Wah , bagus sih sumbangsih nya bro , terutama fokus pada Command Line nya . GRP has been sent !!
Wah , bagus sih sumbangsih nya bro , terutama fokus pada Command Line nya . GRP has been sent !!
Thanks buat dukungannya + GRP-nya.
Mohon maaf, kalau belakangan ini pembahasannya jadi agak lama diupdate, karena adanya keterbatasan waktu, soalnya di sini lagi migrasi server dari Windows ke Linux. Jadi nggak banyak waktu buat ngetik.
Last edited by Sirius Black; 31-07-2007 at 06:18.
Dasar Pemrograman Shell
Seringkali di dalam memberikan perintah-perintah di Linux, Kita harus mengulang-ulang pengetikan. Pekerjaan yang berulang tersebut sangatlah tidak efisien, akan lebih baik bila kita menyimpan semua perintah tersebut ke dalam file untuk dijalankan. File-file inilah yang disebut dengan file script.
Untuk itulah gunanya file-file script, agar memudahkan pekerjaan Kita. Tidak hanya perintah-perintah yang sering digunakan saja, Kita bahkan dapat menggunakan perintah-perintah dasar pemrograman agar file script tersebut menjadi lebih dinamis.
Dalam pembahasan kali ini, Kita akan mempelajari pemrograman di dalam bash shell.
Tidak seperti Windows, di dalam Linux tidak ada ekstensi khusus untuk suatu nama file yang dapat dijalankan termasuk file script. Suatu file script dapat memiliki ektensi dan dapat juga tidak memiliki ektensi. File dapat dijalankan atau tidak tergantung dari permission file tersebut. Suatu file dapat dijalankan bila memiliki permission x
- Menjalankan Script
Untuk menjalankan Script, perintahnya adalahsh dapat diganti dengan bash atau csh, sesuai dengan shell yang akan digunakan.$ sh [/path/]NamaScript
Bila file script tersebut mempunyai atribut executable, maka untuk menjalankan script tersebut dapat dilakukan dengan perintah$ [/path/]NamaScript- Membuat Script
Baris pertama setiap script sebaiknya memiliki pernyataan sebagai berikutIsi baris tersebut menunjukkan bahwa script yang dibuat seharusnya dijalankan pada lingkungan shell bash#!/bin/bash
Berikut adalah contoh script untuk menampilkan pesan:
$ vi HelloWorld.sh
#!/bin/bash
echo "Hello World"- Menggunakan Variabel
- Pemberian Nama Variabel
Di dalam dunia pemrograman, variabel merupakan komponen penting yang digunakan sebagai tempat penyimpanan data yang akan diproses. Pemberian Nama Variabel tidak diperbolehkan menggunakan tanda baca ataupun spasi.
Contoh yang benarContoh yang salahNamaBahasa
Nama_Lengkap
NILAINama Bahasa
Nama/Lengkap- Operasi Assignment
Untuk memberi nilai (mengisi data) ke dalam variabel, Kita bisa menggunakan tanda = (sama dengan). Contoh:
Saat memberikan perintah assignment, tidak boleh ada spasi antara nama variabel dengan tanda sama dengan. Pemberian spasi akan menyebabkan variabel tersebut dianggap sebagai sebuah perintah.NamaBahasa="Pascal"
Nama_Lengkap="Turbo Pascal"
Jika data yang dimasukkan bukan berupa angka (data untuk kalkulasi matematis), maka data tersebut harus diapit dalam tanda kutip ganda (") atau dengan tanda petik tunggal (').
Jika Kita ingin memasukan perintah-perintah Linux ke dalam variabel ini agar dapat dieksekusi, maka perintah tersebut harus diapit dengan tanda backquote (`).
Contoh
Dalam kasus tertentu, assignment seperti contoh di atas tidak dapat digunakan, misalnya karena penggunaan karakter seperti wildcard seperti "*", sehingga tidak memungkinkan kita melakukan operasi aritmatika.NamaBahasa="Pascal"
Versi=7
AdaDiManaSekarang=`pwd`
- Operasi Assignment dengan perintah Let
Untuk itu, Kita bisa menggunakan perintah let sebagai pernyataan perintah untuk melakukan assignment. Contoh:let NamaBahasa="Pascal"
let x=100
let x=100+20- Variabel Read Only
Kadangkala Kita ingin agar variabel tersebut tidak boleh berubah isinya (constanta), maka variabel tersebut harus diberikan perintah readonly. Contoh penggunaannyaJika Kita mengubah suatu variabel read only, maka akan terjadi kesalahan karena variabel tersebut tidak dapat diubah.NamaBahasa="Pascal"
readonly NamaBahasa
- Menampilkan Variabel
Untuk menampilkan variabel, Kita dapat menggunakan perintah echo. Nama Variabelnya sendiri harus didahului dengan tanda $. Perintahnya. Contoh penggunaannya:echo $NamaVariabel
Di atas telah disebutkan untuk data variabel dapat menggunakan tanda petik ganda (") dan tanda petik tunggal ('). Sebenarnya penggunaan tanda petik ini pada dasarnya adalah sama. Penggunaannya baru berbeda bila ada nama variabel di dalamnya. Contoh perbedaannya:NamaBahasa="Pascal"
AdaDiManaSekarang=`pwd`
echo "Nama Bahasa Pemrograman yang digunakan "$NamaBahasa
echo "Lokasi direktori saat ini berada di "$AdaDiManaSekarang
Terlihat bahwa isi variabel akan ditampilkan pada saat diapit dengan tanda petik ganda. Agar isi variabel tidak digunakan (sama dengan menggunakan tanda petik tunggal), maka kita harus menggunakan tanda "\". Contoh penggunaannya:NamaBahasa="Pascal"
echo "Isi Variabel NamaBahasa $NamaBahasa"
echo 'Isi variabel NamaBahasa $NamaBahasa'
maka hasilnya adalah
Isi Variabel NamaBahasa Pascal
Isi Variabel NamaBahasa $NamaBahasa
NamaBahasa="Pascal"
echo "Isi Variabel NamaBahasa \$NamaBahasa"- Menerima data dari standar input
Untuk membuat script Kita menjadi interaktif, maka script tersebut haruslah dapat menerima input dari standar input (misalnya: keyboard). Untuk menerima input, gunakan perintah read, contoh penggunaanya:
echo "Masukan Nama Bahasa Pemrograman Favorit"
read NamaBahasa
echo "Ternyata bahasa pemrograman favorit Anda adalah "$NamaBahasa- Perintah expr
Perintah expr merupakan perintah yang digunakan untuk melakukan suatu evaluasi suatu ekspresi. Contoh penggunaannya:
Jadi dengan menggunakan perintah expr, bila operasi aritmetika memiliki spasi maka yang ditampilkan adalah hasilnya. Tetapi bila tidak memiliki spasi maka akan ditampilkan sebagai string.echo "Test "
expr "Test "
echo 10 + 1
expr 10 + 1
expr 10+1
maka hasilnya adalah
Test
Test
10 + 1
11
10+1
Hasil dari perintah expr tidak disimpan ke dalam variabel, tetapi langsung ditampilkan ke dalam standar output.
Sedangkan hasil dari perintah let disimpan dalam variabel, tetapi tidak ditampilkan ke dalam standar output.
Jika hasil dari perintah expr ingin disimpan ke dalam variabel, maka Kita harus menggunakan operator brave yang diikuti dengan perintah expr atau echo untuk menampilkan isi variabel tersebut.
Contoh:
y=`expr 10 + 1`
echo $y
expr $y
maka hasilnya adalah
11
11
Pembahasan pemrograman telah dibuatkan dalam thread tersendiri atas permintaan bro D2000, pembahasan tingkat dasar ini juga ada di thread tersebut. Thread tentang pemrograman tersebut berjudul Belajar Linux: Pemrograman di Linux .
Last edited by Sirius Black; 07-08-2007 at 11:27. Reason: Info thread untuk pemrograman di Linux
Nice sticky,Bro Siriusijo-ijo meluncur, Bro
![]()
--no signature--
Thanks bro buat ijo-ijonya. Btw, ditunggu ya pemrograman script bagian II (lagi disusun) dan pelajaran lainnya yang masih menunggu, maklum masih sibuk.
tanya pak, kalo kita dah bikin script misalnya untuk delete file :
home/gw/script$vi delete
home/gw/script$chmod 755 delete#!/bin/bash
rm -rf /home/bob/makan
gmn cara ngerun "makan" tanpa ketik /home/gw/script/delete ? jadi di konsole tinggal ketik:
home/gw$delete
?
thx![]()
Last edited by payahx; 06-08-2007 at 11:58.
Ada 2 cara:
1. Copy scriptnya ke /usr/bin
2. Buat symlink ke /usr/bin, perintahnya ln -s /home/gw/script/delete /usr/bin
sip, kmr 2x ngopy ke /sbin /bin
![]()
Nggak masalah sih, sama saja. kalau /bin itu seperti \windows dan /usr/bin itu seperti \program files
Kalau bisa jangan ke /sbin atau /usr/sbin karena kalau diletakkan di situ maka yang dapat menjalankan hanya root.
Umm anu... programing nya di bikin chapter sendir ajah bole gak.. biar lebih fokus.
Thx yah![]()
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks