merk CONSTANT saya juga nggak pernah tau.
dengan duit segitu kalo saya pribadi pilih SANWA aja.
kalo ambil merk nggak jelas, sekalian yg 50rb-an aja, trs kalo ga cocok dikalibrasi.
tapi sebaiknya kita dengar pendapat yang lain dulu.![]()
merk CONSTANT saya juga nggak pernah tau.
dengan duit segitu kalo saya pribadi pilih SANWA aja.
kalo ambil merk nggak jelas, sekalian yg 50rb-an aja, trs kalo ga cocok dikalibrasi.
tapi sebaiknya kita dengar pendapat yang lain dulu.![]()
Emang otaknya buatan Intel yang harus lewat IBT dulu ? Jadi kalau pusing2, di RMA gitu ? he..he..
Hitung2an diatas sudah benar, hanya kalau lain resistor, mungkin lain lagi kemampuan watt-nya, jadi harus tahu dulu dari pabrik nya itu resistor 0.1 Ohm kamu itu berapa watt ?
Dari sana baru tahu maximum yang aman berapa amper yang bisa lewat, makanya kalau resistor2 itu selain ohm, ada juga attribut berapa wattnya, barulah dipakai rumus diatas. Kasus resistor 0.01 Ohm kamu itu kan sudah jelas2 dari pabrik bilangnya ini resistor 3 watt.
Jadi kembali ke pertanyaannya, kalau resistor nya XXX Ohm, berapa arus maximal yang lewat ? Maka jawabannya kita tidak tahu kalau dari pabrik sendiri tidak kasih tahu. Makanya itu resistor2 ada ukuran2nya misalnya 1/8, 1/4, 1 watt, 20 watt dstnya.
Boleh juga, pakai parallel resistor 1 Ohm sebanyak 10 biji untuk jadi satu resistor 0.1 Ohm, dan sebisanya pakai resistor yang 1%, karena kuatirnya tidak begitu presisi. Biasalah, resistor2 sekarang, walaupun yg bukan jenis carbon, tapi yang jenis metal film yang "KATANYA" sudah 1%, tetap dari pengalaman2 masih kurang bisa dipercaya.
Kalau soal mengenai watt 0.1 ohm yang terbuat dari 10 biji resistor ini, kalau masing2 resistor misalnya 1/4 watt, maka total2nya kalau di-parallel, tinggal dikali berapa biji, jadinya
1/4 watt = 0.25 watt
10 biji x 0.25 watt = 2.5 watt (dari sini pakai kembali hitung2an diatas utk cari max arus yang boleh lewat tanpa mengakibatkan resistornya terbakar)
Misalnya resistornya yang "biasa2" saja, sarankan pakai kira2 1/2 dari kemampuannya utk amannya. Kalau pakai resistor yang 1/2 watt, maka jadinya 5 watt.
Untuk tujuan pengukuran arus, kalau ukuran 0.1 Ohm, itu lebih di-sarankan utk pengukuran arus yang di-bawah 1 Amp. Kalau 0.01 Ohm, itu untuk yang > 1 Amper s/d 15 Amper, ingat, 15 Amper ini karena batas aman resistor Vishay itu 3 watt, jadi dari hitung2an post sebelumnya max arus 17 Amper, supaya amannya di sekitar 15 Amper saja.
Kenapa ? Saya buatkan keterangan extra utk itu dibawah ini....
Addendum :
Sebenarnya dgn arus melewatin sebuah resistor, dan terjadi selisih volt diantara kedua kakinya tersebut, itu lah istilahnya drop-out voltage. Dengan kita "sengaja" kita pasang satu resistor di kabel tersebut, kita sebenarnya "MENCURI SEDIKIT" volt dengan tujuan bisa mengukur arus yang lewat kabel tersebut, dan volt yang sampai ke beban tentunya berkurang "SEDIKIT" sesuai yang kita curi, ini salah satu fondasi elektronik dan sangat penting utk diingat.
Tentunya pasti terpikir kenapa harus 0.01 Ohm ? Kenapa tidak 0.1 Ohm saja ? Atau yang lebih gampang kenapa tidak 1 Ohm ? atau yang lebih canggih lagi kenapa tidak 0.0001 Ohm ?
Semuanya tergantung kepada toleransi beban kita terhadap voltase drop-out (volt curian) dan juga kemampuan alat pengukur kita, contoh kasus :
Kalau pakai 1 Ohm untuk ukur misalnya arus 1 Amp misalnya, maka volt yang kita curi sbb :
Dari sini kita tahu kalau 1 Amp lewat resistor 1 Ohm, maka akan "TERCURI" (drop-out) 1 volt, dan kalau 2 Amp maka jadi 2 volt dst.Voltase = Arus x Resistansi
Voltase = 1 Amper x 1 Ohm
Voltase = 1 Volt
Nah, sekarang kita tanya kita kembali, apakah beban kita sanggup meng-tolerir drop out sebanyak 1 volt ? Contohnya misalnya psu kita 12 volt utk tarik fan, terus kita pasang resistor ini dan dia curi 1 volt, maka volt yang sampai ke fan tersebut 12 - 1 = 11 volt, nah, ini kan cukup besar "curiannya" yang dimana bisa mempengaruhi kinerja fan (beban) kita ini yang bisa jadi tidak bisa full kecepatannya karena ter-"KORUPSI" sebesar 1 volt hanya oleh resistor kita ini.
Terus kalau begitu misalnya saya pakai 0.0001 Ohm gimana dong ? Kan lebih kecil kita mencuri voltnya kan ? Ingat lho, ini resistansi nya kecil sekali, dimana 0.0001 ohm = 0.1 mili Ohm atau 1/10.000 Ohm.
Kembali ke hitung2an diatas, misalnya arus lewat 1 Amp, terus volt yang di curi sbb :
Nah, berarti kalau 1 Amper lewat, akan terukur 0.1 mili Volt, kalau 2 Amper maka jadi 0.2 mili Volt, nah, pertanyaannya DMM kamu sanggup tidak mengukur sampai sekecil ataupun sehalus begitu ?Voltase = Arus x Resistansi
Voltase = 1 Amper x 0.0001 Ohm
Voltase = 0.0001 Volt = 0.1 mV
Terus kalau misalnya kalau hanya lewat 0.05 Amper (50 mA), maka drop-outnya hanya 0.005 mili Volt, ingat lho, ini bukan 0.005 Volt, tapi ada kata "mili" nya, kalau sampai segini, saya yakin DMM kamu walau di setelan terhalus di 200m pun tidak bisa mengukur lagi. Yang beginian sudah harus pakai DMM high end dgn resolusi 6 digit yang sangat2 mahal sekali, satu biji DMM begini bisa2 diatas 5 juta.
Jadi kesimpulannya mau berapa Ohm "Shunt Resistor" (istilah elektroniknya) yang kita perlu pakai, harus disesuaikan dgn kemampuan beban kita meng-tolerir volt yang bakal kita curi "DAN" juga kemampuan kita mengukurnya.
Projek kecil2an "kalibrasi" resistor 0.1 Ohm yang terbuat dari 10 biji resistor 1 Ohm.
Sebenarnya dgn adanya resistor 0.01 Ohm dengan akurasi 1% tersebut bisa dipakai didalam membantu kamu membuat resistor 0.1 Ohm yang terbuat dari 10 resistor itu.
Prakteknya, jangan beli hanya 10 biji terus pikirnya sudah kelar, kalau resistornya relatif murah, saran saya malah beli 20 atau 30 biji sekaligus, nah lho ? Kok perlunya hanya 10 biji, tapi belinya buaaanyak begitu ?
Resistor2 umum yang metal film walaupun 1%, itu saya tidak yakin benar2 1%, kadang itu ada yang bisa meleset sampai 3 s/d 5%. Masalahnya, untuk tujuan pengukuran, saran tetap seakurat mungkin, 1% adalah batas toleransi yang minimal menurut saya.
Dengan resistor Vishay 0.01 Ohm yang akurasinya 1% itu, kita bisa pakai sebagai referensi utk membanding akurasi resistor 0.1 Ohm buatan kamu itu.
Standard industri elektronik, akurasi 1% artinya angkanya tersebut "KATANYA" di-"JAMIN" tidak meleset dari +1% atau -1% dari angka yang tertera. Jadi resistor 0.01 Ohm itu, akurasinya sbb :
Jadi resistor tersebut, se-parah2nya bernilai 0.0099 Ohm s/d 0.0101 Ohm.0.01 Ohm + 1% = 0.01 Ohm + 0.0001 Ohm = 0.0101 Ohm (ini batas atas)
0.01 Ohm - 1% = 0.01 Ohm - 0.0001 Ohm = 0.0099 Ohm (ini batas bawah)
Jaminan akurasi ini, tentunya saya pribadi sih percaya dgn Vishay, dibanding resistor yang umum dipasaran yang tidak tahu buatan mana, juga belum tentu mereka 'jujur', setuju kan ?
Coba di-setup seperti gambar dibawah ini, dan power supply dan beban bisa apa saja, asal kira2 tarik arus diatas 1 Amper. Kalau dulu saya pribadi utk power supply nya saya pakai battery akki mobil atau motor yang 12 volt atau 6 volt dan bebannya pakai lampu motor/mobil, ini karena memastikan stabil saja dan juga kalau dari teori, sumber listrik dari battery itu bebas ripple. Tapi tidak wajib sih, pakai psu kamu dari PC dan pakai fan sebagai beban juga boleh.
Semua kabel2 penghubung usahakan pakai kabel yang tebal2 dan sambungan2 yang mantap, bila perlu di solder, biar tidak mempengaruhi proses ini, ingat ini.
Perhatikan gambar ini baik2...
Misalnya dari pengukurannya seperti diatas, ini hanya contoh karena nanti ditempat kamu bisa saja berbeda hasil pengukurannya. Disesuaikan saja.
Dari pengukuran A di resistor Vishay tersebut, misalnya didapat 0.028 V (28 mV) yang dimana artinya arus yang lewat di seluruh kabel dari ujung ke ujung sbb :
Assumsinya akurasi DMM nya juga bagus, maka dari sini kita dapatkan arus yang lewat sebesar 2.8 Amper yang tingkat akurasinya juga 1%, karena resistor 0.01 Ohm itu 1%.Arus = Voltase / Resistansi
Arus = 0.028 Volt / 0.01 Ohm
Arus = 2.8 Amper
Selanjut bisa dilihat resistor 0.1 Ohm yg terdiri 10 biji resistor 1 Ohm tersebut, apakah dgn gampang kita bilang kan sudah parallel 10 biji, jadinya "PASTI" 0.1 Ohm ?
Nanti dulu .... tidak segampang itu, ingat, ini resistor 0.1 Ohm "BELUM TENTU" seakurat 1%.
Misalnya kasusnya seperti gambar diatas di pengukuran titik B yang menghasilkan 0.31 Volt (310 mV), dan juga karena dari titik A kita "TAHU dan YAKIN" arus yang lewat 2.8 Amper dgn akurat, maka resistor yang "SEHARUSNYA" 0.1 Ohm tersebut ternyata hanya ...
Resistansi = Voltase / Arus
Resistansi = 0.31 Volt / 2.8 Amper
Resistansi = 0.0111 Ohm (dibulatkan dari 0.11071428) he..he..
Nah .. tuh kan, resistor gede itu seharusnya 0.1 Ohm, malah kok jadinya 0.111 Ohm, meleset dgn tambahan 0.011 ohm, ini artinya resistor ini akurasinya 11%.
Sekarang sudah tahu kan kenapa di-anjurkan beli resistornya bukan 10 biji, tapi 20 atau 30 biji ataupun lebih banyak, karena itu buat di tuker2 sampai akurat seperti yang di tunjukkan oleh resistor referensi Vishay yang 0.01 Ohm itu.
Kalau contoh diatas pengukuran di titik B hasilnya 0.280 V (280 mV) yang dimana "PERSIS" 10 kali lipat dari titik A, boleh dibilang kamu telah berhasil membuat resistor 0.1 Ohm kamu itu dgn akurasi 1% juga, selamat !
Biasanya setelah begitu, cepat2 disolder dan dipermanenkan dan jangan di otak-atik lagi karena sudah mantap.
Semoga sekarang lebih jelas, dan juga kenapa resistor 0.01 Ohm yang 1% itu sangat2 berguna sekali, buatkan lah kotak pengukuran yang bagus dan mantap, karena akan pasti berguna utk projek2 di masa depannya.
Kalau ada yang kurang jelas dari posting panjang ini, silahkan tanya saja.
He..he... itu sih clone (tiruannya) Meanwell yang tidak ber-merek, yang dimana Meanwell ini juga termasuk PSU papan bawah.
Psu ini sudah di-rombak dgn diganti jeroannya supaya jaauhh lebih mantap dari asli pabriknya dimana power switching transistor dan schotky diode nya dan terakhir semua kapasitor2nya sudah pakai yang jauh lebih bagus.
Tidak mungkin lah psu mur-mer begini pakai ZL asli dari pabrik, bisa2 tidak bisa jual mereka karena jadi mahal sekali.
Saya suka dan sering sekali beli barang2 yang mur-mer seperti begini, setelah pakai seminggu tidak ada masalah dan juga biar gampang claim garansi kalau memang defect, habis itu langsung jebol garansi dan dibongkar jeroannya dituker dgn komponen yang lebih mantap, hasil2nya akan lebih puas pakainya. he..he..
Saran2 diatas sudah baik, kalau memang mau murah, langsung beli yang mur-mer, tapi kalau memang kebutuhannya memang utk yang bagus, langsung lompat ke Sanwa atau Fluke.
mohon maaf, project ini sempat tertunda lumayan lama....
baru aja iseng2 coba 'mbandingin antara controller rev.2 dgn IC AMS1083 vs ULDO, dan ternyata bedanya bener2 kayak langit dan bumi
dengan beban fan yang sama dan PSU yang juga sama (masih pakek simbokek di luar casing), dari hasil test ternyata:
AMS1083 "korupsi" tegangan sekitar 1.26v
sedangkan untuk design ULDO tegangan yang "dicatut" sekitar 0.5v saja.....
fan yang dilibatkan dalam "quick test" ini adalah:
4x delta AFB0412LB @0.09A
delta AFB0612HB 0.15A
delta FFB0412SHN 0.6A
panaflo 92mm 0.18A
total beban memang masih jauh dari 5A seperti yg direncanakan di awal, lagi pula PSU yg dipakai sepertinya memang sudah dalam kondisi "koma"
tapi anggap saja ini sebagai sesi "peregangan" sebelum test yg sebenarnya![]()
![]()
tolongin gan, ane mending merit sama sandra dewi ataw sama luna maya ea?
Terima kasih utk updatenya, hebat dgn drop out begitu kecil !
Santai saja, jangan dipaksain terus, ntar malah jenuh, biarkan secara alami moodnya kembali.
Kalau mau lebih mantap lagi, itu mosfetnya kalau di parallel satu lagi jadi dua, itu drop-out nya jadi 1/2 nya dan pembagian panas dan beban lebih ringan karena mereka kongsian didalam membuang panasnya.
Sip lah, senang mendengarkannya, yg pasti ldo kamu dgn hasil dan beban begini sdh cukup sbg bukti lapangan ini masuk kategori "ultra" low drop out.
Btw, hati2 yah, rangkaian ULDO ini tidak ada proteksi short circuit nya.
sama2 Pak![]()
sy juga senang sekali lihat droop voltage yg jauh lebih kecil dibandingkan dgn design sebelumnya.
sekalian tanya apa nanti kalau mau memparalel mosfet itu langsung diparalel saja, tanpa ada komponen tambahan lagi?
yep, terimakasih untuk mengingatkan kembali kalo saya belum pasang "fuse" di LDO ini....
(karna selama test ringan ini sy selalu pake PSU simbokek, jadi benar2 nothing to lose)
oot: sekadar refreshing, side project "cool factor" untuk kosmetik di final project nanti
dengan lampu ruangan nyala:
lampu ruangan mati:
benar2 lumayan bwt sepasang neon dengan harga <10k hehehe![]()
Ya, langsung saja, G ke G , D ke D dan S ke S, ke-tiga2nya di-ikat masing2 bersama, dan khusus ikatan D (Drain) dan S (Source) pastikan ikatannya mantap karena disana lewat arus besar, kalau G (Gate) kabel halus2 juga boleh.
Tapi tolong di-ingat, mosfet yang di parallel "HARUS" type yang sama, dan tidak bisa di applikasi-kan ke semua kasus, terutama buat rangkaian switching, hanya khusus circuit ULDO yang ini saja yang parallel malah dianjurkan utk meringankan beban panas dan juga drop-out akan lebih kecil.
Wah .. bling2 neon buat fan controller, kita tunggu tanggal mainnya !
![]()
Last edited by bvi; 19-09-2011 at 12:05.
baru aja test, controller ULDO dengan fan sebagai berikut:
1x delta PFC1212DE @3.24A
1x delta EFB1212VHE @0.72A
1x delta FFB0412SHN @0.6A
2x sanyo (model belom sempet ditulis) masing2 @0.40A
berikut video pengukuran DMM-nya (maaf masih berantakan):
YouTube Video
ada korupsi tegangan yg lumayan besar hampir sekitar 2v sewaktu full load
sepertinya memang harus tambah mosfet lagi
edit:
atau apa mungkin conector bank ke fan sy juga mempengaruhi performa yah?
penampakannya kek gini:
![]()
Last edited by inVain; 21-09-2011 at 23:14.
Terima kasih utk videonya !
Ini kalau di hitung totalnya sudah 5.26 A lho, lumayan besar tuh.
Memang rating 5.26 A kalau di full 12 volt, tapi saya yakin kalau di sekitar 10 volt seperti yg divideo pun, itu mungkin masih cukup besar, bisa2 diatas 4 A.
Saya yakin di video kamu itu, taksiran saya, itu daya yg di sedot fan2 itu bisa2 hampir dekat2 50 watt tuh !![]()
Kalau dgn AMS1083 dgn beban begini, jadi penasaran drop outnya bisa berapa yah ? he..he..
Untuk ukur langsung drop out, dari pada harus lihat volt masuk dan di kurangi volt keluar, langsung saja seperti ini :
Lihat pengukuran di titik B, itu langsung saja probe DMM nya di pasang di input dan output fan controllernya, dari sana langsung ketahuan drop nya berapa volt. Untuk kasus khusus ULDO ini, gampang nya langsung di kaki mosfet D (drain) dan kaki S (source).
Contoh di-atas misalnya psu nya 12 volt bulat, itu drop di fan controllernya misalnya 0.1 volt, maka kalau dmm nya di pasang di titik C di fannya, maka itu pasti akan terbaca 12 - 0.1 = 11.9 volt, dan kalau dmm nya normal, itu biasanya sangat akurat sekali.
Cuma dalam hal ini kita tidak tahu itu drop-out nya di kondisi berapa Amper ? Nah .. disinilah kamu perlu resistor yang 0.01 Ohm kamu itu seperti ini ..
Disini dengan resistor itu terpasang sedemikian, dan misalnya terbaca begitu, maka kita tahu arus yang lewat di resistor itu sbb :
Dan dengan kita tahu arus yang lewat 3 Amper, dan karena fan nya (beban) di volt 11.87 Volt (titik C), maka dari ini kita tahu fan itu lagi makan beban :Amper = Volt / Resistansi
Amper = 0.03 Volt / 0.01 Ohm
Amper = 3 Amper
Memang dgn memasang resistor 0.01 Ohm ini yang tujuannya utk mengetahui berapa amper yg lewat, kita "CURI" sedikit daya (curian hanya 0.03 Volt yg relatif kecil sekali) yang bisa di hitung sbb (titik B) :Watt = Volt x Amper
Watt = 11.87 Volt x 3 Amper
Watt = 35.61 Watt
Note : Ingat, resistor 0.01 Ohm kamu itu ratingnya 3 Watt, jadi ini masih sangat2 aman sekali dan tidak bakal rusak terbakar resistor presisi itu.Watt = Amper x Amper x Resistansi
Watt = 3 x 3 x 0.01
Watt = 0.09 Watt
Disini kita tahu kita curi hanya sangat2 sedikit sekali dari total watt yg dipakai oleh fan sbb :
Itu makanya resistor presisi 0.01 Ohm punya kamu itu sangat2 berguna, bukan hanya utk proyek ini saja, nanti bisa dipakai utk proyek2 lainnya.Persentase curian = (Watt Curian) / (Watt Terpakai) x 100%
Persentase curian = 0.09 Watt / 35.61 Watt x 100%
Persentase curian = 0.25% (lihat, ini persen yah, jauh dibawah 1% yg cukup kecil sekali)
Perlu diingat, didalam main arus yg lumayan besar ini, kabel2 harus mantap, misalnya kasus seperti ini :
Memang kelihatannya aneh, kok kabelnya yang di ukur, nah misalnya iseng2 kamu ukur hasilnya begini, maka dari hasil ini kita bisa simpulkan :
Arus yang lewat resistor 0.01 Ohm kita tahu 3 Amper dari hitungan ini sama spt diatas
Terus dari pengukuran kabel yang panjang atau kabel jelek itu 0.005 Volt atau 5 mV, nah ini artinya apa ? Kita lihat dari hitungan sbb :Amper = Volt / Resistansi
Amper = 0.03 Volt / 0.01 Ohm
Amper = 3 Amper
Memang kelihatannya kecil 0.015 Watt, tapi ini daya yang terbuang "HANYA" buat kabel yang sepotong itu sajaWatt = Volt x Amper
Watt = 0.005 Volt x 3 Amp
Watt = 0.015 Watt, dan kalau amper nya semakin besar, maka semakin banyak daya yang terbuang sia2 hanya di kabel sialan tersebut.
Makanya ingat, kabel utk arus besar, harus yg bagus, tebal dan sambung2annya harus mantap, bila perlu di solder.
Iseng2, dari data ini kita juga bisa tahu sepotong kabel itu berapa resistansi nya sbb :
Yakin DMM kamu tidak sanggup ukur sekecil ini, dan biasanya harus pakai DMM canggih yg satunya mungkin harganya bisa buat beli satu rumah sederhana. ha..ha.. Tapi dengan bantuan referensi resistor presisi 0.01 Ohm tersebut, dari perhitungan, kita bisa tahu itu resistansi kabelnya berapa.Resistansi = Volt / Amper
Resistansi = 0.005 Volt / 3 Amp
Resistansi = 0.0016 Ohm
Kalau memang benar rangkaiannya bekerja normal, itu memang harus ditambah mosfetnya biar lebih kecil, atau diganti mosfet yg RDSOn nya yg lebih kecil. Kalau ditambah satu lagi, harusnya akan drop 1/2 nya jadi sekitar 1 volt, dan kalau 3 biji akan jadi 1/3 nya, kira2 2 volt / 3 = 0.667 volt, ingat lho, ini lagi narik arus yang relatif besar sekali. Kalau di pakai fan watt kecil, itu drop out nya yang 0.5 volt seperti test awal kamu sebelumnya.
Harusnya tidak sih, hanya pastikan saja kabel dari fan controller ke board distribusi semuanya pakai kabel dan sambungannya juga mantap, ingat illustrasi diatas tadi soal kabel jelek.
Last edited by bvi; 22-09-2011 at 12:26. Reason: Koreksi saltik
terimakasih banyak untuk posting bagan dan panduan yang begitu lengkap
saya "savepage" bwt jaga2 biar info ini tidak hilang...
iya sebetulnya sy juga penasaran dengan drop AMS1083 itu, cuma karna kemarin keburu mendung kamera-nya gak bisa nangkep apa2 lagi
well, sebelum banyak membuat perombakan dan hunting kabel2 tebal...
sepertinya test AMS cukup menarik untuk sekedar "refreshing"...hehehe
mohon bersabar, sampai saya bisa membuat platform test yang lebih lengkap lagi
sekali lagi terimakasih banyak bwt bimbingannya Pak bvi![]()
wawh
asli gw masih oon klo masalah elektro beginian bro![]()
ini gw tertariknya setelah pengen make fan "heli" buat harian tp dg kecepatan yg bs diatur gtu
saat ini gw ceman bs bukmark dolo ini trit buat gw pelajari terlebih dahulu
banyak kosakata yg sangat2 awam bwt gw Bro^^
Thx to bro invain atas linknya dan bro bvi atas tutorialnya
ntar tak posting lagi klo udah tak pelajari Braders^^
![]()
There are currently 2 users browsing this thread. (0 members and 2 guests)
Bookmarks