Guyz & Galz
Apa yang mesti dilakukan jika hasil foto dengan cam dig hasilnya bisa ok.
soalnya setiap saya membuat foto hasilnya selalu gelap, jika pakai bliz hasil jadi silau.
jadi kl mau dicetak, kudu diadjust diphotoshop. ribet euy
Guyz & Galz
Apa yang mesti dilakukan jika hasil foto dengan cam dig hasilnya bisa ok.
soalnya setiap saya membuat foto hasilnya selalu gelap, jika pakai bliz hasil jadi silau.
jadi kl mau dicetak, kudu diadjust diphotoshop. ribet euy
Hmm, itu karena menggunakan mode Auto.
Mesti pake mode Manual, detilnya sih saya kurang mahir juga.
Kalo mode Manual, bisa diatur berapa shutter speed-nya, dll.
Mgkn ada yg bisa menambah?
mungkin itu tergantung kamera nya.... jadi memang untuk mengoptimalkan hasil jepretan kamera digital beda untuk kamera yang beda... apakah bisa disebutkan anda memakai kamera apa? mungkin saja ada pembaca thread ini yang memakai kamera sama dengan anda dan lebih tahu bagaimana mengoptimalkan hasil fotonya...Originally Posted by Crazy Boyz
saya memakai Konica Minolta Dimage Xg dan saya cukup puas dengan memakai set auto nya... jadi tidak selalu setting di auto akan menghasilkan hasil yang jelek...
mengulang thread: http://www.chip.co.id/forum/showthread.php?t=21
Berikut cara mendapatkan hasil pencahayaan yang tepat:
mengenai resolusi dan kompresi hasil foto, the bigger the better.![]()
Kalau ada RAW/TIFF format, lebih baik lagi, karena gambar under/over exposure pun masih bisa diselamatkan.
Tapi kelemahannya, ukuran file amat besar. 6MP RAW bisa 15 MegaByte
Selain kualitas terbaik, hasil juga amat dipengaruhi pencahayaan tepat. atau kerennya, proper exposure.
Cara mendapatkannya![]()
Dengan Setting ISO, Shutter Speed, Aparture pada digicam.Manual mode ini ada pada kamera digital prosumer, yang biasanya agak besar, seperti Nikon 5700, Sony F717, Canon G5, Minolta Z1-2-3. atau DSLR semacam Canon 300D.
- Setting Shutter speed (kecepatan bukaan lensa) di set pada mode TV/S pada digicam dengan manual mode
- Aparture (besarnya diafragma/bukaan lensa) di set pada mode AV/ A pada manual mode
Ada pada kamera yang bertaraf semi pro
Ada juga camera Point&shot (consumer level) yang memiliki manual mode. Contohnya Canon Powershot seri A (A60,A75, A85, A95) Minolta seri F (F100-200-300), Minolta seri G (G400-500-600), Sony P100, W1
Bila program manual ini tidak ada, maka setting exposure cukup dilakukan lewat pengaturan ISO, dan exposure compensation.
Biasanya bisa ditemukan pada setup menu.
Penilaian tepat tidaknya exposure dengan meilhat preview gambar di LCD. Namun ada lagi cara yang lebih baik untuk menilai exposure. Lihat Histogram
Bentuknya seperti ini
Yang paling ideal adalah grafik memuncak di tengah, kalau puncak di pinggir kanan = over exposure/terlalu terang (highlight area)
kiri = Under Exposure/gelap (shadow area)
Lengkapnya bisa dilihat di: http://www.dpreview.com/learn/?/glossary/Exposure/
Saya memakai NIKON Coolpix880.
untuk set secara manual, sy gak gt ngerti tuch. binggung ngeliat menunya.![]()
manual book-nya entah kemana gak tau
untuk bung albert, dikameranya kynya gak ada utk set ke tiff, cm ada yg tipe jpeg adja.
yang pasti selaen itu juga liat yang biasa di menu judulnya ISO, mirip yang kalo di film manual dikasi nama ASA :-) makin tinggi makin peka cahaya....
yang laen ya itu tadi... shutter speed =>makin lambat shutter speed nya makin banyak cahaya yang sempet masuk jadi lebih terang. tapi efek sampingnya suka goyang karena lama :-D kecuali pake tripod ato kamera yang ada ngeredam shock itu
apperture juga, benda aneh (berhubung saya awam di fotografi) tapi kira2 intinya kalo angkanya kecil (misalnya F1, tapi biasa di standar cam digital buat pemula kayak saya cuman mentok di F2.8), latar blakang jadi blur.. kalo makin gede angka F-nya latar blakang makin detail... (cocok buat panorama). kebalik gak ya? :-D mudah2an sih nggak.... ya kalo salah tolong diralat deh... namanya juga baru belajar
=ethe=
kamera prosumer yang baru seharusnya ada TIFF, atau Raw image format.
Untuk Nikon 880, memang belum ada.
penggunaak ISO tinggi, efek sampingnya noise berjibun...
Beginilah hasil foto ISO 800:
Sedang di ISO 100 :
Biasanya untuk digicam umum (point&shot) ISO di atas 200 sudah banyak noise
assalamualaikum wr wb..
haii all..pagiiiiii
eh iya ne aq juga sering dapet masalah kaya gini ne...
aq kan maek kodak 7220,,nah aq bingung gimana nyetting apa2nya..
mulai dari ISO,trus aperture dan sebagainya...
plzz help me........................
thx..best regards
wassalam........
saya tidak setuju kalo dibilang hasil foto tidak bagus karena pakai mode Auto.
pengalaman saya, cuma punya kamera point-n-shot Canon A400, seringnya mode Auto.
hasilnya jarang sekali hasil foto saya yang tidak bagus, 95% bagus.
berdasar hasil foto setelah dilihat di komp & dicetak 4R, bahkan beberapa foto 10R tanpa adanya adjustment di photoshop.
berdasar pengalaman saya dengan Canon A400, foto saya yang tidak bagus biasanya karena pencahayaan kurang, kamera goyang waktu klik, fokus tidak tepat, atau objek bergerak pas kita klik.
karena itu dalam memfoto agar hasilnya bagus saya selalu usahakan:
pencahayaan cukup, fokus sudah tepat (lock), kamera tidak goyang waktu klik, dan tidak pernah menggunakan Digital Zoom.
Originally Posted by tomy_j
Kodak DX7220 memang tidak ada manual mode untuk mengatur Apparture, Shutter speed, dan ISO.Originally Posted by LoVe_iMoth
http://http://www.dpreview.com/revie...dak_cx7220.asp
Mengenai manual vs auto:
Sebagus-bagusnya auto, adalah perhitungan prosesor. kelemahannya adalah 1. ke akuratan prosesor digicam, terutama yang P&S (auto).
2. tidak bisanya fotografer mengatur hasil foto agar sesuai dengan seleranya secara akurat.
karenanya fasilitas manual masih sangat diperlukan untuk penghobby/advance amateur.
Dan berdasarkan fakta di atas, camera point & shot/full auto high end Canon seperti ixus series, menggunakan prosesor DIGIC II yang sama dengan DSLR seperti canon 300D. karena tuntutan keakuratan metering pencahayaan tersebut. Sedangkan Canon A95 dll yang ada manual mode, memakai prosesor DIGIC saja.
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks