Announcement

Announcement Module
Collapse
No announcement yet.

Manusia dari monyet? my project...

Page Title Module
Move Remove Collapse
X
Conversation Detail Module
Collapse
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Manusia dari monyet? my project...

    Teori darwin tampaknya benar adanya...
    tapi selama ini kita mungkin cuma dengar bahwa manusia berevolusi dari monyet...tanpa tau detil2nya...
    disini gw akan coba jelasin detil2nya evolusi tersebut, dengan akal sehat dan se ilmiah mungkin, gw akan coba semampu gw sesuai yang telah gw pelajari selama ini (kebetulan gw suka astronomi dan sejarah)...

    Tanpa ada maksud untuk memulai flame war atau menyinggung pihak manapun gw mulain jelasin yah...

    Pertama2, semua makhluk itu berevolusi dari makhluk sel tunggal, virus sampai hewan tingkat tinggi, bahkan tumbuhan...
    evolusi adalah hukum alam dan terjadi secara alami yang dimaksudkan untuk kelangsungan hidup makhluk tersebut dikarenakan adanya perubahan2 extreem yang ada di lingkungan...

    Sekarang tentang manusia dari monyet (atau gw lebih suka menyebut kera...)
    Pada zaman itu sekitar kira2 2jt th yang lalu, terjadi perubahan lingkungan yang extreem yang mengakibatkan pepohonan meranggas, dan otomatis menghentikan supply makanan untuk kera2 yang hidup di pohon...nah pada saat keadaan itulah titik penting penjelasan ini...untuk kera2 tersebut terdapat 2 pilihan, tetap dipohon dan mati kelaparan, atau turun dari pohon mencari makan dengan resiko menjadi bulan2an hewan yang ada di bawah, seperti singa, beruang, harimau...tetapi terjadi hal yang dramatis, beberapa tetap tinggal dipohon, dan beberapa nekad untuk turun dari pohon dan berusaha mengadu hidupnya demi makanan penyambung hidup...

    Kita cerita satu persatu yah...
    Pertama2, kita cerita kera2 yang nekad turun ke bawah, pada waktu pertama kali turun ke bawah, kera2 tersebut memang menjadi makanan empuk oleh predator2 yang ada di bawah...dikejar kesana kemari, tetapi karena sering dikejar2 predator, mereka harus bisa berlari lebih kencang, mereka tidak bisa berlari kencang jika harus berjalan membungkuk, dengan evolusi ratusan tahun perlahan2 tubuh mereka menegak, karena sudah bisa berdiri tegak dan tidak hidup di pohon lagi, maka mereka tidak butuh ekor sebagai penyeimbang tubuh, dan karena mereka tidak hidup di pohon lagi, susunan jari kaki mereka yang berbentuk seperti tangan perlahan2 berevolusi menjadi kaki kita yang sekarang, lebih pas untuk berlari...

    Pada saat itu kera2 tersebut tinggal di gua2 sebagai tempat berlindungnya, mereka mulai mengenal batu ketika mereka harus melempari predatornya dengan batu agar tidak masuk ke dalam gua...
    Tunggu dulu...otak mereka juga berevolusi...ketika batu2 di dalam gua habis dilemparkan, mereka memilih untuk mengikat (memasang) batu mereka ke batang kayu...dan kera2 tersebut telah memasuki awal menjadi makhluk pemikir..., dengan majunya waktu dan berkembangnya otak mereka kemudian batu2 tersebut diasah sehingga menjadi kapak batu...

    Kulit2 predator yang telah berhasil dikalahkannya dimanfaatkan sebagai pelindung tubuh...karena tubuhnya sudah tidak berbulu lagi dikarenakan evolusi dari kehangatan kehidupan mereka di gua...

    Setelah kira2 1jt thn, secara overall, karena sering bergulat dengan predator2 mereka, tubuh mereka menjadi kekar, mereka garang, mereka bukan kera lagi!! mereka adalah penguasa daratan...dan mulai saat itulah otak mereka berevolusi hingga sekarang...

    Dan untuk kera yang tetap tinggal di pohon, sampai sekarang mereka tetap menjadi kera...

    The End

    Ini hanya garis besar saja...sebenernya sejarahnya lebih detil daripada ini...1 buku booo...
    Sesuai dengan janji gw, yang tidak ingin bermaksud untuk memulai flame war...gw nggak akan me-reply ke thread gw sendiri...silakan kalian berkomentar ajah...
    semoga jelas...thx...
    Last edited by darkcell; 02-12-2006, 09:47.

  • #2
    Re: Manusia dari monyet? my project...

    Lucu juga ceritanya.....ada lagi ga? itu kera awal evolusi dari mana...asia?

    Comment


    • #3
      Re: Manusia dari monyet? my project...

      post aja 1 bukunya disini XD

      ati2 bro ntar di BRP seseorang....

      Comment


      • #4
        Re: Manusia dari monyet? my project...

        Oooo... I C....
        pantesan ada kera sakti...

        Comment


        • #5
          Re: Manusia dari monyet? my project...

          Gini aja deh...

          yang merasa dirinya keturunan dari manusia kera...tunjuk tangan... he..he..

          Bro, dah pernah mengamati ttg runtuhnya teori evolusi darwin ? Pembahasannya dari Harun Yahya. Mungkin bisa membuka wawasan yang lebih luas lagi ttg teori darwin yg menyesatkan.

          Saya pernah membaca kenapa teori darwin masih tetap dipertahankan..?
          Alasannya cuma satu, jangan sampai ajaran agama masuk ke dalam proses pembelajaran tentang ilmu alam.

          Comment


          • #6
            Re: Manusia dari monyet? my project...

            minta bukunya dunk...
            ada pdfnya ngak, atau sumbernya gitu...
            btw,ini thread yang rada sensitif, jangan sampai flame n memecah belah kita ya...

            Comment


            • #7
              Re: Manusia dari monyet? my project...

              Wah, begitu ceritanya???

              Ha3, anyway, aku setuju kq dengan teori Darwin.. Terutama tentang teori evolusi-nya.. Ya say it, manusia dari segi evolusi memiliki pendekatan anatomi yang mirip dengan beberapa primatal..

              Teori tersebut sangat amat berguna sekali bagi banyak bidang ilmu lainnya.. Coba bayangkan kalau Darwin tidak mengemukakan tentang teori evolusi-nya, lalu bagaimana kita menguji efektivitas suatu obat / medicine? Masa harus langsung ke manusia? Tapi dengan adanya teori Darwin, kita jadi tahu kalau beberapa binatang primatal memiliki anatomi yang mirip dengan kita, sehingga bila obat tersebut di-uji-kan terlebih dahulu ke binatang2 tersebut (diantaranya spesies kera/monyet), maka efek-nya 'hampir akan sama' seperti jika diujikan pada manusia..

              Begitu juga pada psikologis.. Kita bisa meneliti misalnya efek dari pengobatan tertentu terhadap otak tanpa harus langsung membedah otak manusia, karena ada spesies yang mirip seperti manusia yang bisa dijadikan bahan penelitian.. Kita juga bisa belajar bagaimana inteligensia terbentuk dari spesies tersebut, tapi tentunya akan lebih baik jika langsung 'mempelajari' manusia..

              Ok, that's all.. Dari segi scientific, teori Darwin sangat berguna dan sudah diakui oleh scientist dan itu juga yang menyebabkan ilmu scientific kita (umat manusia di bumi) bisa berkembang maju..

              Dari segi agama dan keyakinan, masih banyak yang tidak kita mengerti dan scient bukanlah apa-apa dibandingkan dengan keajaiban semesta ini.. Manusia adalah makhluk berbudaya, memiliki keyakinan dan menjadi satu-satunya makhluk yang menguasai bumi saat ini..

              Mungkin akan sulit menyatukan agama dan scient..

              Tapi akan lebih baik saat membahas agama, kita membicarakan keyakinan kita dan menghindari teori Darwin dan beberapa teori scient yang belum bisa diterima..

              Lalu saat membahas scient, kita membicara segala sesuatu dari sisi logika, dan menguji segala sesuatu secara jujur. Dengan dilandasi niat baik, bukankah segala sesuatu juga akhirnya dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Coba bayangkan kesejahteraan kita (umat manusia di bumi) saat ini dibandingkan beberapa puluh tahun lalu, Darwin dan ilmuwan lain cukup berjasa 'kan? Of course, jangan sampai ada scientist yang bilang: "Now, I'm being the destroyer" lagi (pengembangan nuklir yang dipakai oleh kepentingan politik dan akhirnya nuklir dipakai di Hiroshima, padahal sebenarnya Jepang sudah hampir menyerah).

              Comment


              • #8
                Re: Manusia dari monyet? my project...

                cerita pendek yang bagus tuk dibaca nih....boleh juga kronologisnya...rada masuk akal.

                tinggal gimana kita mencernanya dan buat wacana yg dibuat TS ini cukup menghibur.

                Comment


                • #9
                  Re: Manusia dari monyet? my project...

                  Ehm, pernah baca juga karena teori Darwin-lah Hitler punya pemikiran bahwa ras Aria jauh lebih unggul Khususnya teori darwin yang berkaitan dengan seleksi alam. (lupa tapi bahasan detilnya, mungkin ada yang mau bantu)

                  Comment


                  • #10
                    Re: Manusia dari monyet? my project...

                    Sebenernya yah...(maap2 aje sebelumnya ) cara satu2nya ngetest teori evolusi itu bener apa gak' adalah dengan memasukkan sel-spermatozoid primata yang namanya manusia kedalam sel-ovum primata terakhir yang mendekati manusia(orang-utan). Nah, masalahnya situ mau gak' ***** sama orang-utan tuk membuktikan keberhasilan teori ini? kalo saya mah support terus . Karena berdasarkan teori mendell (Fillus1xFillus2 = FA, dimana maksudnya bila ada kesamaan gen pada spesies yang dirasakan sejenis..."MAKA" dapat dihasilkan yang kita sebut "blaster", contoh: Kucing Phyux masih bisa dikawin-silang kan dengan Kucing Persia..padahal spek Body beda jauh lho ) untuk dapet hasil maksimum FAxF1 TOP! deh.

                    Back2Topic;
                    Bro ga usah bingung pake gaya apa, yang penting spermatozoid masuk kedalam ovarium orang-utan.


                    Btw, berdasarkan majalah yg gw baca [G]peneliti2 luar ga ada yg berani coba ini. Entah kenapa selalu disuntikkan pada sel-telur tikus atau ayam.. Mana nyambung lah. Katanya sih takut klo terbukti, krn gossipnya nanti "kiamat".
                    Bro coba aja, nnti gue nebeng terkenal

                    Nanti hasil benchmarknya post sini yee...
                    -peace-^^
                    Last edited by bennix; 02-12-2006, 11:16.

                    Comment


                    • #11
                      Re: Manusia dari monyet? my project...

                      nih sedikit sumber yang saya maksud sebagai inspirasi Hitler beranggapan ras Aria Lebih unggul:
                      Salah satu aspek diri Darwin yang terpenting namun tidak banyak diketahui adalah pandangan rasisnya: Darwin menganggap orang-orang kulit putih Eropa lebih "maju" dibandingkan ras-ras manusia lainnya. Selain beranggapan bahwa manusia adalah makhluk mirip kera yang telah berevolusi, Darwin juga ber-pendapat bahwa beberapa ras manusia berkembang lebih maju dibandingkan ras-ras lain, dan ras-ras terbelakang ini masih memiliki sifat kera. Dalam bukunya The Descent of Man yang diterbitkannya setelah The Origin of Species, dengan berani ia berkomentar tentang "perbedaan-perbedaan besar antara manusia dari beragam ras". Dalam bukunya tersebut, Darwin berpendapat bahwa orang-orang kulit hitam dan orang Aborigin Australia sama dengan gorila, dan berkesimpulan bahwa mereka lambat laun akan "disingkirkan" oleh "ras-ras beradab". Ia berkata:
                      Di masa mendatang, tidak sampai berabad-abad lagi, ras-ras manusia beradab hampir dipastikan akan memusnahkan dan menggantikan ras-ras biadab di seluruh dunia. Pada saat yang sama, kera-kera antropomorfus (menyerupai manusia)... tak diragukan lagi akan musnah. Selanjutnya jarak antara manusia dengan padanan terdekatnya akan lebih lebar, karena jarak ini akan memisahkan manusia dalam keadaan yang lebih beradab - kita dapat berharap bahkan lebih dari Kaukasian - dengan jenis-jenis kera serendah babun, tidak seperti sekarang yang hanya memisahkan negro atau penduduk asli Australia dengan gorila.
                      Pendapat-pendapat Darwin yang tidak masuk akal ini tidak hanya dijadikan teori, tetapi juga diposisikan sebagai "dasar ilmiah" paling penting bagi rasisme. Dengan asumsi bahwa makhluk hidup berevolusi ketika berjuang mempertahankan hidup, Darwinisme bahkan dimasukkan ke dalam ilmu-ilmu sosial, dan dijadikan sebuah konsep yang kemudian dinamakan "Darwinisme Sosial".
                      Darwinisme Sosial berpendapat bahwa ras-ras manusia berada pada tingkatan berbeda-beda pada "tangga evolusi", dan ras-ras Eropa adalah yang paling "maju" di antara semua ras, sedangkan ras-ras lain masih memiliki ciri-ciri "kera".
                      Apakah anda termasuk yang setuju dengan pandangan ini..?. Kebanyakan orang menerima apa pun yang mereka peroleh dari ilmuwan sebagai kebenaran sejati. Tidak terlintas dalam pikiran mereka bahwa ilmuwan pun mungkin memiliki berbagai prasangka filosofis atau ideologis

                      Khusus untuk teori Evolusi, seiring perkembangan ilmu pengetahuan banyak ahli biologi yang akhirnya membantah/meragukan kebenaran teori Evolusi Darwin karena telah sadar dengan kerumitan struktur protein serta molekul yang menyusun Makhluk Hidup. Bahkan beberapa ahli fisika pun menyebutkan Teori Evolusi Darwin amat bertentangan dengan Hukum Termodinamika II.

                      Darwin's Theory of Evolution is a theory in crisis in light of the tremendous advances we've made in molecular biology, biochemistry and genetics over the past fifty years. We now know that there are in fact tens of thousands of irreducibly complex systems on the cellular level. Specified complexity pervades the microscopic biological world. Molecular biologist Michael Denton wrote, "Although the tiniest bacterial cells are incredibly small, weighing less than 10-12 grams, each is in effect a veritable micro-miniaturized factory containing thousands of exquisitely designed pieces of intricate molecular machinery, made up altogether of one hundred thousand million atoms, far more complicated than any machinery built by man and absolutely without parallel in the non-living world.
                      http://www.darwins-theory-of-evolution.com/

                      Originally posted by Michael J. Behe, dalam buku "Darwin’s Black Box:The Biochemical Challenge to Evolution"
                      the organic world is so complex, particularly at the level of molecular biology and biochemistry, that Darwinian evolution cannot possibly have led to it. As evolution cannot produce irreducibly complex systems (the blood-clotting process, for instance, the biochemist’s analogue of the eye), they must be the outcome of the activities of an Intelligent Designer
                      Buat yang tahu apa itu folding@home, tentu mengerti bahkan "hanya" untuk menyelidiki beberapa sel protein dibutuhkan kemampuan komputasi yang amat dahsyat..

                      Kita bahas lebih jauh sedikit soal evolusi :
                      Evolution has several important components: Natural Selection, Macro-evolution, and Micro-evolution. Evolution as a theory existed long before any evidence for its components was recorded. Scientific studies eventually were able to interpret data through an evolutionary viewpoint and link these core concepts into the modern theory of evolution.

                      Natural selection is the machine that drives evolution. This mechanism causes those organisms that are "abnormal" to survive an environmental change, making them the "new normal." Over time, according to the Theory of Evolution, this can cause an organism to change into a totally different form of life. Some evidence of natural selection has been seen in nature, but not to an extent that would change a species in any meaningful way. Every genetic mutation that science has observed changing the form or function of an organism has resulted in handicap or death. It does, however, mean that an ecosystem is vulnerable to rapid change, since organisms that cannot adapt will usually die.

                      Nobody disputes Micro-Evolution. It is universally agreed that wolves, coyotes, dingoes, jackals, foxes, and the hundreds of different domestic dog breeds probably all came from an original pair of "dogs." This is Variations within a Kind, NOT upward evolution from simplicity into complexity as supposed by Darwinian Evolutionary Theory. The variations are always in a downward trend and are constrained by the genetic code (the dogs do not grow wings and learn to fly). No new genetic information is added, genetic information is always lost: The original pair of "dogs" would have had all of the potential characteristics of all of their various progeny, while the descendants themselves have lost that same potential. The Dog Kind has given birth to many species which in turn became isolated gene pools. The original parents would have had all of the potential traits expressed in all of their various offspring. This is all science has ever observed. There is no known process by which genetic information can be added.

                      While Micro-Evolution (Variations within a Kind) is observed and well documented, Macro-Evolution is not and thus highly disputable. Macro-Evolution is transition from one Kind of plant or animal into another. Macro-evolution involves large or important changes in the basic function of an organism. This cannot happen during a single organism's life, so it can only be the result of a series of genetic mutations. Every genetic mutation involving form or function observed in laboratories has either been fatal, crippling, or self-reversing. For instance, some bacteria with genetic deviations have survived antibiotics better than those without, but died out quickly once the antibiotics were gone. Macro-evolution is the evolutionists' explanation for how the billions of diverse species on earth came about - Variation from one Kind to another.
                      http://www.allaboutscience.org/what-...lution-faq.htm

                      Ternyata pendapat Darwin dalam teori Evolusinya, amat bertentangan dengan kenyataan yang terjadi di alam dan laboratorium.

                      Lalu, mengapa evolusionis masih berusaha meyakini skenario-skenario tak ilmiah seperti "pengorganisasian materi secara mandiri"? Mengapa mereka berkeras menolak pewujudan kecerdasan dalam sistem kehidupan? Jawabannya adalah bahwa mereka memiliki keyakinan dogmatis pada materialisme, dan keyakinan bahwa materi memiliki kekuatan misterius untuk menciptakan kehidupan. Profesor Robert Shapiro, pakar kimia dan DNA dari Universitas New York menjelaskan keyakinan evolusionis dan landasan dogmatisnya sebagai berikut:
                      Maka diperlukan prinsip evolusi lain untuk menjembatani antara campuran-campuran kimia alami sederhana dengan replikator efektif pertama. Prinsip ini belum dijelaskan secara terperinci ataupun ditunjukkan, namun telah diantisipasi, dan diberi nama evolusi kimia dan pengorganisasian materi secara mandiri. Keberadaan prinsip ini diterima sebagai keyakinan dalam filsafat materialisme dialektis, sebagaimana diterapkan pada asal usul kehidupan oleh Alexander Oparin
                      Last edited by illegal_user; 02-12-2006, 13:24.

                      Comment


                      • #12
                        Re: Manusia dari monyet? my project...

                        kera adalah kera - manusia adalah manusia. Darwin is a stupid morron. jaman dulu blom ada psikiater kali ya - ni orang [Darwin] harus dapat pengobatan intensif pada awalnya - manusia diciptakan seperti layaknya manusia sekarang [hanya berbeda bentuk fisik dan perilakunya saja] F! Darwin - mungkin dia yang merupakan keturunan kera. saya sih keturunan manusia viva la fiesta.

                        Comment


                        • #13
                          Re: Manusia dari monyet? my project...

                          Originally posted by solidsnake
                          Teori tersebut sangat amat berguna sekali bagi banyak bidang ilmu lainnya.. Coba bayangkan kalau Darwin tidak mengemukakan tentang teori evolusi-nya, lalu bagaimana kita menguji efektivitas suatu obat / medicine? Masa harus langsung ke manusia? Tapi dengan adanya teori Darwin, kita jadi tahu kalau beberapa binatang primatal memiliki anatomi yang mirip dengan kita, sehingga bila obat tersebut di-uji-kan terlebih dahulu ke binatang2 tersebut (diantaranya spesies kera/monyet), maka efek-nya 'hampir akan sama' seperti jika diujikan pada manusia..

                          Begitu juga pada psikologis.. Kita bisa meneliti misalnya efek dari pengobatan tertentu terhadap otak tanpa harus langsung membedah otak manusia, karena ada spesies yang mirip seperti manusia yang bisa dijadikan bahan penelitian.. Kita juga bisa belajar bagaimana inteligensia terbentuk dari spesies tersebut, tapi tentunya akan lebih baik jika langsung 'mempelajari' manusia..
                          Bukan bermaksud Flame War, hanya sedikit sharing pikiran dan pendapat

                          Sepertinya sebagian besar percobaan laboratorium terhadap primata lain, tikus dll tidak didasari pertimbangan teori Evolusi Darwin, karena percobaan seperti ini sudah dikenal jauh sebelum Darwin mencetuskan teorinya.

                          Banyak ilmuwan saat ini sadar bahwa diperlukan cara pengujian yang lebih baik lagi tidak menggunakan spesies hewan atau bahkan manusia bukan hanya pertimbangan segi etika & moral. Melainkan karena hasilnya yang tidak "terlalu" akurat dan dapat berbahaya pada kasus tertentu. Karena percobaan tersebut menarik kesimpulan melalui metode statistik.Padahal efek obat-obatan saja dapat berbeda walaupun satu spesies con: antar manusia saja dapat berbeda efeknya.

                          Karenanya saat ini ada yang mencoba mengembangkan pengujian dengan simulasi komputer menggunakan database struktur protein. Diharapkan obat-obatan nantinya dapat di "custom" sesuai dengan karakteristik seseorang bukan menggeneralisir seperti saat ini.

                          Tetapi karena masih belum bisa diterapkan secara massal dan murah dan dianggap lebih baik, maka solusi percobaan laboratorium dengan sampling masih digunakan dan dijadikan standard

                          Originally posted by SolidSnake
                          Mungkin akan sulit menyatukan agama dan scient..
                          Justru dengan semakin mendalami Ilmu Pengetahuan (science) makin sadar bahwa ada Kekuatan Yang Amat Hebat yang mengatur alam ini (Tuhan), banyak ilmuwan besar mengakuinya termasuk Albert Einstein.

                          Originally posted by Albert Einstein
                          "After religious teachers accomplish the refining process indicated, they will surely recognize with joy that true religion has been ennobled and made more profound by scientific knowledge."
                          "There can never be a conflict between true science and true religion, because they both describe reality."
                          Last edited by illegal_user; 02-12-2006, 13:25.

                          Comment


                          • #14
                            Re: Manusia dari monyet? my project...

                            Originally posted by SD
                            [hanya berbeda bentuk fisik dan perilakunya saja]
                            bukannya itu perbedaan terbesar antara manusia dan kera? selain volume otaknya...

                            Comment


                            • #15
                              Re: Manusia dari monyet? my project...

                              Originally posted by j2spirit View Post
                              bukannya itu perbedaan terbesar antara manusia dan kera? selain volume otaknya...
                              bagaimanapun struktur fisik dan perilaku manusia jaman dulu - tetap disebut sebagai manusia - bukan kera. manusia berevolusi murni hanya dipengaruhi oleh faktor beradaptasi dengan alam - bukan secara genetik. tidak ada yang tau persis bentuk dan pola pikir manusia jaman dahulu dan pola evolusi mereka. ilmuwan kan hanya mengira-ngira - tidak ada pembuktian yang pasti menyatakan manusia itu berasal dari kera. semua hanya perkiraan -> perkiraan yang bodoh dan sama sekali tidak masuk akal viva la fiesta.

                              Comment

                              Working...
                              X