dan pergelangan tangan. Satu atau dua jari tangan kanan, siaga di hendel rem depan.
Dengan cara itu, refleks sobat tetap terjaga jika tiba-tiba tergelincir. Ente pun nggak kaget dan mampu mengendalikan motor jika terpeleset.
Tapi perlu diingat perbandingan pengereman depan dan belakang. Tidak seperti kondisi kering. Ketika hujan 50% depan dan 50% belakang. "Kalau pengereman tertumpu di depan, motor gampang melintir," tambah Deden.
Makin sip, sobat bangkit dari jok. Posisi kaki menjepit tangki motor macam crosser. Itu bila besutan sobat bertipe sport. Jika bebek, monggo menjepit ujung jok.
Buntutnya, lebih lincah diajak bermanuver saat ketemu lubang. "Juga efektif mencegah motor oleng akibat jalanan terlalu licin," tegas Setyo Wacono, instruktur Solo Motocross Club School (SMCS).
SEDERHANA JALAN LICIN
Ada kiat-kiat sederhana yang bisa diterapkan siapa saja. Termasuk yang baru belajar naik motor. Pokoknya, enteng punya. · Isf@n
Engine Brake Inga.. inga.. jalan basah membuat tapak ban licin. Bro kudu hati-hati saat pengereman. Paling sip, gunakan engine brake. Lakukan oper dari gigi tinggi ke rendah secara perlahan, dengan gas halus, supaya roda belakang nggak terkunci. Kemungkinan sliding, kecil.
Rasakan Permukaan Jalan Saat riding di jalan licin yang nggak rata, rasakan permukaan jalan dengan mengocok rem secara perlahan. Jangan kaget menginjak atau tarik rem.
Akselerasi Lembut
Bro mesti ingat saat akselerasi. Apalagi kalau mesinnya sangar, akselerasi kasar bikin roda belakang spin, belak-belok dan tergelincir. Tarik gas dengan pelan, yang penting selamat.
Di Turunan
Jangan keburu nafsu ketemu turunan. Makin cepat sampeyan meluncur, makin sulit ngerem. Makanya dalam situasi hujan, lebih baik pelan dan pakai gigi rendah. Dengan begitu, motor tertahan putaran mesin.
Di Tanjakan
Bro mesti waspada lawan di depan. Bisa aje doi nggak terkontrol terus menabrak sampeyan. Untuk itu jaga jarak supaya bisa ngeles alias antisipasi dengan gerak menghindar.
Jalan Berlumpur
Saat menikung di jalan berlumpur, pilihlah trek bekas lindasan ban mobil. Di situlan tempat ban motor bro mencengkeram lebih baik.
Sliding? Jangan Panik!
Lagi asyiknya menikung, eh motor sliding. Jangan panik! Kaki wajib tetap di pijakan supaya mudah mengontrol manuver motor. Jangan melawan gerak motor, ikuti aje sambil bro beradaptasi.
Ingat juga, jangan ngerem mendadak. Lepas gas perlahan, lakukan counter steering, ikuti ke mana arah roda depan sambil kaki tetap di pijakan. Setelah dapat cengkeraman dan kontrol sepenuhnya, jangan keburu girang dan akselerasi mendadak. Meluncurlah keluar dari tikungan dengan hati-hati.
Source: http://www.otowork.com
Apakah anda pernah:Jika pernah, maka percayalah bahwa anda pernah mengalami apa yang disebut dengan Near Miss.
- menyalip sebuah kendaraan lalu tiba-tiba muncul kendaraan dari arah depan sehingga anda harus menginjak rem dalam-dalam dan, phiuuh, anda berhasil menghindari kendaraan tersebut?
- terpeleset di tangga dan - hanya karena refleks - tangan anda berhasil memegang pegangan tangga? lagi-lagi phiuuh…
- atau peristiwa lainnya saat anda hampir celaka yang membuat jantung anda seolah-olah lepas dan adrenalin anda mengalir deras?
Apa itu Near Miss?
Near miss adalah kondisi atau situasi dimana kecelakaan hampir terjadi. Secara sederhana Anda dapat menerjemahkannya menjadi "hampir celaka". Jangan terlalu khawatir bila anda kemudian mengerutkan kening setelah membaca pengertian ini. Memang benar bahwa jika suatu "nearly miss" terjadi maka sudah pasti kecelakaan telah terjadi (bukan hampir celaka) - sehingga Anda, kemungkinan, menyatakan bahwa hampir celaka lebih diwakili oleh Near Hit. Meskipun demikian, near miss lebih dikenal secara universal. Oleh karena itu saya tetap menggunakan istilah near miss dalam posting ini.
Lalu apa hubungan near miss dan rasio kecelakaan?
Near miss pada dasarnya menunjukan potensi kecelakaan yang akan terjadi. Hal ini dikemukakan pertama kali oleh Heinrich yang melakukan penelitian statistik atas kecelakaan dan membuat sebuah piramida kecelakaan atau saat ini lebih dikenal dengan istilah rasio kecelakaan. Hasil penelitian ini kemudian disempurnakan pada tahun 1960 oleh seorang spesialis asuransi industri bernama Frank Bird.
Rasio kecelakaan yang dipaparkan oleh Frank Bird adalah sebagai berikut:
Dalam pemaparannya, Bird menyatakan bahwa kecelakaan pada prinsipnya memiliki pola dimana semua jenis kecelakaan diawali dari near miss. Berdasarkan hasil penelitiannya, Bird menyatakan bahwa dalam setiap 600 buah kasus near miss akan terdapat 30 kasus kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan peralatan, 10 kasus kecelakaan yang mengakibatkan cidera ringan, hingga 1 buah kasus kematian atau cidera serius akibat kecelakaan.
Berdasarkan pengalaman saya, near miss bukan hanya sulit diterjemahkan. Ia juga cenderung untuk terlewatkan dari catatan dan pengamatan. Hal ini disebabkan kesadaran akan keselamatan masyarakat kita masih sangat rendah sehingga near miss, yang pada dasarnya merupakan potensi kecelakaan, dianggap sebagai kejadian lumrah. Dua buah contoh yang saya ungkapkan di awal posting ini adalah contoh kasus near miss yang kemudian dilupakan sesaat setelah kejadian tersebut berlalu - "ah, itu kan biasa - toh saya tidak celaka". Padahal di dalam 600 kasus near miss terdapat 1 kasus kematian atau cidera serius.
Naik kereta di atas gerbong dan melewati ratusan meter kabel listrik, melintasi rel kereta api sesaat sebelum kereta lewat, menyeberang jalan sambil mengacungkan tangan untuk menghentikan kendaraan yang sedang melaju kencang, dan masih banyak contoh lagi. Jadi, jangan heran jika ada orang yang meninggal akibat kasus-kasus tersebut sebab kita memang sengaja bermain dengan maut dan nyawa kita.
Tips:
Salah satu cara mudah mengenali near miss adalah jika anda menghembuskan nafas lega dan kemudian berkata
"hampir saja…"
"untung saja…"
maka anda sudah menambah 1 buah data statistik near miss.
Source: http://aryanugraha.wordpress.com/200...io-kecelakaan/
Yang satu ini cukup susah bro, apalagi pake Pulsar.
Apalagi kalo harus balik arah di jalanan yang cukup rame, dengan lebar jalan normal aja aku susah buat muter. Biasanya aku menepi dulu di kiri pelan2 cari ruang gerak buat muter motor, klo uda dapet ruangannya (biasanya pekarangan rumah orang) hidupin lampu sein ke kanan tengok belakang, trus kalo dirasa cukup aman baru muter
.
Ada saran yg lebih baik ga?![]()
wah yang ini dah gw langgar![]()
Akhirnya darah pun benar2 tumpah,dan skr kambali tumpah.
satu persatu dari kalian mulai pergi,tapi aku takan pernah merasa sendiri.
Ya ALLAH jika engkau yang mengambil masih
banyak sisanya
BTW: bawa motor melebihi berat badan ente? atau bawa boncenga melebihi motor+berat ente? Hehehehe
sama dunk... makanya gw masih gak brani pindah ke pulsar 200 yg notabene beratnya sekuintal.... dibanding gw yg cuma 53kg![]()
Pulsar 200 memang susah diajak buat belok yah...soalnya sumbu (sumbu apaan sih gw lupa namanya) pendek (kayak motor sport) jadi beloknya agak susah...
mungkin untuk tehnik tsb memang harus banyak berlatih...jadinya terbiasa...
tapi intinya yang penting bagaimana caranya belok dengan aman...
There are currently 2 users browsing this thread. (0 members and 2 guests)
Bookmarks