Mau tanya, apa sih karakteristik dari hyper threading??
arsitekturnya gimana? dan apa keuntungannya?
makasih yah.. buat jawabannya....
Mau tanya, apa sih karakteristik dari hyper threading??
arsitekturnya gimana? dan apa keuntungannya?
makasih yah.. buat jawabannya....
selanjutnya bisa baca diIntel Hyper-Threading Technology
What is Hyper-Threading Technology?
Hyper-Threading technology is a process that allows an Intel Pentium 4 CPU to be viewed by the operating systems as two processors. Hyper-Threading technology allows one processor to work on two separate operations at the same time rather than one at a time.
A software program can be compiled to have two instructions processed at the same time (as is done for dual processor systems) and runs faster using hyper-threading technology. Intel also promises speed gains when two separate programs run at the same time in a multitasking environment.
http://www.infohq.com/Computer/hyper...chnology.shtml
http://www.intel.com/products/ht/hyp...ading_more.htm
Pada intinya Hyper Threading (HT) adalah teknologi dari intel corp. dimana dalam satu inti prosesor seolah - olah terdapat dua inti proc. (secara virtual/maya) dikarenakan didalam teknologi tersebut terdapat instruksi yang dapat mengakali OS sehingga seolah - olah si OS menganggap dalam sistem terdapat dua processor (dual processor platform).
keuntungannya adalah menjalankan beberapa macam aplikasi secara berbarengan (multitasking) dalam satu waktu maka proses2 tersebut akan lebih optimal karena software OS juga ikut diakali sehingga dapat mengkompile lebih dari satu proses .
Last edited by nadrexa; 26-02-2005 at 13:42.
HyperThreading dibuat karena pipeline P4 yang sangat panjang. Untuk membuat pipeline P4 well fed, maka dibutuhkan 2 buah instruksi untuk menjaganya tetap terisi.
Jadi misalnya, bila P4 ada mis-prediction, maka data akan di-flush, dan perhitungan akan diulang. Karena pipeline yang panjang, maka setelah diflush akan terjadi bubble, atau data yang hilang, dan unit yang tidak bekerja karena datanya di-flush. Karena itu dibuat 2 buah core pada P4, maksudnya adalah apabila terjadi salah prediksi, maka tempat yang kosong itu akan bisa diisi dengan instruction yang dikirim ke core kedua.
HyperThreading ini TIDAK BISA diterapkan pada core yang sangat efisien seperti Dothan, P6 architecture, atau AMD dan PowerPC processors. Karena pada processor dengan efisiensi tinggi ini apalagi dengan kemampuan branch prediction yang nyaris perfect (AMD K8 emencapai 99%, Dothan juga mungkin 98%) maka bubble amat jarang terjadi, dan seandainya terjadi pun penaltinya sangat kecil. Karena itu approach dari AMD untuk melawan HyperThreading adalah dual-core, yaitu 2 buah core "beneran". Karena bila AMD menerapkan HyperThreading, maka secondary core nyaris useless. Nyaris tidak akan ada resource tersisa untuk secondary core. Celakanya, approach dari AMD ini justru melahirkan perang baru.. multi-core war..
Dengan HyperThreading, kelemahan P4 paling utama, yaitu efisiensi yang sangat rendah bisa diatasi. Program memang jadi lebih lambat bila dijalankan berbarengan, karena kalo tidak ada bubble, maka tetap akan diqueue sebagai next single instruction seolah olah tidak ada hyperthreading. Thank God, karena efisiensi yang rendah, bubble pun terjadi cukup banyak, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai secondary virtual core dari P4. Karena itu Prescott lebih baik di multithreading, karena pipeline-nya lebih panjang. Mengenai kecepatan, bila program yang sedang memakai CPU memiliki utilisasi yang sangat tinggi, dan sangat mudah diprediksi, maka kecepatan biasanya akan turun karena resource yang mestinya diberikan maksimal harus dibagi dengan secondary core. Mengapa? Karena yang mengetahui process mana yang memiliki prioritas lebih tinggi adalah OS. Dan karena OS mengira bahwa secondary core itu adalah core "beneran", dan dia melihat primary core occupied, maka dia akan kirim ke secondary core, tanpa mengetahui bahwa keduanya akan masuk ke dalam instruction queue yang sama, dan thread kedua itu secara tidak langsung akan membebani primary core yang sudah penuh. Jadi perhitungan threading dari OS menjadi kacau.
Tetapi untuk non CPU oriented software, kayak virus scan, maka primary core tidak akan terlalu terganggu kerjanya, dan kita bisa merasakan multitasking yang lebih halus.
Jadi, nggak seperti kompile 2 process sekaligus.. secondary core hanya memanfaatkan resource yang tidak terpakai dari primary core, tetapi bila tidak ada resource, maka akan di-queue seperti layaknya single core biasa.
Sorry, gue nyerocos doang, nggak sempet confirm.. tapi bisa dicek di http://www.arstechnica.com. Coba cek di bagian P4. Ada 2 part disana.
Salute 4 Magician Euy...![]()
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks