DFI baru2 ini menemukan adanya mobo DFI palsu di pasaran Indonesia. Blm diketahui jelas apakah ini hny tjd di Indonesia. Tapi tampaknya ada kemungkinan besar barang ini juga dijual di tempat lain. Saat ini, DFI sudah mengidentifikasi 2 tipe mobo DFI palsu:
- DFI MCP73V
- DFI MCP68V
Detil paket, dokumentasi dan cetakan mobo membuat kita bertanya2 apakah org2 yg bertanggungjawab atas hal ini hanya melakukannya thd produk DFI. Bisa jadi mereka melakukannya juga pada produk ASUS atau GIGABYTE di pasaran.
Saat ini, hanya produk DFI berikut resmi yg tersedia di Indonesia. Semua produk DFI lainnya adalah barang import, atau barang bajakan:
- LANParty UT X48-T2R
- LANParty LT X48-T2R
- LANParty DK X48-T2RS
- LANParty LT X38-T2R
- LANParty DK X38-T2RS
- LANParty UT 790FX-T2RS
- LANParty DK 790FX-M2RS
- LANParty DK P35-T2RS
- Blood Iron P35-T2R
Update: Manufakturernya teridentifikasi!
Sptnya produk mobo bajakan datang dari sebuah perush Cina yg bernama J&W Tehnology. Menurut company profile mereka, J&W Technology telah menjadi "produsen mobo privat terbesar di Cina dan telah menjual lebih dari 450.000 mobo di seluruh dunia tiap bulannya". J&W Technology juga menambahkan bahwa mereka adalah salah satu leader dalam pembuatan mobo NVIDIA nForce.
Kedua mobo DFI palsu (DFI MCP73V dan DFI MCP68V) tampaknya merupakan versi modifikasi dari mobo buatan J&W tipe IN7100-HD dan JWT-N68PV.
Setelah mereka teridentifikasi sebagai produsen mobo palsu DFI. J&W Technology mengeluarkan pernyataan resmi berikut:
14 April 2008
Kepada seluruh pelanggan dan distributor J&W terhormat,
Beberapa minggu terakhir ini, kami telah menerima banyak pertanyaan dari distributor kami dan juga pelanggan OEM sehubungan adanya mobo DFI palsu yang beredar di pasaran Indonesia.
Kami telah meneliti semua informasi yang kami terima dan mengenali dari gambar2 yg ada berasal dari produk mobo kami yg berkualitas tinggi. Namun, mereka tidak pernah dilepaskan dengan brand "DFI" oleh kami. Kami mesti menekankan bahwa kami tidak pernah melakukannya dan ini adalah deklarasi resmi dari kami.
Setelah menelusuri catatan sales kami dari pasar Indonesia, kami menemukan bahwa pada Januari 2008, sebuah perusahaan bernama
"Tiga-Dimensicom" telah melakukan pembelian dengan jumlah tertentu terhadap board MCP68PV dan MCP73V dari J&W, yang menurut pengakuan mereka adalah utk kebutuhan OEM dan proyek tertentu, dan mereka juga menambahkan bahwa tidak boleh ada brand J&W pada mobo, manual, driver disc, dan BIOS pada pesanan mereka. (Note: Kami bisa memberikan bukti2 sehubungan dengan hal ini pada pihak yang membutuhkan, tapi tidak akan menunjukkannya disini).
Mobo2 ini meninggalkan pabrik kami secara legal tanpa pelanggaran apapun. Kami tidak, dan sekali lagi tidak akan mendukung tindakan ilegal apapun seperti ini.
Dalam beberapa hari terakhir, kami jg menerima laporan bahwa salah satu distributor mobo di Indonesia dan Filipina menuduh kami, J&W, telah membuat mobo palsu dengan brand "DFI". Kami disini menyatakan bahwa kami tidak, dan tidak akan pernah, memproduksi produk2 yang melanggar hak intelektual/copyright dari pihak lain. Kami hanya memproduksi produk OEM/ODM untuk pelanggan kami dengan merk mereka secara legal. Kami dengan ini juga mengutuk segala aktivitas ilegal seperti ini yang ikut mendiskreditkan nama perusahaan kami dan menghimbau mereka untuk menghentikan aktivitasnya. Kami memiliki hak utk legal action terhadap mereka.
Dengan hormat,
J&W Technology Limited
Sejujurnya, penjelasan J&W tampak sedikit meragukan. Meskipun kami tidak bisa memastikan apapun, kami bisa menemukan beberapa lubang pada penjelasan mereka.
Pertama, mereka mengklaim bahwa mereka memproduksi dan menjual mobo tanpa label/merk (termasuk asesoris) pada Tiga-Dimensicom pada Januari 2008. Tapi, jumlah mobo DFI palsu yang dijual di Indonesia mungkin jauh lebih besar dari jumlah mobo yg dipesan tsb. DFI dan distributornya di Indonesia tentu akan membandingkan jumlah keduanya tsb.
Biasanya jumlah MOQ (Minimum Order Quantity) adalah 1000 unit. Kecuali mereka yakin mampu menjual sejumlah besar mobo, adalah logis bagi Tiga-Dimensicom untuk memesan dalam jumlah kecil, beberapa ribu mobo dalam sekali pesan daripada memesan 20 atau 50 ribu mobo sekaligus. Bagaimanapun, mereka bisa tertangkap dan batal menjual seluruh stok mobo mereka.
Ada juga masalah cash flow, yang bersangkutan dengan pembayaran di muka. Membeli banyak mobo dalam sekali pesan membutuhkan jumlah cash yg banyak. Tidak ada yg akan memberimu kredit utk sebuah pembelian saja, dan bahkan bila itu bisa didapatkan, menjual mobo sebanyak itu adalah hal yg tidak bisa dilakukan dengan cepat. Singkatnya, sptnya agak tidak mungkin untuk semua operasi tsb terjadi hanya dengan melibatkan sekali order saja.
Mengenai penjelasan bahwa mobo dan asesorisnya tidak berlabel, ini hanya bisa dipercaya utk hal asesorisnya saja. Ya, barang seperti kardus, manual dan CD dapat diproduksi dengan mudah. Semua org bisa melakukannya. Namun, bila kita memperhatikan dengan teliti gambar mobo DFI MCP73V disini, kita bisa melihat bahwa logo DFI tercetak pada boardnya sendiri. Sedangkan mobo DFI MCP68V mempunyai logo DFI yang tercetak pada heatsink chipsetnya.
Adalah mungkin bagi Tiga-Dimensicom utk melakukannya tapi kami rasa tidaklah mudah bagi mereka untuk mencetak logo pada mobo dan heatsink sendiri. Bila mereka punya pihak lain yg melakukannya bagi mereka, maka itu akan membutuhkan biaya tambahan, yg sptnya bertentangan dengan fungsi pembajakan itu sendiri, yaitu menghasilkan uang sebanyak mungkin.
Tentu saja, kami hanya secara spekulatif mencari2 lubang pada penjelasan J&W, hal yg sama yg mungkin akan dilakukan pleh pihak DFI. Adalah menarik utk dilihat bagaimana respon DFI thd statement dari J&W, dan apa yg terjadi selanjutnya. Masalah ini tentu saja menarik banyak pemirsa dan kami yakin bahwa banyak produsen mobo lainnya sekarang akan mulai mencari2 di pasaran apakah ada kemungkinan mobo mereka juga ikut dipalsukan.
Bookmarks