Saya baru register di forum CHIP, walaupun sebenarnya saya sudah sering lihat2 forum ini & beli majalah CHIP. sekedar mau curhat dan mudah2an ada tanggapan positif dari pihak2 di bawah ini.
Pd tgl 7/3/07 kemarin saya datang ke Mega Bazaar, di JCC, Jakarta. Saya berniat membeli monitor LCD Samsung tipe 226BW (barang ada di display paling depan).Saat itu saya dibagikan brosur program trade in monitor,khusus untuk pembelian monitor LCD (di brosur jg tercantum gambar LCD tipe 226BW). Setelah tanya2 ttg program trade in yg ditawarkan & nego harga dengan SPG(hanya bisa kurang 85rb saja dr harga Rp.4.885.000)),saya disuruh membawa monitor lama yg akan ditrade in dgn kondisi tidak rusak,tidak retak,tidak tergores),untuk lebih detailnya akan diperiksa oleh teknisi(yg saat itu teknisinya tidak ada di tempat,jadi saya tdk bisa tanya2 lbh detil). Sampai di rumah, saya telpon Pak Harmant dari Samsung, yg namanya tertera di kertas syarat & ketentuan trade in yg ditunjukan oleh petugas di pameran. Kebetulan ada 2 nama & keduanya saya catat namanya. Harmant ( 08568185622)dan Priadi (08567821232). Melalui HP, Pak Harmant menjelaskan ttg program trade in, dan saya disuruh bawa lgs monitor saya untuk dicek. Saya sempat minta nomor HP teknisi untuk janjian terlebih dahulu takut kalau2 saya datang, teknisi tidak ada.Tapi Pak Harmant meyakinkan kalau teknisi ada setiap hari. Untuk nego harga tipe 226BW, beliau menganjurkan untuk lgs nego dengan sales yg ada di pameran krn beliau dari distributor Samsung tidak berwenang menentukan harga ke pembeli personal.
Hari ini tgl 8/3/07,saya dtg ke mega bazaar dgn membawa monitor 17" lama saya untuk ditrade in. Sampai di stand,teknisi yg hendak memeriksa kelayakan monitor tidak ada.Saya tanya kapan datangnya, tidak ada yg bisa memastikan karena dari kemarin tidak datang2.Saya hanya disuruh menunggu. Selagi menunggu saya coba nego harga dengan sales untuk monitor LCD tipe 226BW.Ternyata tipe 226BW tidak ada stock dan harus indent. Dari kemarin tidak ada yg memberitahukan saya kalau harus indent dan barangnya tidak ada sampai batas waktu yg tidak ditentukan. Karena semua orang di situ tidak tahu, kapan stock barang akan ada. Lalu saya kembali telpon pak Harmant & Pak Harmant bilang memang harus indent, lalu saya disuruh bicara dgn Pak Priadi. Kebetulan Pak Priadi baru datang,setelah ditelpon2 oleh penjaga stand. Kembali saya jelaskan duduk perkara dgn Pak Priadi, tapi beliau bilang memang harus indent, dan dia menyarankan saya tukar monitor lama saya terlebih dahulu dgn kupon trade in, dan indent untuk tipe 226BW dulu baru nanti kalau barangnya tiba (tidak tahu kapan) akan dikabari. Tentu saja saya tidak mau membiarkan monitor saya di situ, karena sepertinya tidak ada pihak yg bertanggung jawab (teknisinya saja sudah 2 hari tidak datang), di samping itu, saya hanya punya 1 monitor,jadi kalau monitor lama ditinggal, otomatis saya tidak punya monitor lagi untuk PC saya. Saya minta solusi dari Pak Priadi mengenai hal ini karena saya sudah capek2 dtg kembali ke pameran & dikecewakan, malah Pak Priadi balik bertanya ke saya, kalau saya maunya apa? Lho, bukannya beliau dari pihak Samsung seharusnya yg memberi keputusan & solusi, kenapa malah balik bertanya ke saya?! selesai bicara dgn pak Priadi, beliau kembali menyuruh saya menunggu, sambil beliau telpon (tidak tahu ke siapa). Saat menunggu, saya ditelpon oleh Pak Harmant yg mengatakan kalau LCD nya ada, dan saya disuruh bicara ke Pak Priadi. Untuk lebih jelas saya menyuruh Pak Harmant bicara langsung dgn Pak Priadi di HP saya. setelah selesai bicara, solusi yg ditawarkan oleh Pak Harmant ke saya hanya disuruh menunggu di pameran, karena 1 jam lagi beliau akan tiba di pameran. Lho, buat apa saya menunggu Pak Harmant, kalau barangnya memang tidak ada. Setelah tutup telpon dgn Pak Harmant, kembali saya disuruh menunggu oleh Pak Priadi (saya tidak tahu disuruh menunggu untuk apa). Di saat menunggu, saya bertanya dengan SPG yg kemarin saya negosiasi harga, SPG tersebut bilang kalau barang ada di toko tapi tidak ada di pameran (saya tidak tahu nama SPG tersebut,karena tidak ada name tag). Sepertinya SPG tersebut juga asal jawab saja, karena dia juga tidak hafal LCD tipe 226BW yg saya maksud, saat saya tanya LCD tipe 226BW yg dia tunjuk malah monitor CRT yg ada di depannya. Karena saya tidak mau menunggu lama, saya masuk ke gudang, di mana pak Priadi ada sedang berdiskusi dengan para sales. Tapi tetap Pak Priadi tidak dapat memberi solusi,malah kembali bertanya saya maunya apa? Karena kesal, saya minta beliau membawakan monitor saya ke mobil.Saat disuruh membawa monitor, malah dia menyuruh sales, dan dua orang sales saling oper2an,krn tidak ada yg mau bawa monitor lama saya ke mobil.Memang akhirnya salah satu mengalah.
Dari peristiwa ini saya berharap, pertama :agar pihak Samsung memberikan koordinasi yg jelas antara sales, SPG dan pegawai yang ditunjuk agar memberi informasi yang sama dan product knowledge yang baik dan benar kepada setiap SPG & sales2nya ,kedua : saya harap pihak Samsung juga tidak hanya memberikan brosur tanpa ada pemberitahuan kalau barang tersebut tidak ada stock dan harus indent.Ketiga : untuk stand Samsung yang cukup besar dan menjual berbagai monitor, printer, dll harap disediakan satu orang tenaga kerja untuk mengangkut-angkut barang. Kalau ada yang mau beli monitor CRT atau printer besar, masa tidak ada service antar barang ke tempat parkir / ke depan?!










akhirnya ga jadi trade in juga... 







Bookmarks