Hi, Guys
Numpang lewat dengan review independent, secara gue ngerjain ini tanpa dukungan dan sokongan Distro manapun. Mudah-mudahan review ini dapat diterima dengan baik.
Kenapa HD4670 lagi?
Di forum CHIP sudah banyak yang me-review andalan ATI di kelas entry-level / mainstream, tapi gue punya beberapa alasan untuk melakukan ini lagi :
- Brand Powercolor tidak dimasukan kedalam test majalah CHIP. Dari beberapa card ATI yg di bawa ke ruang test CHIP edisi 03/09 kemarin, card dari Powercolor tidak diikut sertakan, padahal di US brand Powercolor termasuk salah satu brand yg favorit bagi kalangan gamers.
- Harga yg ditawarkan oleh Powercolor termasuk bersaing dengan brand yang lainnya, packaging-nya adalah salah satu favorite gue ( tidak kampungan, kayak brand “X” yg pernah gue komentarin wkt itu ), dan HSF yg ditawarkan juga pantas dengan harga yang ditawarkan.
- Rata-rata Test bed system yang digunakan reviewer disini adalah rig yang aslinya heavily-modified alias kelas enthusiast (menggunakan Procie yang bisa lancar di OC hingga 3GHz keatas atau Procie multicore yang lebih dari 2 ). Yang gue tawarkan disini adalah kondisi test dengan kondisi rig PAHE alias bukan kelas enthusiast. Jadi simulasi kondisinya bisa mirip dengan orang-orang yang menjadi target market HD 4670 ini.
Secara perlengkapan, milik pabrikan Powercolor ini, perlengkapannya biasa-biasa saja. User hanya diberikan sebuah CD instalasi ATI, buku petunjuk instalasi, adaptor DVI to VGA dan S –Video connector. Connector yang tersedia di card ini adalah Dual DVI. Sayang sekali tidak ada adaptor DVI ke HDMI maupun kabel DVI to HDMI.
HSF yang digunakan untuk PCS version menggunakan HSF Aftermarket dari ZEROtherm. Entah perasaan gue aja, tapi designnya mirip dengan HSF HD4670 milik pabrikan MSI, Palit dan Digital Alliance. Clearance yang dibutuhkan HSF ini lumayan menyita tempat, tetapi tidak sampai full dual slot. Look nice on my rig
Test Bed untuk review ini :
- AMD X2 4000+ Brisbane @ 2.4GHz
- aBit AN-M2HD Multimedia motherboard
- Corsair Twin2X 2GB kit 6400
- LG Flatron L177WSB
- Seagate HDD 160GB+320GB 7200
- Silverstone ST50EF 500w
- Philips DVD-RW SATA
- Casing Simbadda Sim-X
Salah satu alasan kenapa AMD X2 4000+nya gue rubah ke 2.4Ghz, karena yang tersebar dipasaran sekarang adalah yang versi 2.4Ghz untuk AMD X2 termurah ( 4400+ & 4600+ ;versi 2.1Ghz sudah jarang sekali yg jual ), dan sekaligus memberikan gambaran kepada user yang masih menggunakan 4000+, bahwa procie ini masih bisa di “safe OC” dibilangan 2.4GHz tanpa ada perubahan yang berarti pada voltasenya & masih menggunakan HSF standardnya. ( tanpa merubah ratio DRAM dan FSBnya dibawah 300 ).
Tanpa merendahkan merek Simbadda di simulasi ini, bahwa casing SimX adalah salah satu casing yg paling banyak beredar dipasaran & sekali lagi membuat review ini semakin realistis untuk user entry level / budget concerning. Dari segi model, ukuran, space di dalam casing serta sirkulasi udaranya, SimX memenuhi kriteria casing untuk entry level.
Mengenai monitor, berhubungan dengan max resolution yang gue pake ( 1440x900 ), ukurannya hanya 17inch ( which is, ukuran yg paling umum dari user entry level saat ini ) dan max reso’nya juga lumayan untuk LCD Monitor yg harganya semakin ideal ini. Jadi hampir semua test dibawah, gue pake 1440x900.
Sebetulnya gue ada PSU VenomRX 450W ( entry level PSU yg baik )yg sudah lebih dari cukup untuk mengangkat Rig HD 4670 ini, tapi karena keterbatasan waktu, I’ll keep my own ST50EF
Software yang gue gunakan :
- 3DMark 2001
- 3DMark 2003
- 3DMark 2005
- 3DMark 2006
- Game Oblivion
- Game COD 4
- Last Remnant Benchmark
Sorry banget, untuk sementara baru sempet test game-game tersebut, dikarenakan keterbatasan waktu. Mudah-mudahan bisa terbayang dengan kehadiran 2 game tersebut. Oblivion akan mewakili untuk game2 heavy hitters, dan COD4 mewakili game FPS secara umum.











Reply With Quote






































Bookmarks