Pohon Bersejarah
Suatu hari ada seorang pengusaha kaya yang ingin mendirikan rumah sedang berunding dengan kontraktor yang membangun rumah tersebut.
Pengusaha : Kalau membangun rumah saya, tolong pohon yang di pojok sana jangan ditebang, karena di sanalah saya pertama kali bercumbu dengan lawan jenis.
Kontraktor : Baik pak..
Pengusaha : Pohon yang di sana juga, jangan ditebang!
Kontraktor : Lho, memangnya kenapa pak..?
Pengusaha : Karena di sanalah ibunya melihat kejadian itu..
Kontraktor : Wah gawat dong pak..! Setelah itu apa yang terjadi?
Pengusaha : Tidak apa apa, ibunya cuma ngomong sesuatu..
Kontraktor : Ngomong apa pak?
Pengusaha : Mbeeeeekkk, mbeeeeekkk!!!
Kontraktor : (Terkejut dalam hati) Lho kok..
--------------------------------------------------------------------------
Ikut Mama
Suatu hari sepasang suami istri yang sudah dikaruniai tiga anak, bertengkar hebat. Anak pertama berusia 5 tahun, anak kedua 3 tahun dan anak ketiga masih menyusu pada ibunya.
Saking hebatnya pertengkaran itu, piring, gelas dan peralatan rumah tangga lainnya beterbangan dan pecah. Karena istrinya tidak tahan lagi,
"Pa, kalau begini terus lebih baik kita cerai! Aku sudah nggak tahan lagi melihat tingkah laku papa!", seru istrinya dengan suara yang keras dan emosi tinggi sambil membanting piring ke lantai.
Tidak mau kalah si suami pun membalas dengan suara keras dan penuh emosi tinggi sambil memecahkan gelas ke lantai,
"Baik.. baik...! Kalau itu kemauan kamu, silahkan kita cerai! Oke, sekarang kita tanya anak-anak, sama siapa nanti ikut! Apa sama saya atau sama kamu!".
Lalu si suami bertanya pada anak-anaknya sambil membentak dengan di iringi emosi yang masih tinggi,
"Ana.. kamu pilih mama atau papa..?".
Ana menjawab dengan lembut dan sopan, "Aku ikut mama...". "Ani..kamu..?". Ani menjawab dengan lembut dan sopan pula, "Ikut mama...".
Karena anak ketiga belum bisa bicara, sambil membentak dengan penuh emosi,
"Semua ikut mama, tidak ada yang ikut papa..! Kalau gitu papa ikut mama juga lah!!!!".
Istrinya pun langsung jatuh pingsan mendengar mendengar jawaban suaminya tersebut.








Reply With Quote





















Bookmarks