Oooh..mau dibuat chapter sendiri aja ya? Boleh deh, nanti disiapkan dulu modulnya. Kalau gitu, programmingnya nggak cuma bash shell nih, Saya akan coba memasukkan pemrograman yang lainnya juga deh. Btw, thanks buat GRP-nya.
Oooh..mau dibuat chapter sendiri aja ya? Boleh deh, nanti disiapkan dulu modulnya. Kalau gitu, programmingnya nggak cuma bash shell nih, Saya akan coba memasukkan pemrograman yang lainnya juga deh. Btw, thanks buat GRP-nya.
Iya nih, soal nya lg mulei utak atik, programing di linuk...
Thx yah![]()
Last edited by Sirius Black; 07-08-2007 at 11:52.
Sudo (Super User DO)
Sudo digunakan meningkatkan level user tertentu untuk menggunakan perintah tertentu. Singkatnya dengan Sudo, user dapat juga bertindak sebagai root tanpa memerlukan password root (tetapi dengan password user tersebut).
- Insatalasi Sudo
Umumnya sudo sudah termasuk di distro Linux (terutama basis debian), tetapi bila ternyata sudo tidak ada atau ingin diupgrade, Anda dapat men-download software sudo tersebut di www.courtesan.com/sudo. Versi terbaru saat ini (sampai dengan post ini) adalah 1.6.9p3.
Setelah didownload, lakukan langkah-langkah berikut untuk menginstalnya:
- $ tar xvzf sudo-1.6.9p3.tar.gz
- $ cd sudo-1.6.9p3
- $ ./configure --with-all-insults --enable-log-host
- $ make
- # make install
- Konfigurasi
Konfigurasi untuk sudo berada dalam file /etc/sudoers. Untuk mengedit file konfigurasi ini tidak dapat dilakukan dengan editor lain, semacam vi, joe, dsb. Pengeditan file konfigurasi ini dilakukan dengan perintah visudo.
File konfigurasi ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian alias dan bagian privilege.
Bagian alias, umumnya terbagi menjadi 4 bagian yaitu:
- Host_Alias : Digunakan untuk mengisikan daftar nama host, alamat IP, network/netmask, atau netgroup.
- Runas_Alias : Digunakan untuk mengisikan daftar user, group, atau netgroup
- Cmnd_Alias : Digunakan untuk mengisikan daftar perintah atau direktori secara absolut. Bila yang diberikan adalah perintah, maka argumen dan flag dapat juga disertakan.
- User_Alias : Digunakan untuk mengisikan daftar user, group, atau netgroup
Format untuk bagian privilege adalah sebagai berikut:
user_alias host_alias=(runas_type, runas_type, ...) cmnd_alias
NB: runas_type bersifat opsional, artinya boleh diberikan dan boleh juga tidak diberikan
Berikut adalah contoh sederhana konfigurasi file /etc/sudoers:
# Host alias
Host_Alias FILESERVERS = fs1, fs2
Host_Alias MAILSERVERS = smtp, smtp2
# User Alias
User_Alias USERS = joni, joe
User_Alias ADMINS = Sirius
Runas_Alias ADMIN = root
# Command Aliases, untuk command yang akan dijalankan oleh sudo
Cmnd_Alias SERVICES = /sbin/service, /sbin/chkconfig
Cmnd_Alias HALT = /sbin/halt, /sbin/shutdown -h *
Cmnd_Alias REBOOT = /sbin/reboot, /sbin/init 6, /sbin/shutdown -r *
## User privilege, untuk menentukan user mana dan command apa yang akan dijalankan
#artinya root boleh menjalankan semua perintah
root ALL = (ALL) ALL
#artinya semua user yang tercantum di user alias USERS boleh mengakses perintah Services dengan status sebagai alias ADMIN (run as)
USERS ALL = (ADMIN) SERVICES
# artinya semua user alias ADMINS boleh menjalankan perintah halt dan reboot tanpa memasukan password
ADMINS ALL = NOPASSWD: HALT, REBOOT
# semua user alias USERS boleh mengakses semua perintah SERVICES sebagai alias ADMIN di komputer alias MAILSERVERS
USERS MAILSERVERS = (ADMIN) SERVICES
Last edited by Sirius Black; 08-08-2007 at 10:56.
nice thread kayaknya gw bakal pantengin trus nich thread, grp 4 U. ditunggu bahasan2 lainnya.
nice thread kayaknya gw bakal pantengin trus nich thread, grp 4 U. ditunggu bahasan2 lainnya.![]()
nice thread kayaknya gw bakal pantengin trus nich thread, grp 4 U. ditunggu bahasan2 lainnya.![]()
Kompilasi Kernel
Kernel berfungsi sebagai perantara antara program-program dengan hardware, tugasnya antara lain:Versi kernel ini ada 2 macam, yaitu versi stabil dan versi pengembangan. Versi stabil ditandai dengan penomoran versi yang genap, contoh 2.4.x atau 2.6.x. Sedangkan kernel yang merupakan versi pengembangan ditandai dengan nomor gaji, contoh 2.5.x atau 2.7.x. Kernel-kernel pengembangan ini bisa dibilang ada versi beta sebelum versi finalnya dikeluarkan.
- Mengatur memori bagi seluruh proses yang berjalan
- Memastikan proses tersebut memperoleh pembagian siklus prosesor yang adil
- Menyediakan interface yang portabel bagi program-program untuk berbicara ke hardware
Kernel sendiri dibagi 2 macam, yaitu:Lalu apa keuntungan melakukan kompilasi kernel? Berikut alasannya:
- Kernel monolitik adalah kernel yang semua di-compile dari awal dan dimuat saat sistem boot. Kelebihannya adalah stabil, tetapi kelemahannya adalah kernel monolitik ini harus di-compile terlebih dahulu sebelum digunakan.
- Kernel modular adalah kernel yang dapat diinstall dan diuninstall. Kernel ini akan dimuat saat saat diperlukan. Salah satu contoh kernel modular ini adalah driver, seperti driver printer, VGA, dsb. Kelebihan kernel modular ini adalah lebih mudah diinstall/uninstall tetapi kelemahannya adalah kurang stabil.
Langkah-langkah yang perlu disiapkan sebelum melakukan kompilasi kernel adalah:
- Kernel monolitik akan dimuat saat booting, artinya semakin banyak kernel monolitik yang dimuat, maka memori yang digunakan pun semakin besar, padahal belum tentu semua kernel monolitik tersebut kita perlukan. Ada beberapa yang cuma perlu dijadikan kernel modular saja. Dengan merampingkan ukuran kernel, maka kecepatan booting dapat ditingkatkan dan memperkecil pemakaian memori.
- Dengan kompilasi kernel, Kita dapat menyeting sistem PC kita agar bekerja lebih maksimal lagi. Karena umumnya kernel yang disertakan bekerja untuk PC secara umum, artinya tidak seluruh kemampuan PC kita dikeluarkan karena kernel diset untuk bekerja secara umum. Contohnya adalah CPU, setting standar kernel adalah menggunakan CPU Pentium I, padahal kita menggunakan CPU Dual Core. Nah, dengan kompilasi kernel ini Kita bisa mengoptimalkan kerja dari kernel ini agar optimal di CPU Dual Core.
- Kita dapat memasukkan feature lainnya yang tidak ada di kernel standar.
- Upgrade kernel. Kernel baru umumnya menawarkan kemampuan untuk mendukung lebih banyak hardware, memperbaiki bug yang ada di kernel sebelumnya, lebih stabil dibanding versi sebelumnya, memiliki dukungan manajemen proses yang lebih baik, yang berjalan lebih cepat dari versi sebelumnya.
Asumsi di post ini adalah menggunakan kernel 2.6.21.5.
- Menyiapkan source code kernel. Kernel sendiri bisa didownload di www.kernel.org atau mirror lainnya
- GNU C Compiler (GCC) untuk mengcompile kernel
- Program Make untuk membantu kompilasi program.
Berikut langkah-langkah kompilasi kernel:
- Ektrak file kernel yang biasanya terkompresi dalam format .tar.bz2 dengan perintah
$ tar xjvf linux-2.6.21.5.tar.bz2- Pindah ke direktori hasil ekstrak file kernel tadi
- Bila Anda merasa perlu untuk membersihkan source kernel dari sisa kompilasi sebelumnya, lakukan dengan perintah
$ make clean- Untuk memulai memilih kernel mana yang akan di-compile, ketik
Pilihlah kernel yang akan dijadikan kernel monolitik (ditandai dengan$ make menuconfig- ) atau kernel modular (ditandai dengan [M]), atau malah akan dihapus (ditandai dengan []). Untuk memilih tekan spasi, untuk kembali ke menu sebelumnya tekan ESC, untuk masuk ke sub menu tekan ENTER. Harap pilih tipe kernel (monolitik atau modular) dengan cermat, agar sistem Anda menjadi lebih optimal dan tidak sebaliknya. Setelah selesai memilih, maka keluarlah dari menu config tersebut (dengan memilih exit).
- Kompile kernel dengan perintah
Untuk kernel 2.4.x lakukan dengan perintah:
Perintah make bzImage untuk membuat image kernel utama saat booting$ make
$ make bzImage
$ make vmlinuz
$ make modules
$ make modules_install
Perintah make vmlinux untuk image kernel versi tidak terkompresi
Perintah make modules untuk meng-kompile kernel modular.
Perintah make modules_install akan membuat direktori sesuai versi kernel di bawah direktori /lib/modules
Untuk kernel 2.6.x lakukan dengan perintah:
Tunggu proses kompilasi sampai selesai, karena proses dapat berlansung lama tergantung dari spesifikasi komputer.# make all && make modules_install && make install
Bagi yang menggunakan kernel 2.6.x, langkah di bawah ini bisa dilewatkan.
- Selanjutnya, adalah mengkonfigurasi bootloader Anda. Ada baiknya Anda meng-copy beberapa file ini ke /boot. Beberapa file tersebut adalah bzImage (ada di direktori arch/i386/boot), vmlinuz (ada di direktori utama), .config dan system.map (untuk debugging). Copy semua file tersebut ke direktori baru di /boot, misalnya /boot/kernelbaru.
- Login sebagai root, dan edit file grub.conf (bila menggunakan grub sebagai boot loader). Tambahkan entri sebagai berikut (jangan hapus file dan entry kernel yang lama, untuk berjaga-jaga bila kernel baru tidak bisa berjalan):
Bila file initrd ini tidak ada, file ini dapat dibuat dengan perintahtitle New Kernel (2.6.21.5)
root(hd1,0)
kernel /boot/kernelbaru/bzImage ro root=/dev/hda1
initrd /boot/kernelbaru/initrd-2.6.21.5.img# mkinitrd /boot/kernelbaru/initrd-2.6.21.5.img 2.6.21.5- Bila Anda menggunakan LILO, maka entry yang perlu dimasukkan adalah
Setelah diedit, jangan lupa ketik perintah berikutimage=/boot/kernelbaru/vmlinuz-2.6.21.5
label=New Kernel
root=/dev/hda1
read-only# lilo- Kompilasi kernel telah selesai, restart komputer Anda dan pilihlah kernel yang baru tersebut.
Last edited by Sirius Black; 06-03-2008 at 12:49.
tambahin ya langkah-langkah compile kernel yang belum dituliskan diatas..
usahakan extract kernel baru di folder /usr/src kemudian unlink linux link ke kernel lama dan ganti dengan link ke folder baru. langkah ini akan mempermudah installasi aplikasi yang memerlukan kernel source dikemudian hari.
make clean hanya dilakukan ketika recompile jadi kalo compile dari awal make clean gak perlu dilakukan.
cara compile yang bro beri cukup oldiest biasa dipake untuk kernel 2.4 kebawah... berhubung kernel linux dari 2.6 keatas udah susah (kalo ngga gak mungkin) dibikin kecil (kurang dari 1.44Mb) jadi beberapa command bisa dilewat lagian sekarang compile kernel gak sebanyak itu command nya udah disederhanakan.. setelah make menuconfig cukup ketik segini saja
make & make modules bisa disingkat dengan mengetikan make allCode:make && make modules && make modules_install && make install
terus mkinitrd lebih baik selalu dilakukan setelah compile kernel jaga-jaga jangan sampe gagal boot dulu baru repot bikin initrd![]()
Thank you Bro atas tambahannya. Maklum, waktu saya belajar compile kernel, masih menggunakan kernel 2.4 jadi cara itu yang digunakan saat itu.
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks