stres, pengen video bening!!!
Welcome guest, is this your first visit? Create Account now to join.
  • Login:

Welcome to the CHIP Forum.

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.

+ Reply to Thread
Page 1 of 2 1 2 LastLast
Results 1 to 10 of 11

Thread: stres, pengen video bening!!!
  
Bookmark and Share

  1. #1
    Join Date
    Jun 2005
    Posts
    5
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Angry stres, pengen video bening!!!



    udah beli pineacle deluxe, ramnya 526, kamera udah md-9000, tetep aja aku gak puas. katanya mother boardnya harus diganti hyper traiding, katanya capture cardnya harus yang lebih bagus, katanya kabel transfer datanya pake yang optik, aku mah jadi bingung. soalnya ada temen aku yang dibandung kameranya persis sama tapi koq hasilnya beda. bayangan sekitar benda yang bergerak hampir gak ada, wuih keren. animasinya gak pecah. para senior ada yang bisa menjelaskan gak, kenapa selalu ada penurunan pada saat transfer. kenapa gak sebening video yang ada dikaset md-nya. streeeeeeeeessss
    tolooooooong
    maaf terlalu emosional

  2. #2
    Join Date
    May 2005
    Posts
    3,605
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    26

    Re: stres, pengen video bening!!!



    Pake software Adobe Premiere aja mas
    Last edited by Udin Petot; 21-06-2005 at 23:29.

  3. #3
    Join Date
    Jun 2005
    Posts
    4
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Re: stres, pengen video bening!!!



    kayanya mesti ganti card buat videonya deh,, itu pengaruh banget.. klo software,, setelah filmnya di capture trus di record, baru software berperan

  4. #4
    Join Date
    Jun 2005
    Location
    jakarta malam hari..
    Posts
    19
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Re: stres, pengen video bening!!!



    perlu diketahui sblmnya bahwa proses penurunan kualitas dalam capturing itu adalah wajar. ini disebut "gen loss". gen loss tsb terjadi tdk hanya pada saat capturing tapi juga saat exporting dan transfering ( tape to tape ). jadi saat proses editing sebenarnya terjadi 2 kali penurunan yaitu saat capturing dan exporting. tapi tenang aja, gen loss tsb tidak besar jadi tidak terlalu kelihatan. yg kelihatan adalah saat tranfer tape to tape apa lagi klo ngopi dari kopian hehe..

    kalo dilihat dr spek komputernya seharusnya tdk masalah. saya pernah kok ngedit di pentium 3, RAM 256, via firewire, pake adobe premiere. hasilnya bening2 aja tuh. jadi kalo disuruh ganti motherboard yang HT apalagi kabel optik itu sangat mengada ada.

    dalam kasus anda mungkin ada kesalahan setting di capture card atau softwarenya. btw capture cardnya merk apa? krn kualitas capture sangat tergantung pada capture cardnya. saran saya kalo mau aman capture pake fire wire aja, lumayan bagus dan bening ( klo beli capturecard bagus mahal boss! ). tapi ya itu ga bisa input component dan composite. klo software, bener kata udin petot, pake adobe premire aja. lebih terpercaya. ntar kalo dah butuh yg advance, baru pake Avid.

    sekedar catatan : software editing jg punya pengaruh besar pada kualitas capture. karena disana terdapat "codec", settingan capturing, dan memang di disain buat mengconvert sinyal video menjadi data. lagi pula tanpa sofware editing kita ngapture pake apa? paling pake tv turner dan itu hasilnya kurang bagus.

    segitu aja mudah2an bisa bantu, regards!

  5. #5
    Join Date
    Aug 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    412
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    16

    Re: stres, pengen video bening!!!



    pengen bening kok stress, mas?

    mbok ya jangan stress gitu ...

    gampang aja kok, tinggal butuh pengetahuan, kesabaran dan ketelatenan ...


    1. Capture movie dengan full screen. Resolusinya 720 x 576. Jika menggunakan firewire, baik onboard ataupun capture card lain (yang ada firewirenya), tinggal pilih setting DV-AVI (720 x 576; 48.000 khz, 25 fps). Kalau firewire onboard umumnya menggunakan codec Microsoft DV-AVI, dan kalau firewire dari capture card, ya gunakan saja codec DV-nya, misalnya Matrox DV.

    2. Kalau menggunakan capture card dari tv tuner atau dari vga, maka gunakan setting resolusi yang maksimal dari card tsb. Kalau mau export ke VCD, ya paling tidak resolusinya 352 x 288, 44.100 khz. Tapi usahakan resolusinya lebih dari ukuran tsb, paling tidak aspect rationya tetap 4;3 atau 16;9. Gunakan juga CODEC (compresi decompress) yang baik. Langkah ini harus telaten. Pilih codec yang terbaik, tajam dan enteng. Codec bisa dicari di www.vcdhelper.com (menurut saya situs ini situs terbaik untuk belajar dalam hal mendapatkan hasil akhir yang terbaik dan tajam). Kalau saya dulu menggunakan codec Lead MJPEG. Tapi silakan pilih sendiri, mungkin sekarang sudah banyak codec yang lebih tajam dan enteng. Dan kalau sudah yakin dengan satu codec, uninstall codec tambahan tersebut yang tidak perlu, agar tidak terjadi crash.

    3. Kalau mau import file lain dari software komposisi atau editing lain, sebaiknya setting resolusi disamakan dengan resolusi file capture-an.

    4. Oh ya, sebaiknya waktu capture, jangan gunakan codec mpeg, baik mpeg1 atau mpeg2 ataupun mpeg4. Gunakan hanya kompresi AVI. Sekali lagi AVI.

    5. Nah, waktu export ke movie, jika mau ke vcd, eksport dulu ke AVI, jangan mpg (kecuali kalau sudah menggunakan software terbaru, yang umumnya encoding mpegnya sudah tajam). Setelah itu barulah AVI tersebut diencode dengan TMPGENC, karena menurut saya software encoding ini sangat tajam, asalkan settingnya pilih template yang Illegal VCD. Caranya adalah, klik LOAD, pilih folder extra di folder tmpgenc, pilih Illegal Video CD 1246 kbps. Kemudian di settingan, pilih motionnya HIGHEST QUALITY, yang tertajam dan terlelet (terlama) proses encodingnya. Nanti di status bar bawah TMPGENC, akan tertulis 'Illegal Video CD, 1246 kbps, ... ". Paling enak gunakan software frameserver, seperti Avisynth (cari di www.vcdhelper.com, bagian tools). Software ini sebagai jembatan antara software editing denga software encoding. Tapi inipun berlaku hanya pada beberapa software editing, seperti premiere, vegas, ulead media atau lainnya.
    Jangan takut untuk main playstation saat ngerender, karena akan lama prosesnya. He he he he ...

    6. Nah, sekarang tinggal kemauan Anda deh, kalau mau yang terbaik, kalau sourcenya sudah digital, ya gunakan capture card digital. Mau ngga mau, kalau belum punya, ya kudu diupgrade. Firewire murah kok. Kalau mau hasil akhirnya seperti sourcenya, maka export ke DVD. Jika sudah ke project DVD, gunakan komputer yang mendukung, ya ngga perlu Pentium4 Hyperthreading, pake Athlon 1 Giga juga udah cukup, memori 256 juga cukup, tapi gunakan harddisk yang mempunyai speed 7200 rpm, dan gunakan juga windows 2000 atau XP yang berformat NTFS. Matikan semua program/software yang berjalan di belakang (background), termasuk antivirus. Jangan melakukan apapun di komputer saat ngerender atau capture.

    7. Nah, jadi deh ... Trus tinggal upgrade lagi deh kualitas shootingnya. Sebaiknya jangan panning atau bergerak dengan speed cepat. Jika mau panning atau tilt down/up ataupun zoom , sebaiknya lakukan dengan lamban. Gunakan tripod atau yakinkan bernafas dengan teratur saat memanggul atau menggenggam kamera. Gunakan "ilmu peringan tubuh" (he he he he) saat shooting, dalam arti bergeraklah atau bernafaslah tanpa ada getaran. Kalau perlu "bayangkan kalau Anda sedang naik mobil mercedes yang shockbreakernya sangat empuk" sehingga getaran kecilpun akan tereliminasi. Dengan hasil shooting seperti ini, maka bayangan yang Anda takutkan saat melihat hasil editing di VCD akan berkurang, bahkan hilang, karena gerakan cepat sangat ditakuti oleh software encoding.

    8. nah, beres khan .... happy shooting and happy editing .....

  6. #6
    Join Date
    Dec 2004
    Posts
    10
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Lightbulb Re: stres, pengen video bening!!!



    Hasil ahkirnya apa ya yg kepengen beningnya? klo cuman VCD ya wajar lah ada penurunan kualitas jangan terlalu berharap banyak dengan hasil VCD klo hasil akhir kepengen hampir sama ama kualitas masternya ya merangkai movie nya jangan pake PC. coba aja ngeditnya MD9000 jadikan player master terus pake aja mixer aladin untuk bikin transisinya ama titlenya, untuk outputnya pake DV player sony atau panasonic yg bisa record miniDV juga bisa DV terserah deh hasil akhirnya mau miniDV ataupun DV tergantung selera di jamin hasil akhirnya gak jauh beda ama masternya ( cuman klo mo merangkai gambar kaya begini harus hati2 jangan sampai salah salah sedikit aja berantakan semuanya. gak kaya pake software ngedit saenake dewe)
    saya dulu pernah bekerja dengan cara tersebut ya hasilnya lumayanlah.

  7. #7
    Join Date
    Feb 2005
    Posts
    8
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Talking Re: stres, pengen video bening!!!



    secara teori aja udah jelas ada penurunan tong...gimana sih nt..mo pake pake dv kek,mini dv kek,betacam kek,digi beta kek.,tekek kek..hehehe.kalo prosesnya non linier editing tetep aja ada penurunan..apalagi transfernya dari materi tape ke piringan..berapa kali tuh dituruninnya. mo pake codec apa aja tetep aja turun,mo pake software dari yg mahal sampe kaki 5 tetep aja turrruuunnn tong..,katanya sih kan ada proses yg lewat komputer biar digital tapi itu kan cuma katanya tong... kalo linier editing laen lagi dah urusannya..hasilnya nt bisa bandingin di toko sebelah..saran ane sih kalo mo bening nih..harusnya monitor nt rajin dibersihin...hehehe...kinclong kan?

  8. #8
    Join Date
    Aug 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    412
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    16

    Re: stres, pengen video bening!!!



    yup, betul ... secara teori memang ada penurunan. Nah, karena masalah inilah, editing linear kini berkembang menjadi non linear.


    Untuk mengurangi kualitas penurunan yang terjadi pada proses editing dari pita ke pita, apalagi jika terjadi kesalahan editing sehingga harus mengulang, bahkan jika dilakukan berulang-ulang, maka resiko kerusakan pita, penurunan kualitas yang lebih parah, penurunan kualitas head dan mesin, harga dan perawatan mesin, dapat dihindari. Untuk itulah kini proses editing dari pita ke pita mulai ditinggalkan, kecuali dalam keadaan terpaksa atau karena proses deadline, seperti di departemen news. Bahkan jika Master Edit (di pita) sudah jadi pun, kalau diturunkan kembali akan kembali terjadi penurunan. Penghitungan penurunan pun dipengaruhi oleh banyak hal, seperti yang disebut di atas, bahkan bisa dipengaruhi dari kualitas kabel, solder (timah) yang menempel di kabel, seperti kabel BNC. Apalagi proses editing dari pita ke pita membutuhkan banyak hardware. Untuk sistem Cut to Cut, menggunakan 2 mesin. Untuk sistem AB Roll, minimal menggunakan 3 mesin (2 player dan 1 recorder). Semuanya harus berjalan, dan tidak ada istirahatnya. Bandingkan dengan proses non linear, mesin hanya bekerja saat capturing dan printing. Itupun hanya 1 mesin recorder (yang lebih banyak istirahatnya) dan komputer (yang harganya lebih murah dibanding mesin dan harga perawatan mesin tsb).

    Nah, dengan proses editing masa kini yang menggunakan proses digital, yaitu proses software dan hardware komputer, masalah penurunan hanya terjadi saat CAPTURING (yang dipengaruhi oleh kualitas kabel, mesin playback, serta CODEC) dan proses RENDERING (dengan CODEC) atau pengiriman (EXPORT) ke mesin recording. Kalau proses COPY digital ke digital tidak akan terjadi penurunan, kemanapun media-nya, baik harddisk, floppy, flash disk, ataupun keping cd/dvd. Bahkan jika pengirimannya tidak menggunakan media kabel, seperti pengiriman menggunakan sinyal, seperti wireless, infra red, ataupun bluetooth, proses penurunan tidak akan terjadi.

    Paling gampang adalah perhatikan perkembangan pesat kamera digital, camcorder, dari digital8, mini dv, dvd, hingga kini HDV. Begitu juga proses editingnya yang kini semua software editing beserta hardwarenya sudah berlomba-lomba untuk turut serta dalam editing HD. Apalagi media siarnya pun, yaitu TV, sudah beralih tidak model tabung lagi, tapi sudah model digital, seperti TV LCD, Plasma, dan kini TV HDV.

    Saya kira kita semua mengerti kenapa kita sangat menyukai pertukaran data atau penangkapan data (capturing) dengan menggunakan media digital, padahal medianya sangat sederhana seperti foto di hp, atau di kamera digital ataupun camcorder yang sudah digital. Kalau kita memotret di hp yang sederhana, maka penurunan kualitasnya tidak akan terjadi walaupun dikirim melalui MMS ke negara manapun, ataupun menggunakan Infra Red dan Bluetooth atau dicopy dulu ke komputer, baik menggunakan media wireless atau card reader, kemudian disebar lagi ke media apapun yang bisa membacanya.


    he he he he he .....


    happy editing ......

  9. #9
    Join Date
    Nov 2004
    Location
    jakarta
    Posts
    797
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    17

    Re: stres, pengen video bening!!!



    mas-mas..
    saya mau tanya sejauh mana hardware editing meningkatkan kualitas output nya? andaikan saya ada budget untuk upgrade mendingan beli matrox atau pake athlon64 lebih baik mana?
    thanks sebelumnya..

  10. #10
    Join Date
    Aug 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    412
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Rep Power
    16

    Re: stres, pengen video bening!!!



    1. Untuk menjaga, bukan meningkatkan lho, kualitas output, sebaiknya menjaga juga kualitas input. Capture dengan firewire juga sudah bagus, namun patut juga dijaga kualitas codec capturenya. Umumnya yang menggunakan card profesional ataupun broadcast, codec dv buatan card tersebut lebih baik dibandingkan codec microsoft dv. Kalau capture dengan analog, usahakan capture dengan resolusi maksimal, paling tidak hingga full screen, 720 x 576. Jadi pertama kali usahakan source hasil capture hingga bening, atau maksimal.


    2. Kalau mau output kembali ke tape, usahakan jangan dirender jadi suatu file, kecuali tidak menggunakan capture card, yang mau ngga mau dirender dahulu agar lancar saat print to tape. Nah, disinilah fungsi capture card profesional yang sudah ada fasilitas realtime, waktu printing menjadi lebih singkat. Tanpa capture card juga bisa print to tape, asalkan di editing dirender preview dulu.

    3. Gunakan software encoding yang tepat saat export to movie. Gunakan codec yang sama, jadi kualitas menjadi mirip dengan fi;e capture-an.

    4. Untuk DVD bisa diatur dengan mudah bitare persecondnya.

    5. Nah kalo print ti tape analog, seprti print ke Betacam, gunakan capture card yang baik. Gunakan pula kabel in outnya yang bagus. Enaknya menggunakan Canopus DV Storm, outputya bisa YUV, karena memang disiapkan oleh Canopus, bahwa card ini mendukung pula untuk editing kelas broadcast,


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts