Wah iya, agak repot memang kalau si Bro berniat wirausaha namun tidak bisa mengawasi tempat usaha tersebut.
Minimal butuh tangan kanan tambahan. Pengelolaannya bisa saudara atau teman yang dipercaya.
Hitung-hitung Bro naoko jadi pemodalnya, mereka yang menjalankan bisnisnya...
Soal perhitungan pembagian labanya bisa diatur nanti, disesuaikan dengan tingkat kesulitan, porsi kerja, dan modal yang dikeluarkan.
Soal jual-jual alatnya, saya jadi ingat peluang bisnis di era jaman dahulu waktu rame-ramenya orang menggali emas di tambang.
Di waktu itu, yang kaya justru jarang dari kalangan penambang, tapi justru para pembuat dan penjual jeans yang meraup keuntungan paling banyak.
Tidak harus "bekerja" untuk mendapatkan keuntungan, bahkan menyediakan alat-alat tersebut bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar.
(Semoga nyambung dengan topiknya.)







)
Reply With Quote
Don't Follow Me, I Lost Too! 
Life is Garing

Bookmarks