Announcement

Announcement Module
Collapse
No announcement yet.

Panduan UPS

Page Title Module
Move Remove Collapse
This topic is closed.
X
X
Conversation Detail Module
Collapse
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Panduan UPS

    Disclaimer:
    Sebelum anda membaca panduan ini, perlu diketahui saya bukanlah insiyur elektro atau ahli elektronik yg mengerti 100% tentang UPS. Panduan ini ditujukan kepada orang awam, kalo ada yg terlewatkan adalah semata untuk pertimbangan kesederhanaan dan kemudahan untuk dibaca dan dimengerti dan untuk tujuan fokus pada pembahasan UPS. Panduan ini jauh dari sempurna so please no complaining.
    <Sori Bro Khurios, nyontek gpp ya?>



    PRINSIP KERJA UPS

    Setiap PC membutuhkan daya listrik. Kalau aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power nya tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan dengan aman, dan komputer dapat dimatikan dengan benar. Jadi fungsi UPS itu BUKAN agar user tetap dapat bekerja.

    UPS memiliki dua sumber daya listrik : Primary Power Source dan Secondary Power Source. Salah satunya berasal dari main power (stop kontak / PLN), satunya dari baterai UPS. Di dalam UPS terdapat Switch yang mengatur sumber daya listrik mana yang digunakan untuk menyediakan suplai listrik ke beban (PC). Jika Primary Power Source tidak berfungsi, Switch akan mengaktifkan Secondary Power Source secara otomatis. Begitu juga sebaliknya jika Primary Power Source sudah kembali berfungsi.

    PSU komputer membutuhkan arus listrik AC, sedangkan arus listrik dari baterai adalah DC. Oleh karena itu, di dalam UPS terdapat Inverter yang mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Di dalam UPS juga terdapat Rectifier yang mengubah arus AC dari main power menjadi arus DC untuk mengisi baterai pada saat main power bekerja.


    Gambar 1 : Diagram paling simpel dari UPS


    Udah pake UPS pas listrik mati kok PC tetep restart? Jangankan pas PLN mati, pas PLN hidup aja PC bisa restart sendiri.

    Ada beberapa jenis gangguan suplai daya listrik ke PC antara lain :

    1. Noise

    Ini kalo tegangan (voltase) naik/turun tapi cuma sedikit (persentasenya kecil). Kalo standar 220 volt, sekitar 200 - 240 volt itu masih bisa dianggap noise. Kalopun selisih banyak, biasanya bertahap (gak langsung drop banget atopun tinggi banget). Noise yang macem begini biasa diatasi pake AVR. Tapi ya itu, AVR pun ada kelasnya. Ada yang cuma model sirkuit harga 50 ribuan, ada yang servo-motor harga 200 ribuan, ada yang ferro-resonant harga 700 ribuan (untuk 500VA semua loh). Ada harga ada rupa lah. PSU yang bagus juga biasanya sanggup ngatasi masalah Noise walopun gak pake AVR di luar PC.


    Gambar 2 : Sinyal AC yang terganggu oleh Noise


    2. Blackout

    Ini kalo main power (PLN) tidak bekerja. Fungsi dasar UPS untuk mengatasi Blackout. Kalo mau ngetes fungsi UPS yang paling dasar ini ya cabut aja kabel power UPS nya dari stop kontak pas komputernya nyala. Tinggal diliat komputernya mati/restart gak.

    3. Brownout / Sag

    Ini kalo tegangan (voltase) dari main power turun (drop) dan naik lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Dropnya bisa nyampe separo dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Kita kadang bisa mendeteksi adanya Brownout ini ketika lampu di ruangan seperti berkedip.

    Penyebab Brownout pada umumnya adalah karena ada tambahan beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya ada yang nyalain mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar. Tambahan bebannya itu gak harus di rumah / kantor kita lho, bisa aja tetangga kita yang nyalain mesin trus pengaruh ke listrik kita lewat jaringan PLN.

    Brownout ini lebih berpotensi menimbulkan masalah dibanding Blackout. UPS murahan belum tentu bisa ngatasi masalah Brownout ini. Yang harus diingat, kemampuan UPS untuk mengatasi Brownout ini TIDAK BISA dites dengan cara memutus main power ke UPS & menyambungnya kembali walaupun dalam waktu yang sangat singkat. Dulu UPS yang kualitasnya kurang bagus saya colokin ke stavolt, komputernya dinyalain, trus power switch dari stavoltnya di-off & on-kan secepat mungkin, komputer gak mati / restart. Tapi pas lampu di ruangan kedip, komputernya tetep restart juga.

    4. Surge & Spike

    Kebalikan dari Brownout / Sag, ini kalo tegangan (voltase) dari main power melonjak dan turun lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Naiknya bisa nyampe puluhan kali dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Jadi kalo tegangan normal listrik kita 220 volt, surge ini bisa bikin jadi 2000 volt atau bahkan 10000 volt.

    Penyebab Surge pada umumnya adalah karena ada berhentinya beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya pas mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar dimatiin. Surge juga bisa terjadi ketika main power kembali nyala setelah terjadinya Blackout.

    Istilah Spike lebih sering dipake untuk lonjakan tegangan akibat petir (lightning strikes). UPS berkualitas tinggi biasanya juga dilengkapi dengan Surge Protector.


    JENIS - JENIS UPS

    Pada dasarnya, UPS cuma ada 2 jenis, yaitu OFFLINE dan ONLINE. Perbedaannya adalah pada sumber daya listrik mana yang jadi Primary Power Source, mana yang jadi Secondary Power Source.

    Pada UPS jenis OFFLINE, sumber listrik primer adalah stop kontak / PLN, sumber listrik sekunder adalah inverter (dari baterai). Beberapa yang termasuk istilah lain ataupun varian dari OFFLINE UPS ini antara lain : Standby UPS, Ferroresonant-Standby UPS, Line-Interactive UPS, Voltage & Frequency Dependent (VFD) UPS, Voltage Independent (VI) UPS.

    Karakteristik penting yang ada pada Offline UPS adalah adanya Switch Time atau Transfer Time, yaitu waktu yang diperlukan oleh Switch untuk pindah dari sumber listrik primer ke sumber listrik sekunder pada saat sumber listrik primer dianggap gagal berfungsi, sehingga ada jeda waktu dimana beban tidak mendapat listrik.



    Gambar 3 : Offline UPS
    Garis putus - putus menunjukkan sumber listrik sekunder


    Offline UPS generasi sekarang biasanya memiliki Transfer Time kurang dari 4 milidetik (4 ms). Cukupkah Transfer Time segitu? Tergantung PSU nya. Di PSU ada spesifikasi Hold Time atau Holdup Time yang menunjukkan berapa lama PSU masih bekerja sebelum benar - benar mati jika aliran listrik terputus.

    Penjelasan soal Hold Time atau Holdup Time bisa dilihat di threadnya Bung Khurios2000 yang udah di-sticky. Yang penting Transfer Time nya UPS harus lebih kecil daripada Hold Time nya PSU. Adanya Transfer Time membuat sebagian orang tidak menganggap Offline UPS sebagai UPS karena tidak benar - benar "uninterruptible".

    Sepanjang pengalaman saya, Transfer Time 4 ms biasanya cukup untuk PSU abal-abal sekalipun. Cara membuktikannya ya sama dengan cara membuktikan kemampuan UPS mengatasi Blackout seperti yang sudah dijelaskan di atas.

    Pada UPS jenis ONLINE, sumber listrik primer adalah inverter (dari baterai). Inverter bekerja terus - menerus menyediakan listrik dari baterai untuk beban (PC), sedangkan rectifier dari AC ke DC bekerja terus - menerus untuk mengisi baterai. Itu sebabnya juga disebut DOUBLE CONVERSION UPS atau DOUBLE CONVERSION ONLINE UPS. Kalau main power tidak berfungsi, hanya rectifier dari AC ke DC yang berhenti bekerja, sedangkan kerja inverter tidak berubah (tidak ada Transfer Time / Switch Time). UPS jenis ini juga disebut Voltage & Frequency Independent (VFI) UPS karena tegangan dan frekuensi outputnya tidak dipengaruhi oleh input.

    Pada Online UPS juga terdapat Switch yang otomatis mengambil aliran listrik dari sumber listrik sekunder (langsung dari PLN) jika inverter / baterai tidak bekerja. Biasanya Switch ini juga bisa difungsikan secara manual (manual bypass) untuk maintenance baterai. Tidak adanya Transfer Time / Switch Time membuat sebagian orang menyebut Online UPS sebagai "True UPS".



    Gambar 4 : Online UPS
    Garis putus - putus menunjukkan sumber listrik sekunder



    SPESIFIKASI UPS

    Kalo milih UPS, ada spesifikasi yang bisa dibaca di box / manual / website nya. Di sini cuma dibahas beberapa spesifikasi yang penting untuk diperhatikan.

    1. UPS Type / Topology

    Jenis UPS ini yang paling penting. Intinya: ONLINE atau OFFLINE? Biasanya, kualitas inverter di Online UPS secara umum lebih baik daripada di Offline UPS. Hal ini karena diasumsikan inverter di Offline UPS hanya berfungsi kadang - kadang dan dalam waktu yang relatif singkat. Jadi kalo kualitasnya gak persis ama listrik PLN ya dianggap gak terlalu berisiko merusak PC. Beda dengan Online UPS yang inverternya bekerja terus - menerus, jadi kualitas outputnya harus bener - bener bagus.

    2. Load Rating (Capacity & Run Time)

    Kapasitas UPS tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Mau dipake berapa PC? Total daya berapa Watt? Yang harus diingat, kapasitas UPS (juga perhitungan beban) ini bisa dinyatakan sebagai Apparent Power, bisa juga sebagai True Power.

    True Power = Power Factor x Apparent Power

    Biasanya Apparent Power dinyatakan dalam satuan VA (Volt-Ampere), sedangkan True Power biasa dinyatakan dalam satuan Watt. Jadi ada UPS yang nulis spec Maximum Load-nya 600VA (480 Watt). Artinya Apparent Power = 600VA, True Power = 480Watt, Power Factor = 0,8. Kalo di spec UPS cuma ada Apparent Power (pake satuan VA), untuk amannya ambil Power Factor (faktor daya) = 0,6.

    UPS yang bagus biasanya dia punya tabel / gambar Run Time seperti ini.



    Tabel 1 : Run Time Chart


    Artinya, kalo PLN mati pas baterai UPS nya penuh (100%), trus dipasang beban 600VA, UPS bisa menyediakan listrik selama 5,8 menit. Kalo bebannya 300VA, bisa nyala 14 menit. Yang pasti UPS gak akan bisa menyediakan listrik di atas beban maksimumnya. Kalo dari tabel di atas, bukan berarti UPS itu bisa nyala 3 menitan kalo bebannya 800VA, tapi malah gak nyala samasekali.
    Sebagian UPS mungkin gak menyediakan Run Time Chart seperti itu, tapi menyebutkan Typical Run Time at Full Load dan Typical Run Time at Half Load.

    3. Output Voltage & Frequency

    Udah tau khan? Yang pasti harus sama dengan standar tegangan listrik untuk PC (di kita 220 volt, 50 Hz).

    4. Electrical Waveform Output

    Nah, ini yang sering kurang diperhatikan. Bentuk gelombang yang ideal untuk arus bolak - balik (AC) adalah Sinusoidal (Sinewave). Bentuk gelombang yang paling jelek adalah Squarewave. Tapi sampai saat ini belum ada Inverter murah yang bisa menghasilkan Sinewave Output.

    Untuk menekan harga UPS biasanya pada Offline UPS digunakan Inverter yang menghasilkan Modified Squarewave. Bentuk gelombangnya dibuat mendekati (mirip) Sinewave. Ada yang menyebutnya "Stepped approximation to a sinewave", "Pulse-width modified squarewave", "Modified stepwave", atau "Modified sinewave".



    Gambar 5 : Electrical Waveform Type


    Sekali lagi, karena diasumsikan inverter di Offline UPS hanya berfungsi kadang - kadang dan dalam waktu yang relatif singkat, bentuk gelombang yang bukan sinusoidal itu dianggap cukup aman untuk PC.

    Cara gampang untuk ngetes bentuk gelombang output UPS adalah pasang lampu TL di UPS, trus cabut kabel power UPS nya dari stop kontak. Kalo lampunya kedip - kedip atau berdengung, itu tanda bentuk gelombangnya bukan sinusoidal. Tapi itu tergantung kualitas ballast & lampunya juga sih. Kalo mau pasti ya dites pake alat yang namanya oscilloscope.

    Untuk ONLINE UPS udah hampir pasti menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal karena Inverternya bekerja terus menerus. Karena itu harga ONLINE UPS gak ada yang murah.

    Btw saya belum pernah tau ada Offline UPS yang outputnya True Sinewave yang harganya di bawah Rp 2 juta (kurs Rp 9000/US$), bahkan untuk kapasitas cuma 500-750VA.

    5. Transfer Time

    Yang ini udah disinggung di atas tadi, cuma ada di Offline UPS. Yang penting angkanya lebih kecil daripada Hold Time nya PSU yang dipake.

    6. Power Conditioning

    Ini adalah kemampuan UPS untuk "memuluskan" aliran listrik dari main power sebelum diteruskan ke beban (PC). Ini terutama untuk OFFLINE UPS. Yang paling mendasar adalah Voltage Regulation (untuk mengatasi noise). Hampir semua Offline UPS sekarang udah built-in AVR (Automatic Voltage Regulator). Tapi ya seperti yang sudah disebutkan di atas, AVR yang ada di dalam UPS juga macem - macem kelasnya. UPS yang bagus biasanya bisa diatur tingkat sensitivitas dari AVR nya.

    Fitur berikutnya yang ditambahkan biasanya adalah Surge Suppression (untuk mengatasi surge / spike).

    Untuk ONLINE UPS, kualitas output samasekali lepas dari kualitas input (dalam kondisi beroperasi normal). Jadi untuk Online UPS, fitur Power Conditioning gak terlalu penting kecuali kalo di-bypass (gak pake baterai). Yang lebih penting adalah Output Voltage Regulation, karena kualitas keluaran baterai bisa berubah sesuai umur baterai.


    Perlu diingat, sebagian besar penyebab masalah (hardware) pada komputer berhubungan dengan aliran listrik. Jadi, kalo mau bandingin UPS, yang penting bukan pertanyaan "UPS Anda bisa nyala berapa menit?"
    Karena mau nyala berapa menit pake berapa komputer itu bisa dihitung (UPS sizing). Walopun kadang spec UPS ada yang bo'ong juga sih.

    Yang penting adalah pertanyaan "Apakah UPS Anda sudah pernah gagal ?" (dalam arti kompie tetep mati / restart) ditambah pertanyaan :
    - "Seberapa parah aliran listrik di tempat Anda?"
    - "Berapa jam UPS & komputer Anda nyala setiap hari?"
    - "Seberapa sering alarm UPS Anda bunyi?"
    - "Udah berapa lama UPS itu Anda pake?"
    dan yang gak kalah penting : "Komputer Anda pake PSU apa?"

    Gak aneh kalo si A bilang dia pake UPS anu tapi komputer tetep mati / restart pas PLN mati, sedangkan si B pake UPS yang sama tapi gak merasa ada masalah. Yang bikin beda adalah kualitas aliran listrik di masing - masing lokasi.

    Sebagai gambaran, kualitas listrik PLN di kantor Anda biasanya termasuk paling baik kalau kantor Anda ada di daerah perkotaan, pakai trafo sendiri (tiga fasa, daya terpasang di atas 200 KVA). Sedikit di bawahnya adalah yang tiga fasa tapi trafonya dipake rame - rame (daya terpasang 23 - 200 KVA). Di bawahnya lagi adalah yang instalasi PLN nya satu fasa (daya terpasang di bawah 23 KVA) tapi masih di daerah perkotaan. Yang paling parah kalo rumah Anda jauh dari kota, jauh dari jaringan tiga fasanya PLN. Masih mending kalo rumah Anda yang pertama narik kabel dari trafo satu fasanya (paling dekat ke trafo satu fasa).

    Agak susah diprediksi kalo kantor Anda pake genset terus. Walopun kualitas aliran listrik dari PLN di negara kita belum terjamin, tapi masih ada standarnya lah. Pake genset sendiri lebih berpotensi menimbulkan masalah.

    Sekedar sharing, kantor saya (toko retail) 12 jam kerja pake genset terus. Genset rakitan, seken pula (100 KVA). Walhasil banyak gangguannya seperti tegangan & frekuensi naik-turun. Komputer jadi sering mati / restart. Padahal semua udah pake Offline UPS yang untuk ukuran orang semarang termasuk "bermerk" dan "mahal" (600VA harga 900 ribuan). Yang paling gampang dilihat kalo pas pindah dari PLN ke genset atau sebaliknya, hampir pasti restart. Sama juga kalo pas lampu di ruangan keliatan kedip.

    Mulai deh, PSU pada jebol (emang sih PSU abal - abal semua), harddisk gak kedetect, motherboard juga rusak. Awalnya saya kira kapasitas UPS kurang, jadi coba ganti yg kapasitas lebih gede (merk & tipe sama), ternyata gak ngaruh. Coba tipe lain, merk lain (yang setara), masih sama saja. Ditambah servo-motor AVR (abal - abal) juga sami mawon.

    Akhirnya coba "merk internasional" yang "direkomendasikan", sampe sekarang udah lebih dari 2 tahun belum pernah bikin komputer restart apalagi mati kalo pas ada gangguan listrik. UPS nya masih yang jenis OFFLINE lho, juga outputnya masih "Stepped approximation to a sinewave". Harganya sekarang malah cuma 700 ribuan untuk 500VA. Kebetulan juga udah beberapa bulan ini kantor saya pake PLN terus, gensetnya standby ajah.

    Peranan PSU jelas penting, karena arus listrik ke komponen - komponen PC itu diatur oleh PSU. Kesimpulannya, kalo mau ngetes kualitas UPS, cobalah di tempat yang kualitas jaringan listriknya paling jelek (biasanya di kampung / permukiman yang jauh dari pusat kota), pake PSU abal - abal yang paling murah. Baru ntar ketauan kualitas UPS nya.


    UPDATE 6 MARET 2007


    Menurut standar BS EN 62040-3:2001 ada tiga jenis UPS utama (istilah yg standar) :

    1. VFI (Voltage and Frequency Independent)

    Disebut demikian karena tegangan dan frekuensi output tidak dipengaruhi oleh tegangan dan frekuensi input. Ini yg biasa dikenal dengan nama Online UPS atau Double Conversion UPS.

    2. VFD (Voltage and Frequency Dependent)

    Disebut demikian karena tegangan dan frekuensi output dipengaruhi oleh (sama dengan) tegangan dan frekuensi input. Ini yg biasa dikenal dengan nama Standby UPS atau Offline UPS. Skema seperti gambar 3 diatas tapi tanpa filter.

    3. VI (Voltage Independent)

    Disebut demikian karena disertai filter/stabilizer/AVR sehingga tegangan output distabilkan, sedangkan frkuensi output nya tetap mengikuti frekuensi input. Menurut beberapa website UPS, ini yang disebut juga UPS Line-Interactive. Skemanya seperti gambar 3 diatas.

    Sedangkan menurut website APC dan PC Guide, disebut UPS Line-Interactive bila dalam UPS tersebut konverternya hanya ada satu, sekaligus berfungsi sebagai Rectifier (AC-DC) dan juga Inverter (DC-AC). Skemanya seperti gambar dibawah ini.



    Gambar 6 : Line-Interactive UPS (dengan single konverter menurut beberapa sumber)
    Garis putus - putus menunjukkan sumber listrik sekunder



    Adapun Ferroresonant-Standby UPS adalah Standby UPS yg transfer switch dan filter/stabilizer/AVR nya digantikan oleh sebuah ferroresonant transformer. Keuntungannya adalah Transfer Time yang lebih singkat (bisa diasumsikan 0 milidetik), karena bila arus listrik dari Primary Power Source putus tiba2, energi yg tersimpan di medan magnetik transformer tetap mensuplai listrik output sampai Secondary Power Source nya bekerja.



    Gambar 7 : Ferroresonant-Standby UPS
    Garis putus - putus menunjukkan sumber listrik sekunder



    Saya berpendapat, Line-Interactive maupun Ferroresonant Standby UPS itu semua hanya varian dari Standby / Offline UPS, karena secara prinsip Primary Power Source nya adalah utility power (PLN). Tapi tentu saja penambahan fitur akan memperbaiki kinerja (kehandalan) UPS.

    Baca juga :
    - Tips Maintenance UPS
    - Double-Conversion Online dan Delta-Conversion Online
    - Tentang Receptacles


    Referensi: http://www.pcguide.com, http://www.apc.com, http://www.riello-ups.co.uk
    Last edited by zaqi98; 10-05-2007, 13:14. Reason: update

  • #2
    Re: Panduan UPS

    Sticky

    kebetulan, gua mau nanya
    di rumah gua, voltasenya kalo hari minggu pagi bisa 240-250 Volt

    kalo malam 220 - 230 volt

    UPS gua APC 1000VA murni 600 watt
    di tulis range voltase 190-260 volt

    masalahnya power supply komputer gua merk enlight 400 watt, di tulisnya 220 Volt

    Kira kira komputer gua bisa rusak ngak, kalo gua nyalain hari minggu pagi
    soalnya bisa gua nyalain seharian.

    Ini udah berlangsung hampir 1 tahun, selama ini sih, ngak masalah.

    minta sarannya

    Comment


    • #3
      Re: Panduan UPS

      Originally posted by zaqi98 View Post
      Sekedar sharing, kantor saya (toko retail) 12 jam kerja pake genset terus. Genset rakitan, seken pula (100 KVA). Walhasil banyak gangguannya seperti tegangan & frekuensi naik-turun. Komputer jadi sering mati / restart. Padahal semua udah pake Offline UPS yang untuk ukuran orang semarang termasuk "bermerk" dan "mahal" (600VA harga 900 ribuan). Yang paling gampang dilihat kalo pas pindah dari PLN ke genset atau sebaliknya, hampir pasti restart. Sama juga kalo pas lampu di ruangan keliatan kedip.

      Mulai deh, PSU pada jebol (emang sih PSU abal - abal semua), harddisk gak kedetect, motherboard juga rusak. Awalnya saya kira kapasitas UPS kurang, jadi coba ganti yg kapasitas lebih gede (merk & tipe sama), ternyata gak ngaruh. Coba tipe lain, merk lain (yang setara), masih sama saja. Ditambah servo-motor AVR (abal - abal) juga sami mawon.
      bro boleh tahu gak, ini yg di pake merek & type apaan?
      (kalo takut mencemarkan suatu brand ttn, di PM juga gak papa kok)

      Originally posted by zaqi98 View Post
      Akhirnya coba "merk internasional" yang "direkomendasikan", sampe sekarang udah lebih dari 2 tahun belum pernah bikin komputer restart apalagi mati kalo pas ada gangguan listrik. UPS nya masih yang jenis OFFLINE lho, juga outputnya masih "Stepped approximation to a sinewave". Harganya sekarang malah cuma 700 ribuan untuk 500VA. Kebetulan juga udah beberapa bulan ini kantor saya pake PLN terus, gensetnya standby ajah.
      yg ini juga pake merek & type apaan?
      (kalo takut iklanin suatu brand ttn, di PM juga gak papa kok)
      yg ini nih gw penasaran banget.

      Comment


      • #4
        Re: Panduan UPS

        Wew............
        Panjang banget, hehehe, tp lumayan bermanfaat bwat aku...............
        BTW, Bro zaqi88, mau tanya merk UPS yg "Merk Internasional" itu apa ya........
        PM aku ya.......
        Sama tolong tanya harga Online UPS dan Offline UPS bisa beda sampai berapa ya.....
        Plz bls.....
        Thanks.............

        Comment


        • #5
          Re: Panduan UPS

          sama bro...tolong kasih tau gw merk yang bagus buat UPS tapi masih dibawah 1 jt...
          FYI PSU gw TT pure power 680w 115-230v 10A....kira2 yang kuat pake UPS brp yah? makasih...

          Comment


          • #6
            Re: Panduan UPS

            Fuuh..panjang..info yang berguna
            Originally posted by vob
            kebetulan, gua mau nanya
            di rumah gua, voltasenya kalo hari minggu pagi bisa 240-250 Volt

            kalo malam 220 - 230 volt

            UPS gua APC 1000VA murni 600 watt
            di tulis range voltase 190-260 volt

            masalahnya power supply komputer gua merk enlight 400 watt, di tulisnya 220 Volt

            Kira kira komputer gua bisa rusak ngak, kalo gua nyalain hari minggu pagi
            soalnya bisa gua nyalain seharian.

            Ini udah berlangsung hampir 1 tahun, selama ini sih, ngak masalah.
            Berarti aman

            Comment


            • #7
              Re: Panduan UPS

              Tergantung tipe upsnya bung...
              untuk UPS yang ada AVRnya, ga masalah...

              untuk Tipe UPS yang tidak ada build in AVRnya, maka biasanya saat terjadi over voltage, langsung backup ke battery...
              (APC tipe tertentu tidak ada AVRnya)
              jika ini terus terjadi maka lama kelamaan bisa merusak batere....
              tapi apapun yang terjadi UPS akan berusaha membuat ouput voltage 220 +- toleransi dari jenis dan merk ups itu sendiri


              jadi asal upsnya ga bolak balik pindha ke backup mode, ga ada masalah...

              biasanya kalo pindah ke backup mode, switchnya bunyi dan indikator lampu UPS berubah...


              Originally posted by vob View Post
              Sticky

              kebetulan, gua mau nanya
              di rumah gua, voltasenya kalo hari minggu pagi bisa 240-250 Volt

              kalo malam 220 - 230 volt

              UPS gua APC 1000VA murni 600 watt
              di tulis range voltase 190-260 volt

              masalahnya power supply komputer gua merk enlight 400 watt, di tulisnya 220 Volt

              Kira kira komputer gua bisa rusak ngak, kalo gua nyalain hari minggu pagi
              soalnya bisa gua nyalain seharian.

              Ini udah berlangsung hampir 1 tahun, selama ini sih, ngak masalah.

              minta sarannya

              Comment


              • #8
                Re: Panduan UPS

                Masalah UPS offline restart bisa terjadi karena kesalahan pemilihan dari tipe dan spec UPS itu sendiri...

                Dulu pernah mengalami problem yang sama...yakni begitu backup, computer restart...
                setelah ditelusuri ternyata untuk UPS offline ada beberapa tipe spec...

                walaupun output dari inverter ups offline tidak sinus, tapi tergantung dari spec upsnya, outputnya bisa dibagi menjadi
                1. Square wave
                2. Simulated step wave

                Computer restart terjadi karena peak ouput voltage tidak mencukupi sehingga tidak dapat mencharge capacitor di komputer....(sekalipun rms valuenya mencukupi)
                hasilnya adalah computer hang/ restart

                hal ini terjadi pada ups dengan output square wave, karena peak square wave lebih rendah...

                dimana untuk sinus, Peak = 1.4 x Rms
                sedangkan untuk square wave peak = rms

                nah, simulated step wave biasanya bisa mengobati masalah ini, karena walaupun tidak sinusoidal, tadi peaknya lebih tinggi dari square wave...

                untuk ups online, masalah ini tidak akan pernah muncul...karena outputnya selalu sinus


                Dulu soalnya sempat dapet pengalaman yang mirip...lalu setelah konsultasi dengan salah satu technical support pusat salah satu merk ups, disurvey, baru ketahuan penyebabya...

                kalo berdasarkan pengalaman saya sich, pilih upsnya berdasar support dari ups itu sendiri...soalnya banyak tuh ups yang asal jual, tapi ga ngerti apa2x tentang ups itu sendiri...jadi asal jual aja...









                Originally posted by kelelepdiairsusu View Post
                bro boleh tahu gak, ini yg di pake merek & type apaan?
                (kalo takut mencemarkan suatu brand ttn, di PM juga gak papa kok)


                yg ini juga pake merek & type apaan?
                (kalo takut iklanin suatu brand ttn, di PM juga gak papa kok)
                yg ini nih gw penasaran banget.

                Comment


                • #9
                  Re: Panduan UPS

                  Originally posted by - inf3rn0 - View Post
                  sama bro...tolong kasih tau gw merk yang bagus buat UPS tapi masih dibawah 1 jt...
                  FYI PSU gw TT pure power 680w 115-230v 10A....kira2 yang kuat pake UPS brp yah? makasih...
                  kalau merk ups yang termasuk bagus tuk di Ina gw masih tetap percaya APC.
                  Garansi 2 taon harga gak terlalu mahal.

                  Comment


                  • #10
                    Re: Panduan UPS

                    Originally posted by log out View Post
                    kalau merk ups yang termasuk bagus tuk di Ina gw masih tetap percaya APC.
                    Garansi 2 taon harga gak terlalu mahal.


                    Tapi kalo di kantor wa smua kompi pake UPS merk ICA.

                    Comment


                    • #11
                      Re: Panduan UPS

                      He he he, sebenernya saya udah pernah nyebut merk & tipe UPS nya di thread lain.

                      Oke deh. Ini tipe - tipe UPS yang saya anggap gagal mengatasi masalah listrik di kantor saya waktu kualitasnya masih parah - parahnya (pake genset full) :
                      - Sendon 500VA (harga sekarang 400 ribuan, tapi modelnya udah ganti)
                      - ICA CT 382B (Offline 600VA, harga sekarang 850 ribuan)
                      - ICA CT 682B (Offline 1200VA, harga sekarang 1,1 jutaan)
                      - ICA CT 602B (Offline 1200VA, harga sekarang 1,2 jutaan)

                      Walopun pake UPS itu, hampir pasti komputer restart pas listriknya dipindah dari PLN ke genset & sebaliknya. Padahal semua cuma dipake half-load. Saya gak bisa pastiin itu masalah Brownout atau Surge. Kalo pas lampu di ruangan kedip juga biasanya komputer restart. Tapi semua UPS itu gak bikin komputer mati / restart kalo dicabut kabel powernya dari stop kontak. Oiya, semua komputer kantor pake PSU abal - abal bawaan casing, paling banter PSU Simbadda yang 175 ribuan.

                      Saya gak bilang UPS merk ICA & Sendon jelek loh, mungkin tipe yang lain lebih bagus. Tipe - tipe itu pun mungkin sekarang udah banyak perbaikan (itu tahun 2003-2004). Lagipula, listrik di tempat Anda belum tentu separah di kantor saya waktu itu.

                      UPS "merk internasional" yang pertama saya beli adalah APC BR500i (Offline 500VA, harga waktu itu 900 ribuan, sekarang cuma 700 ribuan). Berikutnya nyoba APC SmartUPS SC620i untuk File Server (Offline 620VA, harga waktu itu 2,25 jutaan). Trus beli APC BR1000i dan sekennya APC SmartUPS VS1000 (Offline juga, tapi Pure Sinewave). Sampai sekarang semuanya belum pernah bikin komputer restart / mati. Memang ada PSU yang tau - tau mati (rusak), tapi itu emang udah dipake 3 tahunan.

                      Asal tau aja, di Semarang tuh UPS merk ICA udah "top banget". Mau cari yang merk APC atau Merlin Gerin, gak ada yang ready stock. Paling adanya APC BE-525 yang harga 400 ribuan. Apalagi yang namanya ONLINE UPS, bener - bener barang langka di Semarang. Semua UPS APC yang kantor saya punya harus order dari jakarta.
                      Last edited by zaqi98; 14-11-2006, 19:47. Reason: Koreksi

                      Comment


                      • #12
                        Re: Panduan UPS

                        Originally posted by vob View Post
                        Sticky

                        kebetulan, gua mau nanya
                        di rumah gua, voltasenya kalo hari minggu pagi bisa 240-250 Volt

                        kalo malam 220 - 230 volt

                        UPS gua APC 1000VA murni 600 watt
                        di tulis range voltase 190-260 volt

                        masalahnya power supply komputer gua merk enlight 400 watt, di tulisnya 220 Volt

                        Kira kira komputer gua bisa rusak ngak, kalo gua nyalain hari minggu pagi
                        soalnya bisa gua nyalain seharian.

                        Ini udah berlangsung hampir 1 tahun, selama ini sih, ngak masalah.

                        minta sarannya

                        UPS punya bro yang tipe BR1000i ya? Kalo iya, itu udah cukup bagus. Saya belum banyak pengalaman soal PSU, tapi kayaknya kalo pake yang itu juga udah bagus. True Power nya UPS = 600W, maximum power nya PSU = 400W, tapi pasti gak kepake semua khan? Jadi dari sisi kapasitas UPS, sepertinya masih cukup.

                        Dari daftar pertanyaan saya, yang belum kejawab adalah "Seberapa sering alarm UPS nya bunyi?"

                        Kalo alarm UPS nya bunyi (beep), itu artinya Inverternya lagi kerja. APC seri RS seperti yang bro punya itu udah pake AVR & Surge Suppressor. AVR nya bisa diatur sensitivitasnya lewat software kok. Kalo mau aman ya pilih High Sensitivity. Batas kerja AVR nya juga bisa diatur kok (batas tegangan atas & batas tegangan bawah). Kalo tegangan PLN masih di dalam range itu, AVR nya yang kerja. Tapi kalo di luar range itu, Inverternya yang kerja.

                        Saya gak nyaranin untuk memperlebar range kerja AVR nya, ntar cepet rusak. Karena udah tau masalahnya adalah tegangan, mending pake AVR sebelum UPS. Pake yang servo-motor harga 100-200 ribuan aja cukup kok. Kalo emang parah banget paling - paling beberapa bulan sekali AVR yang luar itu mati, jadi harus servis. Kalo UPS nya harus RMA juga males khan?

                        Btw saya pribadi lebih suka UPS yang sering bunyi alarmnya (sering kerja inverternya) dibanding UPS yang tenang - tenang aja (di tempat yang sama). Karena keliatan itu berarti UPS nya bener - bener kerja.

                        Comment


                        • #13
                          Re: Panduan UPS

                          Originally posted by Gunawan_Y View Post
                          Wew............
                          Panjang banget, hehehe, tp lumayan bermanfaat bwat aku...............
                          BTW, Bro zaqi88, mau tanya merk UPS yg "Merk Internasional" itu apa ya........
                          PM aku ya.......
                          Sama tolong tanya harga Online UPS dan Offline UPS bisa beda sampai berapa ya.....
                          Plz bls.....
                          Thanks.............

                          Sebagai gambaran, ini daftar harga dari website salah satu toko komputer di M2M.

                          APC BR1000i (Offline, Power Conditioning, Modified Squarewave) : Rp 1.385.000
                          APC SU1000i (Offline, Power Conditioning, Pure Sinewave) : Rp 3.865.000
                          APC SURT1000XLi (Online) : Rp 4.850.000

                          ICA CT682B (Offline, Power Conditioning, Modified Squarewave) : Rp 1.100.000
                          ICA ST531C (Online) : Rp 2.615.000

                          Itu semua 1000VA

                          Comment


                          • #14
                            Re: Panduan UPS

                            Originally posted by aw_kmy View Post


                            Tapi kalo di kantor wa smua kompi pake UPS merk ICA.
                            Lhah, di atas khan udah ditulis. Yang penting adalah pertanyaan :
                            - "Seberapa parah aliran listrik di tempat Anda?"
                            - "Berapa jam UPS & komputer Anda nyala setiap hari?"
                            - "Seberapa sering alarm UPS Anda bunyi?"
                            - "Udah berapa lama UPS itu Anda pakai?"
                            dan yang gak kalah penting : "Komputer Anda pake PSU apa?"

                            Tipe UPS nya juga belum disebutin.
                            Ayo, semua boleh sharing. Tapi yang lengkap ya.

                            Comment


                            • #15
                              Re: Panduan UPS

                              Nice thread....GRP meluncur....

                              Comment

                              Working...
                              X