Announcement

Announcement Module
Collapse
No announcement yet.

Review & Perbandingan CCTV DVR Card : CNB RBDS-4848

Page Title Module
Move Remove Collapse
X
Conversation Detail Module
Collapse
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Review & Perbandingan CCTV DVR Card : CNB RBDS-4848

    Review & Perbandingan CCTV DVR Card : CNB RBDS-4848


    Pengen sharing aja pengalaman di kantor, siapa tau ada yg membutuhkan referensi PC-Based DVR.

    Beberapa waktu yang lalu kantor saya memutuskan untuk menambahkan PC-Based DVR selain Stand-Alone DVR yang sudah ada dengan tujuan untuk backup recording, rencana penambahan kamera, juga pertimbangan kemudahan & fitur untuk masa depan.

    Saya sudah membandingkan beberapa merk/tipe DVR Card yang spesifikasi utamanya bisa real-time live-view sekaligus real-time recording (25 fps per channel pada PAL system) yaitu :
    1. Telview seri DSS
    2. Telview seri DCE
    3. Telview seri SCC
    4. VGuard tipe VG8C-XP-TV
    5. CNB tipe RBDS-4848

    Sebetulnya ada pilihan lain yang cukup banyak beredar di Indonesia yaitu Geovision GV1000 dan Kodicom KMC-8800. Akan tetapi, yang mudah didapat di Indonesia (bahkan juga di luar negeri) adalah produk aspalnya yg made in China. Untuk Kodicom AFAIK seharusnya made in Korea. Saya belum menemukan dealer resmi di Indonesia untuk kedua merk tersebut. Untuk KMC-8800 bahkan banyak yg dijual tanpa merk, hanya menyebutkan DVR Card made in China 200fps dengan garansi toko 1-3 bulan. Murah memang, karena KMC-8800 aspal ini ada yg menjual seharga Rp 1,25juta per card (8 channel), jadi cukup mengeluarkan Rp 2,5juta untuk memperoleh 16-channel real-time DVR Card. Karena berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak mencoba apalagi membeli kedua merk tersebut. FYI, CNB adalah merk Korea, sedangkan Telview & VGuard adalah merk Taiwan. Kabarnya merk VGuard ini banyak dipakai di hotel-hotel.

    Next, kita mulai reviewnya dengan melihat bentuk fisik cardnya.



    Gambar 1 : CNB RBDS-4848 DVR Card


    Terlihat bahwa interface yg digunakan adalah PCI biasa. Ada dua port DB9 untuk kabel konverter ke input konektor BNC, masing-masing port 8 channel. Juga ada satu TV-Out dengan konektor RCA. Di bagian dalam card terdapat tambahan port untuk dihubungkan dengan optional Audio Board dan I/O Board (Alarm).

    CNB RBDS-4848 ini memang langsung untuk 16 channel dalam 1 card, jadi mungkin investasinya cukup besar untuk Anda yang mungkin hanya membutuhkan 4-8 channel dulu. Begitu juga dengan Telview DSS-48016 dan Telview SCC-48016. Sedangkan untuk Telview DCE2408 dan VGuard VG8C-XP-TV dibuat 8 channel per card, maksimal 2 card (16 channel) dalam satu PC. Khusus Telview SCC-48016 bisa dipasang 2 card dalam satu PC (total 32 channel).

    Kelebihan / fitur yang terdapat pada CNB RBDS-4848 antara lain adalah :

    1. Real-time Live-View, Recording, Playback, Remote Monitoring, Remote Playback seluruhnya dapat dilakukan secara bersamaan sepanjang resource memadai.
    Dalam hal ini kelima card yang saya sebutkan di atas memiliki fitur yang sama. Khusus untuk VGuard VG8C-XP-TV hanya bisa Playback 4 channel bersamaan, tidak bisa langsung melihat rekaman 16 channel bersamaan seperti pada card yang lain.

    FYI, untuk Live-View, Remote Monitoring, dan Playback yang disebut real-time adalah 25fps per channel pada resolusi maksimal D1 (704x576). Sedangkan untuk Recording yang disebut real-time adalah 25fps per channel pada resolusi CIF (352x288). Jika ingin merekam dengan resolusi D1 (704x576) biasanya total frame rate turun menjadi 25 persennya karena D1=4xCIF.

    Khusus untuk Telview seri DSS tampilannya (Live-View ataupun Playback) kurang bagus dibanding lainnya karena resolusi maksimalnya adalah VGA (640x480).

    2. Masing-masing channel dapat diatur berbeda setting recordingnya, mulai dari resolusinya, frame rate, quality (compression), transmission rate, record type (continuous/motion/scheduled) bahkan codecnya.



    Gambar 2 : Camera Setting

    Untuk fitur ini diantara kelima card di atas yang paling inferior adalah VGuard VG8C-XP-TV karena hanya quality (compression) yg bisa dibedakan per channel, sisanya harus seragam bahkan tidak ada pilihan record resolution.

    3. Sudah mendukung codec MPEG4v2.
    Telview seri DSS baru mendukung sampai MPEG4. VGuard VG8C-XP-TV menggunakan SMICT (mendekati H264). Sedangkan Telview seri DCE dan seri SCC dalam hal ini lebih baik karena sudah mendukung codec H264 (MPEG4v10).

    4. Softwarenya memiliki interface yang baik dan mudah dipahami.
    Anda akan membutuhkan waktu sangat singkat untuk mempelajarinya dan melakukan setting. Dalam hal ini merk Telview juga menawarkan kemudahan, terutama untuk seri SCC. Dalam hal setting ini sepertinya VGuard yang paling sulit.

    Khusus mengenai pengaturan tampilan (Live-View maupun Playback), sofware CNB memiliki pilihan yang sangat beragam, tidak hanya bentuk bujur sangkar 4 channel (2x2), 9 channel (3x3), atau 16 channel (4x4). Anda bisa menampilkan 6 channel dimana salah satu channelnya berukuran besar, atau 10 channel dimana 2 channelnya berukuran besar. Untuk mengubah pilihan channel ataupun posisinya pun cukup dengan drag & drop, sangat simpel. Sepertinya hanya software milik Telview seri SCC yang mampu mengimbanginya.



    Gambar 3 : 6-channel Playback




    Gambar 4 : 10-channel Playback


    5. Ada port TV-Out yg bisa mux (split) sampai 16 channel.
    Artinya selain tampilan di layar monitor PC, dari server secara bersamaan bisa menampilkan ke layar televisi biasa yang bisa diatur mulai dari 1 channel saja sampai layarnya terbagi 16 channel (4x4). TV-Out ini khusus untuk Live-View saja, tidak bisa untuk Playback. Kekurangannya adalah pembagian tampilan di TV-Out harus mengikuti pembagian tampilan di monitor utama. Jadi kalau di monitor utama tampilannya 4 channel (misalnya channel 1,2,3,4) maka di TV-Out juga memiliki tampilan yang sama. Akan tetapi, jika PC digunakan untuk melakukan Playback maka tampilan TV-Out tidak berubah, tetap menampilkan Live-View. Tentu TV-Out ini tidak menampilkan panel kontrol / taskbar dan sebagainya seperti di monitor utama, tetapi khusus hanya Live-View dari kamera seperti bila menggunakan Quad Processor atau Multiplexer.

    Telview seri DSS dan DCE tidak menyediakan port TV-Out, harus menambahkan expansion card sendiri. VGuard VG8C-XP-TV menyediakan pilihan 1 channel scan (bergantian), 4 channel scan, dan 8 channel sekaligus untuk TV-Out nya, tanpa mengikuti tampilan di monitor utama. Jika dipasang 2 card VGuard VG8C-XP-TV, perlu dua TV untuk menampilkan 16 channel sekaligus via TV-Out, masing-masing 8 channel. Telview seri SCC juga menyediakan pilihan 1 channel scan, 4 channel scan, 8 channel scan, dan 16 channel tanpa mengikuti tampilan di monitor utama.

    6. System Resource yang diperlukan tidak terlalu besar.
    System yang saya gunakan menggunakan mobo chipset Intel P35, processor Intel Core2Duo E7300, RAM 1GB DDR2-800, dan OS Windows XP Professional SP2. Dengan 16 channel full recording pada resolusi D1 dan frame rate 6 fps per channel, CPU Usage berkisar antara 45-55 persen sedangkan RAM terpakai sekitar 500MB. Ketika dicoba satu komputer client konek untuk menampilkan 16 channel Real-Time Live-View, pada server CPU Usage naik menjadi sekitar 70-80 persen.



    Gambar 5 : Normal CPU Usage


    Bila dibandingkan dengan VGuard VG8C-XP-TV, ketika dipasang & record 4 channel saja CPU Usage nya sudah mencapai sekitar 40 persen, dan ketika dipasang 8 channel CPU Usage nya mencapai sekitar 70 persen. Saya belum sempat mencoba hingga 16 channel.

    Telview seri SCC menggunakan CPU hingga 75 persen untuk 16 channel. Sedangkan Telview seri DCE menggunakan CPU sekitar 40 persen untuk 16 channel.

    7. Software Client memiliki tampilan & fitur sangat mirip dengan Software Servernya.
    CNB menyediakan software client yang disebut Central Monitoring System (CMS). CMS ini dapat di-link kepada beberapa DVR Server sekaligus baik via LAN maupun internet. Cara me-link-nya pun sangat mudah, cukup dengan memasukkan Server Name, Server Address, UserID dan Password langsung bisa konek. Salah satu kelebihan CMS ini adalah kemampuan koneksi hingga 128 channel yang bersumber dari beberapa server, baik Live-View maupun Playback, dan dapat menampilkan 64 channel diantaranya sekaligus dalam satu layar. Dengan CMS, kita dapat melakukan apapun yang bisa dilakukan oleh Software Servernya. Mulai dari pengaturan server (remote admin), PTZ kamera, Playback hasil rekaman yg disimpan di server, Backup hasil rekaman server ke local drive / DVD / UFD, hingga screen capture. DVR Server juga dapat diakses via web browser (WebClient), tetapi hanya dapat menampilkan Live-View dari satu server.



    Gambar 6 : 16-channel Live-View via CMS




    Gambar 7 : 64-channel Live-View via CMS




    Gambar 8 : Playback via CMS




    Gambar 9 : Live-View via WebClient


    Telview seri DCE hanya dapat diakses oleh client via web, terbatas hanya untuk Live-View. Adapun VGuard dapat diakses oleh client dengan software yang sama (yang diinstall di server) sehingga memiliki fitur penuh seperti di server. Sayangnya pengaturannya cukup rumit bagi user yang awam networking. VGuard juga dapat diakses via web, tetapi terbatas hanya untuk Live-View.

    8. CNB menyediakan DDNS Server gratis khusus untuk DVR-nya.
    Untuk mengatasi masalah Dynamic IP agar DVR Server bisa diakses via internet, kita cukup mendaftarkan Serial Number dan Registration Number yang terdapat pada DVR Card ke www.ipdvrfree.com, kemudian menentukan host name untuk DVR Server kita misalnya "tokosejahteraindo". Setelah pendaftaran host name ini selesai, kita bisa mengakses DVR Server kita via internet dengan Software CMS ataupun WebClient dengan nama "tokosejahteraindo.ipdvrfree.com" sepanjang DVR Server kita terkoneksi dengan internet.



    Gambar 10 : DDNS Service for DVR


    Telview juga menyediakan DDNS Server gratis untuk DVR-nya, sedangkan VGuard tidak menyediakan.

    9. Kompatibilitas hardware lebih luas.
    Untuk DVR Card, biasanya yang rawan adalah kompatibilitas terhadap merk & tipe Graphic Card, baik untuk server maupun client. Masalah yang sering muncul adalah gambar yang pecah atau bahkan tidak tampil samasekali. Hal ini bukan karena kekurangan video memory. Sebagian besar merk DVR Card mereferensikan chipset grafik ATI. VGuard lebih merekomendasikan chipset NVidia.

    Pada software versi sebelumnya, CNB juga merekomendasikan chipset ATI. Tetapi setelah dilakukan perbaikan pada software terbaru (versi 3), tidak menjadi masalah apakah menggunakan chipset ATI maupun NVidia atau bahkan Intel, juga apakah onboard graphic card atau dedicated graphic card. Untuk server saya menggunakan ATI X1550 256MB, client menggunakan GeForce FX-5200 128MB dan Intel 865G 8MB shared, bahkan di laptop yg juga hanya onboard Intel 945GM dengan shared memory 8MB seluruhnya dapat menampilkan live-view 16 channel dengan baik dan real-time dari CNB RBDS-4848.

    Telview seri DCE tampil normal di server yang menggunakan ATI X1550, tetapi tampil sangat buruk di seluruh komputer client yang saya sebutkan di atas. Sedangkan VGuard berhasil tampil dengan baik di server dan seluruh client.

    Khusus untuk chipset mobo, CNB (dan AFAIK semua DVR Card) merekomendasikan Intel. Beberapa merk DVR Card bahkan jelas-jelas menyebutkan tidak kompatibel dengan chipset AMD atau VIA.

    10. Harga kompetitif.
    Harga card CNB RBDS-4848 sekitar USD 525. Sedangkan harga card Telview DCE-2408 dan VGuard VG8C-XP-TV sekitar USD 300 per card, jadi sekitar USD 600 untuk 16 channel. Card Telview DSS-48016 berharga sekitar USD 1200. Adapun card Telview SCC-48016 dijual dengan harga sekitar USD 1700, sangat mahal memang karena bisa 32 channel dalam 1 PC, menggunakan interface PCIe x1, dan sudah merupakan hybrid card (bisa untuk Analog Camera maupun IP Camera sekaligus).

    Sebagai informasi tambahan, kelima card di atas masih menggunakan Software Compression, jadi kemampuan recordingnya bisa tidak maksimal sesuai spesifikasi karena keterbatasan system. VGuard VG8C-XP-TV mengklaim menggunakan kombinasi Hardware & Software Compression. Ada satu tipe DVR Card dari VGuard yang sudah Full Hardware Compression yaitu VG8C-RT4 sehingga diklaim sangat ringan untuk system. Tetapi VGuard VG8C-RT4 ini justru tidak memiliki port TV-Out dan dijual dengan harga sekitar USD 525, jadi sekitar USD 1050 untuk 16 channel.

    Satu hal lagi.
    Saya sudah mencoba menggabungkan 2 merk card dalam satu PC server, dengan tujuan memperoleh satu DVR server 32 channel yang murah walaupun harus menggunakan 2 software (server maupun client) yang berbeda. Hasilnya, secara system tidak ada masalah, tidak muncul crash. Ketika mencoba menggabungkan CNB RBDS-4848 (16 channel) dengan Telview DCE-2408 (8 channel), CPU Usage sekitar 75 persen. Begitu juga ketika menggabungkan CNB RBDS-4848 (16 channel) dengan VGuard VG8C-XP-TV (4 channel saja), CPU Usage sekitar 75 persen. Akan tetapi, tampilan dan hasil rekaman dari card Telview DCE ataupun VGuard selalu pecah pada objek yang bergerak sedangkan tampilan dan hasil rekaman dari card CNB tidak terganggu samasekali. Saya tidak yakin apakah hal ini disebabkan oleh processor yang kurang powerful atau faktor lain.


    Referensi:
    www.cnbtec.com
    www.telviewcctv.com
    www.vguard.net


    PS: Kepada moderator, jika thread ini tempatnya kurang tepat silahkan dipindahkan.

  • #2
    Re: Review & Perbandingan CCTV DVR Card : CNB RBDS-4848

    Wah, GRP !

    Salut saya, sering2 mas review kaya gini !

    Oh ya beli dimana tuh kalo mau beli?

    Comment


    • #3
      Re: Review & Perbandingan CCTV DVR Card : CNB RBDS-4848

      wah ini yg dicari...buat kantor ....
      klo boleh ama tempat belinya.....

      Comment


      • #4
        Re: Review & Perbandingan CCTV DVR Card : CNB RBDS-4848

        Originally posted by nobita1168 View Post
        Wah, GRP !

        Salut saya, sering2 mas review kaya gini !
        Thanks. Mau sih sering2 review, asal ada yg mau minjemin cardnya


        Originally posted by nobita1168 View Post
        Oh ya beli dimana tuh kalo mau beli?
        Originally posted by joekoel View Post
        klo boleh ama tempat belinya.....
        Coba tanya mbah Google Indo aja, bro. Pake keyword "cnb cctv". Saya juga dapetnya dari situ, trus nanya2 ke tokonya. Yg penting banding harga dulu lah. Banyak toko yg jualnya mahal gak kira2. Kalo emang bener2 butuh tau tempat saya beli dengan harga segitu PM aja ya.

        Comment


        • #5
          Tentang Kemampuan Playback VGuard VG8C-XP-TV

          Sepertinya saya perlu menambahkan penjelasan tentang kemampuan Playback dari VGuard VG8C-XP-TV. Software VGuard menampilkan Playback dengan cara menampilkan pop-up window di depan Live-View nya. Tiap satu channel Playback ada pada satu pop-up window. Di satu sisi, ini justru menjadi kelebihan DVR Card VGuard karena user dapat melihat rekaman bersamaan dengan melihat Live-View nya sekalipun sebagian tertutup Playback. Selain itu, masing-masing pop-up window adalah independen, memiliki kontrol waktu tersendiri. Jadi user dapat melihat beberapa rekaman sekaligus yang direkam pada waktu & channel yang berbeda. Misalnya melihat rekaman channel 1 pada 2 hari yang lalu, kemudian rekaman channel 4 pada 3 jam yang lalu, dan rekaman channel 3 pada 1 hari yang lalu, semua dapat ditampilkan pada beberapa pop-up window sekaligus pada waktu yang bersamaan. Atau bila dikehendaki, user dapat membandingkan rekaman channel 5 antara 6 jam yang lalu dengan 4 jam yang lalu.

          Dari percobaan yang saya lakukan, tidak ada batasan berapa pop-up window yang bisa ditampilkan bersamaan. Tidak perlu menutup pop-up window yang ada untuk menampilkan pop-up window tambahan. Hanya saja karena keterbatasan luas layar tentu sebagian pop-up window akan menumpuk pop-up window yang lain jika terlalu banyak pop-up window yang ditampilkan bersamaan.

          Kesimpulannya, untuk fitur Playback mungkin VGuard VG8C-XP-TV inilah yang paling canggih dibanding lainnya.

          Comment


          • #6
            Re: Tentang Kemampuan Playback VGuard VG8C-XP-TV

            mantep , jarang2 ada yang ngereview hal2 berbau CCTV, padahal banyak sekali yang mau pakai

            Comment


            • #7
              Re: Review & Perbandingan CCTV DVR Card : CNB RBDS-4848

              Oiya. Sekedar saran, update BIOS mobo ke versi terbaru.
              Ternyata ada pengaruhnya ke gambar walopun sepintas di Windows gak ada masalah.

              Comment


              • #8
                Perbandingan Antara PC-Based DVR dan Stand Alone DVR

                Karena ada yg nanya, saya sharing disini sekalian siapa tahu bermanfaat untuk yang lain.


                PC-Based DVR:
                + Kebutuhan channel bisa disesuaikan dengan kebutuhan (bisa beli 1 card yg 8 channel dulu trus besok nambah 8 channel lagi)
                + Fitur lebih lengkap (tergantung softwarenya)
                + PC Client bisa view dari beberapa server secara bersamaan (tergantung softwarenya)
                + Bisa pakai berbagai jenis harddisk (SATA, IDE, SCSI) tergantung mobo / card nya
                + Bisa pakai banyak harddisk sekaligus dan kapasitas berapapun (space penyimpanan jauh lebih besar), bahkan sampai angka terrabytes
                + Networking lebih handal, bisa menghandel lebih banyak client sekaligus asal hardwarenya kuat
                - Kestabilan sangat tergantung pada kualitas hardware yg dipilih dan OS nya (kalo gak bagus kadang hang / restart sendiri)
                - Biasanya lebih boros listrik

                Stand Alone DVR:
                + Sangat stabil (gak pernah hang / restart) karena memang didesain untuk itu
                + Lebih irit listrik dibanding PC
                - Gak bisa diupgrade jumlah channelnya (harus ganti DVR)
                - Biasanya fitur lebih sedikit dibanding software versi PC
                - Software client di PC biasanya hanya bisa view dari satu DVR
                - Jenis harddisk sudah tertentu (biasanya IDE)
                - Kapasitas penyimpanan terbatas karena jumlah harddisk yg bisa dipasang sekaligus lebih terbatas. Ada yg cuma bisa dipasang satu harddisk, ada yg bisa sampai 4 harddisk sekaligus. Kalau mau lebih banyak, harus beli alat tambahan yg harganya juga mahal. Kapasitas maksimal dari satu harddisk juga terbatas, biasanya 500GB.
                - Biasanya cuma sedikit client yg bisa mengakses secara bersamaan (kalau kebanyakan jadi lambat). Sebagian merk DVR juga belum independent remote operation, jadi tampilan di TV yg nyambung ke DVR ikut berubah kalau ada client yg mengubah tampilan.


                CMIIW

                Comment

                Working...
                X