Soeharto sebagai Pahlawan Nasional: Layakkah?
Kemarin malam (5 Jan) gw nonton "Janji Wakil Rakyat" di tv**e. Topik yg dibahas adalah tentang usulan Gus Dur dan Pak Harto untuk menjadi Pahlawan Nasional. Well, tentu ada pro dan kontra dalam acara tersebut. Ada Fuad Bawazier dan beberapa Anggota DPR (ketua fraksi, dll.) yang setuju akan hal tersebut. Ajaibnya, hanya satu orangyaitu Anhar Gonggong, seorang sejarahwan/akademisi, yang kurang sependapat dengan narasumber lainnya.
Saya tidak akan membahas tentang Gus Dur (alm.); masih perlu banyak referensi yang harus saya baca untuk mengambil sikap menentang atau setuju. Tapi yang ingin saya bahas kali ini adalah tentang kelayakan Suharto menjadi Pahlawan Nasional.
Sebelum melangkah jauh mari lihat apa yang dimaksud dengan Pahlawan Nasional menurut situs Sekretariat Negara Republik Indonesia.Setelah itu mari kita simak satu per satu butir yang dikemukakan di atas dan membandingkan dengan apa yang telah dilakukan Jend. Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto.
- Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada seseorang warga negara Indonesia yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan dan berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara.
- Tindak Kepahlawanan adalah perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya.
- Nilai Kepahlawanan adalah suatu sikap dan perilaku perjuangan yang mempunyai mutu dan jasa pengabdian serta pengorbanan terhadap bangsa dan negara.
- Keluarga Pahlawan adalah suami/isteri (warakawuri) pahlawan, anak kandung, anak angkat yang diangkat berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, orang tua apabila Pahlawan yang bersangkutan belum/tidak berkeluarga.
Untuk butir pertama, disebutkan bahwa kualitas yang harus dimiliki (Pahlawan Nasional) adalah jasa luar biasa atas kepentingan bangsa dan negara. Kembali lagi pada acara "Janji Wakil Rakyat", Pak Gonggong membuat contoh tentang apa yang dimaksud dengan Pahlawan. Soekarno dan Hatta (sebagai contoh Founding Fathers sekaligus Pahlawan Indonesia) memiliki prestasi luar biasa sehingga mereka bisa saja diajak Belanda untuk "kerjasama" sehingga tidak perlu lagi payah2 memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan bisa hidup enak berleha2 dalam gelimang harta tanpa ancaman penjara atau lainnya. Tapi apa yang mereka pilih? Soekarno dan Hatta malah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka meninggalkan kenikmatan yang bisa saja mereka nikmati kalau mereka mau bergabung dengan Belanda. Inilah yang dianggap kualitas pertama tadi.
Nah, sekarang mari kita lihat keluarbiasaan yang dihasilkan Soeharto. Hmmm... apa ya? Swasembada beras? Well, Indonesia adalah negara agraris. Kalau tidak swasembada berarti ada yang salah dengan pemerintahan kita. Kalau swasembada, ya, itu memang layak dan sepantasnya. Negara tropis dengan tanah subur gitu lo!! Kalau Chippers lain mau menambahkan prestasi luar biasanya, silahkan saja.
Untuk butir kedua, dikatakan "... perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani ..." Saya akan menyoroti korupsi yang dilakukan beliau.Former President Suharto of Indonesia tops the all-time corruption league table, an anti-graft group says. (sumber: BBC News - Soharto Tops Corruption Rankings)Menurut saya, korupsi beliau tersebut (yang menduduki peringkat pertama di antara para kepala negara di dunia) sungguh bukanlah hal yang dapat dikenang/diteladani.
World's Ten Most Corrupt Leaders(sumber: infoplease.com - World's Ten Most Corrupt Leaders)
- H.M. Soeharto, President of Indonesia (1967-1998), US$15–35 billion
- Ferdinand Marcos, President of the Philippines (1972–1986), US$5–10 billion
- Mobutu Sese Seko, President of Zaire (1965–1997), US$5 billion
Belum lagi kasus pelanggaran HAM yang beliau lakukan pada masa pemerintahannya (1965-1966). (sumber: Cribb, Robert. Unresolved Problems in the Indonesian Killings of 1965-1966. Caliber: Journals of The University of California Press dan Pilgers, John. The New Rulers of the World: Indonesia. Yang butuh link Pilgers silakan PM gw.)
Butir ketiga menurut saya membahas nilai kepahlawanan yang adalah kualitas yang telah diungkapkan pada butir pertama. Butir keempat tidak saya bahas karena judul thread ini hanya membahas Soeharto.
Jadi, Anda sekalian sudah tahu pendirian saya. Saya SAMA SEKALI TIDAK SETUJU jika SOEHARTO diangkat MENJADI PAHLAWAN NASIONAL. Bagaimana pendapat Chippers sekalian?
further reading:
Wikipedia: Soeharto
Fadjroel Rachman's House: Fadjrouel: Soeharto Pahlawan Nasional?
Antara News: Fraksi Golkar Usulkan Gelar Pahlawan Nasional unuk Soeharto




yaitu Anhar Gonggong, seorang sejarahwan/akademisi, yang kurang sependapat dengan narasumber lainnya.
Reply With Quote


(peringkat 1 dalam penghasilan pribadi)
)













Bookmarks