ADSL di Indonesia ini, khususnya Jakarta sangat tidak worth it...
Worth it apabila manusia yang memakainya, either punya duit banyak dan dia bisa ambil unlimited, atau dia bukan tukang download...
Sekarang gini..
Katakanlah langganan yang 500MB limited per bulan...
Saya pakai koneksi cable, seburuk2nya 500MB saya bisa download dalam 2 hari. Pake ADSL limited 500MB berarti saya overcharge (bila seburuknya download 500MB dalam 2 hari) 30-2 hari = 28 hari, dengan tariff Rp. 1.200/MB.
Padahal, logikanya, saya berlanggaan ADSL, supaya saya bisa dapet speed setinggi2nya, download sebanyak2nya (berhubung saya tukang download)
Apakah itu worth it?
Katakan dalam 2 hari, menggunakan cable, saya bisa download 500MB; katakanlah dalam 30 hari internet saya always-on dengan download-queue yang ngga pernah habis, kalau begitu bandwith saya sebulan seburuknya 500MBx15 = 7.5 gigs
Seburuknya, ADSL dihitung dengan bandwith serupa..katakan tariff tetap sebulan = Rp. 400.000, overcharge 7 GIGA berarti 7000x1200 = Rp. 8.400.000, bukankah akhirnya jatuh lebih murah memakai unlimited yang sebulan Rp. 4.000.000? Itu salah satu sebab saya tidak mau akan pernah mau berlangganan ADSL di Jakarta jika harganya masih "un-affordable", kecuali untuk kebutuhan warnet/SOHO yang memang sanggup berlangganan unlimited.
Pilihan terbaik: stick to cable internet, yg personal (Rp.500.000 sebulan) atau SOHO (kurang lebih Rp. 1.000.000 sebulan)





Reply With Quote





Bookmarks