Hall of inspiration - Page 4
Welcome guest, is this your first visit? Create Account now to join.
  • Login:

Welcome to the CHIP Forum.

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.

+ Reply to Thread
Page 4 of 23 FirstFirst 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 LastLast
Results 31 to 40 of 225

Thread: Hall of inspiration
  
Bookmark and Share

  1. #31
    Join Date
    May 2005
    Location
    localhost
    Posts
    5,273
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    33

    Re: Intermezo - Renungan



    A God's Cake............


    Kadang kita bertanya dlm hati & menyalahkan Tuhan,
    "apa yg telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua ?"
    atau "kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya ?"

    Here is a wonderful explanation...

    Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan.
    Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya
    pindah ke luar kota.

    Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya,
    dengan senang hati dia berkata, "Tentu saja, I love your cake."
    "Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan. "Yaiks," ujar anaknya.
    "Bagaimana dgn telur mentah ?" "You're kidding me, Mom."
    "Mau coba tepung terigu atau baking soda ?" "Mom, semua itu menjijikkan."
    Lalu Ibunya menjawab, "ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu.
    Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."
    Tuhan bekerja dengan cara yang sama.

    Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit
    dan tidak menyenangkan.
    Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancanganNya,
    segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.
    Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
    Tuhan teramat sangat mencintai kita.
    Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi.
    Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan.
    Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan
    Dia memilih untuk berdiam di hati kita.

  2. #32
    Join Date
    May 2005
    Location
    localhost
    Posts
    5,273
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    33

    Re: Intermezo - Renungan



    Photos that touch your heart


    We must always be thankful to God for giving us healthy body, roof over our head, education for our children, food on the table where in many parts of the world these are uncertainties.


    Photo 1: Together, through Warm and Cold

    (Photographer: An Hejie. Market Place, Town of Chifeng , Inner Mongolia)
    Beyond the northern ( Inner Mongolia ) frontier, spring has arrived but the cold weather lingered on. Snow fell on this April morning. Flakes danced In the sky. A middle-aged man tended to his cart, on which sat a little boy, wrapped up with blanket used to keep the vegetables from freezing.

    From time to time, the father would tuck at the blanket to make sure that his son was all right. These are the words from the photographer: "Set in The dark and shadowy background and the dancing snow flakes, the pink puffy face of the little boy stood out in great contrast to that of the father which was apparently shaped by the caprices of life. And life was Indeed harsh. Father and son only have each other for support. When the father yelled out a sales pitch on top of his voice, his facial expression was shockingly touching. One cannot help but be moved."




    Photo 2: Love

    The father and his son live in an impoverished hilly area. They demand nothing but a piece of land to call their own. Perhaps they will not have a chance to see the outside world all their lives -- they will not know what a staircase is, they will never ride in a taxi, nor will they ever Step into a movie theater. But the truth is these are the people who offer us everything our lives depend on, generation after generation. The heaven And earth have nothing to repay them. Love them!




    Photo 3: Grandpas' Tears

    (Caption on the photo: That day, we found that we were able to attend school. We were so happy. But grandpa cried. Do you understand? The tears of an elderly man) This semester has been dealt with, what about the next?



    Photo 4: Amidst Rain and Wind

    Your elderly mother and little children are waiting for you to come home with the day's wages.



    Photo 5: Old Man Crying

    The old man sells roast yam for a living. Because he doesn't have a license, his tools were confiscated and his tricycle was smashed, its chain cut. All the old man can do is to sit there and cry. How is his tomorrow.?




    Photo 6: Mothers' Love

    Mothers and their children .
    This is life.




    Photo 7: Coal Carrier

    Wang Zhizhong worked as a coal carrier. Carrying a basket of coal weighting 40kg (88 lb), he made his way up a 100m deep mine, and then walked a distance of 1000m along a mountainous track. For each trip, he made 1RMB (0.125 USD). He was 17.




    Photo 8: I want to go to school

    Caption on the photo: That day the English teacher arrived in our village.
    She taught us our very first sentence in English: "I want go to school."

    Did you hear it? It is a most heart-moving cry.



    Photo 9: Care for those forgotten

    We must admit that there are people still living within the blind spot of our society. What if you were one of them?




    Photo 10: Spirit to live

    No rose, no diamond ring, but if this is not love, what is love?
    With enthusiasm, love your life! Love the people around you!




    When you think the world has turned its back on you, take a look, you most likely turned your back on the world. Be thankful for what we have. Love your life & appreciate the people around you. Most people walk in and out of our life ...... But FRIENDS leave footprints in our heart.

  3. #33
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Bandung - Jawa Barat
    Posts
    2,669
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    18

    Re: Intermezo - Renungan



    Ikutan sumbang renungan spesial ramadhan...

    BERAPA LAMA KITA DIKUBUR ?

    Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di
    atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

    Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya
    memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi,
    sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

    Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak
    ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti
    Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965"

    "Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat
    wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan
    ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a
    untuk Neneknya...

    "Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk
    sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

    "Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak
    sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di
    dalam kubur 42 tahun ... "

    Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di
    samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini:
    19-02-1882 : 30-01-1910"

    "Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya
    menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk.
    Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa
    ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan
    semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak
    dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan
    ayahnya. "Iya kan yah?"

    Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
    "Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun
    dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun
    nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa
    menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

    Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya
    cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.

    Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya,
    memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau
    kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur
    .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata...

    Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun
    lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
    Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak
    menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke
    depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan
    disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
    Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin
    ia sudah tak tahan?

    Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik
    turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya

    Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu
    hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk
    Yani.

    Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya
    selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat
    berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah
    kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...

    "Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."

    So... berlomba-lombalah dalam beramal ramadhan...

  4. #34
    Join Date
    Jan 2006
    Location
    sedang kuliah di bandung
    Posts
    777
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    14

    Re: Intermezo - Renungan



    Quote Originally Posted by Teknodata View Post
    So... berlomba-lombalah dalam beramal ramadhan...
    insyaallah bro akan ane laksanankan kata2 bro..
    momen terindah dalam hidup gw :
    1.Nonton MUSE Live
    2.MU menang champions.
    3.kalo Sandra Dewi maen ke kosan gw...ahaha (ngarep )







  5. #35
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Bandung - Jawa Barat
    Posts
    2,669
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    18

    Re: Intermezo - Renungan



    Renungan kembali...

    I Hate My One Eyed Mother : A Story

    rabbi irhamhuma kama rabbayanee sagheeran

    "My Lord! bestow on them (Parents) thy Mercy even as they cherished
    me in childhood." 17:24

    ********

    My mom only had one eye. I hated her... she was such an
    embarrassment. My mom ran a small shop at a flea market. She
    collected little weeds and such to sell...anything for the money that
    we needed, she was such an embarrassment.

    There was this one day during elementary school. I remember that it
    was field day, and my mom came. I was so embarrassed. How could she
    do this to me? I threw her a hateful look and ran out. The next day
    at school..."Your mom only has one eye?!" and they taunted me. I
    wished that my mom would just disappear from this world, so I
    said to my mom, "Mom, why don't you have the other eye?! You're only
    going to make me a laughingstock. Why don't you just die?" My mom
    did not respond.

    I guess I felt a little bad, but at the same time, it felt good to
    think that I had said what I'd wanted to say all this time. Maybe
    it was because my mom hadn't punished me, but I didn't think that
    I had hurt her feelings very badly. That night...I woke up, and went
    to the kitchen to get a glass of water. My mom was crying there, so
    quietly, as if she was afraid that she might wake me. I took a look
    at her, and then turned away.

    Because of the thing I had said to her earlier, there was something
    pinching at me in the corner of my heart. Even so, I hated my mother
    who was crying out of her one eye. So I told myself that I would grow
    up and become successful, because I hated my one-eyed mom and our
    desperate poverty. Then I studied really hard. I left my mother and
    came to Seoul and studied, and got accepted in the Seoul University
    with all the confidence I had. Then, I got married. I bought a house
    of my own. Then I had kids, too. Now I'm living happily as a successful man.

    I like it here because it's a place that doesn't remind me of my mom.
    This happiness was getting bigger and bigger, when someone unexpected
    came to see me "What?! Who's this?!" ...It was my mother...Still with
    her one eye. It felt as if the whole sky was falling apart on
    me. My little girl ran away, scared of my mom's eye. And I asked
    her, "Who are you? I don't know you!!!" as if he trying to make that
    real. I screamed at her "How dare you come to my house and scare my
    daughter! GET OUT OF HERE! NOW!!!" And to this, my mother quietly
    answered, "oh, I'm so sorry. I may have gotten the wrong address,"
    and she disappeared. Thank good ness... she doesn't recognize me. I
    was quite relieved. I told myself that I wasn't going to care, or
    think about this for the rest of my life.

    Then a wave of relief came upon me...one day, a letter regarding a
    school reunion came to my house. I lied to my wife saying that I was
    going on a business trip. After the reunion, I went down to the old
    shack, that I used to call a house...just out of curiosity there, I
    found my mother fallen on the cold ground. But I did not shed a
    single tear. She had a piece of paper in her hand.... it was a letter to me.

    ===================

    She wrote:

    My son...

    I think my life has been long enough now. And... I won't visit Seoul
    anymore... but would it be too much to ask if I wanted you to come
    visit me once in a while? I miss you so much. And I was so glad when
    I heard you were coming for the reunion. But I decided not to go to
    the school.... For you... I'm sorry that I only have one eye, and I
    was an embarrassment for you. You see, when you were very little, you
    got into an accident, and lost your eye. As a mother, I couldn't
    stand watching you having to grow up with only one eye... so I gave
    you mine...I was so proud of my son that was seeing a whole new
    world for me, in my place, with that eye. I was never upset at you
    for anything you did. The couple times that you were angry with me. I
    thought to myself, 'it's because he loves me.' I miss the times when
    you were still young around
    me.

    I miss you so much. I love you. You mean the world to me

    My world shattered!!!


    Then I cried for the person who lived for me... My MOTHER



    Thanks to Bro Leo for the email...

  6. #36
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Bandung - Jawa Barat
    Posts
    2,669
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    18

    Re: Intermezo - Renungan



    Renungan utk sebuah Persahabatan...

    ada kisah sederhana yang menarik ni, dari milis tetangga. Semoga dapat menyegarkan pemaknaan qta tentang pertemanan dan persahabatan..

    SAHABAT...

    Kisah ini tentang 2 orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.

    Ditengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang tanpa dapat menahan diri menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, namun dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir :

    "HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU."

    Mereka terus berjalan, sehingga menemukan sebatang sungai, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya ditampar dan terluka hatinya, coba berenang untuk menyejukkan diri dan hatinya..

    Namun, ternyata sungai tersebut cukup dalam sehingga ia nyaris tenggelam, dan diselamatkanlah ia oleh sahabatnya.
    Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu :

    "HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU."

    Si penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kau menuliskannya di batu?"

    Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila di antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tetap terkenang tidak hilang tertiup sang waktu."



    THAT'S WHAT FRIENDS ARE FOR...

  7. #37
    Join Date
    Mar 2006
    Location
    menunggu Mu.....
    Posts
    4,374
    Thanks
    1
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Rep Power
    33

    Re: Intermezo - Renungan



    Resonansi
    13-11-2007Tukang Kayu dan Rumahnya


    Seorang tukang kayu yang sudah tua dan tidak lagi mampu bekerja karena alasan fisik, bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi.



    Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tidak lagi bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya untuk menghidupi keluarganya. Namun keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.


    Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.


    Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan persaan malas dan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Dan saat membangun rumah pesanan majikannya itu, ia menggunakan bahan-bahan dengan kualitas yang sangat rendah. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah dengan kualitas yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.


    Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu," katanya, "hadiah dari kami."


    Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.


    Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik.


    Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.


    Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap.



    Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.



    Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini.

    Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.


    Hidup mu kelak adalah proyek yang kau kerjakan sendiri sekarang.

  8. #38
    Join Date
    Mar 2006
    Location
    menunggu Mu.....
    Posts
    4,374
    Thanks
    1
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Rep Power
    33

    Re: Intermezo - Renungan



    23/02/2008 16:35 WIB
    Wah! Rp 500 M Dibakar Tiap Hari
    Nurvita Indarini - detikcom

    Jakarta - 70 Juta orang Indonesia atau 30 persen dari total penduduk adalah perokok. Bila rata-rata mereka menghabiskan sebungkus rokok sehari maka sekitar Rp 500 miliar dibakar per hari.

    "Itu dengan asumsi sebungkus rokok harganya Rp 7-8 ribu." kata ahli jantung dr Tjandra Yoga dalam sarasehan tentang bebas rokok di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2008).

    Bila setahun dikonsumsi 215 miliar batang rokok, dengan harga per batangnya Rp 500 maka Rp 110 triliun dibakar. Bila sebatang rokok harganya Rp 700, maka Rp 150 triliun yang dibakar dalam setahun.

    "Sebagian dari perokok Indonesia adalah orang miskin. Kalau 20 juta orang Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan maka sekitar sedikitnya 7 juta adalah perokok," ujar Tjandra.

    Jika rata-rata merokok sebungkus sehari. Ini berarti, orang Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan dapat membakar uang hingga Rp 50 miliar.

    "Mereka yang miskin uangnya akan habis untuk beli rokok. Lalu bila dia sakit gara-gara rokok, maka uangnya habis lagi buat berobat. Itu juga alau masih ada," papar Tjandra. ( nvt / aan )
    "To know your faults and be able to change is the greatest virtue."

  9. #39
    Join Date
    Nov 2007
    Location
    Makassar
    Posts
    348
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    10

    Re: Intermezo - Renungan



    Asliiiii....gw senang banget sama thread ini, menggugah dan memberi motivasi...

    tengkyu all buat sharing ceritanya, utamanya si penggagas thread
    GRP sent......

    keep posting Bro..

  10. #40
    Join Date
    May 2007
    Location
    Pamulang, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
    Posts
    5,125
    Thanks
    6
    Thanked 8 Times in 7 Posts
    Rep Power
    32

    Re: Intermezo - Renungan



    baca di post pertama....udah ada kata KONSPIRASI....smells good...

    Tidak ada salahnya menyalahkan Tuhan..karena pada prinsipnya manusia diciptakan dalam keadaan selalu resah dan gelisah ...

    orang yg menyalahkan Tuhan sedang mencari kebenaran -Nya...itu adalah lebih baik dibanding dengan orang yang membenarkan Tuhan...tapi tidak Mencari kebenaran kepada-Nya...

    Ibadah karena takut...adalah ibadahnya budak

    Ibadah karena mengharapkan Imbalan..Ibadahnya pedagang

    that's why i prefer to be His Friends ..and i prefer to fall in Her...even i don't know until when i can be loyal to Him/Her....my beloved God...Show me your path....

    Pardon me for my Impudence....


    Wahai cinta..lelahku mengahadapi kehidupan...kapan Kau memanggilku...dan panggilah aku dalam manfaat yang sebaik-baiknya...bukankah Kau membenci kesia-sian,Sayang ? bukan takut kuhidup, hanya takutku..tak menghamba Cinta lagi kepada-Mu esok.

    Your Unworthy Servant

    Rezki

    Last edited by Rezki; 24-02-2008 at 00:28.
    My Quote|
    Sok Tahu Dapat Menyebabkan Kematian

    My Spec|
    i7 2600K (default dulu ngeri HSF/stock)| Gigabyte Z68MA-D2H-B3| TEAM ELITE 2x4 GB PC12800| WDC320GB| DA ATI 5670|
    SAGA II 500W| Power Up Case

    -Let The Red Color Your Live-


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts