why? why? why?
![]()
why? why? why?
![]()
Hei....Wait for me im in the middle of nowhere
As long as you belong to me I love you but the moment you don't I begin to hate you. As long as I can rely on you to satisfy my demands I love you, but the moment you cease to supply what I want I don't like you.
becoz it's good and cheaper than Canon L lenses. Simple kan? masih ada merk lensa2 lagi yang tidak kalah bagusnya. Ct: Sigma, Tokina yang juga bagus
mending nanya dulu dah....kenapa anda bertanya pertanyaan itu ??![]()
![]()
![]()
D300 ato D700 ato D3x yg murah..u wish!!
Selling Asetek WC Kit...anybody interested just PM me....
wahh..gue juga baru nyoba tamron...
semoga bung slim baca :) apa sih fungsi "Tamron Canon FD Adaptall Mount" karena aku baca ada salah satu produk tamron bisa buat converter EF lens untuk video cam XL2.
terima kasih sebelumnya.
So far gua punya
1. Tamron SP AF 28-75mm/f2.8 XR Di LD Aspherical (IF) Macro
2. Sigma 18-50mm F2.8 EX DC
Asik2 aja tuh...
gua ada Tamron 28-200mm.
udah 7 tahunan. hasil selalu ok.
sekarang aja agak jamuran...nyimpennya kurang bagus
- Every person has the capacity for greatness - Martin Luther King
- Safe sex is in the palm of your hand.
moso Tamron lebih bagus dari Canon L lens sih ?![]()
Jawaban yang tepat adalah tanda persahabatan sejati
Every man shall kiss his lips that giveth a right answer
Proverbs 24:26 KJV
Tamron bukannya lebih bagus dari L tapi bisa dibandingkan. Harga lebih murah tapi kualitas kurang lebih bisa dikatakan sama (tergantung tipe lensanya). Tapi denger2, soal contrast Canon lebih unggul... hmm, dengan beda harganya yang berjuta2 dengan Tamron, gua pikir mendingan gua edit gambar pake CS2 kalo dirasa contrastnya kurang bagus tapi gua bilang sih ga beda2 banget lah contrastnya
Hehehe... Membandingkan lensa L dgn third-party lens seperti punya mobil Harrier bermesin Innova. Bukannya third-party lensa itu jelek, toh mesin Innova juga gak jelek.
Namun tentu ada beda di di resolving power dalam ukuran lp/mm yg masih lebih tinggi di lensa2 original dripada third-party lens. Dalam hal ini jenis dan bahan glass element yg digunakan juga berpengaruh kepada resolving power. Atau yg lebih dikenal dgn istilah pixel density pada digital photography.
Jadi menilai kualitas lensa itu bukan hanya melihat kepada warna dan kontras semata.
Baik Kontras maupun Saturasi Warna itu tergantung dripada jenis coating yg diaplikasikan pada lensa oleh produsennya masing2.
Pada lensa seri ED-DX Nikon 17-55mm (misalnya), harganya lebih mahal dripada kamera D70s dgn lensa kit. Ini disebabkan oleh glass element yg digunakan adalah jenis yg mempunyai difraction limit yg baik. Sedangkan coating yg digunakan juga mampu mengeluarkan colors atau warna yg lebih vivid. Sebab itulah dikatakan lensa2 Nikkor dri dulu dikenal karena mampu re-produce vivid colors.
Begitu juga dgn lensa L. Glass element dan coating pada lensa2 L mampu mempunyai color depth dan pixel density yg tinggi. Namun pada lensa L ada extra coating yg mampu menghadang spektrum gelombang sinar penghantar panas yaitu dgn meng-aplikasikan "Hot Absorption Coating". Ini adalah coating termahal yg dilapiskan pada glass element terakhir semua lensa2 L.
Fungsi dri menahan spektrum gelombang sinar penghantar panas ini adalah sebagai pencegah sensor menjadi cepat panas dan sekaligus mampu meredam noise. Coating inilah yg Nikon tidak punya dan sebab itu pula noise factor pada kamera Nikon seprti D70 dan D2x masih tinggi.
(pada seri D50 ini diatasi dgn memakai anti-alias filter yg lebih agresif, dgn konsekuensi berkurangnya detail)
Bila lensa2 third-party produksinya sampai memperhitungkan hal2 diatas, niscaya harga lensa2 third-party ini akan menjadi semahal lensa2 ED DX dan AFS Nikkor maupun lensa2 L canon.
Kalau sdh demikian, mana mungkin kita akan beli lagi lensa2 third-party tsb.
Namun, keterangan saya diatas jangan di salah artikan bahwa lensa third-party itu jelek. Justru lensa third-party ini mengisi segmen pasar tersendiri, dgn menghadirkan lensa2 yg cukup bagus kualitasnya dgn harga yg lebih terjangkau oleh masyarakat luas. Tentu dgn build quality yg lebih rendah utk mengurangi production cost.
Sacrifices atau pengorbanan utk kita sebagai pembeli, tentu ada dalam final results hasil foto itu sendiri. Namun bila kita hanya utk sekedar hobi general photography dan bukan mengarah ke perfectionist photographer, your best bet is going for the lower priced third-party lens.
Saya tidak sebut kata professional photographer, karena banyak juga professional photographers yg memakai third-party lens.
Lagipula, daya kreatifitas imaginasi kitalah yg lebih berperan dalam pembentukan "image foto" tsb. Bukan lensanya ataupun kamera.
Salam.
tapi lensa and kamera menentukan bisa sampe mana dan seberapa mudah imajinasi kita terealisasikan......Originally Posted by slim_jim
amatir make f5 lawan pro pake kamera poket.... bisa menang yg pro....
tapi kalo sama-sama pro, yang satu pake poket yg atu lg pke f5??? nah....
slanjutnya teserah anda....
Rig1:
2600K with V6 GT
Z68a GD80
16 Gb Vengeance DDR3 1600 (4x4)
Quadro 4000
Caviar Black 500x2 + Vertex3 120
on iCute Super + CM Gold 800w
displayed on 2x U2211
Rig2:
965 BE with stock cooler
970a G45
8 Gb Vengeance DDR3 1600 (2x4)
560 Ti
Caviar Black 500x2 + Caviar Blue 1tb
on IN410 + CM Gold 800w
displayed on U2711H
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks