coba perhatikan waktu install Grub-nya di taro dimana?? grub-nya diinstall ke partisi utama yang ada mbr-nya..
coba perhatikan waktu install Grub-nya di taro dimana?? grub-nya diinstall ke partisi utama yang ada mbr-nya..
Ada 3 cara satau ku untuk membuat GRUB manual>>
1. Menggunkan CD Live Ubuntu
- Boot dg cd ubuntu
- Open terminal
- untuk membuka grub ketik >>
- kemudian temukan lokasi GRUB dg cara>>sudo grub
- contoh : dimana "?" merupakan inisial dr hardiskfind /boot/grub/stage1
- Ketik >>(hd?,?)
- Lalu Untuk membuat GRUB di partisi hardisk dg cara>>root (hd?,?)
- atau ingin membuat GRUB di MBR ketik >>setup (hd?,?)
- Ketik >>setup (hd0)
- restartquit
klo ada salah mohon maap..
Last edited by micro_shiroku; 03-07-2007 at 14:35.
cara kedua
download file sgd_0.9532.iso.bz2 ikuti saja link nya..
tapi gak pengaruh ma kompi ku..
hiks..
GRUB nya uda diinstall di MBR kok..
Betul, coba lihat di mana GRUB-nya diinstall. Biasanya Saya isntall di mbr. Jadi coba dulu install di MBR.
udah di hd0... pas install ak sempet liat..
pdal ak uda cb printah >> grub-install --root-directory=/mnt/root /dev/hda
ttp gak mw..
tpi skrg udah bisa.. caranya?
delete partisi windows nya..![]()
Wah, cara yang extreme sekali. Tapi bagus deh kalau udah bisa
bro tolong aku ....
sorry klo lari dikit dari bahasan ne
begini, aku mau nanya klo dalam 1 pc kita install mpe 4 distro, apakah perlu disetiap distro dibuat 3 partisi yang wajib (/boot, /root, dan /swap) ato tidak perlu lagi. cukup buat 3 partisi untuk salah satu distro, sedangkan distro yang laen cukup buat partisi /root nya aja, apa bener gitu?
please help me
Nggak perlu buat 3 partisi wajib. Cukup buat partisi /root saja. Jadi partisi /boot dan /swap cukup dibuat sekali dan dibagi pakai dengan distro yang lain. Partisi /home juga bisa dibagi bersama (kalau mau dibuat terpisah dengan /root), jadinya dokumennya juga bisa digunakan bersama.
Daemon (Services, XInetd)
Daemon di Linux adalah sama seperti services di Windows. Daemon di Linux dibagi menjadi 2, yaitu stand alone (contoh: sshd, cups, httpd, dsb) dan Xinetd (contoh: telnet, rsync, wwftpd, dsb).
Xinetd sudah mulai ditinggalkan karena dapat menimbulkan lubang keamanan. Kenapa begitu? Karena bila xinetd sudah ditembus, maka semua daemon yang menggunakan xinetd otomatis akan tertembus juga.
File konfigurasi daemon itu berada di /etc/services. Option yang sering digunakan adalah start|stop|restart|status
Jadi bila Kita akan menjalankan suatu daemon (misalnya sshd), perintahnya dapat ditulis sebagai berikut: service sshd start. Ada cara lain yaitu dengan mengaksesnya langsung, jadi perintah tersebut sama dengan perintah ini /etc/init.d/sshd start. Karena semua script untuk daemon tersebut memang berada di /etc/init.d. Dan perintah service sebenarnya merupakan script yang akan menjalankan daemon script di /etc/init.d/sshd tersebut.
Kita dapat mengatur, agar suatu daemon dapat berjalan otomatis atau tidak. Kita juga dapat mengatur agar suatu daemon hanya berjalan di runlevel tertentu saja. Berikut beberapa perintahnya:
- Melihat daemon yang sedang aktif
# chkconfig --list- Melihat daemon tertentu
# chkconfig --list sshd- Mematikan daemon sshd pada run level 2
# chkconfig --level 2 sshd off- Mematikan daemon di seluruh level
# chkconfig sshd off- Menjalankan daemon secara default (run level 2,3,4 dan 5)
# chkconfig sshd on
Last edited by Sirius Black; 05-07-2007 at 05:35.
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks