tentu saja kalau meledak traumanya jelas akan berkepanjangan
karena itu usahakan tidak meledak dengan melakukan pengawasan yang ketat![]()
IMO , Koperasi, BUMD target market nya penerangan dan kebutuhan listrik rumah tangga daerah seperti yang bro sebutkan di Kick Andy tersebut. Sedangkan untuk Industri Dalam Negeri dan perumahan perkotaan yang dayanya >1300VA, karena membutuhkan daya yang reliable, konstan dan jumlah besar masih akan dipasok oleh pembangkit-pembangkit thermal besar, yang tidak lain swasta baik itu asing atau non asing.
Pengejawantahan UUD Pasal 33 tentang penguasaan negara di sini dimana?Sama seperti yang menyebabkan krisis di Amerika sekarang, penguasaan sistim keuangan melalui segelintir butir-butir peraturan adalah percuma. Masih perlu ada proteksi pemerintah di sisi ketenagalistrikan, dimana pemerintah bertanggung jawab secara sosial terhadap bangsa nya.
Itu kan sejarah berdirinya BATAN bro. Disebutkan reaktor serba guna, jadi bukan untuk spesifik pembangkitan. Misalnya sampai sekarang ada pun dan masihberoperasi, apakah untuk kepentingan komersial? Dan terhubung dengan transmisi yang di punyai PLN untuk disalurkan ke rumah2?
@ smiling : kalau ini sudah tidak optimis lagi, tapi sudah berburuk sangka, beda ya dengan realistis
Calon pendukung pemerintah swasta nihmembandingkan kebutuhan dasar yang disediakan oleh listrik dengan bok*p .. weww...
Masalah telkom yang tetap bersaing (walaupun dari awal sudah saya tekankan, jangan menyama ratakan satu industri dengan industri lain)Apakah ada, khusus untuk produk telepon kabel rumah, dimanapun di Indonesia. Untuk yang layanan nya sudah dilayani oleh Telkom, apakah ada yang memasang lagi jasa layanan telepon kabel rumah merk A selain dari Telkom yang sudah ada? Jadi dalam satu rumah, langganan telepon kabel Telkom dan (misalnya) Indosat. Tidak ada bukan. Karena daerah yang ada sudah dikuasai jaringannya oleh Telkom. Yang ada ialah, Telkom menggerus pasar internasional Indosat karena Telkom juga menyelenggarakan Sambungan Langsung Internasional (SLI) dan sempat terjadi kasus pelanggaran etik SLI di Wartel tidak bisa menggunakan SLI nya Indosat
Di samping itu, ada perubahan teknologi besar2an yang memungkin kan voice (dan terakhir data) bisa di salurkan melalui teknologi wirelessmaraknya handphone sampai internet unlimited. Sehingga dengan adanya teknologi itu diferensiasi produk dan handset seolah2 kesannya tidak terbatas. Telekomunikasi merupakan industri yang dari dulu sampai sekarang merupakan tarif keekonomian. Tarif Pasang Sambungan Baru (PSB) telepon kabel rumah dulu aja sampai berebut dan mahal. Sekarang, karena sudah tahu telepon rumah bukan merupakan investasi yang menguntungkan. Telkom hanya melyani
Sedangkan listrik, hanya Tuhan yang tau kapan ada wireless electricity Dari jaman listrik ada, sampai sekarang, hanya bisa disalurkan melalui kabel dengan media udara dan tidak bisa disimpan secara ekonomis.
still working very hard for everything !
Hidden
di indonesia mah jarang ada edukasi ... lihat aja tarif PLN naek melulu tanpa perbaikan disisi ketersedian listrik diluar jawa. kita kudu bayar terus .. iklan cuman suruh matiin listrik dan perangkat ga perlu ... mana ada pembelajaran mengenai daya berlebih ( pada saat pertama nyalain perangkat lebih dari 100watt : PC, kulkas, setrika, ac, pompa air ) dan daya tidak berlebih ... ditagihan sekarang cuman ada total pemakaian ( awal dan akhir pada bulan berjalan )
skarang diluar jawa pada pemadaman listrik dan berlangsung udah beberapa tahun ini, pulau jawa pun udah mendekati krisis karena kebutuhan listrik tidak diimbangi oleh supply listrik dari Pembangkit listrik
pake air? lage kemarau ...
pake genset? mahal kali
pake batubara? PLN masih ngutang tuh
masalah PLTN udah kebutuhan yang urgent menurut ane, mendekati ambang krisis listrik gini ... bisa-bisa ga bisa ngeCHIP dan server CHIP pun mati-idup tiap berapa jam = modar
makanya sumber-sumber pembangkit listrik kudu ditangani ahlinya ( swasta pun bolehlah ), biar jaringanya dari PLN ... termasuk untuk PLTN ini
---
swasta pun mudah di sindir untuk memperbaiki ( lihat aja rame-nya surat pembaca ), daripada komplain ke BUMN ...
green computing? masih pada pake VGA Haus daya semua untuk sekedar ngegame doank ....![]()
![]()
Kan sudah dijelaskan di depan, subsidi itu untuk membayar harga jual yang rendah yang di tetapkan Pemerintah. Gaji pegawai itu paling di kisaran belasan persen di anggaran perusahaan. Yang besar itu spare-part untuk pemeliharaan dan yang paling besar adalah BBM yang habis terbakar untuk merebus air.
Jangankan PLTN, teknologi PLTU buat 10.000MW saja negara ini beli. Kalau Indonesia ini sudah mulai program awal nuklir, kita pasti di awasi oleh Amerika seperti halnya Iran saat ini..![]()
Saat ini terima sajalah bahwa kita itu cuman sapi perah, bangsa konsumtif dan konsumen dari barang-barang yang boleh jadi bahan dasar pembuatannya dari negeri kita yang kaya akan SDA
Kewajiban dulu baru menuntut hak. Kalau ini sih semua orang setuju. Kalau nunggak? ya daripada punya koneksi tetapi membayarnya telat, mending di kasih ke orang lain yang membutuhkan dan yang membayarnya tidak telat. Saya kira ini berlaku umum lah.
Jangan sama seperti membeli beras jatah yang mengharapkan beras kualitas pandanwangi![]()
Last edited by simply_bre; 14-09-2009 at 10:45.
Gw jatuh hati sama yg ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Biogas_powerplant
Coba setiap kota di Indonesia punya ini, kota bersih listrik murah. Dicouple dgn dinas kebersihan dapet 2x keuntungan tuh, bahan bakar gratis (dibayar lagi) plus listrik. Ga perlu bakar2 batubara, ga perlu pusing2 dgn limbah nuklir 20 tahun lagi. Nuklir emang menggiurkan, karena murah tapi gimanapun suatu saat kita pasti deal dgn limbahnya yg super berbahaya tapi ga bisa diapa2in kecuali ditimbun sambil berdoa semoga ga ada apa2 dalam jangka waktu puluhan ribu tahun.
Green energy? here it comes... Do you dare?![]()
berarti semua limbah domestik di seluruh rumah dan bangunan harus di kumpulkan jadi satugak kebayang deh membangunnya gimana
![]()
![]()
IIRC di beberapa peternakan limbah domestik seperti ini sudah dikumpulkan, dan pemanfaatan biogas nya hanya sebatas urusan dapur ngebul saja. Tidak dalam skala besar.![]()
ah ada kok yang dipake buat genset, sepupu saya buka usaha bisnis di bidang ini. Lumayan dari desa yang ga berlistrik jadi ada lampunya![]()
Yup Bro, emang akan membutuhkan ruang yg sangat besar, tapi sama aja kan dengan ruang untuk TPA kayak bantar gebang? "Reaktor"-nya ga harus super gede, tapi gede2 dalam jumlah banyak. Malah bagus karena malah bisa menjamin kontinuitas ketersediaan suplai gas ke generator listrik karena bisa dioperasikan dgn mode batch semi-kontinyu. Wow... ayo Indonesia, masa kalah sama India... malah India bisa produce CNG (Compressed Natural Gas) lho... Ayo, kita lawan sugar mill India dgn Sh*t mill Indonesia. Hahahaha...
http://news.mongabay.com/bioenergy/2...e-bio-cng.html
gua kaya gini cuma bisa pasrah
apa kita persilakan pemerintah menaikan harga listrik aja?
mampus... mampus deh...![]()
Tashikame aeru kotoba wo kurete kamisama arigatouThank you God for giving us words so that we can understand each other
WD used to be a great hard drive company. Until they took an arrow to the knee.
Kalo para developer yg mbangun perumahan mau sedikit berimprovisasi
bisa aja dilaksanakan, setidaknya dlm 1 kompleks perumahan dibuat septic tank terpusat.
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks