Cara yang saya jabarkan disini sebenarnya merupakan gabungan keduanya....Tapi untuk proses bongkar hardwarenya masih sampai batasan yg tidak membahayakan. Masalah ini saya buka karena selama ini banyak kasus data recovery yg kita terima di Workshop semakin parah.
Semakin parah kondisinya karena cara yg digunakan dan dianjurkan tidak seluruhnya benar dan seringkali melewati beberapa hal penting yg signifikan dan membahayakan data sendiri.
Hal ini sebenarnya bagian yg menguntungkan bagi recovery service (biaya yg dicharge makin mahal krn tingkat kesulitan makin tinggi) , namun ada sisi buruknya juga : kami dianggap "ngemplang" harga. Padahal bukan seperti itu pengertiannya.
Biaya akan semakin mahal ketika yg diterima untuk recovery telah menjalankan software recovery tanpa melakukan pemeriksaan awal ttg kondisi HDD nya.
Hal ini menyebabkan banyak kasus HDDnya yg memang pada awalnya sudah mengalami masalah di HDDnya lalu dipaksa menyelamatkan data dan pada akhirnya data yg keluar rusak dan HDDnya ikut rusak..
Post ini tidak mengurangi segala hormat kepada pada master/ ahli recovery yg ada. Saya yakin di Indonesia sangat banyak ahli recovery yg kredibilitasnya dapat dibanggakan, namun ada juga beberapa (sangat sedikit) yg kredibilitas mulai meragukan... (main bongkar HDD tanpa persetujuan pemilik dan lainnya)
Saya cuma mengimbau agar recovery janganlah dipandang dari sudut bisnisnya saja tapi dari skill dan art (tanpa hanya mengandalkan software recovery).
Mohon maaf kalau post ini kurang berkenan di antara rekan-rekan sejawat.
Salam,
FX Suryakusuma
HDDStudio
HDDStudio Data Recovery Center
http://www.hddstudio.net
Saya akan mulai post ttg recovery mulai siang ini. Semoga bermanfaat untuk semua Chiipers !
UPDATE POST :
SIMPLE software recovery procedure :
Cara ini hanya dapat digunakan untuk memcahkan masalah pada error yang masih dalam batasan logical. Logical error/recovery dalam hal ini : Partisi terformat, folder terdelete lewat Shift+Del, error partition table/MBR dll.
1. Shutdown system anda segera (setelah file terhapus, terformat atau lainnya). Jangan utak-atik HDD yg kehilangan data ini.
2. Install software recovery pada HDD yang lain. Jangan pada HDD yang memiliki masalah !
3. HDD yang bermasalah (yang terformat atau kehilangan data) harus sebagai posisi slave di PC lain. Jangan sebagai master !
4. Siapakan HDD satu lagi untuk menampung data yang akan diselamatkan. HDD yang bermasalah jangan digunakan untuk mengisi data hasil recovery
Jadi secara standard :
Ada 3 Hard disk yang harus disiapkan : HDDA (yg bermasalah) HDDB (yg diinstal prgram recovery) dan HDDC (untuk menampung data yang diselamatkan)
HDDB sebagai bootable master (dengan Windows dan lainnya_
HDDA sebagai korban yg akan diselamatkan
HDDC sebagai tempat penampungan data
Software yang direkomendasi :
1. WinHex (dari www.x-ways.net)
2. TestDisk (dari www.cgsecurity.org)
3. GetDataBack (dari www.runtime.org)
Masih banyak software recovery lainnya yang dapat digunakan untuk menyelamatkan data. Silakan anda cari dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Prinsip kerjanya sama saja. Yang penting ialah standarisasi HDDA, HDDB, HDDC seperti di atas.
Data Recovery lewat hotswap..: http://forum.chip.co.id/storage-opti...-victoria.html







). Prinsipnya Maxtor memiliki kapasitas LBA lebih besar dari merk lainnya.
, kita bisa langsung coba mengaksesnya secara logical. Biasanya drive otomatis direkonstruksi (Hehehehe 




Bookmarks