Quote:
|
Originally Posted by AlexM
Kalo pake yang digital gmana, apa zoom optic berpengaruh. maaf saya pemula mengenai kamera.
berarti bagus yang manual daripada digital ?
|
Digital prosumer maksudnya?
Kamera Prosumer itu ga bisa sync dg blitz ato strobe (kecuali pake mata kucing). Jadi mau ga mau harus pake ambient light ato blitz internalnya. Tapi biasanya kalo pake blitz internal hasilnya bakal mengecewakan. Jadi yg bagus pake ambient light. Ambient light ga konsisten dari segi intensitas, karakter cahaya, maupun arah nya.
Alternatifnya, lightingnya bisa di akal-akalin bisa pake senter. Tapi kalo pake senter ada hal2 yg perlu diperhatiin:
Berhubung senter memiliki temperatur warna yg warm (sekitar 3200 K) maka jangan lupa set White Balance ke bulb atau tungsten supaya hasil nya ga kekuning-kuningan (paling bagus si set manual ato custom WB, tapi kamera prosumer kynya ga bisa).
Sekarang caranya memotret dg modal 1 senter:
1. Lakukan pada malam hari di ruang tertutup dan kedap cahaya.
2. Set kamera ke mode manual, dan lakukan komposisi sesuai selera anda.
3. Set speed yg paling lambat dari kamera anda (kalo bisa si bulb) dan bukaan yg sesuai dg selera dan ISO yg terrendah (untuk meminimalisir noise)
4. Matikan seluruh lampu di ruangan.
5. Pencet tombol shutter release. Lebih baik dibantu oleh rekan anda.
6. Selama shutter release diltekan yg anda lakukan adalah menyinari subjek/objek dari berbagai arah yg sesuai dg selera anda. Setiap perbubahan arah cahaya matikan senternya. Kemudian lanjutkan penyinaran dari arah lain.
Lama penyinaran akan mementukan intensitas cahaya. Jadi disini anda dapat memainkan intensitas antara key light, fill light, ama background light. Jadi silakan bereksperimen sendiri.
7. Kalo sudah selesai, lepas tombol shutter release.
8. Nyalakan lagi lampu ruangan.
Ingat! makin lama shutter dipencet maka makin banyak noise yg dihasilkan. Jadi saat shutter release di lepas, bekerjalah secara efissien. Jangan kebanyakan bengongnya.
Selamat mencoba.