oke..
ada bbrp hasil yg bisa diperoleh saat backlighting. Contoh:
1. Gunakan kompensasi utk memperoleh pengukuran pada obyek yg baik, tanpa mempedulikan backlight.
2. Biarkan backlight-nya, tapi "isi" bagian gelap dengan fill-in (bisa flash atau reflektor) di muka obyek yg difoto.
3. Gelapkan obyeknya, dan ukur sesuai backlight, utk menjadikan siluet.
4. Ukur sesuai backlight utk menggelapkan backlight, lalu "isi" bagian gelap dengan fill-in (bisa flash atau reflektor).
Tergantung pada kebutuhan.. mana yg mau dilakukan?
utk no.1
Pakai exposure compensation (gunakan +) atau pakai spotmeter (kalau kameranya memiliki spotmeter).
utk no.2
Tinggal hidupkan flash atau gunakan reflektor, sederhana ya?
utk no.3
tinggal ukur sesuai bagian belakang yg backlight, atau gunakan exposure compensation (gunakan -).
utk no.4
nah ini yg agak repot..
kamera harus "tertipu" dan mengukur pencahayaan bagian belakang yg backlight.. jadi, seakan ingin membuat siluet. TAPI.. kita harus mengisi bagian siluet tadi dengan flash secukupnya
Ini dua contoh foto yg ga terlalu ekstrim backlighting, tapi kondisi kontras tinggi bgt.. foto pertama adalah tanpa flash,
dan yg kedua dengan mengatur flash secukupnya utk mengisi muka obyek (kebetulan saya sendiri

).. Namun, dengan mengatur agar gambar di background ter-expose dengan pencahayaan yg baik (tidak overexpose spt foto pertama)..
Perhatikan bahwa foto kedua memang kurang natural, karena saya terpaksa memakai flash internal dari kamera pocket (DSLR ketinggalan.. hiks)
Akan lebih natural lagi kalau kita menggunakan reflektor.. tapi, kalo jalan2 gini ya ga nyaman bawa2 reflektor ya..
