wah bro, di luar P.Jawa sana banyak konglomerat kekurangan listrik. Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua..semua ada. Peluang pasar yang besar iniKomentari paragraf terakhir dr bro smiling_man. Kalau seperti itu investor tidak akan mau berinvestasi bahkan melirik sekalipun di sana bro. Modal yang dikeluarkan besar, maka margin keuntungannya dia juga akan besar. Pun misalnya ada, produknya di jual ke daerah yang ekonominya belum mapan. Apakah ada investor yang mau menempuh risiko bisnis sedemikian besar? Untuk itu lah pemerintah ada![]()













. Nombok karena harga jual listrik (TDL) yang rendah. Walau pun ada tarif progresif, tetap tidak berdampak signifikan. Jangan salahkan yang menetapkan tarif, ini adalah kesalahan kolektif bangsa ini. Pemerintah salahnya karena menetapkan tarif di bawah harga keekonomian, karena ingin melindungi rakyat kecil dan industri kecil. Janji memberi subsidi, subsidi gak turun-turun. 


Bisa beli mobil / motor tetapi mengisi dengan premium dan solar? Padahal subsidi BBM itu buat yang tidak bisa beli mobil/motor.
Tanpa layanan seluler orang masih bisa hidup dengan normal, tanpa listrik
..
..


Bookmarks