okeh deh kk.. asal linknya di jaga dengan baik supaya ndak nyasar2.. dan BERJUANGLAH TERUS![]()
okeh deh kk.. asal linknya di jaga dengan baik supaya ndak nyasar2.. dan BERJUANGLAH TERUS![]()
Harddisk dan Mounting
Kita tahu bahwa saat ini, berdasarkan interface-nya HDD dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu yang menggunakan IDE dan menggunakan SATA.
Di Linux untuk pembagian HDD sebenarnya gampang. Untuk lebih mempermudah, Kita akan mulai membahas dari HDD yang berinterface IDE terlebih dahulu.
Umumnya, IDE terbagi menjadi 2, yaitu Primary dan Secondary. Nah, dari masing-masing IDE tersebut, dibagi lagi menjadi 2, yaitu master dan slave. Jadi urutannya akan menjadi seperti ini:Terlihat kalau urutannya di Linux dilambangkan dengan huruf a, b, c dan d.
- Primary Master (hda)
- Primary Slave (hdb)
- Secondary Master (hdc)
- Secondary Slave (hdb)
Tetapi, perlu diingat juga, bahwa masing-masing HDD dapat juga dipartisi lebih dari 1. Nah, partisi sendiri bisa terdiri dari Primary Partition dan Extended Partition, yang terdiri dari beberapa logikal partisi.
Di Linux, setiap partisi dilambangkan dengan angka. Contoh, hda1 artinya Primary Partition pertama pada Primary Master HDD. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan di bawah ini:Anda lihat contoh di atas, ternyata untuk extended partition dimulai dari 5, dan logical partition juga dimulai dari 6. Dari mana angka tersebut? Kita tahu bahwa primary partition itu berjumlah maksimal 4 buah. Nah, di Linux, hda1 sampai dengan hda4 itu melambangkan primary partition di Primary Master HDD.
- Primary Master
- Primary Partition #1 (hda1)
- Primary Partition #2 (hda2)
- Extended Partition (hda5)
- Logical Partition #1 (hda6)
- Logical Partition #2 (hda7)
- Secondary Slave
- Primary Parttion #1 / CD-ROM (hdd1)
Untuk HDD yang bertipe SCSI dan USB-HDD ataupun USB Flash Disk, maka kode mountingnya adalah sda, sdb, dsb. Jadi perbedaannya hanyalah di huruf pertama saja yang diawali dengan huruf s, dimana untuk IDE diawali dengan huruf h.
Untuk membaca HDD, USB Flash Disk, CD-ROM, dsb (Selanjutnya disebut sebagai storage media), harus di lakukan mounting terlebih dahulu. Untuk distro-distro Linux terbaru, mounting storage media tersebut akan dilakukan secara otomatis. Tetapi bila ternyata belum dilakukan secara otomatis atau misalnya kita ingin melakukan mounting manual, Kita dapat menggunakan perintah mount.
Contoh:Terkadang setelah melakukan mounting, kita juga perlu untuk melakukan unmounting. Kegunaan dari perintah ini adalah untuk melepaskan file-file yang sedang digunakan, sehingga file tersebut tidak rusak. Contoh paling nyata adalah USB Flash disk, jika filenya dibuka dan USB Flash disk dicabut, maka ada kemungkinan file tersebut akan rusak. Jadi untuk amannya adalah menggunakan unmounting. Perintah unmounting adalah:
- Melakukan mounting terhadap HDD yang terletak di Primary Slave, pada partisi ke-2 yang mempunyai file system FAT32, perintahnya:
mount -t vfat /dev/hdb2 /mnt/hdd2
Perintah di atas akan melakukan mounting HDD tersebut ke direktori /mnt/hdd2, karena itu direktori hdd2 harus sudah ada sebelum melakukan mounting.- Melakukan mounting terhadap CD-ROM yang terletak di Secondary Slave, perintahnya:
mount /dev/hdd /mnt/cdrom atau bisa juga dengan perintah berikut mount /dev/cdrom /mnt/cdrom.- Melakukan mounting terhadap USB Flash Disk, perintahnya:
mount /dev/sda1 /mnt/usbfd
Seringkali, USB Flash Disk tidak selalu di sda1. Untuk mengetahui USB Flash disk berada di mana, saat memasang USB Flash Disk, ketikan perintah berikut dmesg | tail . Nanti dari perintah tersebut akan muncul USB Flash disk tersebut berada di sda1, sdb1 atau yang lainnya.- Mounting ke jaringan linux yang beralamat IP 192.168.0.4 pada direktori /home/dokumen, perintahnya:
mount -t nfs 192.168.0.4:/home/dokumen /mnt/nfs- Mounting ke jaringan windows yang beralamat IP 192.168.0.2 pada direktori sharing /home/dokumen, perintahnya:
mount -t smbfs //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
bila membutuhkan user name dan password, maka perintahnya menjadi:
mount -t smbfs -o username=NamaUser,password=rahasia //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
Perintah di atas, hanya bisa dilakukan bila samba client telah diaktifkan.
Bagi yang menggunakan Windows 2003 Server, biasanya tidak bisa menggunakan smbfs, karena ada service dari Windows 2003 Server yang menghalangi. Untuk itu, coba gunakan file type cifs, perintahnya menjadi:
mount -t cifs -o username=NamaUser,password=rahasia //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
Perhatikan, karena menggunakan cifs, maka pastikan juga kalau cifs telah terinstall.
umount MountPoint.
Contoh berdasarkan contoh di atas, maka unmounting-nya adalahUntuk pembahasan lebih lanjut mengenai mounting folder sharing windows, silakan lihat di sini
- umount /mnt/hdd2
- umount /mnt/cdrom
- umount /mnt/usbfd
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai mounting otomatis, silakan lihat di sini
Last edited by Sirius Black; 27-06-2007 at 05:15.
tread yang sangat bagus. terima kasih bos. saya tunggu kelanjutannya
aku juga mw nanya ne, boleh kan bro
distro apa yang cocok tuk pemula, da sofware tuk grafis, tuk office, bs nge game juga, terus juga bisa jadi server. distro yang banyak orang pake. dan yang gratis tentunya.
terima kasih banyak bro. sukses buat bro
Last edited by birz.co; 20-06-2007 at 13:17.
Terima kasih atas dukungannya. Saya lagi siapkan bahan yang terakhir, yaitu mengenai installasi printer via cups. Setelah ini akan dilanjutkan di thread yang lain mengenai administrasi sistem, di mana pada thread ini akan dibahas mengenai mounting otomatis, installasi via rpm dan source code, partisi, kompile kernel, dsb.
Kalau saya menyarankan PCLinuxOS 2007 untuk pemula, karena relatif gampang, tampilannya juga sudah bagus, sudah ada beryl untuk desktop 3D, dan yang lebih penting, sudah termasuk encoder mp3 dimana encoder ini sering tidak disertakan di banyak distro.
Konfigurasi Printer
Konfigurasi printer yang paling umum di Linux adalah menggunakan CUPS. Untuk itu pastikan CUPS telah diinstall dan dijalankan.
Jika CUPS belum diinstall, Anda harus menginstall paket CUPS ini. Yang harus diinstall, adalah CUPS dan CUPS-drivers. Untuk mengetahui apakah CUPS ini sudah diinstall atau belum, Anda dapat mengetikan perintah # rpm -qa | grep cups.
Untuk memeriksa apakah CUPS telah dijalankan atau tidak, gunakan perintah service cups status. Jika ternyata belum dijalankan, gunakan perintah berikut untuk menjalankannya service cups start.
Ada 2 macam cara untuk melakukan konfigurasi printer, yaitu melalui Control Center (di Mandriva di namakan PrinterDrake) dan melalui Browser.
Konfigurasi printer melalui control center, sangat mudah sekali, seperti kita melakukan installasi printer di Windows, dan cara ini memang yang paling umum. Tetapi dalam pembahasan kali ini, Kita akan melakukan installasi printer melalui browser.
Untuk memulai konfigurasi, jalankan browser Anda dan ketikan localhost:631 pada alamat browser Anda. Bila muncul menu login, isikan username root dan passwordnya.
Berikut langkah-langkah installasi printernya:
- Pilih Add Printer
- Isikan Name, Location dan Description. Pengisian bebas, tetapi diusahakan pengisiannya sejelas mungkin agar orang lain yang membacanya dapat mengetahui tipe printer, lokasi printer tersebut.
- Pilih jenis koneksi dengan printer (paralel port, USB, serial port atau printer windows).
- Pilih merk printer
- Pilih tipe printer
Setelah langka-langkah tersebut dilakukan, maka installasi printer telah selesai dilakukan.
Saya memang tidak menjelaskan secara terperinci untuk masalah installasi printer ini, karena hal itu dapat dengan mudah dilakukan via GUI. Di sini, Saya akan lebih banyak menjelaskan tentang konfigurasi dari CUPS itu sendiri.
File konfigurasi printer berada di
Sedangkan file konfigurasi CUPS berada di/etc/cups/printer.conf
Bila printer Anda tidak berada dalam database driver CUPS, Anda dapat men-download versi terbaru dari CUPS di alamat http://cups.org./etc/cups/cupsd.conf
Untuk printer HP (Hewlet Packard) yag mengalmi masalah berupa tidak bisa nge-print, dapat menggunakan driver foomatic.
Untuk melihat file log dari CUPS (bisa CUPS dirasakan ada masalah), ketikan perintah berikut:
Perlu diketahui bahwa perintah tersebut bersifat realtime, artinya proses penampilan log akan terus diupdate. Untuk kembali ke sheel, tekan Ctrl+C.# tail -f /var/log/cups/error_log
Bila printer Anda mengalami masalah dengan sharing ke Windows (tidak bisa nge-print), maka Anda harus:
- Cek file /etc/cups/mime.convs
Perhatikan di baris bawah, dan pastikan baris application/octet-stream tidak di comment.- Cek juga file /etc/cups/mime.types
Perhatikan juga untuk baris yang sama. Dan pastikan juga diberikan comment.
Masalah ini yang harus Anda lihat terlebih dahulu, karena error inilah yang menyebabkan kesalahn terjadi. Setelah file konfigurasi di ganti, dan jalankan ulang service-nya dengan perintah service cups restart
Rekan-rekan, untuk thread Linux tingkat dasar ini, pembahasannya cukup sampai di sini. Thread ini sendiri bersambung ke thread Belajar Linux: Tingkat Menengah - Administrasi Sistem.
Tetapi dengan berakhirnya pembahasan ini, tidak berarti thread ini akan ditutup begitu saja. Saya akan tetap posting di thread ini mengenai dasar-dasar linux, tetapi dengan pembahasan yang sama dengan postingan sebelumnya. Hanya saja pembahasannya akan dibuat lebih detail lagi. Jadi bagi yang membaca di posting awal, akan diberikan link untuk melanjutkan lebih dalam mengenai pembahasan tersebut.
Dan tentu saja, semuanya itu untuk tingkat dasar.
penjelasannya bagus bgt ni dapat dimengerti dng jelas..
gw jg mau blajar linux ni... gimana ya cara masukin linux di XP??![]()
Wah bagus deh kalau penjelasannya dapat dimengerti.
Maksudnya masukin Linux di XP itu bagaimana? Melalui virtual machine gitu?
great job bro...GRP sent![]()
worklog-1 : Casing AT to ATX
worklog-2 : Simbadda Watercooled Reversed ATX
guide-1 : Universal IR Remote Receiver
"back in the day" the fun of overclocking was taking mid-low range hardware to the speeds of the top end hardware and beyond. Not spending as much as possible initially to take the top end hardware a bit further.
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks