[Testimoni] WD My Drive My Life
Welcome guest, is this your first visit? Create Account now to join.
  • Login:

Welcome to the CHIP Forum.

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.

Closed Thread
Page 1 of 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 LastLast
Results 1 to 10 of 110

Thread: [Testimoni] WD My Drive My Life
  
Bookmark and Share

  1. #1
    Join Date
    Apr 2005
    Location
    /home/patpat
    Posts
    1,486
    Thanks
    0
    Thanked 1 Time in 1 Post
    Rep Power
    18

    [Testimoni] WD My Drive My Life



    [Testimoni] WD My Drive My Life

    Member CHIP Forum semua,
    Seperti telah dijelaskan di thread ini, silahkan post testimoni Anda mengenai kebutuhan Anda akan hard disk dengan kapasitas besar. Apa kebutuhan keseharian Anda sehingga Anda layak menggunakan hard disk 1 Terrabyte dari Western Digital. Tuliskan semuanya disini.

    Jangan lupa untuk membaca aturan dan diskusi di thread tersebut. Thread ini sendiri khusus untuk memposting essai dari member, post lain akan dihapus.

  2. #2
    Join Date
    Dec 2006
    Location
    bolak balik kantor - rumah - depan komputer
    Posts
    5,705
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Re: [Testimoni] WD My Drive My Life



    Yang jelas kebutuhan hard disk makin besar bagi saya yang hobby maen Game. Bayangkan saja sekarang untuk 1 buah game saja sudah membutuhkan space lebih kurang 5-10 Gb.

    Belum lagi kebutuhan untuk backup installer game tersebut, karena saya tidak mau kalau installer tersebut rusak karena sering dipakai, mau tidak mau kita harus buat backup image, dan itu pun termasuk backup image dari operating system installer. Ditambah lagi hobby saya yang suka mencoba-coba berbagai operating system, dimana saat ini saja ada 4 operating system yang bercokol di computer saya. Di computer saya saat ini saja sudah terinstall Operating System sebagai berikut : Windows XP, Windows Vista, Windows 7 dan Ubuntu 9.04. Jadi saat ini memang kebutuhan hard disk yang berukuran raksasa sudah menjadi kebutuhan wajib bagi kita penggemar IT.

    WHY WDC?
    Nah ini mungkin ada yang sebagian bilang masalah selera, kalo saya sih bukan masalah selera, tapi karena saya memang sudah pernah nyoba hampir semua merk hard disk yang bereda di Indonesia, dari dari sekian merk tersebut memang WDC yang paling pas untuk kebutuhan saya... Suhu-nya adem, ga berisik dan kayanya WDC sudah berhaisl menghilangkan image buruknya dimasa lalu.

    Saya sendiri dulu pernah takut make WDC karena image buruknya di masa lalu, dimana WDC terkenal panas dan berisik, sehingga mengakibatkan hard disk menjadi cepat rusak. Namun saya pada akhirnya nekat mencoba lagi WDC, dimana WDC yang pertama kali saya coba adalah WDC IDE 80 Gb, sempet ragu juga saat ingin mencobanya karena pada saat saya memegang hard disk WDC tersebut, ternyata hard disk tersebut enteng sekali, berbeda dengan merk lainnya dengan kapasitas yang sama, namun akhirnya saya nekat dan tetap memakai hard disk WDC.

    Dan akhirnya kenekatan saya berbuah manis, ternyata apa yang saya takutkan selama ini tidak terbukti, WDC yang saya coba itu awet sampe sekarang di computer temen saya, padahal umurnya dah sekitar 4 tahun. Sejak saat itu kalau temen-temen saya minta tolong untuk dirakitkan computer, bagi yang menyerahkan sepenuhnya spek computernya itu kepada saya, saya selalu memasukkan hard disk WDC ke dalam computer tersebut, kecuali bagi yang sudah minta merk lain. Itu pun saya tidak langsung menyerah begitu saja, tetap dicoba untuk merubah pandangannya tentang WDC.

    Saat ini hard disk WDC pun tetap menjadi andalan dalam computer saya, dimana WDC saya percayakan untuk menampung data-data penting saya, baik data kantor maupun data pribadi. Apalagi saat ini WDC sudah menyediakan beberapa varian dari hard disk-nya, dimana varian tersebut menurut saya adalah bentuk keperdulian WDC terhadap penggunanya, yang menginginkan hard disk yang hemat energi, cepat dan berkapasitas raksasa serta yang tidak kalah penting adalah harganya yang sangat bersaing dengan merk kompetitor.

    Ditambah lagi dimana saat ini hampir semua lini pekerjaan selalu tergantung kepada yang namanya computer, dimana tidak ada perkerjaan saat ini yang tidak menggantungkan kelancarannya pada computer, dan salah satu hardware yang penting selain processor dan memory dalam computer, menurut saya adalah hard disk, dimana rasa aman dan nyaman bagi kita dalam menyimpan data sangatlah diperlukan. Kita tidak mungkin mempercayakan media penyimpanan data kita kepada merk yang tidak dapat diandalkan dan dipercaya. Dan salah satu merk media penyimpanan yang dapat diandalkan dan dipercaya saat ini adalah WDC, dimana seperti yang sudah saya sebutkan di atas, bahwa WDC dapat mengerti keinginan kita para penggunanya terhadap kebutuhan media penyimpanan yang bukan saja semakin besar, tetapi juga dapat diandalkan dan dapat dipercaya.

    So, Do You still affraid to use WDC? I'm not.
    Last edited by jk10674; 17-07-2009 at 23:08.

  3. #3
    Join Date
    Aug 2004
    Location
    Batam
    Posts
    282
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    15

    Re: [Testimoni] WD My Drive My Life



    Pertama kali saya mempunyai PC dari jerih payah keringat sendiri adalah Pentium III dengan harddisk (HDD) berkapasitas 120GB sekitar 10 tahun lalu. Sebelumnya sih masih nebeng sama punya kakak. Betapa bangganya saya waktu itu karena PC kakak saya saja HDD nya masih berkapasitas 20GB.

    Karena belum sadar atau belum paham dengan management file di HDD, maka semua folder dan file masih saya simpan dalam 1 partisi. Jadi partisi Windows, Program, Dokumen, Temporary, Sumber (kumpulan program-program menarik yang berasal dari berbagai sumber, misal CHIP CD, DVD, hasil download, dsb), folder Multimedia bahkan folder Private seperti dokumen email, kumpulan link-link penting, data korepondensi, dokumen pekerjaan kantor yang dilembur di rumah yang bersifat confidential bahkan program hasil karya sendiri (makro, source program aplikasi) juga masih dalam 1 partisi.

    Akibat belum diterapkannya management file, saya mengalami kejadian yang sangat merugikan saya. Akibat seringnya listrik PLN (PLTD) padam secara mendadak (belum punya UPS, padahal sudah memakai stavol), lama kelamaan berakibat HDD saya berbunyi "klik klak" (saya belum menyadari waktu itu) dan tak sampai 1 bulan HDD "mati total", tak bisa dideteksi apalagi diakses, baik melalui BIOS atau Windows, termasuk ketika dijadikan sebagai Slave.

    Ya, kerugian karena harga HDDnya sendiri waktu itu sekitar ± 1.5 juta rupiah. Akan tetapi terdapat kerugian yang lebih besar yang tidak dapat dihitung dengan uang, yaitu file data yang musnah tanpa sisa.

    Berarti saya harus mengumpulkan lagi data-data yang hilang, mencari-cari lagi file di kumpulan CD atau DVD yang masih saya simpan, googling link-link yang penting yang saya hanya ingat beberapa. Dan kebetulan pula CHIP waktu itu mengulas tentang tips tentang HDD, baik tuning, management file dan test hardware HDD.

    Maka setelah saya mendapatkan HDD yang baru WD2500JB, saya segera menerapkan pola management file seperti yang diulas di majalah, yaitu pemisahan partisi antara Windows, Program Files, Dokumen, temporary dan Private. Memang semula agak merepotkan karena antara folder-folder tersebut sekarang berbeda drive. Jadi sewaktu instalasi aplikasi tidak bisa lagi sembarang pencet "NEXT" tanpa melihat ke folder mana aplikasi tersebut akan diinstall. Demikian juga dengan penyimpanan file, harus menyusun ke drive dan folder mana dokumen itu disimpan dan mungkin ke depannya akan dibuka kembali tanpa perlu susah mencari-cari dimana file itu berada. Butuh kesabaran dan komitmen yang kuat.

    Seiring dengan waktu, tiga tahun lalu ternyata kapasitas 250GB masih kurang juga. Paling banyak terpakai justru folder multimedia (file backup movie dan audio, streaming audio (mp3) diikuti folder Program. Karena hapus file versi lama dan isi dengan versi yang baru sudah tidak terakomodasi lagi, maka saya putuskan untuk membeli HDD baru, yaitu:
    1. HDD 750GB, terbagi dalam partisi Windows dan partisi Program Files (2 partisi)
    2. HDD 500GB, terbagi dalam partisi Dokumen, Multimedia, Game dan Temporary (4 partisi)
    Sedang HDD 250GB yang lama saya format ulang (dicopy terlebih dulu ke HDD baru) dan saya jadikan partisi Sumber dan Private (2 partisi).

    Masalah baru muncul: salah satu partisi sudah mendekati limit "low disk space", yaitu partisi Multimedia dan Game. Resize partisi saya rasa hanyalah solusi jangka pendek.

    Kenapa saya suka menyimpan file multimedia di HDD? Karena saya merasa sayang keping CD atau DVD movie, keping PS2 atau audio original rusak karena sering diputar.
    Kenapa bukan dibackup saja di keping lain? Karena kalau saya memutar keping tersebut, maka saya tidak dapat menggunakan drive tersebut untuk yang lain.
    Jadi jalan terbaik adalah menyimpan file movie tersebut di HDD. Demikian juga dengan file rekaman pribadi dari handycam atau ponsel.
    Demikian juga dengan file audio dan foto-foto kenangan. CD Audio original suka saya convert ke mp3 dan diputar di mp3 player, saya simpan di partisi Multimedia.

    Maka mau tak mau saya harus ancang-ancang untuk mencari HDD yang lebih besar kapasitasnya, 1TB atau 1.5TB yang rencananya untuk partisi multimedia, sambil mengumpulkan modalnya terlebih dulu.

    Ternyata MANUSIA MEMANG TIDAK PERNAH MENYADARI ARTI KATA CUKUP. Berat dan susah memang untuk menerapkan kata CUKUP itu.

    Dan kebetulan pula CHIP forum mengadakan "Testimoni WD My Drive My Life", maka saya segera menuliskan "uneg-uneg saya" ini. Tentu saja dengan dengan harapan terpilih sebagai salah satu dari 30 orang tersebut.

    Selasa, 23 Juni 2009, 01:22

  4. #4
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Surabaya
    Posts
    3,157
    Thanks
    29
    Thanked 6 Times in 6 Posts
    Rep Power
    19

    Re: [Testimoni] WD My Drive My Life



    Testimonial

    Saya adalah seorang mahasiswa Informatika - Multimedia di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surabaya. Selain kuliah, saya juga sudah memulai pekerjaan sampingan sebagai seorang desainer grafis dan ilustrator untuk menambah pengalaman dan uang saku. Meski pesanan desain sering datang dari keluarga saja, teman-teman saya dan rekan orang tua juga terkadang meminta jasa saya. Diluar itu, saya juga mengikuti kompetisi-kompetisi desain di beberapa website. Mulai dari kompetisi mendesain t-shirt, hingga kompetisi lain yang tidak tentu.

    Dalam kurun waktu empat semester ini, tak terasa harddisk saya semakin sesak saja. Sesaknya harddisk saya ini berasal dari simpanan source yang menumpuk, file-file backup portfolio ( yang wajib saya simpan guna keperluan mendatang ), dan file-file desain diluar project kuliah yang saat ini sudah memakan beberapa GB. Untuk mengatasi kebosanan, hampir sepertiga space dari harddisk saya gunakan untuk hiburan seperti film, musik, dan beberapa game. Hitungan ini belum termasuk game-game yang adik saya mainkan yang saya perkiraan telah memakan lebih dari seperempat space harddisk. Selain itu, data-data sales sepanjang tahun dari Ibu saya berjumlah ratusan.

    Terkadang, teman-teman kuliah saya juga ikut “menyumbangkan” file-filenya ke harddisk saya guna keperluan tugas project berkelompok atau untuk sekedar back-up. Tidak tanggung-tanggung, file yang dititipkan berkisar antara 100MB hingga 1GB atau bahkan lebih, ini tidak mengherankan karena untuk menjaga kualitas di setiap karya cetak kami, hampir semua file kami simpan dalam format .BMP (Bitmap) yang rata-rata berukuran 30-50MB/data atau .jpg berkualitas tinggi. Mengapa harddisk saya yang menjadi "sasaran"? Karena harddisk saya yang memiliki space lebih besar, walaupun sebenarnya tidak. Hmm...Bisa dibayangkan bagaimana sesaknya harddisk saya ini, WD.

    Sekitar 2 bulan lagi saya memasuki semester selanjutnya, yang mana terdapat beberapa mata kuliah yang akan menguras kembali space di harddisk saya seperti Fotografi, Video editing, hingga Animasi 3D. Mata kuliah Fotografi bisa saya ramalkan akan menyita beberapa ratus MB atau mungkin GB dengan resolusi tinggi di setiap fotonya. Video editing sama borosnya akibat dari source/file hasil editan yang berukuran besar, hingga animasi 3D yang saya pastikan memakan 3-5GB dari harddisk saya nanti. Ini belum termasuk mata kuliah lain, ataupun project UAS yang sedang saya kerjakan sekarang.

    Jika saya terpilih menjadi salah satu pemenang, tentu saja saya dengan bangganya akan langsung memasangkan WD terbaru saya ke komputer untuk mencobanya, dan dengan bangga memamerkannya kepada teman-teman saya yang sering berkunjung. Mungkin tidak akan ada lagi ucapan dari saya seperti : Sori, ke harddisk kamu aja, spaceku hampir penuh” atau “Waduh, harus ada yang di-delete dulu nih supaya cukup”. Apabila ada teman saya yang menanyakan bagaimana saya bisa menyimpan data sebanyak itu tanpa khawatir kehabisan space, maka dengan entengnya saya akan menjawab :”Tenang, data segitu tidak ada apa-apanya bagi WD terbaru saya”, tentunya tanpa berharap mendapatkan titipan data darinya. ^_^.

    Ada sedikit tambahan, keyakinan teman-teman saya (termasuk saya sendiri) untuk membeli dan memakai harddisk berukuran 1Terrabytes jujur saja, kurang. Sehingga, kebanyakan dari kami lebih memilih membeli harddisk bekapasitas lebih kecil tapi berjumlah banyak. Misalkan daripada membeli 1Terrabytes, kami lebih memilih membeli dua buah harddisk berkapasitas 500GB. Alasannya sederhana : "apabila mengalami masalah maka harddisk lainnya masih bisa digunakan". Sebagai konsumen mungkin kekhawatiran tersebut masih wajar.

    Mendengar produsen harddisk ternama seperti Western Digital ingin membagikan harddisk 1Terrabytes, bahkan 2Terrabytes secara cuma-cuma, hati saya menjadi bahagia sekali. Karena sebenarnya saya ingin meyakinkan diri dan teman-teman saya bahwa 1Terrabytes atau bahkan 2Terrabytes sudah aman dan nyaman digunakan, secara memakai 2buah harddisk disisi lain memboroskan daya dan harganya lebih mahal. Mungkin sekian testimonial dari saya, besar harapan saya agar menjadi salah satu member yang WD dan CHIP pilih.


    Terima Kasih.
    Last edited by Vioncee; 18-07-2009 at 12:04. Reason: Ada sedikit hal yang terlewatkan.


    Review Camcorder Terbaru dari SONY yang Dilengkapi dengan Projector !
    Sony DCR-PJ5E

    Review Flashdisk Transcend Mungil nan Kuat
    Transcend T3S

    Review HDD Portable terbaru Buffalo dengan dukungan USB 3.0
    Buffalo MiniStation 1TB 3.0 (PCTU3)


  5. #5
    Join Date
    Nov 2008
    Posts
    1
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Re: [Testimoni] WD My Drive My Life



    Saya menggeluti bisnis photography dan videography, saat ini semua masih saya lakukan sendiri dengan 1 komputer saya, untuk membuat satu photo dengan design collage pada photoshop dengan ukuran 20 cm X 25 cm bisa menghasilkan sekitar 50MB, itu untuk satu photo padahal untuk sebuah project saya minimal 20 photo berarti saya membutuhkan setidaknya 1GB. Kemudian untuk video saya membutuhkan setidaknya 18GB untuk durasi 90 menit video dalam format AVI untuk saya proses dalam Pinneacle 11, dan dalam prosesnya Pinneacle 11 juga membutuhkan temporary memory di hardisk setidaknya sekitar 10GB untuk project DVD, dan kita akan membutuhkan 4GB untuk hasil video dalam format DVD, betapa besarnya kebutuhan hardisk untuk pekerjaan sehari-hari saya. Berbeda dengan masa lalu ketika pertama kali saya membeli PC Pentium I 166 dengan Hardisk 2GB, sangat-sangat ukuran besar pada saat itu, tapi saat ini ukuran tersebut bisa ada dalam genggaman kita bahkan menjadi gantungan kunci motor atau mobil kita.

  6. #6
    Join Date
    Nov 2004
    Location
    Tangerang
    Posts
    1,684
    Thanks
    2
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    20

    Re: [Testimoni] WD My Drive My Life



    Kira-kira 10 tahun yang lalu saya mengenal dunia komputer, begitu tertariknya saya dengan komputer hingga saat ini masih terus update dengan hal-hal yang berbau komputer, walaupun tidak se-intens dulu ketika masih duduk di bangku SMA dan perkuliahan. Ya maklum saja sekarang banyak waktu tersita untuk pekerjaan.

    Harddisk komputer pertama saya, kira-kira pertengahan tahun 1997an hanya mempunyai kapasitas 4,3GB, dan saat itu sudah sangat cukup untuk menampung file-file semasa sekolah dulu, dan beberapa jenis game tentunya. Lambat laun dengan seiring pertumbuhan teknologi akhirnya saya harus upgrade juga ke kapasitas yang lebih besar lagi. Oh ya, sebagai kenang-kenangan harddisk pertama saya masih saya simpan dan masih berfungsi dengan baik.

    Sekarang saya bekerja di perusahaan swasta yang bergerak bidang medical engineering, kerjaannya mengurusi alat-alat medik, khususnya alat-alat medical imaging seperti CT Scan dan MRI, dari mulai melakukan service hardware sampai software merupakan cakupan kerja saya sehari-hari. Tidak jauh-jauh dari kecintaan saya dengan dunia komputer rupanya. Kesulitan saya adalah jika harus berhadapan dengan masalah software, dimana saya harus melakukan backup data-data pasien yang ada pada sistem tersebut. Karena data pasien adalah sesuatu yang sangat berharga bagi customer. Kalau data-data tersebut sampai hilang, aduh matilah saya. Dan masalah lainnya adalah media backup yang sangat minim pada umumnya di rumah sakit, tidak semua rumah sakit memiliki PACS (Picture Archive System) untuk mem-backup data-data pasiennya. Ya jalan satu-satunya saya harus menyediakan media backup pribadi yang cukup untuk mem-backup sementara data-data pasien itu dengan aman. Sudah beberapa harddisk berukuran besar saya miliki namun rasanya belum cukup untuk memenuhi tuntutan kerja saya sehari-hari, beberapa harddisk juga telah rusak karena secara terus menerus digunakan untuk bekerja dalam keadaan ekstrim menurut saya. Sebuah RAW data bisa mencapai puluhan Megabytes, dan saya harus menggunakan beberapa harddisk untuk bisa membackup semua data-data tersebut. Akan memudahkan bila saya mempunyai satu buah harddisk yang kapasitasnya besar, karena sebelumnya saya belum pernah mencicipi harddisk berukuran 1TB. Wow besar sekali bagi saya untuk ukuran harddisk 1TB, karena harddisk paling besar yang saya miliki saat ini hanya 120GB saja.

    Di samping pekerjaan saya tersebut, saya juga menekuni dunia fotografi dan image editing. Ya walaupun tidak mau terjun serius di dalamnya, hanya sebagai hobi saja. Hasil jepretan dari kamera saya juga lambat laun bertumpuk menjadi sangat banyak, sayang juga kalau mau dihapus demi menambah kapasitas harddisk. Ya karena banyak momen-momen yang terlalu bagus untuk dilupakan. Sering juga mendapat tawaran untuk foto-foto acara wedding atau mengikuti beberapa kontes fotografi dan hasilnya lumayan juga untuk menambah uang saku semasa jaman kuliah dulu.

    Perkembangan software juga makin pesat, software-software image editing makin menggerogoti kapasitas harddisk yang saya miliki saat ini, ada beberapa software image editing yang saat ini menancap di komputer saya karena memakai satu atau dua software untuk image editing tidaklah cukup untuk memuaskan dahaga, bukan begitu? Belum lagi ditambah dengan fitur Windows Update yang tiap hari melakukan update via internet, maka makin sempit lah ruang bernafas bagi harddisk saya. Ditambah lagi saya harus berbagi space harddisk dengan adik, di mana dia suka sekali dengan game-game yang tidak kecil ukurannya dan juga berhadapan dengan koleksi file-file multimedianya, dari mulai MP3 sampai format DVD. Ya memang sarana paling baik untuk menyimpan koleksi file-file multimedia ya di harddisk, karena jika disimpan di media seperti DVD atau CD akan sangat banyak jumlahnya dah tidak ekonomis.

    Rencananya sih kalau mendapatkan harddisk dari WDC dan Chip akan saya gunakan untuk menunjang pekerjaan saya sehari-hari dan harddisk-harddisk berukuran kecil yang lainnya akan saya gunakan untuk menambah kapasitas di PC.

    Akan sangat membantu saya terutama dalam pekerjaan bila mendapatkan harddisk lagi dengan kapasitas yang besar. Membantu pekerjaan saya, dan juga membantu saya untuk menyalurkan hobi saya dengan dunia fotografi dan image editing.



  7. #7
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    masih di bumi
    Posts
    414
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    9

    Re: [Testimoni] WD My Drive My Life



    Saya pertama kali memiliki computer adalah sekitar 6 tahun yang lalu ketika saya duduk di bangku sma kelas 2. Pada waktu itu komponen computer yang ada dalam PC masih sangat standar demikian pula kapasitas harddisknya hanya sebesar 40 GB. Pada saat itu kapasitas harddisk 40 GB terasa besar dan mencukupi kebutuhan saya dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah dan hiburan seperti game ringan, film dan lagu. Semakin lama kapasitas harddisk itu terasa sempit karena banyaknya file dan aplikasi yang disimpan didalamnya semakin lama semakin besar terutama aplikasi masa kini yang membutuhkan ruang di harddisk lebih besar dari pada beberapa tahun yang lalu.

    Ketika masuk ke bangku kuliah tingkat 2 saya mengupgrade komputer dan kapasitas harddisk menjadi 250 GB untuk memenuhi kebutuhan yang sudah tidak mampu ditangani oleh harddisk 40 GB. Di dalam harddisk tersebut tersimpan file-file kuliah, file hiburan seperti film, music dan game. Harddisk itu dengan cepat penuh terisi apalagi ketika berada di tingkat 3 ketika diharuskan untuk mengambil mata kuliah yang berhubungan dengan citra satelit digital dan citra digital foto udara yang filenya sendiri dapat mencapai beberapa ratus megabyte karena file tersebut berukuran ribuan kali ribuan piksel dalam format tidak terkompres seperti tiff, karena tidak ada pilihan lain untuk mengompres file tersebut karena bila dikompres maka kita akan kehilangan informasi piksel tersebut dan tidak dapat diolah dengan software. Untuk mengatasi kekurangan tempat tersebut saya terpaksa menghapus file-file lainya seperti file-file film, music, ebook dan games yang telah dikumpulkan dengan susah payah didapatkan selama bertahun-tahun. Terkadang games yang baru beberapa jam dimainkan terpaksa diuninstall untuk menyimpan data-data tersebut.

    Beberapa software kuliah hanya berjalan pada sistem operasi linux karena sifatnya yang gratis karena bila menggunakan software yang berjalan pada windows harga aslinya mencapai ratusan bahkan ribuan dolar. Hal ini mengharuskan saya untuk menginstal sistem operasi linux pada harddisk tersebut. Jadi satu harddisk diisi oleh dua sistem operasi. Dua sitem operasi pada satu harddisk dapat menimbulkan resiko bila satu sistem operasi crash maka akan mempengaruhi sistem operasi lainya dan data-data dalam harddisk. Kini harddisk saya kapasitasnya tinggal beberapa gigabyte saja yang sangat tidak mencukupi kedepannya. Padahal saya telah membackup beberapa games, film dan music ke dalam DVD-R bahkan menyimpannya pada computer teman, tetapi masih saja kekurangan space. belum lagi ancaman virus, listrik yang tidak stabil (kadang-kadang mati lampu), computer hang, restrart, crash yang dapat membuat harddisk rusak ataupun diinstal ulang padahal bayak data-data penting didalamnya. Meskipun tindakan prefentif telah dilakukan dengan menggunakan stabilizer, memakai antivirus yang update tetapi kekawatiran itu tetap saja ada. Memiliki dua buah harddisk tampaknya akan lebih baik dimana data-data yang penting tersebut dapat di backup pada harddisk kedua sehingga mengurangi resiko kehilangan data.

    Saya ada rencana untuk membeli harddisk satu lagi untuk mengatasi permasalahan ini. Bila saya mendapatkan harddisk 1 TB dari chip tentunya dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan hingga 4 kali sehingga pada harddisk tersebut dapat digunakan untuk membackup, menginstall linux, menyimpan file-file kuliah, menyimpan film, music dan games. sehingga meningkatkan produktifitas, keamanan dan kenyamanan dalam berkomputer dan menghemat pengeluaran saya karena tidak perlu membeli harddisk lagi dan uang tersebut dapat digunakan untuk membeli keperluan kuliah lainya.

  8. #8
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    CiTy oF HeRoeS
    Posts
    772
    Thanks
    1
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    11

    Re: [Testimoni] WD My Drive My Life



    -:: DUNIAKU ::=

    "Dunia".. [baca: Harddisk], ya.. sebuah "PLANET" berwarna hitam berbentuk kotak persegi yang memiliki peran vital dalam urusan data. Kembali ke jaman primitif, pertama kali membeli komputer baru pada tahun 2000 yang bersenjatakan K6 450 dan harddisk hanya 4.3 GB, "dunia" terasa begitu luas...

    Pada saat itu "Dunia" dibagi menjadi 2 "negara" [baca: partisi] besar, "Negara" untuk OS dan satu lagi untuk tempat penampungan "masyarakat" [baca: data]. Pada zaman tersebut jumlah "masyarakat" sangat sedikit dan berat tiap "mahkluk" [baca: File] juga relatif ringan sehingga cukup untuk dimasukkan kedalam kereta disket melalui jalur Floppy A:. Seiring dengan semakin padatnya jumlah pertumbuhan populasi yang semakin tidak terkendali... Menteri kependudukan sangat sering menyampaikan pesan bahwa luas wilayah "Dunia" sudah mencapai ambang batas... solusi perpindahan penduduk yang paling memungkinkan adalah migrasi ke "PLANET Cakram" [baca: CD-R / DVD-R] melalui jalur CD-Writer... Tapi apa daya... kondisi keuangan "Raja" sangat terbatas...

    Hanya dalam waktu tidak kurang dari 6 bulan, "Raja" selalu dipaksa oleh "masyarakat" untuk mencari "Dunia" yang baru, ternyata "dunia" memang tidak selebar daun kelor.

    Berbekal uang hasil pajak dari rakyat dan modal nekat ( ternyata mencari uang sangat susah... ), akhirnya berhasil mendapatkan "dunia" yang lebih luas... meskipun hanya dikisaran 8 GB. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan semakin membaiknya kondisi keuangan "Raja", diputuskan untuk memakai jalur CD-Writer dengan kebijakkan bagi "masyarakat" yang telah berusia lanjut dan tidak produktif untuk sesegera mungkin bermigrasi.

    Seiring dengan waktu pula, kisah "Dunia" sudah mencapai ambang batas... terulang kembali.

    Ternyata... di zaman modern ini, "masyarakat" didalam "dunia" semakin majemuk, bukan hanya dari golongan OFFICE dan APLIKASI [termasuk "masyarakat" GAME] tapi telah berkembang suatu "masyarakat" yang bernama MULTIMEDIA. Ya... sebuah "masyarakat" yang membutuhkan "luas tanah" yang jauh lebih besar lagi, mereka tidak segan-segan bahkan cenderung memaksa untuk membuat kita sebagai "Raja" harus melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah.

    Solusi menggunakan jalur CD-Writer tidak lagi banyak menolong, diputuskan untuk menggunakan jalur DVD-Writer. Pada saat awal pelaksanaan tidak memiliki hambatan yang cukup berarti... semakin lama... ternyata... manajemen "masyarakat" semakin kacau, "Raja" kesulitan mencari "mahkluk" yang dibutuhkan... Entah ada di "PLANET Cakram" yang keberapakah "mahkluk" tersebut berada ? Pencarian satu-persatu "PLANET Cakram" cukup melelahkan... Belum lagi... terdapat beberapa "PLANET Cakram" yang tidak dapat diakses karena termakan usia atau terkena wabah penyakit jamur...

    Kini... telah datang... dengan adanya suatu "dunia" baru.. "dunia" WD 1 Tera telah memberikan suatu kesempatan, suatu harapan, dan masa depan yang lebih baik bagi kita sebagai seorang "Raja" untuk dapat mengatur "masyarakat"-nya secara tertata, berkesinambungan dan terarah sesuai keinginan dan kebutuhan sang "Raja".

    Dengan adanya WD 1 Tera, pencarian "mahkluk" tidak lagi menjadi lama, manajemen "negara" dan "masyarakat" semakin mudah. "Raja" dengan mudahnya dapat membuat suatu "Negara" yang sesuai dengan kondisi dan tipikal "masyarakat"-nya. "Masyarakat" MULTIMEDIA tidak lagi memaksa sang "Raja" untuk melakukan ekspansi. Akses perjalanan yang cepat dan terstruktur menjadi poin utama dari "Dunia" baru.

    Saya.., atas nama para "Raja" mengucapkan terima kasih kepada WD yang telah menciptakan "dunia" yang telah lama dimimpikan dan dinantikan ini,

    Sekali lagi.. terima kasih... WD
    Last edited by DaRk KniGhT; 24-06-2009 at 11:53. Reason: Salah ambil file.. :D Maaf..


  9. #9
    Join Date
    Aug 2004
    Location
    Makassar, Indonesia
    Posts
    2,742
    Thanks
    4
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Rep Power
    24

    Re: [Testimoni] WD My Drive My Life



    Kebutuhan untuk sebuah Media penyimpanan Data yang besar adalah sebuah kebutuhan yang utama bagi setiap individu maupun perusahaan di masa sekarang ini, dan teknologi internet yang berkembang pesat sekarang ini membuat setiap orang dengan mudah mencari dan menyimpan data yang didapat dari internet hanya dalam hitungan detik. Karir profesional pertama saya adalah sebagai seorang EDP (Electronic Data Procesing) dimana saya bisa melihat bagaimana pesatnya data yang diolah dan dikumpul sehingga kebutuhan upgrade Hardisk secara rutin sebagai media penyimpanan data adalah mutlak.

    Dan sekarang ini saya bekerja sebagai Internal Audit, dimana saya menangani data-data dari berbagai kantor cabang perusahaan saya, dimana setiap hari ada saja data-data yang dikirim lewat e-mail untuk diperiksa dan diolah kembali seperti data-data penjualan, surat-surat referensi dan dokumen-dokumen digital lainnya, dan data-data tersebut harus selalu di backup dan tidak boleh terhapus, dan data-data tersebut terus bertambah dalam hitungan hari, Selain itu latar belakang saya di bidang IT membuat saya dipercayakan juga untuk menangani masalah IT di kantor pusat dan kantor cabang, salah satunya adalah melakukan backup pada setiap data-data penting di komputer Server dan masing-masing komputer client sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti data terhapus atau rusak terkena virus misalnya, bisa di restore kembali. Bagi setiap individu atau perusahaan kehilangan data adalah sebuah bencana besar. Jadi sebuah hardisk dengan kapasitas besar adalah kebutuhan utama buat saya, selain itu hobby di bidang IT juga turut andil dalam penggunaan kapasitas hardisk saya baik itu dikantor maupun di rumah, dimana semua data digital,koleksi software serta koleksi file multimedia saya simpan di hardisk karena lebih aman dan lebih mudah dalam pengelolaannya dibandingkan dengan media penyimpanan lainnya.

    Jadi melihat kebutuhan saya tersebut, mendapatkan sebuah hardisk dengan kapasitas besar seperti Wastern Digital 1 Terrabyte adalah idaman saya dan bagi saya setiap byte data yang tersimpan dalam hardisk saya mempunyai nilai yang sangat berharga, sangat disayangkan jika harus menghapus koleksi data-data lama hanya gara-gara keterbatasan kapasitas penyimpanan pada hardisk,tapi dengan adanya hardisk berkapasitas besar seperti Wastern Digital 1 Terrabyte saya tidak perlu lagi kuatir jika harus mengalami kekurangan space untuk penyimpanan data,aplikasi dan koleksi file multimedia saya,setidaknya untuk waktu yang cukup lama. Selain itu dengan adanya Hardisk Western Digital 1 terrabyte membuat saya bisa menghemat tempat dan port IDE pada komputer saya, karena saya tidak perlu lagi menggunakan banyak hardisk untuk keperluan penyimpanan data jadi otomatis juga lebih praktis.
    Last edited by ridsa; 19-07-2009 at 21:17.

  10. #10
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    Cibubur
    Posts
    2,397
    Thanks
    5
    Thanked 1 Time in 1 Post
    Rep Power
    16

    [Testimoni] WD My Drive My Life - How big is your happiness?



    How big is your happiness?
    Memang benar, bahwa diantara budaya yang muncul di masyarakat Indonesia, ada satu yang tidak pernah berubah, yaitu masyarakat kita menganut faham panutan. Siapa yang mengikut siapa. Apa mengikut apa. Dan seterusnya, dan seterusnya.

    Paman saya adalah panutan saya. Apa yang dia lakukan, saya ingin menirunya. Saya belajar apa yang namanya computer dari beliau. Saya belajar fotografi dari beliau. Saya belajar merakit mainan, juga dari beliau. Saya masih ingat, sejak kapan saya mengenal apa yang namanya Hard Disk. Saya selalu bertanya-tanya, “ Mengapa teknologi yang ada di kamarnya, seolah-olah selangkah lebih maju dari yang ada pada umumnya?”, ternyata beliau punya prinsip, bahwa kita harus selalu selangkah lebih maju untuk bisa mendidik diri kita menjadi orang yang lebih berhasil. Tidak harus lebih kaya, tetapi lebih bahagia.

    Dan sejak saat itu, saya mulai bertekad untuk mengikuti langkah beliau. Masuk kuliah, saya memilih jurusan IT Multimedia, demi menyeimbangkan kecintaan saya akan dunia computer dan grafis. Dan sekali lagi, saya masih ingat, di kampus, saya adalah orang pertama yang memiliki Hard Disk berukuran 6GB ( yang pada saat itu dinilai ukuran yang sangat massive! ). Teman-teman saya masih sering meledek ke saya, “Ngapain elo punya HDD sebesar itu? Buat apa?”. Saya selalu menjawab, “ Yah, kita kan ga ada yang tau, kapan kita membutuhkan space dari HDD…lagian gue seneng kok, kalau nginstall game gak pernah liat-liat isi HDD, langsung install. Gampang!” Terbukti, setelah semester itu lewat, banyak dari mereka yang sudah mulai khawatir HDD habis, sedangkan saya, Hehehehe, Masih tenang.

    Dan benar, setelah saya mampir ke rumah paman saya, beliau sudah memasang 2 buah HDD 6GB di Komputernya.

    Itu kejadian kira-kira 12 tahun yang lalu. Dan saat ini, ukuran 6GB telah digantikan 600GB yang dianggap sebagai size HDD “entry level” untuk kelas Massive HDD.

    Setelah 6 tahun berkarir di kantoran, saya memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Atas dukungan beberapa teman-teman terdekat, bahwa saya harus segera mengembangkan karir di bidang fotografi, dan saya lakukan. Dari pendukung usaha saya, salah satunya adalah persiapan Storage yang besar untuk penyimpanan data. Sekali lagi, keluarga saya juga mempertanyakan, “Untuk apa ukuran sebesar itu?” Lambat laun mereka pun mengerti.

    Dalam sekali pemotretan komersial atau project sejenis, hampir 8-12GB file digital photo RAW yang harus saya bawa pulang dan diproses, yang kemudian diserahkan kepada klien. Proses RAW ke JPEG atau ke TIFF lagi-lagi membutuhkan space HDD yang besar. Tidak jarang, kebutuhan klien mengharuskan saya untuk post-process secara design ( yang membutuhkan file Photoshop berlayer-layer atau Illustrator yang “njelimet” ). Saat ini, kebutuhan HDD yang cepat, dapat diandalkan dan memiliki daya tahan tinggi sungguh saya butuhkan, karena sudah terbukti vital untuk usaha saya. Jika kelak saya memenangkan HDD WDC 1 Terrabyte, tidak terkira nilainya dalam memperluas kemampuan saya untuk mengatur database foto-foto saya, baik yang aktif maupun untuk backup storage.

    Dan bagaimana dengan Paman saya?

    Beliau saat ini adalah salah satu fotografer panutan terpandang, yang sekali lagi, masih harus saya kejar prestasinya. Diatas langit, masih ada langit….Dan sekali lagi, di kamarnya sudah stacking berbagai ukuran HDD berterra-terra dalam konfigurasi internal RAID, external backup, lengkap dengan koneksi Firewire’nya.
    Sekarang saya tahu, dia Bahagia….Bahagiakan saya, Oh CHIP & WDC!


    Best Regards
    Last edited by Funky_Tunes; 24-06-2009 at 13:22.


 
Closed Thread
Page 1 of 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 LastLast

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts