tips agar foto lebih baik
Welcome guest, is this your first visit? Create Account now to join.
  • Login:

Welcome to the CHIP Forum.

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.

+ Reply to Thread
Page 1 of 2 1 2 LastLast
Results 1 to 10 of 11

Thread: tips agar foto lebih baik
  
Bookmark and Share

  1. #1
    Join Date
    Dec 2006
    Location
    anywhere, anytime, just search me
    Posts
    52
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Smile tips agar foto lebih baik



    ada bebrapa tips yang dapat anda terapkan untuk mendapatkan hasil fotografi yang bagus dan indah yaitu:
    1. gunakanlah lensa yang sesuai dan hindari penggunaan zoom lens yang terlalu sering.
    2. mendekatlah 1 atau dua langkah ke objek yang akan anda foto
    3. ambil sebanyak mungkin gambar yang anda bisa dan delete yang tidak memuaskan anda.
    4. perhatikan penggunaan flash atau blitz.
    selamat mencoba

  2. #2
    Join Date
    Nov 2006
    Location
    Tng-Jkt PP
    Posts
    26
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Talking Re: tips agar foto lebih baik



    pake DSLR yg mahal,, hehehehehe

  3. #3
    Join Date
    Oct 2004
    Location
    Ciputat, Lebak Bulus Terus aja lewat fly over. Ketemu UIN telpon gua.
    Posts
    3,718
    Thanks
    0
    Thanked 5 Times in 4 Posts
    Rep Power
    27

    Re: tips agar foto lebih baik



    Quote Originally Posted by jarwoxxx View Post
    pake DSLR yg mahal,, hehehehehe
    Perlu diingat, hal diatas ini pengaruhnya hanya 20%.

    Kamera apapun akan menghasilkan hasil yang baik jika diimbangi dengan Penggunaan, tekhnik, ide, pencahayaan, dan objek yang baik dan tepat.

    Berkunjung dan tontonlah. Lumayan buat hiburan.

  4. #4
    Join Date
    May 2005
    Location
    Jkt
    Posts
    1,714
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    18

    Re: tips agar foto lebih baik



    1&2. Kl menurut gw, tergantung komponya mau gimana. Hasil dr dkt ama object dengan pake zoom berbeda lho
    3. Iya kl bs beli memori gede, kl kyk gw yg pake XD card yg harga nya bikin orang mencak2 gimana?? (yg lagi be te ama harga XD card?
    4.Kl ga terpaksa bngt gw menghindari pake blitz. warna jg kurang natural n kadang objek jd over expose kl backgroundnya jauh n gelap, mending milih pake tripod n pake speed yg aga lama dibanding pake blitz.
    Last edited by yurisr; 08-01-2007 at 18:41.

  5. #5
    Join Date
    Jan 2005
    Location
    Jakarta Barat
    Posts
    503
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    15

    Re: tips agar foto lebih baik



    Quote Originally Posted by Bang Japra View Post
    Perlu diingat, hal diatas ini pengaruhnya hanya 20%.

    Kamera apapun akan menghasilkan hasil yang baik jika diimbangi dengan Penggunaan, tekhnik, ide, pencahayaan, dan objek yang baik dan tepat.
    ada benar juga kata bang Japra, cuma DSLR yang mahal juga pengaruh kali.

    menurut gw semua komponen yang ada sangat saling terkait.
    Krrtu Nama TANPA MIN. ORDER Rp 7.500 s/d Rp 35.000 Art Carton 260g
    Print Colour A3+ (laser) Rp 3.000 - Rp 10.000 Art Paper 120g/150g
    Telp. (021) 54376991 Mob. 02197322288
    info ke situs kami www.putratjung.com

  6. #6
    Join Date
    Dec 2006
    Location
    anywhere, anytime, just search me
    Posts
    52
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Post tambahan trik fotografi makro



    Trik Makro Digital


    Link

    Oleh Atok Sugiarto

    Makro, dalam pengertian umum, adalah besar. Tetapi dalam fotografi, khususnya fotografi makro, yang dijadikan sasaran pemotretan adalah objek-objek yang kecil bentuknya. Fotografi makro itu sendiri tak lain adalah pemotretan yang dilakukan atas objek kecil yang kemudian divisualkan menjadi jauh lebih besar daripada ukuran asli atau sebenarnya.

    Pada pemotretan makro yang dilakukan dengan menggunakan kamera digital, persoalan pembesaran pada objek yang terlalu kecil sering tak menjadi masalah meski kamera digital tidak dilengkapi dengan lensa khusus pemotretan alam benda kecil atau lensa makro. Caranya adalah tetap melakukan pemotretan hingga jarak terdekat kamera di mana kamera masih mampu memfokus objeknya kemudian mencetaknya dengan cara mengkroping atau membesarkan objek yang tampak kecil sehingga tampil lebih besar.

    Karena pemotretan makro adalah tekhnik pemotretan yang mendekatkan objek, maka merupakan suatu pemotretan yang sangat menarik dan mengasyikkan. Hal tersebut tak lain karena pemotret menjadi lebih dapat melihat detail pada objek yang teramat kecil.

    Kebanyakan kamera digital yang beredar di pasaran mempunyai kemampuan memfokus pada jarak dekat - terutama pada kamera yang dilengkapi modus makro rata-rata sekitar 20 cm.

    Sehingga pembidikan pada jarak yang sangat dekat mampu menghasilkan foto yang amat baik. Hal ini terutama jika dibandingkan dengan melakukan pemotretan menggunakan kamera saku atau kamera kompak biasa (konvensional) menggunakan film yang umumnya tidak memiliki fasilitas makro.

    Dengan kamera konvensional umumnya jarak terdekat dengan objek yang bisa dilakukan dalam pemotretan untuk menghasilkan gambar yang baik, tajam dan fokus adalah 100 - 150 cm.

    Tetapi dengan menggunakan kamera digital, kamera kompak digital sekalipun, sudah bukan masalah lagi karena kamera jenis ini umumnya telah mampu untuk digunakan pada jarak dekat di bawah satu meter, bahkan untuk pemotretan makro jarak pemotretannya bisa mencapai di bawah 20 cm. Lalu hasilnya dari sisi pendekatan terhadap objeknya, mampu menyamai pemotretan makro yang dilakukan dengan menggunakan lensa khusus makro pada fotografi konvensional.

    Untuk lebih lanjut mengetahui kemampuan kamera digital yang digunakan untuk melakukan pemotretan objek yang kecil-kecil (fotografi makro), maka dapat dilakukan dengan mencoba melakukan pemotretan terhadap segala sesuatu benda yang kecil, atau mungkin juga bagian terkecil dari suatu benda yang besar. Dengan cara itu maka dapat kita lihat seberapa jauh kemampuannya dalam menghasilkan reproduksi terhadap benda-benda yang kecil tersebut.


    Perlengkapan
    Banyak objek di sekeliling kita yang menarik perhatian dan dapat dijadikan sasaran pemotretan secara makro dengan perlengkapan untuk mengambil gambarnya yang sangat sederhana. Meskipun begitu, kita juga harus tetap menyiapkan perlengkapannya dengan baik.

    Pertama, tentu kita harus menyiapkan kamera digitalnya, kemudian karena sasaran pemotretan atau objeknya hampir pasti adalah benda-benda yang kecil maka sebaiknya persiapkan juga kaki tiga (tripod) kamera. Tripod tersebut perlu agar pemotret yakin bahwa objek yang kecil dan diperbesar karena difoto secara makro tidak goyang.

    Bila pemotretan dilakukan di luar ruangan atau di alam bebas, untuk mendapatkan hasil yang maksimal perlu diperhatikan ada atau tidaknya angin. Bila angin bertiup terlalu kencang maka objek seperti kupu-kupu di atas kembang/bunga akan terasa susah didapatkan gambarnya. Sebab terpaan angin akan menggerak-gerakkannya.

    Karena itu untuk memotret hal seperti ini, kita perlu menunggu hingga angin reda. Bila masih terasa goyang maka sebaiknya pemotretan, dilakukan dengan menggunakan tripod dan gunakan juga fasilitas penangguh waktu (self-timer) sehingga sasaran yang dipotret benar-benar tidak goyang.

    Untuk pemotretan makro kembang-kembang yang berada di luar, atau bulu burung merak yang demikian indah misalnya, maka dapat juga dilakukan dengan menggunakan alat tambahan berupa penjepit atau semacamnya. Fungsi alat tersebut adalah untuk menahan goyangan.


    Pencahayaan
    Untuk berbagai pemotretan hampir selalu disarankan untuk tidak melakukan pemotretan menggunakan cahaya yang terlalu keras. Memang bisa saja ada perkecualian misalnya karena objeknya adalah kembang yang memang baiknya dipotret saat cahaya cerah berawan, atau pada pagi dan sore hari di mana sinar matahari tidak terlalu kuat.

    Pemotretan di dalam ruangan tidak terlalu menjadi masalah karena tidak terlampau dipengaruhi kondisi cuaca. Jika cuaca mendung atau keadaan cahaya dalam ruangan itu kurang, maka pemotretan dapat dilakukan dengan menggunakan lampu kilat. Kebanyakan kamera digital sudah dilengkapi lampu kilat yang terpasang. Lampu kilat ini biasanya mampu berfungsi dengan baik, terutama jika objeknya masih berada dalam jangkauan lampu kilat tersebut.


    Kelebihan
    Memang ada kelebihan melakukan pemotretan makro menggunakan kamera digital. Terutama karena pada umumnya kamera digital selalu dilengkapi dengan LCD yaitu layar monitor seperti TV kecil untuk melihat objek pemotretan. Lewat monitor ini pemotret dapat melihat dan mengetahui ketajaman gambar sebelum membidiknya. Dibandingkan menggunakan kamera konvensional yang hanya mempunyai jendela bidik kecil, maka keberadaan LCD pada kamera digital sangat membantu.

    Sisi kelebihan lain memotret menggunakan kamera digital pada pemotretan makro adalah karena dengan digital pemotret dapat mengulang pemotretannya beberapa kali. Pemotret dapat menghapus langsung gambar yang dianggapnya kurang baik. Proses jepret dan hapus inilah yang terasa amat sangat menguntungkan sehingga pemotret dapat memilih hasil jepretannya yang betul-betul dirasa baik sesuai pengamatan dan selera yang diinginkan tanpa risiko tambahan biaya.


    Latar Belakang
    Baik kamera kompak digital maupun kamera kompak konvensional memiliki kelemahan yang sama, yaitu persoalan depth of field yang amat luas dan tidak dapat diubah. Karena itu pada posisi normal, apa yang tampak dari latar depan (foreground) hingga latar belakang (background) akan terlihat tajam seluruhnya. Untuk itu saat melakukan pemotretan sudah harus langsung dapat memilih dan menentukan latar belakang dengan hati-hati, baik pemotretan itu dilakukan di dalam maupun di luar ruangan.

    Agar objek yang dipotret menjadi lebih menonjol maka dapat dipilih latar belakang yang agak polos atau sederhana. Latar belakang yang kompleks cenderung mengacaukan fokus objek yang dipotret. Karenaitu untuk menyiasati bila pemotretan terpaksa harus dilakukan di suatu tempat yang kondisi alam atau latar belakangnya tidak terlalu baik, dapat ditambahkan kain hitam atau background untuk menutupi latar belakang yang ruwet tersebut.

    Untuk pemotretan di dalam ruangan, kita dapat membuat setting dengan mudah karena tidak tergantung pada alam. Pemotret dapat menggerakkan kamera maju dan mundur atau zooming, memilih kanan atau kiri sambil memperhatikan LCD, apakah hambar dan latar belakang sudah sesuai.

    Meskipun bila kita melakukan pemotretan dari jarak yang amat dekat, sedikit gerakan atau goyang akan membuat gambar kabur, tetapi dengan memakai kamera digital persoalan dapat diatasi dan dikontrol dengan mudah karena sasaran pemotretan terlihat lewat LCD. Bila gambar yang diambil tampak goyang maka dapat segera dilakukan pemotretan ulang dengan menghapus dan menjepret kembali.

    Dengan kamera konvensional pemotret memang dapat membuat latar belakang kabur bila latar belakang tersebut terasa mengganggu. Hal ini terutama dapat dilakukan dengan memakai lensa tele. Dengan kamera digital yang sebagian besar masih sangat terbatas kemampuan telenya bahkan ada yang sama sekali tak tersedia, maka untuk mengaburkan latar belakang yang menggangu dapat dilakukan dengan sedikit eksperimen.

    Hal itu dilakukan dengan melakukan pemotretan dengan masking yang terbuat dari karton yang dilubangi bagian tengahnya. Dengan memposisikan sedemikian rupa objek pemotretan maka latar belakang kabur yang dikehendaki dapat tercipta.

    Menggunakan kamera digital untuk memperbesar objek pemotretan dalam pemotretan alam atau benda-benda kecil memang diperlukan cara tersendiri agar hasilnya maksimal.

    Melakukan pemotretan seadanya tanpa memperkirakan hasil pembesaran yang diinginkan memang dapat dilakukan, tetapi hasilnya sering kurang memuaskan terutama bila pemotret tidak mempertimbangkan masalah resolusi gambar. Pembesaran yang dilakukan pada gambar yang seperti itu mengakibatkan gambar pecah karena dpi (dot per inch) yang teramat sedikit dalam bingkai foto.

    Karena itu, untuk menghasilkan foto makro yang baik meskipun pemotretannya tidak dilakukan dengan menggunakan lensa makro pada kamera digital, sebaiknya selalu mengatur setting kamera digital pada resolusi tinggi. Dengan begitu, jika gambar perlu dikroping untuk memperbesar objek, hasilnya tidak pecah (kasar) dan tetap baik.

    Bagaimanapun, pembesaran optis yang dilakukan dengan mendekatkan objek akan jauh lebih baik dibandingkan dengan pembesaran digital dengan cara memper-besar gambar dan mengkropnya pada saat mencetak.*




    Blab-away for as little as 1¢/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.

    Webmilis : http://lensa.multiply.com
    Archive : http://www.mail-archive.com/lensa@yahoogroups.com
    Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
    Posting : lensa@yahoogroups.com

    -----------------------------------
    Berbagi untuk memberi pengetahuan & pengalaman dalam dunia fotografi baik yang pro maupun pemula.
    Silahkan kirimkan hasil photo & pengalaman anda.

  7. #7
    Join Date
    May 2005
    Location
    Jkt
    Posts
    1,714
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    18

    Re: tambahan trik fotografi makro



    Nice article, thanks bro

  8. #8
    Join Date
    Dec 2006
    Location
    anywhere, anytime, just search me
    Posts
    52
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Post tips foto burung di alam



    Tips Memotret Burung Di Alam Sunday January 01st 2006, 7:20 pm
    Filed under: Tips & trik, Fotografi & Digital Imaging, Konservasi Alam, Masyarakat, Metode yang terkait
    Fotografi saat ini telah menjadi lifestyle. Apalagi dengan perkembangan teknologi dan perangkat pendukung seperti kamera yang sedemikian pesat, membuat kamera semakin mudah digunakan (user friendly) oleh orang awam sekalipun. Harganya pun relatif terjangkau ditambah lagi dengan perkembangan media digital memory, membuat kita tidak perlu kuatir untuk banyak-banyak mengambil objek foto karena tidak perlu menggunakan film…Intinya tinggal diarahkan ke objek, lalu klik….jadilah sebuah foto…
    Ada banyak objek yang menarik untuk dipotret seperti landscape (bentang alam), laut, gunung, tumbuhan, air terjun, satwa liar, perilaku manusia, dan lain-lain. Burung merupakan salah satu objek foto favorit saya…Selain menarik untuk difoto, memotret burung memberikan tantangan tersendiri buat saya. Hampir banyak jenis burung, terkadang memerlukan upaya yang sungguh-sungguh jika ingin mendapatkan objek burung yang menarik.
    Dibawah ini saya akan mencoba untuk membagikan pengalaman tentang bagaimana melakukan hunting fotografi burung di alam bebas sehingga perjalanan dan biaya dapat menjadi lebih efektif…dan tidak sia-sia….
    Apa yang perlu dipersiapkan?
    Kamera analog atapun digital, Lensa tele 200-800mm, Jika diperlukan, pakai tele conventer 2x untuk menambah kemampuan lensa.(lensa 200mm akan menjadi lensa 400mm, dst), Filter UV, Tripod sangat diperlukan, Lensa hood (corong lensa), Teropong juga menjadi sangat penting, Cadangan bateray kamera, Cadangan film (untuk kamera analog), 1 set pembersih lensa, Motor drive jika diperlukan, Bawalah banyak kantong palstik yang besar untuk membungkus kamera kalau tiba-tiba cuaca berubah menjadi hujan.. Selain itu, pakailah pakaian berwarna gelap dan bawa jas hujan serta perbekalan makanan yang cukup.
    Kapan waktu terbaik untuk memotret burung ?


    Saat yang terbaik untuk pemotretan adalah jam 06 - 10 pagi atau jam 15.00-17.00 sore terutama untuk mendapatkan pencahayaan yang baik dan suasana (mood) yang natural. Pada pagi hari kita juga berkesempatan untuk dapat menjumpai burung-burung kecil seperti prenjak, kutilang, pelatuk, sri gunting, burung madu, dll…
    Untuk hunting foto burung pemangsa seperti elang, sebaiknya dilakukan sekitar jam 10.00-15.00 siang. Karena pada saat-saat tersebut jenis burung seperti ini, mulai keluar sarang dan beraktivitas mencari mangsa…
    Bagaimana dengan burung migran?
    Waktu terbaik untuk memotret burung ini adalah pada musim migrasi yaitu pada bulan Oktober-November. Pada bulan-bulan ini, kita bisa melihat ribuan burung bermigrasi dari Jepang menuju Indonesia. Beberapa lokasi yang menjadi lintasan burung ini adalah daerah puncak, Bogor, kebun raya bogor, gunung Slamet, Purwokerto, Pegunungan Dieng, Jawa Tengah, G.Merapi, Yogyakarta dan lokasi lainnya.
    Apa yang perlu di perhatikan ketika kita menemukan objek burung ?
    Pertama, jelas jangan berisik atau bersuara serta usahakan tidak merokok karena burung sangat sensitif terhadap suara dan bau-bauan sehingga dapat menyebabkan burung kabur.
    Kedua, “selalu ingat bahwa moment tidak selalu datang dua kali”, jadi potretlah burung sebanyak mungkin yang bisa dilakukan sampai anda yakin telah mendapatkan hasil yang baik.
    Ketiga, jika jarak pandang masih terlalu jauh, sebaiknya anda mendekat dengan perlahan dan hati-hati. Keempat, untuk burung yang bergerak gunakan speed tinggi dan sebaiknya juga pakailah ISO yang rendah supaya noise foto dapat dihindari.
    Related Link:
    from veriasa.wordpress.com

  9. #9
    Join Date
    Oct 2004
    Location
    Ciputat, Lebak Bulus Terus aja lewat fly over. Ketemu UIN telpon gua.
    Posts
    3,718
    Thanks
    0
    Thanked 5 Times in 4 Posts
    Rep Power
    27

    Re: tips foto burung di alam



    Wah, thx berat atas kedua artikel diatas, sangat berguna. Itu milis dari mana? Kalo mau gabung... kemana ya? Dia berkenan, saya juga mau gabung.

    btw,
    Kalo foto "burung" Dikamar gimana?

  10. #10
    Join Date
    Jan 2007
    Posts
    24
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Re: tambahan trik fotografi makro



    Thank's buat Macronya. Kalo mo share foto2 gimana caranya?


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts