There're what i've been waiting before. Keep it on up! (Bahasa inggris yang ngawur...
ISIWSPCI* )
* I'm sure i'm wrong. So, may you please correct it?
Mantep bung ucupYang seperti ini ane cari-cari pastinya.
There're what i've been waiting before. Keep it on up! (Bahasa inggris yang ngawur...
ISIWSPCI* )
* I'm sure i'm wrong. So, may you please correct it?
Mantep bung ucupYang seperti ini ane cari-cari pastinya.
Last edited by mupit; 19-07-2007 at 16:53.
Apakah perekonomian negara ini sudah dikuasai Singapura ? silakan baca :
lengkap-nya baca:Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat (Singapura)
Teorinya, membangun negara harus bertumpu pada infrastruktur untuk kemaslahatan umat. Di Amerika, mereka justru pertama-tama membangun rel kereta agar mobilitas rakyat (terutama menengah ke bawah) lancar dan menggerakkan kegiatan perekonomian serta pertumbuhan. Walau dicap kapitalis, mereka sebetulnya sangat berorientasi pada rakyat kecil. Jepang dan Eropa juga demikian. Di Indonesia justru terbalik keadaannya. Kita malah memprogram jalan tol 1000 km dan mengabaikan kereta api. Yang diuntungkan jelas para penggede, bukan rakyat kecil.
Orang-orang terkaya Indonesia dan Masa Depan Kita
thread yg bagus bos......
beer beer beer
lanjut juragan ucup...wakakkaak![]()
Sekedar humor / lelucon , tdk bermaksud menjelek jelekan siapapun
Jum'at, 20/07/2007 18:29 WIB Humor
Iceberg, Spielberg, Carlsberg… Kalian Sama saja!![]()
![]()
Seorang laki-laki keturunan China bertandang ke sebuah bar di Amerika pada suatu malam.
Setelah melihat ke segala penjuru, betapa terkejut ia saat menemukan sosok orang yang ia kenal.
Steven Spielberg merupakan sosok yang sangat ia kagumi. Secara, laki-laki tersebut merupakan pekerja film di salah satu rumah produksi di Amerika, walaupun sejatinya ia adalah warga negara China.
Tanpa basa-basi ia langsung menghampiri Steven Spielberg, meminta tanda tangan dan berfoto bersama.
Spielberg langsung memandang laki-laki sipit tersebut dengan sebelah mata lalu menamparnya tanpa permisi. “Plakk!!!” laki-laki tersebut kaget dan menatap Spielberg penuh tanda Tanya.
Spielberg pun langsung berkata kepadanya, “Dasar kamu Chinese!! Negara kamu kan yang mem-bom Pearl Harbour kebanggaan Amerika. Sana! Pergi kamu dari hadapan saya.”
Sontak laki-laki China itu menjawab, “Bukan, itu bukan Chinese tapi Japanese”
Spielberg menamparnya sekali lagi dan berkata,”Chinese, Japanese, Taiwanese, kalian semua sama saja.”
Akhirnya laki-laki tersebut membalas menampar Spielberg dan berkata, “Kamu kan yang menenggelamkan Titanic? Kakek buyut saya ada di dalam kapal tersebut waktu itu.”
Spielberg Shock lalu menjawab, ”Bukan saya, kapal itu ditenggelamkan oleh Iceberg!”
Saking dendamnya laki-laki tersebut dengan Spielberg, ia pun kembali menampar Spielberg dan menjawab, “Alaaahhh…. Iceberg, Spielberg, Carlsberg, kalian semua sama saja!”
Walaupun cuman lelucon / humor , mengandung pesan bahwa kita jangan suka menyama ratakan seseorang berdasarkan suku , agama , ras ataupun bangsanya...
![]()
"To know your faults and be able to change is the greatest virtue."
Rabu, 25/07/2007 21:10 WIB
Indonesia Masuk 5 Negara Konsumsi Rokok Terbesar di Dunia
Konsumsi tembakau di Indonesia meningkat 7 kali lipat dalam jangka waktu 3 tahun (1977-2000).
Kondisi ini menempatkan Indonesia masuk ke dalam lima negara dengan konsumsi rokok terbesar di dunia.
Wawancara30-07-2007Andrie Wongso:
Ini Belum Kiamat Mari Kita Bangkit
![]()
Bangsa kita saat ini seperti kehilangan harapan. Begitu banyak problem belum terselesaikan. Menurut Anda apa yang sebenarnya terjadi?
Problem ini terjadi karena belum ada pemimpin idealis, tegas, dan karismatik yang mampu membangkitkan semangat rakyat.
Orang idealis di negeri kita banyak sekali, tetapi yang berani ambil risiko dengan siap bekerja keras habis-habisan sedikit sekali.
Pemimpin atau penyelenggara negara itu kan berarti bos, pengelola, dan penanggungjawab.
Dia harus sukses memotivasi diri lalu rakyat untuk mencapai kejayaan atau kesuksesan.
Bisa kita contoh China. Dulu China adalah negara yang bobrok. Pada 1949 sampai 1979 masih nggak keruan, sehingga banyak yang menilai komunisme salah konsep, bahkan dinilai salah ideologi. Tapi pada 1979 mereka bangkit. Dan ini bukan bangkit-bangkitan saja.
Tidak ada istilah bangkit-bangkitan itu, karena ada garis keras yang jelas dari Deng Xiaoping. Yang jelas ada gelombang besar untuk penegakan hukum, pemberantasan korupsi, reformasi birokrasi, dan pembangkitan nasionalisme.
Orang-orang Barat banyak yang tidak percaya karena komunisme dianggap bisa omong tok. Tapi ternyata sejarah berkata lain. Sepuluh tahun lalu dunia melihat mereka bisa maju, lebih dari yang mereka prediksi. Jadi karena lebih dari perkiraan maka mereka luar biasa. Jika mereka bisa, mengapa kita tidak. Sukses adalah hak kita semua. Bukan monopoli mereka saja.
Menurut Anda dari mana kita bisa memulai memperbaiki berbagai kelemahan negeri ini?
Harus dimulai dari yang atas-atas dulu.
Pemimpin, DPR, kabinet, dan sebagainya.
Mereka itu harus sadar mesti bersinergi dan bersatu melakukan peran besar untuk sesuatu yang sangat-sangat besar, yaitu Indonesia.
Saya tekankan lagi untuk Indonesia. Janganlah upaya besar ini dirusak oleh kepentingan-kepentingan kecil lain. Kita bangkitkan jiwa patriotisme yang hilang akibat terlalu mengurusi kepentingan kecil sesaat.
Saat ini ibaratnya ada orang mau berbuat baik untuk bangsa, tapi karena bukan kawan separtai, bukan golongan, sehingga malah direcoki atau diganggu.
Alasannya beda pendapat wajar kan, wong namanya demokrasi.
Akan tetapi kalau demokrasinya kebablasen ya malah bikin repot.
Mengapa kita tidak positive thinking? Kita ini kok senang mengangkat-angkat kekurangan orang lain, sehingga memunculkan permusuhan-permusuhan.
Mengapa kita tidak rangkul kelebihan-kelebihannya lalu disinergikan?
Saya lihat untuk memunculkan patriotisme dan nasionalisme di negeri ini selalu harus didahului kasus.
Misalnya saat menghadapi bencana tsunami. Waktu itu kita kan sangat merasa senasib dengan saudara kita di Aceh, lalu kita mudah berbagi, memberi bantuan, dan sebagainya. Muncul kekompakan dan persaudaraan.
Sayang pada saat normal kita sering terjebak dalam berbagai pertikaian. Pertikaian antarpartai, etnis, agama dan sebagainya, sehingga bagaimana punya kekuatan untuk bangkit, wong kita malah tidak menyatu karena berbagai perbedaan kepentingan.
Padahal yang kita butuhkan itu adalah kekuatan yang berupa gelombang besar. Bukan kelompok yang kecil-kecil.
Seperti saat 1945 dulu, teriakan Merdeka menjadi gelombang besar yang bisa mengusir Belanda yang akan kembali menjajah bangsa kita. Itu karena ia diteriakkan, dikobarkan oleh pemimpin dan segenap rakyat Indonesia. Apa pun etnis dan golongannya.
Banyak yang mengatakan bahwa ekonomilah yang harus diperbaiki dalam rangka meningkatkan optimisme rakyat kita yang hopeless. Bagaimana menurut Anda?
Saya setuju jika perbaikan ekonomi menjadi prioritas. Akan tetapi yang utama adalah bagaimana membangkitkan mereka. Yang perlu diingat adalah bagaimana mereka mau berbuat untuk suatu yang besar yaitu Indonesia. Perbaikan ekonomi nasional, kita tahu, tidak secepat dan semudah yang diduga. Tetap butuh proses.
Patriotisme, cinta Indonesia harus kita angkat dulu untuk membuat mereka tetap semangat dalam menjalani proses perbaikan di berbagai bidang. Untuk itu saya pernah berangan-angan sebaiknya di negeri ini ada Hari Motivasi Nasional. Pemerintah mencanangkan hari motivasi nasional, lalu disertai dengan perencanaan yang matang. Dalam lima tahun ke depan setelah dicanangkan Hari Motivasi Nasional, kita ini mau ngapain aja sih?. Apa yang mau kita raih? Juga bagaimana perencanaan untuk meraih itu?
Garisnya harus tegas dan jelas. Tanpa itu semua kita tidak akan bisa karena jadi mengambang.
Masa kita kalah dari negara kecil Malaysia yang punya perencanaan matang menyongsong visi 2020. Pada 1990-an mereka sudah mengumandangkan dan merancang dengan matang.
Sering orang berkata bahwa bangsa kita jadi begini, akibat dibuat oleh bangsa-bangsa lain, yang tidak ingin kita besar. Jika ya, kita tidak bisa menyerah begitu saja dan menjadikan hal itu sebagai alasan pembenaran atas keterpurukan.
Tergantung mental kita dong, gampang dipecah-belah atau tidak, kuat jatidirinya atau tidak.
Kalau kita tidak becus dalam hal kemampuan menejerial, juga dalam sikap mental kita, pasti akan dipengaruhi atau dikuasai bangsa lain.
* Jika kita tidak bisa mengatur diri sendiri dengan benar, maka niscaya akan diatur orang lain.*
Gitu aja prinsip kita dalam berbagai segi kehidupan ini.
Pendek kata, untuk memotivasi bangsa ini kita memang perlu pemimpin yang kharismatik, yang sangat patut dicontoh. Jadi karena ia sudah memberi teladan, maka kalau ngomong ya digugu rakyat. Bukan omong kosong. Misalnya Hari Motivasi Nasional itu kita mulai 1 Januari 2008, maka pelaksanaanya kita bagi menjadi 12 hal yang perlu ditekankan, perlu dibangkitkan untuk dilaksanakan kita bersama.
Januari itu bulan disiplin nasional. Februari, misalnya, menjadi bulan kerja keras dan Maret bulan membaca nasional.
Saya yakin akan ada kebangkitan semangat baru. Dengan kebangkitan semangat yang positif ini, maka kita akan malu jika berbuat salah. Kita jadi malu korupsi dan menyalahgunakan jabatan.
Saat ini saya sungguh sedih melihat peristiwa di masyarakat yang segalanya serbabertolak belakang dari yang semestinya. Banyak perbuatan yang justru merusak mental dan menjerumuskan kita kepada keterpurukan.
Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki ini semua. Kita ini belum kiamat kok. Kita mesti bangkit.
Mari kita berangkat dari diri kita masing-masing.
* Apakah saya sudah berperan sesuai dengan profesi? *
(Hartono Harimurti/35)
Last edited by ucup889; 30-07-2007 at 23:02.
cup,.. gw tambahin ya,...
gw soalnya suka nyimpen artikel renungan kaya gini.
ini salah satunya,.. kalo gak berkenan, nanti gw hapus
"Jangan Berhenti Berbuat Baik"
Dia hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri di pinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mercedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.
Walaupun dengan wajah tersenyum wanita tua itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya. Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya?
Lelaki tersebut penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita tua itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tahu apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata "Saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu di dalam mobil bukankah di sana lebih hangat? oh ya nama saya Bryan..."
Yach memang dia sudah terlalu lelah apalagi untuk wanita setua dirinya, hal ini benar-benar terasa berat. Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita tua itu untuk memperbaiki yang rusak.
Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita tua itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya. Ia berkata bahwa ia dari St Louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Wanita tua itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya.
Bryan hanya tersenyum. Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.
Ia berkata kepada wanita tua itu : "Bila ia benar-benar ingin membalas jasanya, suatu saat nanti apabila ia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut ... dan ingatlah pada saya". Bryan menunggu sampai wanita tua itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.
Setelah berjalan beberapa mil wanita tua itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Seorang pelayan wanita datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita tua itu memperhatikan bahwa sang pelayan sedang hamil, dan ia masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan.
Setelah wanita tua itu selesai makan dan sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita tua itu pergi keluar secara diam-diam.
Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita tua itu pergi, lalu ia menemukan secarik kertas di atas meja dan uang $1000. Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita tua itu : "Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan : "Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang".
Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa yang ditulis oleh wanita tua itu. Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran bayinya?
Ia tahu bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan kecupan yang lembut sambil berbisik : "Semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan".
Segala sesuatu yang berputar akan selalu berputar. Namun ingatlah satu hal : "Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik"
It is better to die on your feet, than live on your knees (Stark; CRA)
ur very welcome to post bro
it's call what goes around , back around....![]()
heheh,.. thx,..
renungan gw kebanyakan hanya tentang teman, keluarga dan hidup. Gak ada yang politik sih keknya.
Suka ngumpulin dari forum dan milis yang gw terima
Tuhan itu tidak ada
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar(mlungker-mlungker-istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
"Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong !!!
![]()
Bro Ucup, gw ikutan yah....
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara
kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
* Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya
inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik."
Ibu menjawab: "Mengapa?"
Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak
marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."
Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
* Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin
bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"
Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."
Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."
Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
* Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan
segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan
meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."
Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."
Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari
kemalasan saja.
Seseorang berada di restoran, bingung mau memilih makanan yang ingin dimakannya. "Aku makan apa yah? Pilihannya terlalu banyak. Makanan ini rasanya seperti pizza. Yang lain lagi seperti burger. Lebih enak yang mana yah?".
Lalu seorang pengunjung lain menimpali: "Kamu makan untuk kenyang kan? Kalau begitu, makanan apapun tidak masalah, yang penting kamu tidak kelaparan".
* Ternyata hanya nafsu dan keinginan kita lah yang menghalangi kita untuk fokus pada apa yang paling kita butuhkan.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"
Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."
* Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah
dan memiliki secukupnya saja.
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks