Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 12, Pk 19.00 wib , 31 Agustus 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
Guang-zhong yang memutuskan untuk berbisnis di luar negeri membuat Ru-yi sangat marah. Ru-yi merasa Guang-zhong tidak pernah berdiskusi dengannya. Tapi setelah nasehat dari keluarganya, Ru-yi pun mengalah dan mengizinkan Guang-zhong pergi.
Saat baru tiba di Turki, satu patah kata Turki pun Guang-zhong tidak bisa. Di sana dia juga tidak menganl siapa pun. Untuk saja dua mahasiswa Turki yang dulu dikenalnya mengenalkannya pada bos sebuah perusahaan telepon, sehingga Guang-zhong bisa mempunyai awalan yang baru.
Di Turki Guang-zhong mempekerjakan seorang asisten bernama Ozgur yang membantunya menangani bisnis di Turki. Hubungan keduanya sangat akrab bagaikan saudara.
Melihat Ru-yi yang terlihat tidak semangat semenjak Guang-zhong di Turki, Ibu Ru-yi mengusulkan supaya Ru-yi mengajar saja di TK milik kakaknya.
Suatu kali karena ada seorang murid yang terluka di TKnya, Ru-yi pun membawa murid tersebut ke rumah sakit dan pulang hingga larut tanpa mengabari terlebih dahulu.
Saat pulang Ru-yi mendapat teguran dari Ya-fei. Ru-yi yang merasa dipersalahkan langsung pulang kerumah ibunya dan menelpon guang-zhong untuk segera pulang ke Taiwan, jika tidak dia akan minta cerai dari Guang-zhong. Guang-zhong yang mendengar hal itu merasa sangat terkejut dan sedih.
Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 13, Pk 19.00 wib , 1 September 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
Ya-fei meminta Guang-zhong untuk pulang ke Taiwan dulu dan membereskan masalahnya dengan Ru-yi. Saat baru tiba di Taiwan, Guang-zhong segera ke rumah ibu Ru-yi untuk meminta penjelasan dari Ru-yi. Kakak Ru-yi bilang pada Guang-zhong Ru-yi belum cukup tenang, lebih baik lain kali saja mereka bertemu.
Saat pulang Li-wan pun menceritakan kejadian hari itu yang membuat Ya-fei marah.Malam itu Ya-fei marah sebenarnya karena dia, Li-wan dan Nenek hu panic tidak menemukan Ru-yi karena Kai-kai demam.
Setelah mengetahui yang terjadi Guang-zhong bilang pada keluarganya, apapun yang terjadi, dia tidak akan bercerai.
Guang-zhong pun setiap hari ke rumah Ru-yi, tapi Ru-yi tetap saja tidak mau bertemu. Hingga suatu hari Ru-yi setuju bertemu, Guang-zhong pun meminta Ru-yi untuk ikut dengannya ke Turki. Mendengar itu Ru-yi sangat marah dan langsung meninggalkan Guang-zhong. Ibu dan kakak ipar Ru-yi meminta Ru-yi untuk mempertimbangkan lagi ajakan Guang-zhong. Akhirnya setelah dinasehati oleh Ibu dan kakak iparnya, juag melihat kesungguhan Guang-zhong, Ru-yi pun setuju untuk membawa Kai-kai dan hidup dengan Guang-zhong di Turki.
Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 14, Pk 19.00 wib , 2 September 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
Tiba-tiba banyak pelanggan Guang-zhong yang membatalkan pesananya kepada Guang-zhong. Ozgur bilang dia mendapat kebar bahwa dalang di balaik itu semua adalah Paula, rekan kerja Guang-zhong selama ini. Guang-zhong awalanya tidak percaya, tapi setelah menyelidikinya, ternyata memang benar Paulalah yang mengkhianatinya dengan menarik seluruh pelanggannya.
Emosi Guang-zhong pun mulai terpengaruh dengan kejadian ini, hingga suatu kali sehari sebelum mereka sekeluarga akan pergi liburan, mahasiswa Taiwan yang sekolah di Turki yang selama ini menganggap Guang-zhong adalah kakak sendiri datang ke rumah mereka. Tapi tak di sangka Guang-zhong dan Ru-yi bertengkar hebat, membuat mahasiswa-mahasiswa itu tidak tahu harus berbuat apa.
Ru-yi yang awalnya mengira setelah mereka berdua bertengkar hebat, pastilah liburan yang tadinya direncanakan akan batal, ternyata Guang-zhong malah tetap ingin pergi liburan. Selaam masa liburan Guang-zhong pun berpikir dan memutuskan agar dia dan Ozgur hrus berusaha sebisa mungkin untuk menarik kembali pelanggan-pelanggan yang direbut oleh Paula. Tapi ternyata situasinya lebih gawat dari yang dibayangkan, hal ini membuat Guang-zhong sangat khawatir karena susah payah Ru-yi baru bersedia ikut dengannya untuk tinggal di Turki.
Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 15, Pk 19.00 wib , 3 September 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
Guang-zhong mengajak Ozgur untuk bersamanya menemui Khalil, sahabatnya saat masih kuliah di Benghazi untuk membicarakan bisnis di jalur Gaza. Karena di Palestina selalu perang, di sana sangat kekurangan barang. Jika bisa memasukkan barang kebutuhan sehari-hari untuk di jual di sana, pastilah akan sangat laku.
Setelah menjalin kerjasama dengan Kahlil, Guang-zhong akhirnya bisa menjalin kerjasama dengan beberapa pabrik lainnya. Dia berharap bisa segera bebas dari bayangan gelap Paula.
Di saat bersamaan, bos perusahaan yang selama ini Guang-zhong sewa ternyata sengaja mempersulitnya dan memfitnah Guang-zhong memakai bahan baker mobilnya untuk jalan-jalan keluarga, bukan untuk pergi mengunjungi pelanggan. Keduanya bertengkar hebat. Guang-zhong pun memutuskan untuk menyewa kantor sendiri.
Bisnis Guang-zhong yang semakin menanjak membuat Guang-zhong teringat pelanggan-pelanggan lamanya yang dibawa kabur oleh Paula. Guang-zhong pun berusaha untuk menemui pelanggannya satu persatu dan menjelaskan kepada pelanggannya bahwa dia bersedia menurunkan keuntungannya, dan akan memberikan pelayanan kerja sama yang semakin tinggi, hanya berharap bisa menjalin kerja sama kembali dengan mereka. Melihat kesungguhan Guang-zhong, pelanggan lamanya satu persatu kembali lagi.
Di saat bersamaan, A Gui juga bersiap-siap untuk memberikan bantuan di Kosovo. Di Kosovo selama bertahun-tahun terjadi perselisihan karena perbedaan agama dan suku.
Suatu malam terjadi gempa hebat di Turki. Guang-zhong segera membawa Ru-yi dan Kai-kai ke daratan yang lebih tingi untuk berlindung. Keesokannya, setelah kembali ke rumahnya, dari berita baru diketahu korban yang terluka dan meninggal karena gempa ini sangatlah banyak.
Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 16, Pk 19.00 wib , 4 September 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
Setelah di rumah Guang-zhong pun segera menelepon keluarganya di Taiwan untuk menanyakan keadaan mereka. Hatinya merasa sangat sedih melihat begitu banyaknya korban yang terluka dan meninggal.
Di saat bersamaan, rombongan A Gui di Kosovo yang mengetahui gempa di Turki memutuskan untuk segera ke urki untuk memberikan bantuan.
Guang-zhong melalui berita melihat banyaknya bala bantuan kemanusiaan dari berbagai negara untuk Turki, tapi tak satu pun yang berasal dari Taiwan, karena itu dia menulis sebuah suart opini pembaca untuk dimuat di surat kabar Taiwan.
Akhirnya rombongan A Gui bisa tiba di Turki. Melalui bantuan palang merah setempat dan Pak Huang dari Asosiasi Perdagangan Taiwan, A Gui dan ketiga insan Tzu Chi lainnya mengetahui bahwa korban gempa Turki tidak kekurangan makanan, karena itu mereka memutuskan untuk terlebih dahulu membagikan selimut.
Ternyata surat opini pembaca Guang-zhong dimuat di suart kabar Taiwan. Keluarganya yang di Taiwan pun sangat mendukung tindakan Guang-zhong, Li-wan pun mengikuti langkah Guang-zhong dengan menulis surat opini pembaca untuk di muat di surat kabar.
Akhirnya pemerintah Taiwan menegaskan bahwa mereka bukan tidak ingin membantu, tapi karena masalah politik diantara kedua Negara, sehingga tidak leluasa untuk membantu korban di Turki.
Guang-zhong yang mendengar kabar itu segera memutuskan untuk turun tangan sendiri, karena itu dia berusaha menghubungi orang dari Asosiasi Perdagangan Taiwan. Pak Huang dari Asosiasi Perdagangan Taiwan akhirnya memperkenalkannya pada A Gui dan rombongannya. Guang-zhong pun mengenalkan A Gui dan lainnay kepada yayasan Pasiad untuk melakukan kerjasama dan membantu A Gui membagikan selimut untuk para korban.
Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 17, Pk 19.00 wib , 5 September 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
Suatu kali A Gui dan Guang-zhong makan siang di taman. Dari pembicaraan mereka, Guang-zhong mengetahui bahwa jodoh A Gui hingga akhirnya Beliau bisa terjun di Tzu Chi. Pada hari pembagian barang bantuan, A Gui merasa sepertinya Guang-zhong merasa ragu. Akhirnya A gui baru tahu bahwa Guang-zhong merasa dirinya bukan Buddhis, urusan berdana lebih baik dilakukan oleh A Gui dan yang lainnya saja. Setelah A Gui jelaskan bahwa “berdana” berarti kita “memberi”, yaitu kita memberikan secara langsung selimut yang dibutuhkan korban lalu mengucapkan terima kasih kepada mereka, Guang-zhong pun akhirnya bisa merasa tenang dan ikut serta membagikan barang bantuan tersebut.
A Gui akhirnya memutuskan untuk pulang ke Taiwan dahulu untuk melaporkan kondisi di Turki saat ini, karena sudah akan memasuku musim dingin, dikhawatirkan tend ayang selama ini ditinggali oleh korban tidak akan mampu menghadapi musim dingin yang akan segera tiba. Akhirnya Tzu Chi memutuskan untuk membangun rumah sementara bagi korban gempa bumi Turki supaya mereka dapat melewati musim dingin dnegan tenang. A Gui pun kembali membawa rombongan ke Turki untuk mengurus perencanaan pembanguna rumah sementara.
Tak di sangka, ternyata di Taiwan pun terjadi gempa bumi yang dahsyat. Hal itu membuat A Gui dan lainnya yang berada di Turki merasa khawatir. Tapi setelah mendapat kabar bahwa Master meminta mereka tetap melanjutkan pembangunan rumah sementara bagi korban Tzu Chi karena di Taiwan banyak Insan Tzu Chi lainnya yang membantu para korban bencana gempa, A Gui dan insan Tzu Chi lainnya pun bisa tenang melanjutka membantu warga Turki.
Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 18, Pk 19.00 wib , 6 September 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
Guang-zhong akan pulang ke Taiwan sebelum kepulangannya A gui mengundang Guang-zhong untuk menemui Master Guang-zhong merasa sangat ragu, tapi A Gui bersemangat mengudangnya, akhirnya Guang-zhong pun berjanji akan menemui Master.
Setelah di Taiwan, Guang-zhong merasa bingung bagaimaan untuk menyampaikan hal itu kepada nenek, karena dia takut nenek akan menolaj, tak disangka saat di amengutarakan hal itu, Nenek Hu langsung menyetujuinya, karena Nenek Hu tahu bawha Master Cheng Yen telah berbuat banyak kebajikan untuk sesama.
Di lokasi konstruksi, A Gui melihat ada seekor kambing, saat ditanyakan untuk apa kambing itu di taruh di sana, akhirnya A Gui tahu bahwa kambing itu akan digunakan untuk kurban sebelum proses pembangunan rumah sementara. A Gui meminta kepada Aladin, mandor konstruksi untuk tidak mengurbankan kambing itu. Akhirnya Aladin mengalah. Aladin berdoa kepada Allah dan memberitahu Allah bahwa hari ini merek atidak akan kurban. Tapi karena tidak jadi kurban, membuat para pekerja lain memojokkan Aladin. Mengetahui hal itu A Gui merasa sangat bersalah kepada Aladin.
Suatu hari Ahmid mengunjungi A Gui di lokasi konstruksi dan mengatakan kepada A Gui bahwa bagi orang Muslim tujuan melakukan kurban adalah agar meminta keselamatan selama proses kerja. Kali ini tidak jadi melakukan kurban bagi mereka adalah pertama kalinya terjadi. Karena kejadian tidak mengurbankan kambing pulalah akhirnya para pekerja memberi julukan kepada A Gui, yaitu “Bom yang menggelinding”. Mungkin Karen amereka merasa setiap saat A Gui bisa meledak.
Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 19 , Pk 19.00 wib , 7 September 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
Saat ke Griya, hanya Guang-zhong yang tidak berlutut. Guang-zhong tidak tahu apakah dirinya bisa membantu Master meneruskan misi kemanusiaan Tzu Chi di Turki seperti seperti A Gui.
Guang-zhong menerima email A Gui yang menceritakan soal kambing yang tidak jadi dikurban itu. Dia pun mengerti bahwa A Gui sungguh membutuhkan bantuannya di Turki. Karena itu, Guang-zhong ingin memajukan hari keuplangannya ke Turki. Nenek pun menyetujui Guang-zhong membantu Tzu Chi melakukan kebaikan.
Setelah di Turki Guang-zhong menceritakan pertemuannya dengan Master. Guang-zhong bilang Master bertanya padanya apakah bisa membantu Master untuk membantu Tzu Chi selama di Turki. Sebenarnya Guang-zhong sangat bimbang, tapi setelah dipikirkan lagi, bagi Guang-zhong semua ini pastilah karena kehendak Allah. Allah yang mengaturnya sehingga dia bisa bertemu dengan Tzu Chi dan yang lainnya, juga bis amembantu para korban. Bagi Guang-zhong semua yang dilakukannya adalah membantu Allah berbuat kebaikan. A Gui merasa akhirnya Guang-zhong bisa melampaui hambatan perbedaan dua agama.
Suatu hari A Gui dan Guang-zhong pergi ke pabrik tenda untuk mengambil pesanan mereka, tapi saat di pabrik tenda ternyata mereka tidak mendapatkan tenda yang awalnya telah disepakati. A Gui merasa pemilik tenda membohongi mereka, akhirnya mereka pun bertengkar.
Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 20, Pk 19.00 wib , 8 September 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
A Gui dan pemilik tenda bertengkar. A Gui pun memutuskan untuk mogok makan sampai tenda pesanan mereka telah ada. Bagaimanapun Guang-zhong membujuknya, A Gui tidak mau mendengarkan.
Akhirnya berita mogok makannya A Gui diketahui oleh seluruh pekerja proyek pembangunan rumah sementara. Mereka pun menyemangati A Gui. Pemilik pabrik tenda meraas tidak boleh kalah pada semangat A Gui, oleh karena itu Beliau mencari tetangga dan keluarganya untuk membantu membuat tenda agar lebih cepat selesai. Akhirnya tenda yang diharapkan pun selesai juga. Mahasiswa-mahasiswa Taiwan yang sekolah di Turki pun ikut membantu mendirikan tendanya satu persatu.
Saat kembali ke lokasi area pembanguna rumah sementara, A Gui mengatakan kepada Guang-zhong bahwa material kerangka jendela dan pintu lebih bagus dari perjanjian awal, A Gui piker perusahaan Easton yang salah mengingat. Ternyata diketahui bahwa mereka sengaja mengganti material kerangka jendela dan pintu dengan yang lebih bagus agar A Gui bisa merasa senang.
Akhirnya rumah sementara selesai di bangun sesuai dengan jadwal. Banyak insan Tzu Chi dari Taiwan yang sengaja datang ke Turki untuk merayakannya. Saat itu sekaligus didirikan kantor cabang Tzu Chi di Turki. Guang-zhong menerima tangguang jawab yang besar, yaitu menjadi penanggung jawab kantor cabang Tzu Chi di Turki.
Di Taiwan, Nenek Hu sering merasakan tidak enak di bagian lambungnya. Setelah diperiksa ternyata Nenek Hu menderita kanker pankreas dan sisa hidupnya hanya tinggal 6 bulan saja. Walau begitu Nenek Hu menolong untuk melakukan pengobatan, juga melarang seluruh anggota keluarga mengabarkan berita iu kepada Guang-zhong.
Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 21, Pk 19.00 wib , 9 September 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
Nenek Hu yang divonis menderita kanker pankreas stadium akhir dan hanya punya sisa waktu hidup 6 bulan saja selain menolak melakukan pengobatan, juga melarang seluruh anggota keluarga untuk memberitahu Guang-zhong. Suatu malam Ya-fei terbangun mendengar suara suara berisik. Ternyata Nenek Hu semabri menangis berkata ingin mencari Li-wan. Bagaimanapun Ya-fei bujuk supaya Nenek Hu mengatakan padanya apa yang diperlukan, Nenek Hu tetap tidak mau. Dia hanya ingin mencari Li-wan. Akhirnya Nenek Hu bilang bahwa Beliau telah mengompol. Ibu dan anak in I pun bereplukan sembari menangis.
Keesokan paginya, Ya-fei yang menyadari kondisi ibunya sudah semakin parah akhirnya menyuruh orang untuk membersihkan kuburan yang dipersiapkan untuk ibunya, juga meminta Li-wan untuk menghubungi Guang-zhong untuk pulang ke Taiwan.
Guang-zhong yang mendapatkan kabar tentang kondisi Nenek Hu segera pulang ke Taiwan. Melihat Guang-zhong, Nenek Hu sangat gembira. Malamnya Guang-zhong seperti biasa tidur bersama Nenek Hu. Nenek Hu bilang pada Guang-zhong Beliau bangga Guang-zhong bisa aktif bersumbangsih di Tzu Chi. Nenek juga meminta Guang-zhong untuk mengikuti kata hatinya, tidak perlu memikirkan apa yang dikatakan orang lain. Jika yang dialkukannya adalah benar, Nenek hu akan selalu mendukungnya.
Keesokan paginya, saat Guang-zhong mengantarkan air untuk Nenek Hu, Nenek terbaring di ranjang dan terlihat sangat tenang, seolah masih tidur. Guang-zhong menyadari neneknya telah tiada.
Setelah kembali ke Turki, Guang-zhong tetap disibukkan dengan kegiatan memberikan barang bantuan kepada korban.
Di siaran berita mengabarkan tentang runtuhnya gedunga WTC karena di tabrak oleh pesawat yang dibajak teroris. Kejadian itu berpengaruh sangat besar terhadap bisnis Guang-zhong di Turki.
SUatu hari Kak Guo-qi menelpon Guang-zhong dan mengabarkan bahwa Master ingun Guang-zhong menerjemahkan lagu “Menebar Cinta Kasih Ke Dunia” ke dalam bahasa Arab. Guang-zhong pun mulai disibukkan dengan hal itu.
Drama DAAI : Indahnya Kasih , episode 22, Pk 19.00 wib , 10 September 2009, Re Run 07.00 dan 13.00 wib (next day).
Agar dapat menerjemahkan lagu “Menebar Cinta Kasih Ke Dunia” ke dalam bahasa Arab dengan tepat, Guang-zhong menelepon Khalil untuk meminta bantuannya. Akhirnya lagu tersebut bisa Guang-zhong selesaikan dalam 1 malam.
Suatu pagi Guang-zhong dalam perjalan ke kantor, tiba-tiba mobilnya dihadang oleh beberapa mobil. Mereka memasksa Guang-zhong keluar dari mabil dan segera memasukkan Guang-zhong ke mobil lain. Guang-zhong mencoba memberontak, tetapi orang-orang yang meangkapnya ternyata membawa senjata, Guang-zhong pun akhirnya pasrah saja.
Ru-yi sangat cemas karena tidak berhasil menghubungi Guang-zhong, aplagi ternyata Guang-zhong belum ke kantor. Dia takut Guang-zhong diculik lalu dibunuh. Karena semenjak peristiwa WTC runtuh, situasi di berbagai Negara termasuk di Turki sangat kacau. Semua orang saling mencurigai. Jika dilihat ada yang mencurigaka, akan langsung ditangkap.
Guang-zhong dibawa ke sebuah ruangan, dan diinterogasi berkali-kali mengenai alas an dia bisa sekolah di Libya, bisa bahasa Arab dan mempunyai teman di Palestina. Guang-zhong akhirnya mengerti bahwa orang-orang yang menangkapnya adalah polisi rahasia yang mengira Guang-zhong adalah bagian dari teroris yang melakukan penyerangan di WTC. Setelah seharian diinterogasi, Guang-zhong pun menjelaskan bahwa dia hanyalah seorang pebisnis biasa di Turki yang juga seorang insan Tzu Chi. Para polisi rahasia pun akhirnya mengetahui bahwa mereka salah mengakap orang dan Guang-zhong pun akhirnya dibebaskan.
Guang-zhong segera pulang ke rumahnya dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Guang-zhong pun sempat melaporkan kejadin itu kepada Master. Master bilang “Kamu telah terkejut” Akhirnya di dunia Tzu Chi muncul berbagai versi mengenai cerita itu.
Tapi tidak ada yang tahu setelah kejadin itu sebeanrnya Guang-zhong sering terbangun karena bermimpi buruk.
Gua-qi kembali menelepon guang-zhong meminta agar Guang-zhong bersedia menyanyikan lagu “Menebar Cinta Kasih Ke Dunia” bersama Ru-yi dan Kai-kai.
Quote:
|
Drama ini untuk mengenang cinta kasih kepada sesama yang melampaui negara, suku dan agama.
|