Bukan nya kebalik, jarak sumbu roda semakin panjang jadi semakin sulit belok... ?
Bukan nya kebalik, jarak sumbu roda semakin panjang jadi semakin sulit belok... ?
iya maksud gw itu...intinya beloknya susah...plus bodynya yang berat...![]()
READY!!!
SINNOB Sprocket Gear...
SCOYCO & PRO BIKER Racing Gloves...
BATTLAX & CORSA Tire...
KBC, SPARK, SHIRO, SNAIL Helmet...
"you may go fast, but we can go anywhere"
"it's Journey not Destination"
Safe Following Distance
Tabrakan beruntun dapat terjadi bila ketika mengemudi tidak memperhitungkan jarak aman, faktor jarak aman terdiri atas 3 element yaitu:
Human Reaction Time ( Reaksi Manusia )
Kecepatan reaksi manusia berbeda antara satu dan lainya, manusia yang secara fisik lebih sehat memiliki kecepatan reaksi lebih cepat dibanding dengan manusia pada umumnya menurut Defensive and Hand On Driving School kecepatan reaksi manusia antara 0.3 - 0.8 detik
Mechanical Reaction ( Reaksi Mekanik )
Reaksi mekanik sangat mempengaruhi jarak pengereman oleh karena itu hal ini perlu menjadi pertimbangan dalam mengemudikan kendaraan, dari riset yang dilakukan oleh Hardie Ferrodo dinyatakan reaksi mekanik antara 0.3 - 0.4 detik
Kinetic Force ( Momentum )
Momentum merupakan sebuah energy yang sangat besar dan dapat menyebabkan hilang traksi pada roda kendaraan dan ini secara fakta akan menyebabkan jarak berhenti kendaraan semakin panjang ( jauh ) oleh karena itu dalam membuat jarak aman ketiga faktor diatas harus mendapat pertimbangan bagi seorang pengemudi agar dapat mencegah/terhindar dari tabrakan beruntun. Jadi untuk mendapatkan jarak aman saat berkendaraan dapat simpulkan sebagai berikut HRT+MRT+KF Catatan:
HRT=Human Reaction Time
MRT= Mechanical Reaction Time
KF= Kinetic Force
Safe Bubble ( Lingkaran Aman )
Kecelakaan dapat datang dari arah manapun, untuk memperkecil posibility atau kemungkinanya dapat di ilustrasikan sebagai berikut jika anda tinggal disuatu tempat dan lokasi dimana anda tinggal anda berikan pagar keliling maka keamanan akan lebih baik dan bila anda kontrol secara periodik maka tingkat keamananya akan lebih aman kondisi ini juga dapat diwujudkan ketika anda sedang mengemudi, mengkontrol dan memperhatikan lingkaran aman saat mengemudi meskipun bersifat imajinasi namun hasilnya sangat objective.
sumber : www.pulsarian.or.id
Akhirnya betul juga. Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari ini sudah diguyur hujan dan tiupan angin keras. Segala kerepotan pada akhirnya harus terjadi. Dimulai dengan kena terpaan air hujan, melewati jalan basah, melewati genangan air, berhadapan dengan angin keras, dan ikut dalam kemacetan lalu-lintas.
Khususnya mereka pengendara motor jelas harus mempersiapkan diri dengan jaket hujan.
Namun pengamatan saya justru menyaksikan betapa ironisnya kalau masih banyak pengendara motor yang mengganti sepatunya dengan sandal sewaktu mereka melewati hujan atau jalan basah.
Hal ini dapat dimaklumi, jika sepatu kesayangan memang harus dilindungi atau disimpan jangan sampai kenai air. Tapi manakah yang lebih penting, sepatu atau kaki kita sendiri?
Ada berbagai alasan yang bisa dikemukakan.
Alasan utama adalah perlindungan terhadap “sepatu” ketimbang kaki sendiri. Katanya, kalau memaksakan harus pakai sepatu, maka begitu tiba di tempat tujuan sepatu sudah basah atau bisa bikin rusak sepatu.
Katanya, ini bisa merepotkan penampilan yang kelihatan kucek atau sepatu basah kalau sudah sampai di tujuan.
Sebenarnya orang juga sudah tau kalau naik motor resiko yang paling buruk bakal kena hujan. Jadi, sebenarnya dapat dimaklumi kalau naik motor ujung-ujungnya emang kena hujan atau harus melewati jalanan basah.
Jadi, manakah yang lebih penting, penampilan atau keselamatan diri kita sendiri?
Ketimbang pake sandal, sebaiknya kita seharusnya pakai sepatu walaupun sepatu terpaksa harus basah kena hujan.
Nah, kalau mau sepatunya tetap bersih dan selamat dari hujan, sebaiknya sih pakai sepatu yang tahan air. Kan dipasaran sudah banyak dijual sepatu boot anti air, sepatu karet, sepatu ’safety shoes’, atau sepatu khusus bikers dengan beragam merek.
Yang penting kaki harus bisa dilindungi dan aman ketika berkendara. Karena sepatu dapat memberikan kenyamanan saat riding, ataupun saat berhenti.
Setidaknya kaki kita harus terhindar dari dari terpaan air dan juga mengurangi efek luka akibat kecelakaan yang mungkin bisa terjadi sepanjang berkendara dengan motor.
Sepatu hujan, jenis sepatu karet dijual dengan harga Rp50,000 s/d Rp70,000-an. Sepatu boot khusus bikers sekitar Rp200,000-an. Safety shoes sudah diatas Rp250,000.-.
Ada lagi alasan lain yang sering dikemukakan, yaitu dibilang ‘repot’ kalau harus gonta-ganti sepatu.
Sebenarnya sih bukan karena masalah gonta-ganti sepatunya, tetapi seringkali alasan karena pengendara tidak mau bawa bungkusan sepatu. Sering dikatakan tidak tahu dimana ia harus menaruh bungkusan sepatunya. Yang begini adalah alasan klise.![]()
Itulah mengapa sekarang sudah banyak bikers menggunakan BOX di motornya. Alasan utama karena kemudahan menyimpan barang yang diperlukan. Semua barang bawaan tinggal di cemplungin ke dalam box.
Begitu hujan datang, sepatu kerja disimpan dan diganti dengan sepatu boot yang tersimpan di dalam box. Urusan dibuat jadi makin lebih mudah, dan bukan dipersulit.
Untuk perbandingan harga dan kualitas box motor, silahkan jabanin Jl. Kebon Jeruk III (lihat artikel ini).
Sebuah sepeda melintas di kawasan Kebayoran Lama. Pengendara mengenakan celana pendek, namun tetap memakai sepatu.
Di punggungnya mengembul sebuah ransel besar yang tentunya berisikan pakaian kerja yang siap dipakai untuk bekerja.
Pengendara sepeda saja mau mengenakan sepatu, kenapa juga pengendara motor harus pakai sandal?
Sebuah pengalaman yang saya saksikan sendiri terjadi di halaman parkir. Pengalaman ini bukan karena hujan, tetapi karena si-pengendara gara-gara tidak pakai sepatu, tetapi hanya pakai sandal jepit biasa.
Kejadiannya ketika ia mau parkir motornya di parkiran yang sempit. Motornya masuk dalam celah yang berhimpitan dengan motor-motor lain. Ia mau pasang standard tengah, sehingga ia harus berdiri dengan posisi berdiri ‘rapet’ dengan motor lain.
Ruang gerak yang sempit, badan dan kakinya masuk seadanya. Kaki kiri siap menahan standard tengah. Tapi, ketika ia tarik motor, kaki kiri-nya lansung bersinggungan dengan ‘foot-step’ motor disebelah kiri.
Alhasil, sebuah luka dalam yang cukup serius terjadi dikaki kirinya. Ia pun menyesal tidak pakai sepatu.
The End.
sumber : http://stephenlangitan.com
Maksut nya Pulsar ?
Kiwi mah nggak![]()
Seimbang liat sikon, gak bisa depan dl ato blakang dl....
Depan dl kemungkinan jungkir balik, bakalang dl ngesot... jadi pinter pinter liat kondisi
ada kala nya depan dl trus di ikuti dengan blakang ato sebalik nya...
selama ini kebiasaan berjalan gw berkendara motor sellau seperti itu...
rem belakang dulu, baru ditambahin depan berapa ketukan... gituh...trus kalo masih gak dapet juga tambahin depan full plus tahan tahan kopling.
Cuma,...
dengan teknik ini gw sering banget ngalamin Ngesot... apa lagi pas ujan...
ada trik yang lain...?
Apa hitung jarak kali yah...?
Wew salah bro.... rem blakang di pake dl'an biasanya klo dalam kondisi jalan pelan (saat macet) karena kondisi pelan jika seandai nya harus nge-rem keras tidak akan ngesot (karena pelan)
Motor anda kan bebek, tahan kopling ? di injek full ? brati malah ngelos dong... harus nya tanpa ijek kopling motor ada rem tambahan (engine brake) ketika tutup gas
Kalo dari jalan ngebut trus mao brenti yah saya biasanya tarik rem depan kira kira bisa memperlambat laju jadi kecepatan normal bis itu di bantu rem blakang
ngerem itu tergantung sikon di jalanan...bisa cm belakang atopun cukup dng depan (cakram) tapi gak full atau malah gabungan keduanya. Jadi trus di cari kepekaan dalam berkendara dan menguasai kendaraan yg dibawa.
btw...tahan kopling ?? kan bebek ?
klw ngalamin ngesot brarti ngerem terlalu dalem dan lama sekaligus...mending di kocok/di ketuk beberapa kali tuk ngindari ban slip. Apalagi klw kondisi ban kurang bagus dan kembang2 mulai menipis wajar klw ngerem ada ngesot nya.
Ati2 klw ujan...jangan maen rem terlalu dalam.
Cari settingan rem yang pas dan nyaman buat di fungsiin. Gw sendiri malah lebih keseringan gabungin rem depan dan belakang, karna memang nyaman di kondisi itu untuk sigap mengerem.
Let's Join With Us...
Mao sok jadi jagoan, merasa paling benar...??! Bukan di forum ini tempatnya...!! Malu2in aja...![]()
There are currently 3 users browsing this thread. (0 members and 3 guests)
Bookmarks