Untuk output file DTP, saran saya, apapun software yg kamu pakai (ya software DTP tentunya), bisa langsung kamu gunakan untuk output separasi/bw, dengan catatan, sepanjang software yg dipakai ada juga di suplier yg bersangkutan. Misal, kamu pakai Quark Xpress, ya di sana harus ada juga, dan versinya harus sama. Kamu bisa pakai apa aja, Quark Xpress, Corel, InDesign, Illustrator, PageMaker, atau Freehand.
- Untuk persiapan output, sebaiknya, siapkan file2 image yg akan dilink dalam resolusi Hi-Res.
- Cek semuanya dulu, antara lain, image harus diconvert jadi CMYK.
- Cek font (huruf), sebaiknya untuk keamanan, convert dulu jadi path (outline). Tapi, kalau kemungkinan kamu tau bahwa ada kemungkinan akan diedit lagi di tempat output, sebaiknya huruf jangan diconvert, tapi biarkan live editable, dan sertakan font2 yg kamu pakai.
- Cek overprint atau tidak
- Cek warna2 yg dipakai apakah masih RGb atau sudah CMYK. Cek juga warna black, apakah itu Black dari RGB atau Black dari CMYK.
- Satukan semua file2 layout, image, dan font juga petunjuk (note) dalam satu folder.
Ingat, dalam satu folder. Supaya semuanya tetap dalam kondisi link, dan juga tidak missing font.
- Pertimbangkan LPI (Line Per Inch) mau pakai berapa. Biasanya itu tergantung dari jenis kertas yang akan dipakai, sebagai panduan:
- LPI 65 sampai 85 untuk kertas koran (uncoated paper)
- LPI 133 biasanya untuk kertas HVS (uncoated paper)
- LPI 150 sampai 175 biasanya untuk kertas Art Paper, Matte paper, atau coated paper.
- Pertimbangkan pula Screen Angle-nya dari masing2 warna
-Sebaiknya konsultasi dan terus berkomunikasi dengan pihak suplier, baik itu separasi atau percetakan yg bersangkutan.
- Kalau mau output dengan pertimbangan security atau keamanan data, sebaiknya gunakan format PDF saja, bisa kamu customize security levelnya dan bisa berikan password.
Segitu dulu infonya, soalnya saya harus pulang nih

Semoga bermanfaat.
Thanx.
Bookmarks