Tips Memotret Burung Di Alam Sunday January 01st 2006, 7:20 pm
Filed under:
Tips & trik,
Fotografi & Digital Imaging,
Konservasi Alam, Masyarakat, Metode yang terkait

Fotografi saat ini telah menjadi
lifestyle. Apalagi dengan perkembangan teknologi dan perangkat pendukung seperti kamera yang sedemikian pesat, membuat kamera semakin mudah digunakan (
user friendly) oleh orang awam sekalipun. Harganya pun relatif terjangkau ditambah lagi dengan perkembangan media digital memory, membuat kita tidak perlu kuatir untuk banyak-banyak mengambil objek foto karena tidak perlu menggunakan film…Intinya tinggal diarahkan ke objek, lalu klik….jadilah sebuah foto…
Ada banyak objek yang menarik untuk dipotret seperti landscape (bentang alam), laut, gunung, tumbuhan, air terjun, satwa liar, perilaku manusia, dan lain-lain. Burung merupakan salah satu objek foto favorit saya…Selain menarik untuk difoto, memotret burung memberikan tantangan tersendiri buat saya. Hampir banyak jenis burung, terkadang memerlukan upaya yang sungguh-sungguh jika ingin mendapatkan objek burung yang menarik.
Dibawah ini saya akan mencoba untuk membagikan pengalaman tentang bagaimana melakukan hunting fotografi burung di alam bebas sehingga perjalanan dan biaya dapat menjadi lebih efektif…dan tidak sia-sia….
Apa yang perlu dipersiapkan?

Kamera analog atapun digital, Lensa tele 200-800mm, Jika diperlukan, pakai tele conventer 2x untuk menambah kemampuan lensa.(lensa 200mm akan menjadi lensa 400mm, dst), Filter UV, Tripod sangat diperlukan, Lensa hood (corong lensa), Teropong juga menjadi sangat penting, Cadangan bateray kamera, Cadangan film (untuk kamera analog), 1 set pembersih lensa, Motor drive jika diperlukan, Bawalah banyak kantong palstik yang besar untuk membungkus kamera kalau tiba-tiba cuaca berubah menjadi hujan.. Selain itu, pakailah pakaian berwarna gelap dan bawa jas hujan serta perbekalan makanan yang cukup.
Kapan waktu terbaik untuk memotret burung ?
Saat yang terbaik untuk pemotretan adalah
jam 06 - 10 pagi atau jam 15.00-17.00 sore terutama untuk mendapatkan pencahayaan yang baik dan suasana (mood) yang natural. Pada pagi hari kita juga berkesempatan untuk dapat menjumpai burung-burung kecil seperti prenjak, kutilang, pelatuk, sri gunting, burung madu, dll…
Untuk hunting foto burung pemangsa seperti elang, sebaiknya dilakukan sekitar jam 10.00-15.00 siang. Karena pada saat-saat tersebut jenis burung seperti ini, mulai keluar sarang dan beraktivitas mencari mangsa…
Bagaimana dengan burung migran?
Waktu terbaik untuk memotret burung ini adalah pada musim migrasi yaitu pada bulan Oktober-November. Pada bulan-bulan ini, kita bisa melihat ribuan burung bermigrasi dari Jepang menuju Indonesia. Beberapa lokasi yang menjadi lintasan burung ini adalah daerah puncak, Bogor, kebun raya bogor, gunung Slamet, Purwokerto, Pegunungan Dieng, Jawa Tengah, G.Merapi, Yogyakarta dan lokasi lainnya.
Apa yang perlu di perhatikan ketika kita menemukan objek burung ?
Pertama, jelas jangan berisik atau bersuara serta usahakan tidak merokok karena burung sangat sensitif terhadap suara dan bau-bauan sehingga dapat menyebabkan burung kabur.
Kedua, “selalu ingat bahwa moment tidak selalu datang dua kali”, jadi potretlah burung sebanyak mungkin yang bisa dilakukan sampai anda yakin telah mendapatkan hasil yang baik.
Ketiga, jika jarak pandang masih terlalu jauh, sebaiknya anda mendekat dengan perlahan dan hati-hati. Keempat, untuk burung yang bergerak gunakan speed tinggi dan sebaiknya juga pakailah ISO yang rendah supaya
noise foto dapat dihindari.
Related Link:
from veriasa.wordpress.com