Announcement

Announcement Module
Collapse
No announcement yet.

Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

Page Title Module
Move Remove Collapse
X
Conversation Detail Module
Collapse
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

    http://entertainment.kompas.com/read...leksi.awal.ffi.



    ...tujuh judul film di antaranya dinyatakan tak lolos ikut festival tahun ini.

    Film-film tersebut adalah Love the Movie (sutradara Kabir Bathia/ PT Tiga Belas Entertainment), The Police (sutradara Aliong Wong/ Putra Kusuma Production), Kantata Takwa (Gotot Prakosa dan Erros Djarot/ Eka Praya Tata Cipta Film), Kita Punya Bendera (sutradara Steven Purba/PT Konsep Layar Kreasi), Cerai? (Dedi Setiadi/ PT Inter Solusindo), Mata Pena Mata Hati Raja Ali Raja (Gunawan Pagaru/ Disbudpar Prop Kep Riau) dan Perempuan Berkalung Sorban (sutradara Hanung Bramantyo/ Kharisma Starvision).

    Menurut Ketua Humas FFI 2008 Imam Teguh Haryadi, tidak masuknya film-film tersebut karena dinilai tak memenuhi persyaratan sesuai Buku Pedoman Ketentuan Pelaksanaan FFI 2008. "Film-film itu tak lolos secara administrasi dan teknis. Ada film yang didaftar ternyata sutradaranya orang asing dan ada juga beberapa film yang materinya dalam format dvd. Sesuai buku pedoman harusnya menggunakan materi film 35 mm," kata Imam kepada Kompas Entertainment, Jumat (31/10).
    Kantata Taqwa, Kita Punya Bendera, dan Cerai?, film yang setau ogut itu film digital, dan kebetulan tayang di BLITZ.


    wah, aneh....


    1. film indonesia tidak diterima di festival film negaranya sendiri...

    2. film digital, yang ditayangkan di bioskop negaranya sendiri, Indonesia, dan kebetulan tayang di Blitz, kok ditolak sebagai film bioskop?

    3. apa film digital yg tayang di bioskop bukan film (secara harfiah)?

  • #2
    Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

    Originally posted by sarashlm View Post
    http://entertainment.kompas.com/read...leksi.awal.ffi.




    Kantata Taqwa, Kita Punya Bendera, dan Cerai?, film yang setau ogut itu film digital, dan kebetulan tayang di BLITZ.


    wah, aneh....


    1. film indonesia tidak diterima di festival film negaranya sendiri...

    2. film digital, yang ditayangkan di bioskop negaranya sendiri, Indonesia, dan kebetulan tayang di Blitz, kok ditolak sebagai film bioskop?

    3. apa film digital yg tayang di bioskop bukan film (secara harfiah)?
    dibikin petisi aja bung saraslhm...mungkin bisa dapet perhatian lebih,jadi mereka bisa merombak ulang buku pedomannya...

    Comment


    • #3
      Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

      ide bagus juga sih...


      tapi, mungkin gua belum sampe bikin petisi dulu kali ya...

      harus cek-recek dari temen-temen juga...



      soalnya dampak dari penolakan ini, menurut subyektif gue sih, banyak banget...

      1. Apa harus ditransfer ke 35mm dulu, kalau memang budget tidak ada atau kurang?

      2. Usaha produser membalikkan modal (kasarnya, mencari untung) saja sudah repot, karena pertarungan film indonesia di negaranya sendiri tuh masih berat. Banyak film impor, yng notabene kualitasnya bagus-pun, membanjir.

      3. Belum membuminya film indonesia periode sekarang ini ke masyarakat indonesia sendiri. Ngga seperti dulu, film indonesia sudah menjadi film rakyat. Kalau saya lihat, film indonesia belum sepenuhnya film rakyat indonesia. Sehingga untuk mendapatkan modal kembali pun sangat sulit.

      4. Pelaku film amatir ataupun profesional, yang mencoba dengan teknologi terbaru, digital film, akan merosot.

      5. Penggunaan teknologi digital TIDAK DIAKUI oleh pelaku Festival Film Indonesia.

      6. Menyurutkan semangat pembuat film, yang kini banyak menggunakan format digital.

      7. duh ... apalagi ya...

      8. sebel kali ya...

      Comment


      • #4
        Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

        Apapun medianya yang penting khan seni serta kreatifitas dari film itu sendiri, kalau menurut saya, penyusun buku pedoman itu sendiri adalah kelompok orang gaptek ...

        Comment


        • #5
          Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

          mungkin pengertiannya harafiah sekali..
          festival film = jadi media juga nya harus media film...

          Comment


          • #6
            Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

            ini kalo kita lihat di pedoman FFI, pasal 2 http://festivalfilmindonesia.net/ind...d=27&Itemid=36


            Pasal 2
            Kriteria Film Peserta

            Film peserta FFI adalah film Indonesia, sebagai berikut :
            Film Bioskop adalah film cerita yang lulus sensor paling lama 2 (dua) tahun sebelum tanggal penutupan pendaftaran dengan materi akhir seluloid 35 mm, serta belum pernah mengikuti FFI.
            1. Film Bioskop = film yang pernah ditayangkan di bioskop...
            Terserah mau digital atau seluloid ... toh, masyarakat sudah menerima ttg kemajuan teknologi, dengan adanya kamera digital, editing digital atau bioskop digital.. Untung aja ada pihak, seperti BLITZ, yg siap dgn teknologi digital, dengan menyediakan bioskop digital...
            Ogut mah bukan orang BLITZ, tapi suka ngerjain film digital Blitz... tapi kan, semangat film maker dengan teknologi digital akan luntur ...
            Film Digital pun kan bukan film kacangan... iya ngga?

            2. Kenapa pula harus ditransfer lagi ke seluloid, hanya untuk ikut seleksi awal? DITOLAK lagi....
            aduh... kenapa ga dipikirin dulu ya, ama panitianya, ttg biaya transfer ke seluloid... Toh, filmnya udah tayang dan udah diterima masyarakat, kan?
            Last edited by sarashlm; 02-11-2008, 00:08.

            Comment


            • #7
              Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

              Originally posted by sarashlm View Post
              ini kalo kita lihat di pedoman FFI, pasal 2 http://festivalfilmindonesia.net/ind...d=27&Itemid=36

              1. Film Bioskop = film yang pernah ditayangkan di bioskop...
              Terserah mau digital atau seluloid ... toh, masyarakat sudah menerima ttg kemajuan teknologi, dengan adanya kamera digital, editing digital atau bioskop digital.. Untung aja ada pihak, seperti BLITZ, yg siap dgn teknologi digital, dengan menyediakan bioskop digital...
              Ogut mah bukan orang BLITZ, tapi suka ngerjain film digital Blitz... tapi kan, semangat film maker dengan teknologi digital akan luntur ...
              Film Digital pun kan bukan film kacangan... iya ngga?

              2. Kenapa pula harus ditransfer lagi ke seluloid, hanya untuk ikut seleksi awal? DITOLAK lagi....
              aduh... kenapa ga dipikirin dulu ya, ama panitianya, ttg biaya transfer ke seluloid... Toh, filmnya udah tayang dan udah diterima masyarakat, kan?
              kalo menurut gw emang karena media digital bioskop ini terhitung baru bro..jadi panitianya gak(belum) siap untuk menerima digital film. istilahnya, gak kepikiran lah ama mereka bahwa ada film digital yang bisa tayang di bioskop digital macam blitz.
              tapi menurut gw mereka bukan orang bodoh kok.kalo diajak ngomong baik2 pasti mau ngerti...

              Comment


              • #8
                Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

                Menurut gw, yg salah peserta nya, karena tidak memenuhi kriteria yang telah disyaratkan dalam pengumuman festival, yaitu media yg diterima panitia harus berupa filem dan bukan DVD atau media digital lain.
                Itu tdk aneh, sebab :
                1. pertimbangannya supaya pada waktu penilaiannya oleh juri diputar di tempat yg sama dng perangkat pemutar yg sama.
                2. Tempat pemutaran utk para juri tdk support media digital.
                3. Memperkecil subyektivitas dari para juri thd jenis media yg diputar.
                4. Panitia tdk akan mau capek dan keluar biaya utk mentransferkan ke filem.
                5. Peserta yg tdk dlm media filem, berarti tdk sungguh2 membaca ketentuan festival, dan melanggar peraturan.

                Jadi sebaiknya disamaratakan diputar dlm format filem, atau kalau DVD semua harus DVD juga.
                Last edited by DIGIT; 03-11-2008, 01:05.

                Comment


                • #9
                  Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

                  Originally posted by deejay_ody View Post
                  kalo menurut gw emang karena media digital bioskop ini terhitung baru bro..jadi panitianya gak(belum) siap untuk menerima digital film. istilahnya, gak kepikiran lah ama mereka bahwa ada film digital yang bisa tayang di bioskop digital macam blitz.
                  tapi menurut gw mereka bukan orang bodoh kok.kalo diajak ngomong baik2 pasti mau ngerti...

                  gak kepikiran, ya??

                  hmmm ... bisa jadi ...

                  Comment


                  • #10
                    Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

                    Originally posted by DIGIT View Post
                    Menurut gw, yg salah peserta nya, karena tidak memenuhi kriteria yang telah disyaratkan dalam pengumuman festival, yaitu media yg diterima panitia harus berupa filem dan bukan DVD atau media digital lain.
                    Mungkin pertimbangannya supaya pada waktu penilaiannya oleh juri diputar di tempat yg sama dng perangkat pemutar yg sama.

                    ya ... bisa juga sih, karena pengumuman ttg PEDOMANnya sudah keluar lebih dahulu ...

                    tapi ... yang masih kepikiran tuh, padahal pembuat PEDOMAN banyak yg dari indie maker lho, yg umumnya mengikuti perkembangan teknologi ...

                    http://festivalfilmindonesia.net/ind...=17&Itemid=113

                    Ketua Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia (Senakki) Akhlis Suryapati, ditunjuk oleh Badan Petimbangan Perfilman Nasional (BP2N) menjadi Ketua Pelaksana Festival Film Indonesia (FFI) 2008. Beberapa pengurus Senakki lainnya, ikut dalam kepanitiaan itu, antara lain Aditya Gumay, Yusuf Pontoh, Fais Basalamah, Soetaryanto, Moch Djufry, dan Teguh Imam Suryadi.


                    Banyaknya pengurus Senakki menjadi anggota panitia FFI 2008 merupakan hal yang tidak sengaja, namun ini bisa menandai wajah FFI 2008 dengan melibatkan banyak aktivis Kine Klub atau para pembuat film indie. “Saya rasa, ini kebetulan yang menarik. Lumrah saja kalau kepanitiaan FFI 2008 melibatkan lebih banyak aktivis Kine Klub, mengingat FFI adalah pesta atau perayaan perfilman,” kata Akhlis Suryapati yang juga Ketua PWI Jaya Seksi Film dan Budaya serta anggota Lembaga Sensor Film (LSF).
                    Sebelumnya Akhlis Suryapati bersama Riri Riza, yang juga masih tercatat sebagai pengurus Senakki, ikut menjadi anggota Tim Pengkajian Kelembagaan FFI yang dibentuk BP2N dan telah merumuskan Pedoman Pelaksanaan FFI 2008. Seperti diketahui, FFI tahun ini mencanangkan tagline Bangkit Menuju Citra Baru, dan ingin memperlihatkan adanya citra baru dalam pelaksanaannya. Untuk itu BP2N membentuk panitia khusus beranggotakan para ahli perfilman dari berbagai kalangan untuk menyusun Pedoman Pelaksanaan FFI 2008. Kesepuluh orang itu adalah Zairin Zain (BP2N), Akhlis Suryapati (Senakki dan LSF), Riri Riza (MFI dan DKJ, JB Kristanto (BP2N dan Kritikus Film), Arya Gunawan (Pengamat Perfilman), Niniek L Karim (Artis dan Psikolog), Ilham Bintang (PWI dan Produser), Alex Sihar (MFI), Adityawarman (KFT), dan Gilang Iskandar (MNC-Broadcast)
                    tapi kalo soal perangkat pemutar yg digital, kenapa ngga diajak kerjasama aja ya Blitz atau Studio1 TIM 21 ???

                    Comment


                    • #11
                      Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

                      oh ya ... kalau screener di Academy Award Motion Picture (OSCAR) tuh ternyata hanya dikirimin DVD lho ...

                      http://www.oscars.org/regulations/index.html


                      ....

                      7. Screeners.

                      Film companies may send videocassette or DVD screeners of eligible films to Academy members. They may not send members both a videocassette and DVD screener of the same motion picture. Screeners may not include any additional print or moving image material, such as information about the making of the movie. Screeners may include closed captioning. DVD screeners may contain simple menus that allow viewers to select different starting points (chapter stops) and audio formats, although the chapter stop headings in the menu may not include captions.

                      8. Packaging of Screeners.

                      The packaging of videocassette or DVD screeners should be limited to simple sleeves or boxes. Outer packaging on boxes housing multiple screeners must likewise be simple in design. A film’s basic title treatment may appear on the packaging. Packaging for individual screeners may carry a list of “for your consideration” credits; tag lines, advertising or promotional copy are not permitted. Whether housing single or multiple screeners, elaborate or promotional packaging is not permitted.

                      A box housing multiple screeners may include simple typographic mention of the videocassettes or DVDs inside, but the graphics may not refer to any specific titles. Generic film company graphics are permitted.

                      An empty videocassette or DVD box may not be sent to members as a “placeholder” or reminder that the actual videocassette or DVD will be sent at a future date.

                      Packaging must adhere to the above regulations whether or not a videocassette or DVD has already been placed in general distribution to the home video market at the time of its mailing to Academy members. The same packaging as is used in the commercial release is not longer permitted.
                      ....

                      Comment


                      • #12
                        Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

                        Panitia dan dewan juri harus tegas.
                        Lebih fair kalau dalam media yg sama ...
                        mestinya peserta sendiri yg harus berkorban utk mentransfer ke media filem.
                        Masalah kerja sama dng bioskop digital, ya terserah mereka ?

                        Comment


                        • #13
                          Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

                          Originally posted by DIGIT View Post
                          Panitia dan dewan juri harus tegas.
                          Lebih fair kalau dalam media yg sama ...
                          mestinya peserta sendiri yg harus berkorban utk mentransfer ke media filem.
                          Masalah kerja sama dng bioskop digital, ya terserah mereka ?

                          duh ... duit lagi dong ya, pak?


                          masa ngga ada pertimbangan dari mereka sih?

                          Comment


                          • #14
                            Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

                            Sepertinya panitia berusaha melindungi pilem2 yang lebih serius yaitu pilem2 yang pakai pormat 35mm....apa jadinya jika pilem indie melawan pilem komesial berbiaya miliaran rupiah...tentu terasa tidak adil bagi pilem2 komersial tesebut....kalo mau ikut pestipal indie yang silahkan ikut yang indie, begitu mungkin kata mereka....

                            Pengelompokkan2 itu bagus agar tidak bias.....tetapi kalo gue jadi pembuat peraturan itu maka salah satu syaratnya adalah DIPUTAR di 90% kota2 tertentu(ada listnya)...dan masing2 kota diputar di 90% bioskop yang ada...

                            Hanya ada segelintir gedung bioskop yang punya projector digital, tentu tidak mewakili sebuah pilem dalam arti INDUSTRI pilem...Pestipal ini memposisikan seperti oscar yang mengambil strata Industri, bukan indie bukan non-profit pilem

                            Peserta oscar boleh mengirimkan berupa keping DVD....tapi tentunya sebelum itu discreening dulu mana yang pantas dan mana yang boleh....yach mereka gak bakalan nolak bila pilem Lord of The Ring mengirimkan media untuk review berupa DVD..........

                            Comment


                            • #15
                              Re: Film Digital Indonesia DITOLAK oleh Festival Film Indonesia 2008

                              Orang-orang amerika kan sudah memasuki era digital, jadi mereka memperbolehkan video digital.
                              Nah kalo orang indonesia kan coba... kantor2 polisi aja masih pake mesin tik. Jadi mestyi ANALOG

                              Kalo filem ya filem. Kan ada Festifal Film Video Indonesia tahun 2003 lalu. Sekarang masih ada gak ya?

                              Comment

                              Working...
                              X