The "L-series" disease alias moncong putih
Welcome guest, is this your first visit? Create Account now to join.
  • Login:

Welcome to the CHIP Forum.

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.

+ Reply to Thread
Page 1 of 2 1 2 LastLast
Results 1 to 10 of 16

Thread: The "L-series" disease alias moncong putih
  
Bookmark and Share

  1. #1
    Join Date
    Sep 2004
    Location
    City of Brotherly Love
    Posts
    1,436
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    19

    Talking The "L-series" disease alias moncong putih



    "not showoff"

    Teman saya bela2in membeli Lensa Canon L-series untuk kameranya, saya bilang ....
    "waahhh ... elo kena penyakit L tuhhhh".
    Dia kaget, "penyakit apa?"
    Gw bilang, "iyaaa, masa elo ngga sadar, virus L !!!"

    Teman saya diam trus mikir ...dan ketawa.

    "Gila, man! Ya iya lah, kualitasnya jauh banget, texturenya bisa keliatan, bahkan jerawat aja yang ditutup make-up bisa ketahuan."

    "Harganya yang bikin pusing kan?" gw bilang.

    "Iya sihhh...bisa 5x lipat"

    "Yeah, tapi kalo elo mau jual, elo tidak bakal kecewa dengan harganya."

    "Masa? Bukannya barang2 begini jadi jatuh malahan?"

    "No. Cek aja"

    Terus dia cek, dia tanya ke toko2 hobby camera yang lain. Terus dia tlpon gw.

    "Waahh..koq elo bisa tau?

    "Browsing internet donggg, liat forum2 kamera, preview lensa2nya". "Hati2 lho... kalo elo pake, pasti jadi perhatian orang!"

    salam,
    -oqy77-

    Jawaban yang tepat adalah tanda persahabatan sejati
    Every man shall kiss his lips that giveth a right answer
    Proverbs 24:26 KJV


  2. #2
    Join Date
    Aug 2004
    Location
    Cairns,Au or NewBayur
    Posts
    402
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    16


    Berarti teman andapun mengerti ada duit ada barang, and there is no substitute for quality. Setelah terbiasa kena virus "L" suruh teman anda atasi dgn obat generik atau lensa biasa. Pasti gak mau.

    Salam.

    Improve With What U Have, Wisely!

  3. #3
    Join Date
    Aug 2004
    Posts
    25
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0


    ya kalo mau tajem warna bagus dan murah kayaknya cuma lensa 50mm doang yang memenuhi syarat.

    Cuma ya itu ribet maju ama mundurnya Tapi kalo di studio sih gak masalah kok

  4. #4
    Join Date
    Jul 2004
    Location
    JKT
    Posts
    689
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    18

    Re: The "L-series" disease alias moncong putih



    kalo di canon, lensa2 prime-nya bisa setara dengan seri L juga sih.. 100mm f/2.8 macro anybody?...

  5. #5
    Join Date
    Sep 2004
    Location
    City of Brotherly Love
    Posts
    1,436
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    19

    Re: The "L-series" disease alias moncong putih



    adek gw baru beli 70-200 L f/4.0 utk kamera eos 50e lama miliknya.... ada yg bilang, "berat tuhh" .. adek gw balas "hmm?? nihh...coba ajah" .... "ehh...enteng yak?"

    BTW, utk anggota CFVD / semua CHIP Group Team nihh... boleh dongg dikasih tau kamera2 dan lensa2 apa saja yang dipakai, pengen tau aja..... atau dibuat thread baru ...

  6. #6
    Join Date
    Jan 2005
    Location
    Jakarta
    Posts
    11
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Re: The "L-series" disease alias moncong putih



    Wah.. ini thread khusus buat kenon ya...
    Bukannya Nikon juga ada yang putih ?

    Setau aye memang lensa L memang jauh lebih bagus untuk ketajaman, contrast & warna yang lebih saturated dibanding lensa biasanya.
    Juga, USM AFnya lebih kencang responsenya dibanding lensa non-L. cmiiw..

    100 mm f/2.8 seperti yang om Dedy bilang, memang salah satu lensa tertajam kenon tapi kalau mau liat warna, tetap lensa L lebih bagus (Pernah bandingin ama 180 mm f/3.5L ? warnanya sangat 'ajaib' .. )

  7. #7
    Join Date
    Aug 2004
    Location
    Cairns,Au or NewBayur
    Posts
    402
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    16

    Re: The "L-series" disease alias moncong putih



    Lensa macro 100mm f/2.8 udah punya hanya jarang pake kecuali buat arsip barang2 antik, perhiasan, dan sejenisnya.
    Lensa prime "L" yg paling sering saya pakai: 24mm f/1.4 ; 50mm f/1.0 ; 85mm f/1.2 ; 135mm f/2.0 ; 200mm f/1.8 dan 300mm f/2.8 IS. Yg jarang disentuh kecuali klo lagi ke ujungkulon ambil wildlife shots ialah yg 400mm f/2.8 IS dan 500mm f/4 IS.
    Lensa 50mm f/1.0 dan 200mm f/1.8 sdh menjadi lensa antik (collectors item) karena canon udah gak bikin lagi.
    Buat istilahnya daily usage dan gak mau repot, pake yg "L" zoom sudah lebih dri cukup.

  8. #8
    Join Date
    Sep 2004
    Location
    City of Brotherly Love
    Posts
    1,436
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    19

    Re: The "L-series" disease alias moncong putih



    Quote Originally Posted by slim jim
    Lensa macro 100mm f/2.8 udah punya hanya jarang pake kecuali buat arsip barang2 antik, perhiasan, dan sejenisnya.
    Lensa prime "L" yg paling sering saya pakai: 24mm f/1.4 ; 50mm f/1.0 ; 85mm f/1.2 ; 135mm f/2.0 ; 200mm f/1.8 dan 300mm f/2.8 IS. Yg jarang disentuh kecuali klo lagi ke ujungkulon ambil wildlife shots ialah yg 400mm f/2.8 IS dan 500mm f/4 IS.
    Lensa 50mm f/1.0 dan 200mm f/1.8 sdh menjadi lensa antik (collectors item) karena canon udah gak bikin lagi.
    Buat istilahnya daily usage dan gak mau repot, pake yg "L" zoom sudah lebih dri cukup.
    BUSEEETTTTT.... koleksi lensanya merupakan idaman setiap canonian hehehehe
    ngomong2 bung slim jim fotografer professional atau kolektor sejati???

    lensa zoom "L" yg anda miliki apa saja??? boleh donk reviewnya
    lalu anda juga memiliki system medium format pastinya lensanya Zeiss donkkk....

  9. #9
    Join Date
    Feb 2005
    Posts
    4
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Re: The "L-series" disease alias moncong putih



    Quote Originally Posted by slim_jim
    ....
    Buat istilahnya daily usage dan gak mau repot, pake yg "L" zoom sudah lebih dri cukup.
    "L" zoom yg tajam end-to-end yg mana ya Pak, soalnya dengar cerita temen 35-350 diatas 250 udah ga tajam, terus 28-300 malah kabarnya 'biasa-2 aja' di semua range. Bener ga sih ?
    Kalo 17-40, 24-70 dan sebangsanya rasanya masih kurang tele buat sehari-hari .
    Let's say with digital...

    My gallery: www.fotki.com/vinza

  10. #10
    Join Date
    Aug 2004
    Location
    Cairns,Au or NewBayur
    Posts
    402
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    16

    Re: The "L-series" disease alias moncong putih



    CMIIW. Koq namanya pak Vinza kayaknya sama nih dgn yg saya jumpa di KD juga.

    Best choice utk zoom daily usage bagi saya cuman ada dua pilihan. Pertama yg 24mm-70mm f/2.8, dan 70mm-200mm f/2.8. Hanya kedua jenis zoom inilah yg mempunyai ketajaman "end-to-end"
    Sesekali lensa 16mm-35mm f/2.8 bisa menjadi pilihan menilik dari kondisi eventnya seperti apa. Lensa ini cukup tajam, tetapi tidak pada wide-aperture-nya jadi harus di stop down
    Utk jenis hyperzooms seperti 35mm-300mm USM, memang lebih murah, dan karnanya bukan merupakan opsi buat saya karena jelas2 mempunyai compromised optical build quality.
    Lensa 28mm-300mm f/3.5-5.6 L IS USM memang tidak terlalu buruk cuman ketajamannya kurang. Lensa ini dibuat melihat konsumen umum yg menilik dri segi praktisnya saja "one lens for all ocassions".
    Oleh sebab itu disebut sebagai "All round lens", dan memang lebih ditujukan utk the lower end of the scale. Hasil gambarnya bagus hanya pada mid dan long focal lengths stopped down to f/11, dan tidak bisa setajam 70-200mm f/2.8 L IS. Kekuranganmya akan lebih menyolok bilamana dibandingkan dgn prime lens sesuai focal range-nya. Performa lensa pada wide angle agak kurang baik, so-so lah. Kelemahan lain adalah sifat kerja zoom range-nya seperti "bellows", push-pull design. Jadi bila lensa ini di "tilt down or up", akan lengser sendiri.
    Kelemahan/kekurangan lensa ini walau diberi predikat "L" sekalipun (lebih utk cosmetics IMHO), adalah sama dgn kelemahan lensa2 jenis hyperzoom lainnya.
    Lensa ini harganya cukup mahal namun jauh lebih murah ketimbang harga beli beberapa prime zoom semisal 70-200mm dan 24-70mm.

    Lensa 24mm-70mm (wide-to-medium telephoto) dri sisi tele memang kurang kalau hendak mengambil foto secara extreme close-up dan utk jarak jauh. Fungsi medium-tele nya lebih cocok utk portrait lens.
    Tapi buat kondisi sehari-hari, saya akan balik bertanya, perlukah sebenarnya lensa long-tele utk sehari-hari? Saya kira lensa wide angle to medium telephoto seperti 24mm-70mm akan lebih banyak kegunaannya dan akan lebih sering dipakai.

    Kecuali utk critical work misalnya utk wedding portraits, foto dokumentasi, maka saya akan kembali memakai "prime" lens.
    Jadi kalau pak Vinza bertanya pada saya, lensa hyperzoom mana yg baik dgn catatan memiliki "full un-compromised quality", secara berat hati saya harus jawab "tidak ada".

    Salam.


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts