mengenai resolusi dan kompresi hasil foto, the bigger the better.
Kalau ada RAW/TIFF format, lebih baik lagi, karena gambar under/over exposure pun masih bisa diselamatkan.
Tapi kelemahannya, ukuran file amat besar. 6MP RAW bisa 15 MegaByte
Selain kualitas terbaik, hasil juga amat dipengaruhi
pencahayaan tepat. atau kerennya,
proper exposure.
Cara mendapatkannya
Dengan Setting ISO, Shutter Speed, Aparture pada digicam.
- Setting Shutter speed (kecepatan bukaan lensa) di set pada mode TV/S pada digicam dengan manual mode
- Aparture (besarnya diafragma/bukaan lensa) di set pada mode AV/ A pada manual mode
Manual mode ini ada pada kamera digital prosumer, yang biasanya agak besar, seperti Nikon 5700, Sony F717, Canon G5, Minolta Z1-2-3. atau DSLR semacam Canon 300D.
Ada pada kamera yang bertaraf semi pro
Ada juga camera Point&shot (consumer level) yang memiliki manual mode. Contohnya Canon Powershot seri A (A60,A75, A85, A95) Minolta seri F (F100-200-300), Minolta seri G (G400-500-600), Sony P100, W1
Bila program manual ini tidak ada, maka setting exposure cukup dilakukan lewat pengaturan ISO, dan exposure compensation.
Biasanya bisa ditemukan pada setup menu.
Penilaian tepat tidaknya exposure dengan meilhat preview gambar di LCD. Namun ada lagi cara yang lebih baik untuk menilai exposure. Lihat
Histogram
Bentuknya seperti ini
Yang paling ideal adalah grafik memuncak di tengah, kalau puncak di pinggir kanan = over exposure/terlalu terang (highlight area)
kiri = Under Exposure/gelap (shadow area)
Lengkapnya bisa dilihat di:
http://www.dpreview.com/learn/?/glossary/Exposure/

Sorry kalau puanjangggg....