Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem - Page 4
Welcome guest, is this your first visit? Create Account now to join.
  • Login:

Welcome to the CHIP Forum.

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.

+ Reply to Thread
Page 4 of 16 FirstFirst 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 LastLast
Results 31 to 40 of 151

Thread: Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem
  
Bookmark and Share

  1. #31
    Join Date
    Feb 2007
    Posts
    5
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Re: [Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem] GRUB Boot Loader



    Jadi partisi /boot dan /swap cukup dibuat sekali dan dibagi pakai dengan distro yang lain


    bro cara bagi pakainya gmn? (maklum masih newbie )
    apa da settingannya lagi?

    dikompi ada 4 sistem operasi windows (xp n vista) terus aku install CentOS5, berikutnya aku install Fedora7, nah setelah aku install fedora7, saat booting CentOS5 dah gk muncul ge di booting. CentOS (/boot, /root, /swap) fedora (/root), mohon pencerahan bro,
    thanks

  2. #32
    Join Date
    Feb 2007
    Posts
    655
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    13

    Re: Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem



    semua dibikin di partisi beda.. jadi nanti waktu install tinggal di-set sama mount targetnya untuk boot, home dll..

    tapi untuk swap secara otomatis cukup bikin satu nanti linux-nya bisa mengenali secara otomatis.

  3. #33
    Join Date
    Feb 2007
    Posts
    5
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Re: Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem



    Quote Originally Posted by zen_kawatari View Post
    semua dibikin di partisi beda.. jadi nanti waktu install tinggal di-set sama mount targetnya untuk boot, home dll..

    tapi untuk swap secara otomatis cukup bikin satu nanti linux-nya bisa mengenali secara otomatis.
    thanks atas jawabannya

  4. #34
    Join Date
    Jul 2004
    Location
    Tangerang
    Posts
    2,848
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    25

    Re: Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem



    Harusnya sih partisi /boot itu bisa dibagi pakai dengan distro yang lain. Nanti distro yang akan diinstall belakangan, akan mendeteksi dan menambahkan item di boot menu-nya.

    Cuma yang Saya tidak yakin itu kalau /boot ini menjadi 1 partisi dengan /. Tetapi harusnya sih tidak ada masalah.

    Kalau partisi swap udah pasti bisa dibagi pakai kok.

  5. #35
    Join Date
    Jan 2007
    Location
    Indonesia
    Posts
    3,547
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    28

    Re: Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem



    wow... terima kasih banyak buat pelajarannya bro Sirius...
    kalo bisa sticky nih...
    cendol meluncur...hihihihi

  6. #36
    Join Date
    Jul 2004
    Location
    Tangerang
    Posts
    2,848
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    25

    Re: Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem



    Quote Originally Posted by gsb View Post
    wow... terima kasih banyak buat pelajarannya bro Sirius...
    kalo bisa sticky nih...
    cendol meluncur...hihihihi
    Lho, bukannya sudah di sticky?

    thanks ya buat cendolnya.

  7. #37
    Join Date
    Feb 2007
    Posts
    655
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    13

    Re: Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem



    lagi pesta cendol yah ??? minta dooonk..... kiriman lom naympe nih T_T

  8. #38
    Join Date
    Jul 2004
    Location
    Tangerang
    Posts
    2,848
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    25

    [Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem] User & Group



    User & Group

    Melanjutkan pembahasa tentang Membuat User dan Group, kali ini Kita akan melihat lebih jauh mengenai user dan group tersebut.

    Jika di dalam pembahasan sebelumnya, Kita tidak bisa menentukan group default dari masing-masing user, maka di sini Kita akan mempelajari hal tersebut.
    • Untuk membuat user dengan group defaultnya Kita dapat membuat dengan syntax seperti ini:
      # useradd -g NamaGroup NamaUser
    • Defaultnya, setiap user yang dibuat akan mempunyai home folder di /home/NamaUser. Kita juga dapat agar user tersebut mempunyai home folder di tempat lain. Contoh, untuk membuat home folder user A berada di /home/marketing/A, maka perintah yang diberikan adalah:
      # useradd -d /home/marketing/A NamaUserA
    • Sekarang, Kita akan membuat user, tetapi user tersebut tidak bisa melakukan login. Perintahnya adalah:
      # useradd -s /bin/false NamaUser
    • Jika Kita sudah terlanjur membuat user tanpa group default yang Kita kehendaki, maka Kita dapat menggunakan perintah chmod. Perintahnya adalah
      # usermod -g NamaGroupDefault NamaUser
      Awas ya, jangan sampai tertukar dengan parameter -G (G besar). Karena dengan parameter -G artinya adalah secondary group.
    Last edited by Sirius Black; 09-07-2007 at 05:29.

  9. #39
    Join Date
    Jul 2004
    Location
    Tangerang
    Posts
    2,848
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    25

    [Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem] Penjadwalan dengan Cron



    Penjadwalan dengan Cron

    Kadangkala Kita dihadapkan terhadap suatu rutinitas, misalnya seperti backup data, dsb. Karena rutinitas tersebut dilakukan secara manual, tentunya Kita bisa menjadi jenuh. Tetapi bagaimana bila tugas-tugas tersebut Kita limpahkan saja ke komputer dengan menggunakan penjadwalan? Tentunya akan menjadi menyenangkan karena pekerjaan yang bersifat rutinitas tersebut menjadi terotomatisasi tanpa penekanan tombol keyboard.

    Di Linux, penjadwalan tersebut dapat dilakukan dengan Cron, yang merupakan program standar di Linux.

    File konfigurasi cron ini berada di /etc/crontab. Tetapi jangan mengedit file ini, karena untuk menambahkan atau mengedit jadwal, Kita harus menggunakan perintah
    $ crontab -e
    Perintah lengkap dari cron ini adalah sebagai berikut:
    crontab [-u NamaUser] file
    atau
    crontab [-u NamaUser] [-e|-l|-r]

    Keterangan
    -e: edit jadwal user
    -l: melihat jadwal user
    -r: menghapus jadwal user
    -i: Memastikan sebelum menghapus jadwal user
    Format dalam file crontab adalah seperti ini:
    menit jam tanggal bulan hari perintah

    Keterangan
    menit: 0-59
    jam: 0-23
    tanggal: 1-31
    bulan: 1-12
    hari: 1-7, dimana 1=Senin
    Perhatikan contoh berikut
    • Untuk mengatur jadwal untuk menampilkan pesan setiap 5 menit sekali ke semua terminal (tty).
      */5 * * * * echo "waktu kerja" | wall

      Keterangan:
      * : perulangan / kapan pun
      */n : perulang setiap n waktu (tergantung dimana berada, apakah di menit, jam atau yang lainnya).
      wall : perintah untuk menampilkan pesannya ke semua terminal/tty.
    • Untuk menampilkan pesan setiap jam 12:00 ke semua terminal/tty
      00 12 * * * echo "waktu makan" | wall
    • Menghapus file-file di /tmp setiap tanggal 1 jam 04:00
      00 04 1 * * rm -rf /tmp/*
    • Mengupdate file router.cfg setiap 1 jam
      * */1 * * * /usr/local/src/mrtg-2/bin/mrtg /var/www/mrtg/conf/router.cfg

    Kita juga dapat membuat file yang berisi entri dari crontab. Contoh:
    $ vi customcron
    00 15 * * * echo "testing"

    Untuk menginstallnya, ketik perintah berikut
    $ crontab customcron
    Untuk melihat penjadwalan apa saja yang sudah Kita buat, perintahnya:
    $ crontab -l
    Untuk melihat penjadwalan user tertentu, perintahnya:
    # crontab -u NamaUser -l
    Untuk menghapus seluruh jadwal, perintahnya:
    $ crontab -r
    Untuk menghapus seluruh jadwal user tertentu, perintahnya:
    # crontab -u NamaUser -r

  10. #40
    Join Date
    Jul 2004
    Location
    Tangerang
    Posts
    2,848
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    25

    [Belajar Linux: Tingkat Menengah – Administrasi Sistem] Penjadwalan dengan at



    Penjadwalan dengan at


    Crontab digunakan untuk menjadwalkan proses yang berulang-ulang. Bagaimana bila penjadwalan tersebut hanya dilakukan 1 kali saja? Untuk kasus tersebut Kita bisa menggunakan at. Perintah at digunakan menjadwalkan proses suatu perintah untuk dijalankan pada waktu yang telah Kita definisikan. Memang sebenarnya Kita bisa saja menggunakan crontab, tetapi perintah yang telah dilaksanakan tidak otomatis dihapus, dan penggunaan dengan crontab akan menjadi kurang tepat.


    Format perintah at adalah:
    at [option] waktu -f program


    Keterangan
    option yang dapat diberikan adalah -l, yang berguna untuk menampilkan daftar perintah yang berada di dalam antrian
    waktu dinyatakan dalam format HH:MM
    -f adalah opsi yang menandakan bahwa parameter berikutnya adalah file program
    program adalah nama program yang akan dikerjakan pada waku yang telah ditentukan.

    Contoh penggunaan at
    • Menjalankan script untuk backup pada jam 20:00
      $ at 20:00 -f ./backup.sh
      warning: commands will executed using /bin/sh

      Perintah tersebut menghasilkan peringatan yang dapat Kita abaikan. Peringatan tersebut muncul karena sistem tidak mengetahui shell yang digunakan. Karena itu sistem akan menggunakan shell bash (/bin/sh).


    • Untuk melihat daftar antrian yang ada
      $ at -l
      20 2007-07-10 20:00 a guest

      Angka 20 itu berarti nomor job yang diberikan oleh sistem.


    Agar perintah at dikerjakan, maka daemon atd harus aktif, tanpa itu perintah at tidak dapat dijalankan. Untuk memeriksa daemon tersebut telah aktif atau tidak, gunakan perintah
    service atd status

    Perintah yang sudah diberikan masih dapat diatur ulang atau bahkan dibatalkan. Berikut adalah perintah-perintahnya:
    1. atq: at queue merupakan perintah untuk melihat ke dalam daftar antrian yang telah dijadwalkan. Hasil dari perintah atq ini sama dengan perintah at -l
    2. atrm: at remove, adalah perintah untuk membatalkan suatu antrian yang telah terjadwal berdasarkan nomor job yang Kita berikan. Perintahnya:
      $ atrm nomorjob
      Untuk melihat apakah, nomor job yang telah Kita batalkan itu telah dihapus atau tidak, maka setelah memberikan perintah atrm, berikan perintah atq untuk memastikan nomor job yang telah Kita hapus tidak muncul lagi.
    3. atrun: at run, adalah perintah untuk langsung mengeksekusi suatu proses yang berada di antrian. Perintahnya:
      $ atrun nomorjob


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts