Liberalisasi Ketenagalistrikan?? - Page 2
Welcome guest, is this your first visit? Create Account now to join.
  • Login:

Welcome to the CHIP Forum.

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.

Closed Thread
Page 2 of 8 FirstFirst 1 2 3 4 5 6 7 8 LastLast
Results 11 to 20 of 73

Thread: Liberalisasi Ketenagalistrikan??
  
Bookmark and Share

  1. #11
    Join Date
    Jun 2009
    Posts
    125
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    6

    Re: Liberalisasi Ketenagalistrikan??



    Quote Originally Posted by smiling_man View Post
    maksud saya bukan hanya minyak, tapi sumber bahan bakar secara keseluruhan. Itu berarti termasuk gas dan batubara. PLN dikenakan harga pasar untuk kedua bahan bakar itu. Mikro hidro, panas bumi, angin, surya bisa menghasilkan daya berapa sih..? ga akan cukup buat proyek 10.000MW kalo cuma make ginian. Blom lagi masalah transportasinya.

    Solusinya itu nuklir, sumber bahan bakar yang sekarang (dengan teknologi sekarang bukan jaman Chernobyl yang gampang bocor). Tenaga ahli Indonesia juga bisa diandalkan kalo memang niat kok, pengawasan juga bisa ditingkatkan. Buktinya itu PINDAD, sampe bisa ekspor ke negara lain. Itu sudah prestasi tersendiri selama puluhan tahun ketergantungan kita terhadap arsenal asing. Jadi sebenarnya alasan2 yang diutarakan para aktivis anti nuklir itu basi dan ga berdasar.
    PLN di kenakan harga pasar = Memang yg benar seperti itu.

    PANAS BUMI & ANGIN = SANGAT- SANGAT POTENSIAL untuk SEBAGAI solusi pemenuhan kebutuhan energy, dlm hal ini LISTRIK. Karena sebentar lagi minyak sudah dapat dgn mudah lari ke atas US120/ barel.

    SURYA = Salah satu ALTERNATIF untuk konsumsi listrik rumah tangga - untuk mengurangi BEBAN hidup, cuman sayang buat PANEL LISTRIK aja KAGAK BISA secara SERIUS.

    NUKLIR = BELUM SAAT-nya, dan masih JAUH NUN di SANA.

    CHERNOBYL = MOHON CEK & RICEK KESALAHAN ”KECIL” PETAKA CHERNOBYL LEBIH DALAM dan sudah kah SELESAI SAMPAI HARI INI?????

    TENAGA AHLI INDONESIA = UNTUK URUSAN NUKLIR SAYA YAKIN BELUM bisa DIANDALKAN (tentunya saya tidak meremehkan SDM dalam negeri KITA – karena ini masalah NUKLIR yg berarti PLUTONIUM sebesar biji KELERENG yg LIAR dan TIDAK dengan mudahnya bekerja dengan STABIL)

    Buktinya PINDAD = saya rasa bro CEK lagi LEBIH DALAM.

    Aktifis Nuklir = W O WW .......cek 1jt saat broo.....

    SOLUSI ya itu tadi = PRIVATISASI, meskipun pasti berbenturan dengan amanat UUD’45.

    Note ; kalau mau DUDUK BERSAMA secara KOMPAK saya sangat yakin, dengan selain memanfaatkan PANAS BUMI yg BERLEBIHAN di Negara KITA, dan dengan PANDAI mengukur dan MEMANFAATKAN PANJANGNYA LAUTAN yang DIMILIKI Indonesia, saya YAKIN sudah CUKUP.

  2. #12
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    AD-A, AD-G/R
    Posts
    1,409
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    15

    Re: Liberalisasi Ketenagalistrikan??



    sistem jelek + pengelola jelek = hasil jelek
    sistem jelek + pengelola baik = hasil baik
    sistem baik + pengelola jelek = hasil jelek
    sistem baik + pengelola baik = hasil baik

    IMO, yang perlu di pikirkan adalah mencari/menciptakan pengelola sistem yang baik, apapun sistemnya pasti hasilnya baik meskipun menggunakan sistem yang jelek, semua tergantung pada the man behind the gun, not the gun itself

    btw, di daerah ku PLN banyak tekor terutama dari tunggakan tagihan listrik pemerintah daerah

  3. #13
    Join Date
    Sep 2005
    Location
    SMG-SBY-PP
    Posts
    7,016
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    37

    Re: Liberalisasi Ketenagalistrikan??



    @shelby

    jangan pakai huruf tidak beraturan gitu dunk...pusing saya bacanya. Biasa aja kenapa sih..?

    mengenai kenapa panas bumi, surya,angin, dll itu karena kapasitas pembangkitnya rata2 kecil. Ga banyak yang bisa mencapai angka ribuan MW. Tidak cocok secara ekonomis..
    Saya ga ngomong minyak bro, PLTD itu sudah saatnya ditinggalkan. Yang sekarang digalakkan pemerintah untuk proyek 10.000MW kan Pembangkit gas dan Uap (dengan bahan bakar batubara).

    Nuklir belum saatnya? kita sudah ketinggalan puluhan tahun, masi mau ketinggalan berapa puluh tahun lagi demi paranoia sesaat??? Buat apa itu lulusan T.Nuklir UGM? buat apa itu BATAN didirikan? Paman saya lulusan T.Nuklir UGM dengan harapan bisa dipekerjakan di PLTN Jepara (waktu itu sekitar tahun 90an) tapi karena "berbagai macam hal" akhirnya ga kesampaian dan akhirnya jadi sales truk. Masi mending beliau tetap tinggal di Indonesia daripada koleganya yang sekarang sudah bekerja di Prancis, Jerman, dll. Kalau masalah keahlian PEMAKAIAN peralatan nuklir, itu mah tinggal baca manual sama ikut pelatihan, apa susahnya? Tinggal pengawasannya aja kan...beres.

    Anda berbicara seperti tidak mengenal nuklir, seperti hanya mengenal dari film2 belaka. Plutonium itu bahan bakar nuklir mentah, blom meluruh, pegang aja pake tangan ga bakal berbahaya buat tubuh.

    Sepertinya Anda yang harus mengecek lebih dalam lagi..

    My anime-dorama list, update= 26/09/08 - 13:46 HERE!!

  4. #14
    Join Date
    Aug 2005
    Location
    чистилище
    Posts
    10,240
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    48

    Re: Liberalisasi Ketenagalistrikan??



    jadi maksudnya sekarang, orang yg punya uang bisa bayar buat listrik lebih banyak? dari listrik orang yg gak bisa beli listrik/nunggak bayar/gak tahu gitu maksudnya?
    kenyataan tentang orang indonesia:
    http://forum.chip.co.id/2696114-post12.html

  5. #15
    Join Date
    Feb 2007
    Location
    Kost (home sweet home)
    Posts
    6,572
    Thanks
    9
    Thanked 11 Times in 11 Posts
    Rep Power
    35

    Re: Liberalisasi Ketenagalistrikan??



    intinya 1
    pasokan listrik kita emang kurang,
    mau nambah lagi juga biayanya ga mencukupi (JK dulu mau buat proyek listrik bertenaga batubara ga jadi ya? CMIIW)

    solusi lainnya yang lebih masuk akal?
    persering mati lampu

    Celakanya, dengan berlandaskan mekanisme pasar, maka tolak ukur dalam penentuan tarif bukan lagi kemampuan warga miskin dalam ‘membeli’ listrik namun berdasarkan pada sejauh mana tarif tersebut dapat menghasilkan laba yang sebanyak-banyaknya bagi investor.
    siap2 aja deh ama yang namanya monopoli listrik
    ini bukan operator hp, ga bakalan ada yang namanya perang tarif listrik paling murah

    kayanya emang harus dipikir baik2 lagi
    kesejahteraan itu sebenarnya apa???
    dan harus dibayangin lagi Indonesia kalau jadi negara maju itu kaya apa?
    Last edited by testakraze; 08-09-2009 at 04:46.
    Tashikame aeru kotoba wo kurete kamisama arigatou
    Thank you God for giving us words so that we can understand each other

    WD used to be a great hard drive company. Until they took an arrow to the knee.




  6. #16
    Join Date
    Sep 2005
    Location
    SMG-SBY-PP
    Posts
    7,016
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    37

    Re: Liberalisasi Ketenagalistrikan??



    btw baru ngeh setelah baca ulang postingannya bro simply_bre, maaf

    saya rasa liberalisasi di bagian hilir ketenagalistrikan itu akan sulit dilakukan meskipun aturannya udah ada. Karena transportasi listrik itu adalah pembangunan infrastruktrur jaringan kabel, sama seperti kabel telepon. Listrik swasta ga bisa secara semena2 pake jaringan kabel listrik PLN yang ada saat ini karena nantinya akan mengganggu pembagian beban jaringan.

    Kalau memang listrik swasta ini membangun semuanya sendiri dari hulu sampai ke hilir dan dilakukan di daerah yang belum terjangkau listrik PLN, saya malah setuju sekali. Masih banyak daerah2 di Indonesia yang masih belum terjagkau peradaban modern karena ga ada listrik termasuk di P.Jawa ini yang sedang giat2nya membangun puluhan pembangkit untuk Proyek 10.000MW.

  7. #17
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,681
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    21

    Re: Liberalisasi Ketenagalistrikan??



    Quote Originally Posted by anno78 View Post
    sistem jelek + pengelola jelek = hasil jelek
    sistem jelek + pengelola baik = hasil baik
    sistem baik + pengelola jelek = hasil jelek
    sistem baik + pengelola baik = hasil baik

    IMO, yang perlu di pikirkan adalah mencari/menciptakan pengelola sistem yang baik, apapun sistemnya pasti hasilnya baik meskipun menggunakan sistem yang jelek, semua tergantung pada the man behind the gun, not the gun itself

    btw, di daerah ku PLN banyak tekor terutama dari tunggakan tagihan listrik pemerintah daerah
    pencipta sistim (dalam hal ini produk hukumnya adalah UU) adalah DPR, pengelola adalah (Pemerintah melalui BUMN) saya kira semua setuju kalau di keduanya ada room for improvement. Kalau dari yang saya baca di artikel, DPR periode kali ini berusaha meluluhlantakkan negara ini dengan UU yang semangatnya sudah jelas ditolak di Judicial Review Agustus 2004 di Mahkamah Konstitusi. Progress nya ada, perlahan tetapi pasti (e.g. anggaran pendidikan) berangsur2 diadakan dengan prioritas pembangunan ekonomi. Jangan ngomong hal2 lain yang lebih berat kalo tidak bisa makan. Kebutuhan paling mendasar sebelum papan dan sandang. Dua2 nya penting, kalau tidak seimbang maka akan seperti Schumacher nyetir di Bajaj, atau mobil F1 di setir Bajuri?



    Quote Originally Posted by smiling_man View Post
    @shelby

    jangan pakai huruf tidak beraturan gitu dunk...pusing saya bacanya. Biasa aja kenapa sih..?

    mengenai kenapa panas bumi, surya,angin, dll itu karena kapasitas pembangkitnya rata2 kecil. Ga banyak yang bisa mencapai angka ribuan MW. Tidak cocok secara ekonomis..
    Saya ga ngomong minyak bro, PLTD itu sudah saatnya ditinggalkan. Yang sekarang digalakkan pemerintah untuk proyek 10.000MW kan Pembangkit gas dan Uap (dengan bahan bakar batubara).

    Nuklir belum saatnya? kita sudah ketinggalan puluhan tahun, masi mau ketinggalan berapa puluh tahun lagi demi paranoia sesaat??? Buat apa itu lulusan T.Nuklir UGM? buat apa itu BATAN didirikan? Paman saya lulusan T.Nuklir UGM dengan harapan bisa dipekerjakan di PLTN Jepara (waktu itu sekitar tahun 90an) tapi karena "berbagai macam hal" akhirnya ga kesampaian dan akhirnya jadi sales truk. Masi mending beliau tetap tinggal di Indonesia daripada koleganya yang sekarang sudah bekerja di Prancis, Jerman, dll. Kalau masalah keahlian PEMAKAIAN peralatan nuklir, itu mah tinggal baca manual sama ikut pelatihan, apa susahnya? Tinggal pengawasannya aja kan...beres.

    Anda berbicara seperti tidak mengenal nuklir, seperti hanya mengenal dari film2 belaka. Plutonium itu bahan bakar nuklir mentah, blom meluruh, pegang aja pake tangan ga bakal berbahaya buat tubuh.

    Sepertinya Anda yang harus mengecek lebih dalam lagi..
    Setuju.. hanya ingin menambahkan, bahwa sekarang ini PLTD masih ada dan sebagian besar berada di luar Jawa. Prinsipnya Pembangkit Uap (Bahan bakar Diesel, Batu Bara, Minyak) adalah seperti sepeda motor/mobil yang kita gunakan sehari2. Butuh Oli, Pendingin, ada bagian mesin, listrik atau pun instrumen. Dan yang paling penting, bahan bakar. Bahan bakar habis -> mesin mati -> listrik nol. Dan ini yang terjadi di sebagian daerah luar Jawa untuk masalah bahan bakar habis karena yang meng-handle jaringan listrik hanya 1 pembangkit. Inilah yang terjadi ketika musim gelombang tinggi tahun lalu, yang menyebabkan pengiriman bahan bakar terhambat oleh cuaca.

    Berbeda dengan di Jawa, dimana dalam saru jaringan terdapat beberapa pembangkit, pada saat pembangkit satu mati karena sesuatu hal, bisa digantikan dengan pembangkit yang lain perannya, selama masih dalam kapasitas pembangkit tersebut. Lebih parahnya, di Jawa pun, kapasitas pembangkit total hampir seluruhnya terpakai. Sehingga apabila satu pembangkit sedang masa pemeliharaan (e.g. seperti servis kendaraan bermotor) atau tiba2 ada malfungsi sehingga harus mati, bebannya harus dikurangi kalau tidak begitu, frekuensi turun, listriknya goyang dombret yang menyebabkan alat rumah tangga sering rusak. Sebenarnya Solusinya ada dua, tambah daya atau kurangi beban, solusi jangka pendeknya kurangi beban (dari pada pemadaman mendadak, penjadualan pemadaman kan lebih 'enak' ). Jangka Panjang perbanyak pembangkit (salah satunya program percepatan 10.000MW), karena membangun satu pembangkit itu butuh biaya besar (1juta dollar per 1MW) dan waktu berkisar 3-5 tahun (kecuali PLTA lebih panjang).

    Quote Originally Posted by Radeonator View Post
    jadi maksudnya sekarang, orang yg punya uang bisa bayar buat listrik lebih banyak? dari listrik orang yg gak bisa beli listrik/nunggak bayar/gak tahu gitu maksudnya?
    orang yang punya uang, dia bisa beli listrik. Tetapi demi kepentingan bangsa, pemerataan harus dilaksanakan. Salah satunya adalah listrik. Bukan rahasia lagi kalau listrik merupakan salah satu kunci penting ekonomi dan perdagangan bisa jalan. (Gak akan ada forum, classy dan FJB kan kalau ga ada listrik )

    Quote Originally Posted by testakraze View Post
    siap2 aja deh ama yang namanya monopoli listrik
    ini bukan operator hp, ga bakalan ada yang namanya perang tarif listrik paling murah
    Mari kita bayangkan sejenak.
    Misal. Dalam satu Gang sudah terpasang jaringan listrik perusahaan A, suatu saat datang lagi Perusahaan B, C dan D yang menawarkan listrik dengan promo nya yang lebih murah dari eksisting. Misal total warga 100 KK, dan terbagi rata lah semua provider listrik tersebut. 25 KK untuk masing2 provider. Dalam waktu singkat dan efisien (katanya swasta lebih profesional ) terbangunlah masing2 tiang kabel perusahaan A, B, C dan D (plus macet,jalan berlubang, debu, dll karena proyek sudah tau kan ) sampai pada pemasangan kabel masing2 provider. Silakan menikmati masa promo tersebut sampai pada saatnya nanti, anda akan 'dipaksa' untuk membayar sejumlah uang, untuk menutup investasi mereka + biaya operasional + margin keuntungan mereka . Pilihannya gampang, bayar atau gelap. Apa yang akan anda lakukan? Lebih buruk lagi nanti kalo sesama perusahaan tersebut sudah menguasai banyak daerah dan membuat kartel yang bertujuan untuk menaikkan tarif.

    Pas jaman baru merdeka, perusahaan2 strategis yang didirikan Belanda aja di nasionalisasi. Eh belakangan ada privatisasi oleh anak cucu pendiri bangsa ini

    Quote Originally Posted by smiling_man View Post
    btw baru ngeh setelah baca ulang postingannya bro simply_bre, maaf

    saya rasa liberalisasi di bagian hilir ketenagalistrikan itu akan sulit dilakukan meskipun aturannya udah ada. Karena transportasi listrik itu adalah pembangunan infrastruktrur jaringan kabel, sama seperti kabel telepon. Listrik swasta ga bisa secara semena2 pake jaringan kabel listrik PLN yang ada saat ini karena nantinya akan mengganggu pembagian beban jaringan.

    Kalau memang listrik swasta ini membangun semuanya sendiri dari hulu sampai ke hilir dan dilakukan di daerah yang belum terjangkau listrik PLN, saya malah setuju sekali. Masih banyak daerah2 di Indonesia yang masih belum terjagkau peradaban modern karena ga ada listrik termasuk di P.Jawa ini yang sedang giat2nya membangun puluhan pembangkit untuk Proyek 10.000MW.
    it's ok bro.

    Komentari paragraf terakhir dr bro smiling_man. Kalau seperti itu investor tidak akan mau berinvestasi bahkan melirik sekalipun di sana bro. Modal yang dikeluarkan besar, maka margin keuntungannya dia juga akan besar. Pun misalnya ada, produknya di jual ke daerah yang ekonominya belum mapan. Apakah ada investor yang mau menempuh risiko bisnis sedemikian besar? Untuk itu lah pemerintah ada

    Ketika semuanya sudah terjadi, Liberalisasi ada. There is no point of return. Jangan menyesali apa yang sudah terjadi. Selalu salah.
    Last edited by simply_bre; 08-09-2009 at 09:53.




    still working very hard for everything !

    Hidden

  8. #18
    Join Date
    Feb 2007
    Location
    Kost (home sweet home)
    Posts
    6,572
    Thanks
    9
    Thanked 11 Times in 11 Posts
    Rep Power
    35

    Re: Liberalisasi Ketenagalistrikan??



    kayanya susah mau muncul persaingan perusahaan listrik
    realisasinya masih lama
    ga kebayang kalau gonta ganti provider listrik bisa semudah itu

    paling2 ambil 2 provider listrik untuk satu rumah
    itu masih lebih logis, walau pelaksanaannya juga susah

    yg saya penasaran itu
    kalau udah banyak provider listrik swasta,
    tindakan apa yang akan mereka lakukan terhadap pencurian listrik (u know what i mean right?)

  9. #19
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,681
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    21

    Re: Liberalisasi Ketenagalistrikan??



    Quote Originally Posted by testakraze View Post
    kayanya susah mau muncul persaingan perusahaan listrik
    realisasinya masih lama
    ga kebayang kalau gonta ganti provider listrik bisa semudah itu

    paling2 ambil 2 provider listrik untuk satu rumah
    itu masih lebih logis, walau pelaksanaannya juga susah

    yg saya penasaran itu
    kalau udah banyak provider listrik swasta,
    tindakan apa yang akan mereka lakukan terhadap pencurian listrik (u know what i mean right?)
    gak usah repot2 cari provider listrik swasta, kalo kita semua mau menanggung harga listrik sesuai keekonomian, negara ini menuju ke sejahtera, karena subsidi puluhan triliun bisa di alokasikan ke bidang lain. Dengan konsekuensi, tarif listrik mungkin akan meningkat 4-5 kali lipat dari yang sekarang Dan mengikuti kenaikan dan penurunan harga bahan bakar secara proporsional. Dan bukannya tidak mungkin, keuangan yang surplus bisa menarik investasi di bidang ketenaga listrikan, dengan sistim yang ada. Mau mengubah sistim? tidak menyelesaikan masalah.

    Bagaimana dengan swasta? jangan kan besok, sekarang aja harga jual listrik swasta lebih mahal. Padahal secara barang nyetrum nya juga sama Tak bisa dipungkiri, kita selama ini hidup dan bangga dengan subsidi.
    Last edited by simply_bre; 08-09-2009 at 12:10.

  10. #20
    Join Date
    May 2006
    Location
    CHIputat CAmpunG Ogut
    Posts
    839
    Thanks
    2
    Thanked 3 Times in 3 Posts
    Rep Power
    14

    Re: Liberalisasi Ketenagalistrikan??



    masalah yang terjadi di indonesia itu ada di birokrasi
    apabila ada investor yg mau bangun apapun, pasti harus lewat meja yang banyak sekali, selain itu harus ada juga yg 'ketinggalan' di tiap meja
    nah yg ketinggalan itu juga kan masuk investasi, dan jangan anggap nilainya kecil
    jadi misal suatu proyek nilainya 100 yg ketinggalan 50 maka invest jadi 150
    proyek yang tadinya sudah harus lunas (hitungan tanpa ketinggalan) bakal tambah lama kan, dan investor blm bisa buka proyek lg
    dari hal2 diatas mengakibatkan :
    - harga jual jadi mahal ,modal 100 jadi 150
    - kebutuhan yang meningkat tidak diimbangi dg proyek baru untuk memenuhi kebutuhan, invest 100 lunas 5th kl 150 lunas 8 th
    > > > > > siapapun calon presiden, yg penting calon independen < < < < <
    feedback


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts